<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Powering Public Reading</title>
	<atom:link href="http://aufklarung.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aufklarung.wordpress.com</link>
	<description>Reaping the meaning with text</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 17:55:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aufklarung.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/07c9421e553fc22a317bd5b44c8de5e1?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Powering Public Reading</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aufklarung.wordpress.com/osd.xml" title="Powering Public Reading" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aufklarung.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tren Software: Pemain Besar Masih Dominan, Open Source Makin Populer</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2010/11/26/tren-software-pemain-besar-masih-dominan-open-source-makin-populer/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2010/11/26/tren-software-pemain-besar-masih-dominan-open-source-makin-populer/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 18:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Software Technology and Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[artikel Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Tren Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Produk hardware dan infrastruktur jaringan yang akhir-akhir ini berkembang pesat sangat memengaruhi perkembangan bisnis software. Ini bisa kita lihat pada perkembangan industri software di berbagai lini: mulai dari software untuk server aplikasi; manajemen konten berbasis Web; manajemen database; manajemen sistem dan jaringan; manajemen penyimpanan data; keamanan; intelijen bisnis; analisis bisnis; hingga software pendukung sistem operasional. Di lingkungan perusahaan, ambil contoh software server aplikasi diterapkan untuk memperoleh efisiensi komunikasi pada jaringan internal sekaligus sebagai media business to business (B2B) eksternal. Untuk sementara dominasi masih tetap dipegang IBM, yang produknya beredar di pasar mencapai 26,3%; sedangkan sisanya sebesar 73,7% dinikmati bersama-sama oleh NEC, Borland, Micromedia, Fujitsu, Sybase, dan lain-lain. Produk ini sampai sekarang masih punya peluang di pasar, sebab dinamika pasar hardware juga terus berkembang. Perusahaan riset WinterGreen Research Inc. memprediksi pasar software server aplikasi akan mengalami peningkatan dari angka US$ 1,8 miliar di tahun 2002 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=326&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Produk hardware dan infrastruktur jaringan yang akhir-akhir ini berkembang pesat sangat memengaruhi perkembangan bisnis software. Ini bisa kita lihat pada perkembangan industri software di berbagai lini: mulai dari software untuk server aplikasi; manajemen konten berbasis Web; manajemen database; manajemen sistem dan jaringan; manajemen penyimpanan data; keamanan; intelijen bisnis; analisis bisnis; hingga software pendukung sistem operasional.</p>
<div id="attachment_338" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-338" src="http://aufklarung.files.wordpress.com/2010/11/ink-stains3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">source: ink stains</p></div>
<p style="text-align:left;">Di lingkungan perusahaan, ambil contoh software server aplikasi diterapkan untuk memperoleh efisiensi komunikasi pada jaringan internal sekaligus sebagai media business to business (B2B) eksternal. Untuk sementara dominasi masih tetap dipegang IBM, yang produknya beredar di pasar mencapai 26,3%; sedangkan sisanya sebesar 73,7% dinikmati bersama-sama oleh NEC, Borland, Micromedia, Fujitsu, Sybase, dan lain-lain. Produk ini sampai sekarang masih punya peluang di pasar, sebab dinamika pasar hardware juga terus berkembang. Perusahaan riset WinterGreen Research Inc. memprediksi pasar software server aplikasi akan mengalami peningkatan dari angka US$ 1,8 miliar di tahun 2002 menjadi US$ 2,9 miliar sebelum tahun 2008.</p>
<p style="text-align:left;">Prediksi ini cukup realistis mengingat banyak perusahaan semakin punya pilihan beragam produk. Di Indonesia, aplikasi Enterprise Resources Planning masih menjadi tren di kalangan korporat. Oracle, SAP, BAAN, dan <a class="zem_slink" title="NYSE: PSFT" rel="googlefinance" href="http://www.google.com/finance?q=NYSE:PSFT">PeopleSoft</a> merupakan nama-nama yang dominan. Akan tetapi, di level perusahaan yang lebih kecil – yang jumlahnya sangat besar – justru yang mendominasi adalah vendor yang lebih kecil seperti Accurate dan Zahir. Sisi lain yang perlu kita perhatikan adalah kehadiran platform pengembangan aplikasi teknologi informasi (TI) berbasis open source, atau aplikasi yang sumber kodenya terbuka.</p>
<p style="text-align:left;">Hal ini berdampak bagi perkembangan teknologi perangkat komunikasi dan informasi yang sifatnya personal, semisal handset ponsel, <a class="zem_slink" title="Smart phone" rel="wikinvest" href="http://www.wikinvest.com/concept/Smart_phone">PDA phone</a>, <a class="zem_slink" title="Tablet PC" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tablet_PC">tablet PC</a>, dan laptop. Ada kemungkinan, platform dan teknologi yang bakal banyak diadopsi adalah aplikasi “turunan” Java karena berciri cross-platform. Produk software dari Sun Microsystem yang lebih dulu sudah membuka kode sumber (source code) Java lebih memiliki peluang di pasar, mengingat produk ini sudah dikenal andal oleh banyak orang dibanding produk vendor lain, misalnya dari <a class="zem_slink" title="NASDAQ: MSFT" rel="googlefinance" href="http://www.google.com/finance?q=NASDAQ:MSFT">Microsoft</a>.</p>
<p style="text-align:left;">Di lingkungan korporat, sistem operasional server seperti Linux dan Unix nampaknya masih akan bertahan mendominasi pasar platform open source. Setahun yang lalu Linux mampu mencapai angka 20% untuk volume penyebaran di pasar dunia. Sebagaimana Sun Microsystem, SAP juga tak mau ketinggalan dalam mengembangkan open source. Perusahaan ini, misalnya, beberapa kali mengeluarkan produk Netweaver dalam beberapa versi yang bertujuan memfungsikan dan menyelaraskan berbagai platform berbeda untuk mendukung proses bisnis tertentu.</p>
<p style="text-align:left;">Sejalan dengan perkembangan bisnis software tersebut, kini muncul pula tren baru berupa akuisisi yang dilakukan oleh vendor besar terhadap software house yang lebih kecil. Langkah akuisisi ini tentu bukanlah fenomena aneh, melainkan hanya gejala biasa dari proses evolusi dalam dunia bisnis. Artinya, selalu ada kemungkinan perusahaan kecil untuk terdampar, sama halnya selalu terbuka kemungkinan bagi perusahaan besar untuk tidak beruntung. Semua tergantung pada situasi pasar dan kejelian strategi bermain di era pasar global. Proses evolutif dalam akuisisi ini tampaknya juga berlaku dalam aplikasi personal semacam blog: Wiki, <a class="zem_slink" title="MySpace" rel="homepage" href="http://myspace.com/">MySpace</a>, Skype, dan semacamnya. Maksudnya, selama aplikasi itu menguntungkan bagi pelaku bisnis, maka tidak menutup kemungkinan akan diambil alih oleh perusahaan besar.</p>
<p style="text-align:left;">Doktrin “di mana ada keuntungan, di situ kapital bermain” kemungkinan bakal berlangsung. Lantas, vendor besar mana yang kemungkinan memicu peran penting dalam tren ke depan? Saya memperkirakan Microsoft masih akan dominan untuk skala global. Namun sejalan dengan perkembangan open source yang semakin berperan di beberapa negara, rasanya dominasi Microsoft akan sedikit berkurang beberapa tahun mendatang.</p>
<p style="text-align:left;">Boleh dibilang, tahun 2007 merupakan tahun harapan bagi kalangan komunitas pengguna software lokal berbasis open source. Diperkirakan peranti lunak open source tidak hanya bermain dan ngetren di level sistem operasional. Ada perkembangan positif. Misalnya, LIPI dan komunitas open source ini membuat software desktop turunan Linux <a class="zem_slink" title="Fedora (operating system)" rel="homepage" href="http://www.fedoraproject.org/">Fedora Core</a> 5. Adopsi aplikasi seperti Firefox untuk browsing di Internet dan aplikasi office-nya diperkirakan bakal meningkat di kalangan mahasiswa.</p>
<p style="text-align:left;">Sekarang, para pengguna personal pun lebih merasa nyaman dengan Linux. Tren lainnya, sejalan dengan pertumbuhan aplikasi berbasis Web, pasar software untuk solusi manajemen konten akan mengalami perkembangan pesat. Solusi ini tumbuh karena dipicu oleh kebutuhan pasar individu ataupun korporat dalam mengelola informasi secara elektronis untuk kemudian dipublikasi ke web. Software yang bakal menjadi tren di kalangan pengguna baik individual maupun bisnis adalah yang mendukung efisiensi kerja dan sekaligus bisa memenuhi tren gaya hidup.</p>
<p style="text-align:left;">Perkembangan teknologi perangkat komunikasi dan informasi yang memasuki era jaringan nirkabel generasi keempat (4G) juga menjadi penentu bahwa software yang mungkin akan digandrungi adalah yang mampu beradaptasi dan konvergen dengan Internet. Sesungguhnya, perusahaan dimudahkan dengan produk komplementer yang mendukung solusi ini seperti web tool, repositori dokumen perusahaan, dan server web.</p>
<p style="text-align:left;">Selain itu, bermunculannya produk dan layanan manajemen konten tampak mulai memperlihatkan pertumbuhannya. Perkembangan lain yang tidak boleh kita abaikan adalah munculnya beberapa perusahan dari Cina dan India yang bermain di pasar Indonesia. Mereka berspekulasi di antara para pemain lama seperti IBM, Oracle, Microsoft, dan lain-lain. Melihat peta di atas, nampak bahwa kompetisi pasar software sebenarnya tidak kalah menarik dibanding kompetisi pasar hardware.[]</p>
<p style="text-align:left;">SitiNurAryani, penulis adalah konsultan TI</p>
<p style="text-align:left;">Artikel pernah dimuat di Majalah SWA edisi Juli 2006</p>
<br />Filed under: <a href='http://aufklarung.wordpress.com/category/software-technology-and-entrepreneurship/'>Software Technology and Entrepreneurship</a> Tagged: <a href='http://aufklarung.wordpress.com/tag/artikel-open-source/'>artikel Open Source</a>, <a href='http://aufklarung.wordpress.com/tag/tren-software/'>Tren Software</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=326&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2010/11/26/tren-software-pemain-besar-masih-dominan-open-source-makin-populer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aufklarung.files.wordpress.com/2010/11/ink-stains3.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Business and Technology Usage Awareness</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2010/08/28/business-and-technology-usage-awareness/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2010/08/28/business-and-technology-usage-awareness/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 00:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>
		<category><![CDATA[artikel bisnis dan kesadaran pemanfaatan teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Economy is the most fundamental activity in human’s life. Economies without “spouse” become virtual field only and nothing interesting. We can see obvious side in Indonesia agriculture world. Every village economy activity runs start from the old times. Our agriculture without appropriate technology is only poverty phenomena. Perhaps too far we expect development in agriculture, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=183&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Economy is the most fundamental activity in human’s life. Economies without “spouse” become virtual field only and nothing interesting. We can see obvious side in Indonesia agriculture world. Every village economy activity runs start from the old times.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Our agriculture without appropriate technology is only poverty phenomena. Perhaps too far we expect development in agriculture, moreover in maritime sector which is needed advance technology. That is still in our dream. Let we see the phenomena in business sector in big cities and their actors in technology involvement.</span><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span></p>
<div><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span> </div>
<div><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">                </span><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">In fact, technology has not become reliable enterprise fixing level. It happened in vary of urban enterprise sector. Technology in city business is still limited only in complementing work and information/communication   needs. Only a few kind of business depend on technology and the actors believe internet and telephone as a main pillar for their business.</span><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Thomas Malone argued that the development of inexpensive and anywhere information technology will decrease transaction costing terms of market, and reduce supporting to develop leadership hierarchies structure. Joanne Yates also argued that the development of internet is not only as a new communication technology but also as a pioneer newest organization and no hierarchies, that suitable with complexity and well informed-economic demand.</span></div>
<p>               </p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">               However, opinions from Malone and Yates above only see success side in applying modern technology in their countries, United States, where there technology really entering in business world and even villages. Unlike in Indonesia, we have to see fact that we just know technology as a tool that we can consume, and it is not as business infrastructure. In fact, Indonesian could run business without technology. If we can buy technology still limited to complement our work even it is just accessories.</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<strong>Political Campaign Style</strong></span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">We have not aware yet that technology is main field for a business project. National business world is conventional business world, traditional will enter adaptation area with advance technology. Therefore, it is impossible if supporting government national business sector only speaking political campaign or at least only giving incentive for entrepreneurs in applying technology. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Technology for society needs soul and fast understanding, smart and response as well as the technology development itself. Without this principal, people only become consumers from advance technology. That was indicated that middle class level prefer consume advance technology.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">However, does the customer enjoy technology for enterprise development? Or is that just a life style? There are so many cases those executives who use technologies are not exactly able to use that facilities their own. Tragically, this is also happened in big companies where they consume advance technology but it could not increase their income.</span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Many cases indicated that technology expenses becoming burden. Another fact is when we see many government institutions really like spend technology especially computer and internet. Apparently, technology application in these fields has been improving productivity and citizen services. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Fact proved that government productivity from day to day will not increase. Only one or two local has achievement in productivity and service. That is not just because of technology applied, more than leadership style is enforced by local leader. Thus, technology then only becomes consumption which has bought and utilized it by customers. About productivity does not increase is beyond technology.</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"> </p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Without goal</span></strong></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">To make technology is not as a tool only or even just ”to control” human’s life hence we realize the relationship between human and technology. Sugiharto (2002) believe that technology could not be seen as an entity separated from human life reality. According to him, technology could be “inside” human body (medical technology, food technology) besides telephone, facsimile, and computer or air conditioner.</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Mutual relationship carries up complex reality. The bigger reality also must be seen like science, technology, and culture has mingled in entity integrated. From here objective condition recommends business actor in modern technology era must catch relationship essence. Without ability and clarity to see reality, business movement (whether company or leadership and initiative) will not reach goal. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">This is the important we talk into business in globalization and technology rationally. First, business achievement not only need in understanding trading calculation conventionally, but also it must calculate opening market in hyper consumerism era. Second, technology will applied not only for communication and information but also as a main infrastructure to find potential market. Third, technology spending must be realized the ability of application and rational target. Tend of spending only for communication among staffs enough to use cheap cellular. Then we must think is to prepare response marketing to market environment that will be reached. Marketing here is not usual marketing, but also they have educated staffs in using technology and having ability to literate print or electronic mass media.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="EN-US">Fourth, technology especially The Internet and telephone now is a part of global communication. The weakness of Indonesian businessmen is they open market either in export or import. So many potential markets when we are not only mobilize in regional or national scope. Market has so wide potential consumer then technology can provide this tools in low prices. Why do we think still in the narrow perspective? [] SitiNurAryani</span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<br />Filed under: <a href='http://aufklarung.wordpress.com/category/digital-business-management/'>Digital &amp; Business Management</a> Tagged: <a href='http://aufklarung.wordpress.com/tag/artikel-bisnis-dan-kesadaran-pemanfaatan-teknologi/'>artikel bisnis dan kesadaran pemanfaatan teknologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=183&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2010/08/28/business-and-technology-usage-awareness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>”Blog Marketing”, Sebuah Potensi?</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2010/01/04/%e2%80%9dblog-marketing%e2%80%9d-sebuah-potensi/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2010/01/04/%e2%80%9dblog-marketing%e2%80%9d-sebuah-potensi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 05:53:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Business and Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[artikel blog marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2007/11/20/%e2%80%9dblog-marketing%e2%80%9d-sebuah-potensi/</guid>
		<description><![CDATA[Marketing melalui internet adalah sarana murah dan efektif untuk menemui calon konsumen. Namun demikian, untuk sukses berdagang di internet tidak semudah melempar promosi. Perusahaan harus jeli melihat pasar di jagat daring (online) yang sesungguhnya. Dalam hitungan tiga tahun, semenjak beredar awal 2003 hingga akhir 2006, terhitung ada lebih 120 juta pengguna blog (Alan Gwen 09/2006). Sedangkan The Blog Herald (05/2005), tanpa bermaksud memastikan, menyebutkan jumlah pengguna blog (blogger) tahun 2005 sudah mencapai 200-500 juta. Sebagian besar blog masih bertahan dalam “tabiat” aslinya, yakni untuk ajang narsistik seseorang, sebagian untuk apresiasi ilmu-pengetahuan, sebagian kegiatan sosial, dan sedikit untuk kegiatan bisnis. Namun untuk yang terakhir ini justru sekarang sedang diburu banyak pelaku bisnis. Majalah BusinessWeek Juli 2006 lalu memperkirakan blog bisnis mencapai 25 juta yang meliputi korporat, bisnis menengah, dan perseorangan. Umpan balik Memang, penemuan baru di internet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=109&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Marketing melalui internet adalah sarana murah dan efektif untuk menemui calon konsumen. Namun demikian, untuk sukses berdagang di internet tidak semudah melempar promosi. Perusahaan harus jeli melihat pasar di jagat daring (online) yang sesungguhnya. Dalam hitungan tiga tahun, semenjak beredar awal 2003 hingga akhir 2006, terhitung ada lebih 120 juta pengguna blog (Alan Gwen 09/2006). Sedangkan The <a class="zem_slink" title="Blog Herald" rel="homepage" href="http://blogherald.com/">Blog Herald</a> (05/2005), tanpa bermaksud memastikan, menyebutkan jumlah pengguna blog (blogger) tahun 2005 sudah mencapai 200-500 juta.</p>
<p>Sebagian besar blog masih bertahan dalam “tabiat” aslinya, yakni untuk ajang narsistik seseorang, sebagian untuk apresiasi ilmu-pengetahuan, sebagian kegiatan sosial, <a class="zem_slink" title="Dan (rank)" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dan_%28rank%29">dan</a> sedikit untuk kegiatan bisnis. Namun untuk yang terakhir ini justru sekarang sedang diburu banyak pelaku bisnis. Majalah BusinessWeek Juli 2006 lalu memperkirakan blog bisnis mencapai 25 juta yang meliputi korporat, bisnis menengah, dan perseorangan.</p>
<div id="attachment_343" class="wp-caption aligncenter" style="width: 279px"><img class="size-medium wp-image-343" src="http://aufklarung.files.wordpress.com/2010/01/dream_chaser_by_cypherx.jpg?w=269&#038;h=300" alt="" width="269" height="300" /><p class="wp-caption-text">source: Dream_Chaser_by_cypherx</p></div>
<p><strong>Umpan balik</strong></p>
<p>Memang, penemuan baru di internet berdampak pada perubahan “perilaku” pengguna, terutama para pengguna blog. Jika sebelum 2003, media komunikasi (surat elektronik) dan informasi (situs web) masih terpisah, blog hadir sebagai bentuk perkawinan keduanya. Lahirlah karakter media daring yang tidak lagi monolog, melainkan interaktif, efektif, dan murah, bahkan gratis bagi siapa saja. Seorang pengamat web, Steven Streight (2004) mendeskripsikan blog sebagai sebuah landasan komunikasi, konektivitas, dan interaktivitas yang memungkinkan para pengguna yang tidak memiliki keahlian HTML dengan cepat dan mudah menerbitkan web untuk pemirsa umum; menjadi pendemokrasian dari penerbitan isi web, kebangkitan yang revolusioner dari akses bersama ke konten internet.</p>
<p>Pendek kata, Streight ingin menunjukkan bahwa blog serupa “situs web tipis” yang tetap memiliki kekuatan sebagaimana web, namun sang pengguna awam bisa mengetahui dan menggunakan secara teknis. Di tengah-tengah perayaan besar kaum pengguna blog, muncul satu pertanyaan, bagaimana cara memenangi pertarungan marketing di medan ini?</p>
<p>Pertanyaan tersebut mendapat respons serius dari seorang konsultan blog <a class="zem_slink" title="Marketing" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Marketing">marketing</a>, <a class="zem_slink" title="Jeremy Wright" rel="homepage" href="http://www.ensight.org/">Jeremy Wright</a>. Dalam bukunya Blog Marketing (2005), Wright berpikir mendasar bahwa memiliki sebuah blog tanpa mengetahui tujuan akan seperti seekor penguin berjalan melalui Central Park; menarik untuk dilihat, tetap tidak akan membantu siapa-siapa. Bagi Wright, blog bukan sekadar media penyiaran, melainkan sarana komunikasi bebas antara penjual dan pembeli. Blog memberi kesempatan kepada perusahaan agar semaksimal mungkin menciptakan penjelasan yang baik kepada pembaca. Pengguna blog yang baik adalah mereka yang tidak sekadar berharap menerima komentar, namun juga harus mampu merespons umpan balik, baik yang positif maupun negatif kepada para pembacanya. Umpan balik, menurut Wright, adalah peluang terbaik yang harus dimanfaatkan untuk memenangi persaingan promosi.</p>
<p><strong>Pola komunikasi</strong></p>
<p>Jika blog individu dikelola sesuai selera personal, blog marketing harus dikelola secara resmi. Perusahaan harus membentuk tim untuk melakukan hal ini. Sekalipun blog resmi tujuannya murni untuk promosi, namun isinya harus beda dari penayangan iklan model media cetak atau situs web. Blog resmi dituntut untuk menyajikan ulasan-ulasan yang terjadi dalam dunia industri; proses produksi, kerja tim karyawan, perkembangan industri, gaya hidup, termasuk kegiatan sosial perusahaan. Masih menurut pendapat Wright, keaktifan berinteraksi adalah kata kunci dalam blog. Membalas surat dalam waktu 5 jam adalah baik, 1 jam lebih baik. Ibarat the signpost (papan tanda), pengguna blog harus mampu melakukan dua hal. Pertama, menginformasikan kepada para pembaca tentang informasi-informasi yang bermanfaat. Kedua, menunjukkan jalan ke informasi lain yang lebih bermanfaat.</p>
<p>Dunia cyber tak kenal batas normal dan moralitas. Namun demikian, kita harus percaya bahwa di balik semua itu tetap banyak pembaca yang setia menunggu dengan antusias apa kata “papan tanda” yang dapat dipercaya. Karena itulah, penting kiranya seorang marketing bersikap sabar dan tidak boleh terjebak pada kemarahan dengan setiap omongan yang tidak dikehendaki. Asumsinya, dengan penjelasan yang baik, secara otomatis yang negatif akan terjawab dengan sendirinya. Namun demikian, kita harus sadar bahwa belajar strategi dan pengalaman dari blog yang selama ini sukses masih berada di perusahaan-perusahaan besar (korporat). Bagi perusahaan kecil tentu urusannya lain. Apalagi jika perusahaan tersebut bergerak dalam bidang jasa (nonproduk) atau perusahaan produksi skala menengah ke bawah.</p>
<p>Alhasil, blog memang menjanjikan kemudahan. Namun kemudahan tersebut masih dalam tataran teknis. Untuk keberhasilan marketing tentu membutuhkan pemikiran dan eksperimen tersendiri yang menuntut keringat dan pemikiran jenius. Selamat berusaha! ***SitiNurAryani (naskah ini pernah dimuat di harian Pikiran Rakyat November 2007, <a href="http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/112007/08/cakrawala/lainnya03.htm">http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/112007/08/cakrawala/lainnya03.htm</a>)</p>
<br />Posted in Internet Business and Marketing Tagged: artikel blog marketing <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=109&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2010/01/04/%e2%80%9dblog-marketing%e2%80%9d-sebuah-potensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aufklarung.files.wordpress.com/2010/01/dream_chaser_by_cypherx.jpg?w=269" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menengok Virus-virus Kriminal Internet</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2010/01/04/menengok-virus-virus-kriminal-internet/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2010/01/04/menengok-virus-virus-kriminal-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 02:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Crime and Application]]></category>
		<category><![CDATA[virus internel artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Virus-virus kriminal internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak ancaman kejahatan di internet. Mulai dari pencurian data, penipuan, carding ilegal, pencurian identitas, lelucon, hingga perusakan web, pembajakan perangkat lunak, injeksi SQL, hingga serangan worm, virus, trojan horse, dan sebagainya. &#60;!&#8211;[if gte vml 1]&#62; &#60;![endif]&#8211;&#62;&#60;!&#8211;[if !vml]&#8211;&#62; Hampir semua ancaman tersebut berawal dari perolehan atau pengaksesan malware, perangkat lunak perusak yang wujudnya bisa berupa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=160&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="normalwebtrebuchetms">Ada banyak ancaman kejahatan di internet. Mulai dari pencurian data, penipuan, <em>carding </em>ilegal, pencurian identitas, lelucon, hingga perusakan web, pembajakan perangkat lunak, injeksi SQL, hingga serangan worm, virus, trojan horse, dan sebagainya. &lt;!&#8211;[if gte vml 1]&gt; &lt;![endif]&#8211;&gt;&lt;!&#8211;[if !vml]&#8211;&gt;<img src="/DOCUME~1/auf05/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="1" height="1" /></p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Hampir semua ancaman tersebut berawal dari perolehan atau pengaksesan malware, perangkat lunak perusak yang wujudnya bisa berupa worm, virus, spyware, bahkan barang kali adware. Khusus untuk adware, menggolongkannya ke dalam kategori malware atau bukan tergantung pada siapa penggunanya. Adware yang muncul secara pop-up di saat kita sedang mengakses situs/blog tertentu, dirasakan sebagian kelompok sebagai pengganggu kenyamanan. Sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk lain sebuah iklan yang wajar.</p>
<div id="attachment_346" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-346 " src="http://aufklarung.files.wordpress.com/2010/01/mint-and-sun-flower-chop.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /><p class="wp-caption-text">source: private</p></div>
<p class="normalwebtrebuchetms">Kabar terbaru menyebutkan, Komisi Perdagangan Federal (FTC) di Amerika Serikat membantu sebuah perusahaan adware raksasa meraih pengakuan, atau sebaliknya tidak akan digolongkan sebagai bagian dari bisnis. Ironis, karena komisi ini dalam kesempatan yang sama belum juga menindaklanjuti penangkalan cyber crime (kejahatan internet). Ancaman kejahatan di dunia internet diprediksi oleh para pakar dari perusahaan antivirus terkemuka, seperti Symantec dan McAfee, selain semakin meningkat, terutama pada sistem operasi dan aplikasi yang populer, kian mutakhir dalam metode penyerangannya. Seperti diketahui bersama, worm dan virus sangat mudah menyusup ke dalam celah-celah kelemahan suatu sistem. Symantec menyatakan, sistem operasi Vista memiliki 16-19 celah kelemahan.</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Jumlah ini tidaklah mengagetkan. Di awal tahun 2003 lalu, penulis menemukan 15 celah keamanan pada Windows Server 2003 Edisi Enterprise. Waktu itu Worm MSBlast sempat menyerang sistem operasi yang belum sempat ditambal. Salah satu tambalan tersebut adalah untuk celah remote-code execution. Sistem operasi penulis pada saat itu diakses secara remote dari server khusus yang tersimpan di Indosat. Secara umum, celah-celah tersebut mengakibatkan aliran data secara realtime pada Stock Screening dari BEJ ke komputer server sempat terhenti selama tiga hari. Tidak hanya sistem operasi terkemuka semacam Windows yang memiliki target serangan para pembuat worm. Pada tahun yang sama, penulis juga menemukan masalah serupa dengan IBM Z/OS. Demikian dalam sistem operasi RedHat Linux 9 yang terdeteksi memiliki celah keamanan sebanyak 70-72 buah.</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Setidaknya ini membuktikan jika para pembuat worm dan virus bergerak tanpa pandang bulu; apakah yang jadi target serangannya produk open source atau produk berhak milik. Masih tentang pengalaman penulis, selain sistem operasi, sasaran terobos juga terjadi pada aplikasi lain, seperti MS-SQL, Outlook, dan lain-lain. Jebolnya pertahanan sistem aplikasi kami saat itu juga disebabkan belum diperbaruinya MS-SQL yang memiliki celah kelemahan. Pada akhirnya, penulis bisa melewati serangan tersebut setelah memasukkan tambalan-tambalan pada sistem operasi, aplikasi basis data, sambil memperbarui perangkat lunak antivirus dan anti-malware.</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Majalah InformationWeek menulis, setelah sistem operasi, target serangan lainnya adalah situs-situs permainan online. Serangan ini memperkuat dugaan bahwa jejak para cracker selalu mengikuti uang, termasuk para hacker. Khusus di tahun 2007, serangan malware terbesar di Amerika didominasi oleh worm Storm. Meski Amerika dalam hal ini hanya sebagai contoh korban, internet tidaklah mengenal batas zona dan waktu. Worm jenis botnet juga cukup produktif menyerang Asia, termasuk Indonesia. Tidak sedikit yang berpendapat jika Storm diciptakan oleh orang Eropa (di luar Rusia) yang tidak menyukai Amerika. Penciptanya pun teridentifikasi sangat mengenal kultur AS.</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">&#8220;Political cyber crime&#8221;</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Serangan kejahatan yang menyangkut wilayah politik dan ekonomi negara juga dikabarkan terjadi antara Cina dan Amerika. Tanggal 19 November lalu, InformationWeek, majalah mingguan yang terbit di Amerika ini menulis bahwa Komisi Peninjau Ekonomi dan Keamanan Amerika-Cina (United States-China Economic and Security Review Commission/USCC) mengatakan, Cina sedang mengintai untuk memperoleh penghematan waktu dan uang dalam riset serta pengembangan teknologi canggih yang sedang dikembangkannya.</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Pengintaian yang dilakukan orang-orang Cina merupakan ancaman tertinggi untuk teknologi AS. Selain itu, komisi ini juga menyatakan perhatiannya atas kemampuan militer Cina dalam menghancurkan satelit untuk melakukan serangan cyber melawan jaringan komputer dan sistem pertahanan cyber AS. Serangan terorganisasi tersebut telah meluas sejak tahun 2005. Sebagai langkah pertahanan, laporan tersebut menyarankan adanya funding yang mendukung penegakan kendali ekspor, khususnya untuk mendeteksi serta mencegah transfer teknologi secara ilegal ke Cina. Lain peperangan cyber antara Amerika-Cina, lain pula bentuk peperangan antara Malaysia-Indonesia. Akhir-akhir ini kita menyaksikan peperangan yang dilakukan sekelompok anak Indonesia dengan anak negeri Malaysia. Tapi, peperangan tersebut baru hanya pada ejekan dalam forum, blog hingga web-spoofing.</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">***</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Kembali pada worm Storm. Dalam wujud tunggalnya, worm ini telah teruji mengalami pertumbuhan yang pesat. Network World, Inc., sebuah perusahaan riset dan media teknologi yang juga divisi dari IDG, menulis bahwa Storm merupakan worm terproduktif. Sekali sebuah PC mengunjungi situs web yang terinfeksi, dan Storm yang berada di sana terunduh, PC tersebut sudah pasti tertulari. Dengan begitu, PC secara otomatis akan dikendalikan oleh orang lain tanpa disadari pemiliknya. Dalam waktu bersamaan, PC ini akan membentuk botnet yang dapat digunakan untuk mengirimkan spam, meluncurkan serangan DOS (denial-of-service) terdistribusi, atau induk situs web akan mengunduh malware lebih banyak lagi.</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Seperti diketahui, botnet adalah pembentuk jaringan &#8220;zombie&#8221;. Hal ini juga diakui Adi Maulana, ahli jaringan dan keamanan di sebuah perusahaan swasta, Jakarta. Dari pengalamannya, ia menyarankan perlunya para praktisi keamanan TI perusahaan untuk mewaspadai jenis worm yang menyerang perusahaan. Worm ini biasanya masuk lewat jaringan dan sistem kerjanya menyiarkan perintah, sehingga lalu lintas jaringan yang tadinya kosong menjadi penuh. Pada gilirannya, hal ini akan membuat koneksi jaringan antarcabang perusahaan terputus. Kemampuan Storm hingga seperti itu adalah karena teknik pengodeannya yang kian mutakhir, sehingga mampu berkomunikasi melalui saluran yang terenkripsi sekalipun, sekaligus terus mengubah metode serangannya. Cara kerja Storm tidak seperti virus atau worm tradisional, yang menghapus data atau file. Storm menginstalkan dirinya dalam PC melalui spam yang bukan dibawa oleh pesan dalam e-mail, melainkan meraih korban melalui kunjungannya ke situs yang terinfeksi malware.</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Sepuluh ancaman</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Dalam pandangan perusahaan antivirus Symantec ada sepuluh ancaman tertinggi. Pertama, pencurian data. Kedua, serangan terhadap sistem operasi Vista. Ketiga, spam yang meningkat pertumbuhannya di pertengahan tahun 2007. Keempat, serangan terhadap situs-situs transaksi online. Kelima, pencurian identitas. Keenam, eksploitasi merek terkenal. Ketujuh, bot. Kedelapan, celah-kelemahan yang terdapat pada modul pendukung (plug-in) web. Kesembilan, penciptaan pasar untuk kelemahan keamanan. Sebagai contoh, pemrakarsa keamanan, WabiSabiLabi memata-matai dan berperan sebagai pemberi informasi untuk meyakinkan pembeli dalam memperoleh informasi tentang kelemahan keamanan yang belum diketahui publik.</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Kesepuluh, keamanan mesin virtual. Ancaman berbasis web ini akan mendominasi karena pada dasarnya penjelajah semakin seragam dalam cara merespons bahasa skrip semisal JavaScript. Dengam kondisi ini, pembuat malware dapat terus mengandalkan penggunaannya. Sebagai contoh, SANS (SysAdmin, Audit, Network, Security) Institute, sebuah organisasi riset dan edukasi di Amerika Serikat mengatakan, terdapat ratusan domain (hampir 40 ribu halaman) di internet diyakini telah diambil alih oleh pembuat situs yl18.net. Cara perusakan massal tersebut dengan melakukan injeksi script tag ke 40 ribu halaman web dari berbagai domain. Script tag atau baris perintah ini adalah salah satu kode XSS (cross-sites scripting) yang berisikan tautan ke file Javascript di sebuah situs tertentu.</p>
<p class="normalwebtrebuchetms">Ancaman kejahatan di atas tidak selesai hanya dengan produk penangkal, apalagi sekadar melalui penegakan hukum. Semakin kompleks dan mutakhirnya metode serangan kejahatan memerlukan perpaduan yang solid antara keamanan dan manajemen sistem. Jika yang menjadi korban kejahatan ini adalah kalangan perusahaan, mereka sering kurang terbuka ke publik. Alasannya karena masalah kredibilitas. Lho kok? ***(<a href="http://www.pikran-rakyat.com/"><em>www.pikran-rakyat.com</em></a><em>, 29 November 2007</em>)</p>
<p class="normalwebtrebuchetms"><em>Siti Nur Aryani<br />
Konsultan TI Aufklarung C &amp; P;<br />
Application Provider for Global Market</em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"> </p>
<br />Posted in Internet Crime and Application Tagged: virus internel artikel, Virus-virus kriminal internet <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=160&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2010/01/04/menengok-virus-virus-kriminal-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aufklarung.files.wordpress.com/2010/01/mint-and-sun-flower-chop.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Kejahatan Internet</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2010/01/02/fenomena-kejahatan-internet/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2010/01/02/fenomena-kejahatan-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 04:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Crime and Application]]></category>
		<category><![CDATA[artikel kejahatan internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2007/12/02/fenomena-kejahatan-internet/</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan kehidupan jagat maya akhir-akhir ini memang semakin dahsyat. Berbagai kemudahan menjelajah dunia terpenuhi. Ada banyak kebaikan untuk melanjutkan tamasya kehidupan ke arah yang lebih baik di sana. Meski demikian, hukum kausalitas juga berlaku sebagaimana dalam kehidupan nyata di bumi. Ada kebaikan, pasti ada keburukan. Sebanyak pesan kebaikan menyebar, sebanyak itu pula keburukan merajalela. Dunia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=110&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Perkembangan kehidupan jagat maya akhir-akhir ini memang semakin dahsyat. Berbagai kemudahan menjelajah dunia terpenuhi. Ada banyak kebaikan untuk melanjutkan tamasya kehidupan ke arah yang lebih baik di sana. Meski demikian, hukum kausalitas juga berlaku sebagaimana dalam kehidupan nyata di bumi. Ada kebaikan, pasti ada keburukan. Sebanyak pesan kebaikan menyebar, sebanyak itu pula keburukan merajalela.</span><span id="more-110"></span><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';"></p>
<div id="attachment_348" class="wp-caption aligncenter" style="width: 193px"><img class="size-medium wp-image-348" src="http://aufklarung.files.wordpress.com/2010/01/ad_memento_by_nykolai.jpg?w=183&#038;h=300" alt="" width="183" height="300" /><p class="wp-caption-text">source: Ad_Memento_by_nykolai</p></div>
<p>Dunia internet hidup berkembang dari organisme bernama bit. Bit-bit ini hidup lazimnya bakteri. Tidak semua bakteri buruk, bahkan karena bakteri pula manusia dan binatang bisa hidup. Masalahnya, sekarang kita sedang berperang dengan bakteri buruk yang sedang menggerogoti bakteri baik. Jika peperangan ini dimenangi oleh bakteri buruk, bakteri baik pun akan berubah buruk. Kerusakan adalah dampaknya. Apa yang harus kita lakukan? &#8220;Penegakan hukum!&#8221; kata para pakar dan aparat yang hidup di planet nyata. Mendengar solusi ini, Mr. Criminilis, pakar telematika terpopuler di kampung bebas hukum jagat maya menjawab, &#8220;Bagaimana mau memberantas kejahatan di dunia maya kalau di dunia nyata saja penegak hukum tidak mampu?&#8221;</p>
<p></span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Ya, akhir-akhir ini kasus kejahatan di internet memang semakin marajalela. Para aparat dan pakar telematika sibuk seminar dan diskusi, sedangkan para hacker dan cracker terus menciptakan inovasi-inovasi terbaru menembus sekat-sekat kehidupan personal. Bagi mereka, prinsipnya adalah kebebasan mutlak; sebuah spirit anarkisme di alam postmodernisme. Sekat personal mengenali individu dengan pembajakan password (kode sandi) adalah tonggak utama lahirnya banyak kejahatan. Sebagaimana pendapat Yasraf A Pilliang (Dunia yang Berlari; 2004), kode atau konvensi hanya bersifat teknis (misalnya kesepakatan ikon, password), tetapi jarang yang bersifat etis atau moral. Tidak ada konsensus mengenai baik/buruk, benar, salah, asli/palsu, berguna/tak berguna. Semua menjadi semacam &#8220;nihilisme&#8221; (serba-nol). Dalam konteks ini, pada dasarnya Yasraf melihat serba-nol, apa pun tindakan menjadi serbaboleh, serbabenar, serbaguna. Pendeknya, dunia jagat maya adalah ruang yang sarat dengan tanda, citra, dan informasi (plenum), tetapi hampa etika.</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Soal etika barang kali masih bisa dibicarakan melalui perspektif relativitas. Namun, kalau sudah bicara mengenai kejahatan, di mana pun berada, baik di dunia nyata maupun maya, tentu mayoritas orang akan berkata, lawan!. Ya, berbagai jenis kejahatan berikut ini harus dilawan; melawan terorisme, pencurian privasi dan data pribadi, penipuan jual-beli, pencurian uang, pembajakan perangkat lunak, perusakan web, serangan worm dan virus, manipulasi digital dalam fotografi, dan lain sebagainya.</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Kian canggih</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Dari tahun ke tahun jenis kejahatan sebenarnya nyaris sama, hanya teknis dan rekayasanya semakin canggih. Tahun 2000 silam kita mengenal malware Trojan yang dulu sering mengirim pesan dengan subjek &#8220;Hello&#8221;, &#8220;Thank you!&#8221;, atau subjek lain. Belakangan malware lain jenis worm juga mengalami mutasi yang lebih kompleks, di antaranya Rinbot dan Delbot. </span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Kejahatan internet tidak melulu pada tujuan pencurian atau penipuan untuk mengeruk uang, masing-masing adalah jenis kejahatan karena di dalamnya sering merugikan orang. Penyebaran foto porno barang kali berawal dari sebuah keisengan. Namun, dampaknya sangat besar, timbul masalah sosial, terutama masalah harga diri bagi korbannya, atau mengganggu orang lain, bagi pelaku, sekaligus korban yang melakukannya dengan sengaja. Satu hal yang sekarang banyak dilakukan adalah pencurian hak intelektual. Banyak mahasiswa yang tidak mampu/malas menulis skripsi lantas meng-copy-paste naskah-naskah dari internet tanpa memedulikan sumber penulis aslinya. Banyak dari para penulis, termasuk penulis makalah seminar tentang penanggulangan cyber-crime, yang mengutip tanpa memerhatikan aturan dan etika penulisan/jurnalistik. Di sini, tanpa sadar para penegak hukum maupun pakar telematika pun bisa mudah terpeleset ke dalam kejahatan intelektual/akademis.</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Indonesia sering diklaim gudangnya penjahat internet, terutama pencurian kartu kredit. Peringkatnya konon masuk sepuluh besar selama satu dasawarsa terakhir ini. Pernah menempati posisi kedua setelah Ukraina dan Nigeria. Peringkat ini sering kali dibuat oleh lembaga-lembaga internet terkemuka di Amerika Serikat dan Eropa. Para pakar kita, tanpa sikap kritis lalu ikut-ikutan latah meyakini riset yang barangkali jauh dari realita. Biasanya para analis teknologi informasi merujuk beberapa kota besar, Semarang, Yogyakarta, Medan, Bandung, Jakarta, Denpasar, dan Surabaya sebagai sarang para cracker. Meski demikian, seyogianya kita agak menahan diri agar tidak gegabah menyimpulkan bahwa penelitian tersebut valid dilakukan oleh orang Indonesia. Kita tidak pernah meneliti data valid pelaku di lapangan. Apakah benar yang melakukan tersebut adalah orang Indonesia tanpa keterlibatan orang asing di Indonesia, atau bahkan orang asing yang sengaja melakukan di Indonesia karena negeri ini memang mudah digunakan untuk pekerjaan seperti itu?</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Logika ini penting dikedepankan agar kita tidak terjebak pada sikap-sikap yang tidak objektif. Benar bahwa kejahatan internet ada dan akan terus ada di negeri ini. Namun, sikap membebek atas statistika bukannya menyelesaikan masalah, melainkan justru menjadi beban psikologis bagi kita. Bahkan, tidak menutup kemungkinan menjadikan kita bersikap inlander dalam hubungan bisnis global maupun diplomasi. Sikap kritis itu paling tidak dengan mengajukan data pembanding seperti, minimnya jumlah pengguna internet, termasuk kualitas SDM internet di Indonesia. Perbicangan saya dengan banyak rekan ahli TI di berbagai kota tersebut banyak mukim bule-bule, terutama di Bali, Semarang, dan Yogyakarta. Kebanyakan orang kita belajar dari warga asing yang lebih dahulu ahli dalam hal pencurian barang belanjaan melalui kartu kredit. Dari sinilah kemudian para cracker mengembangkan solidaritas perkawanan dengan orang lokal. Bahkan sampai sekarang, masih banyak warga asing yang sengaja memanfaatkan perkawanan dengan orang Indonesia untuk kepentingan tindak kriminal di jagat maya.</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Hukum harus bicara</span></p>
<p><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Orang asing atau pribumi mencuri atau menipu atau melakukan tindak kriminal lain jelas melanggar hukum. Di sini hukum yang harus bicara. Dalam hal ini saya tetap mendorong eksekutif dan legislatif agar bergerak cepat menggarap undang-undang untuk menanggulangi kejahatan internet. Masalahnya adalah penyusunan undang-undang tidak pernah terealisasi secara cepat dan akurat, sedangkan teknik-teknik kejahatan terus berganti dengan kecepatan luar biasa disertai sistem yang serba mutakhir. Ya, masalah ini bukan hanya dialami oleh Indonesia, melainkan dialami negara lain, termasuk negara-negara maju. Karena itu, sebaiknya kita tetap memiliki hukum yang pasti dan baik untuk mengatasi hal ini, namun bukan berarti sepenuhnya menyandarkan penyelesaian serbahukum. Kejahatan itu sendiri adalah dampak, bukan sebab. Dunia kita bukan lagi dunia konvensional sehingga cara-cara penyelesaiannya konvensional seperti mengatasi masalah-masalah di dunia nyata. Kita sudah masuk jejaring kehidupan postmodernitas yang memiliki spirit kehidupan lain dari dunia modern. Dalam era postmodernisme beragam jenis kebaikan, termasuk kejahatan memiliki bentuk dan karakternya sendiri. Ini adalah sebuah keniscayaan, semacam &#8220;takdir historis&#8221; di mana kehidupan di jagat maya memiliki &#8220;hukumnya&#8221; sendiri. Takdir historis teknologi informasi mampu membuat miliaran orang bahagia, sekaligus berparadoks dengan kecemasan oleh berbagai ancaman kejahatan.*** (<a href="http://www.pikiran-rakyat.com/"><em>www.pikiran-rakyat.com</em></a><em>, 29 november 2007</em>)</span></p>
<p style="text-align:right;"><em><span style="font-family:'Trebuchet MS';">Siti Nur Aryani<br />
Konsultan TI Aufklarung C &amp; P;<br />
Application Provider for Global Market</span></em><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<br />Posted in Internet Crime and Application Tagged: artikel kejahatan internet <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=110&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2010/01/02/fenomena-kejahatan-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aufklarung.files.wordpress.com/2010/01/ad_memento_by_nykolai.jpg?w=183" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cyber Crime In Online Company</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2009/09/20/cyber-crime-in-online-company/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2009/09/20/cyber-crime-in-online-company/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 03:50:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Crime and Application]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan cyber di perusahaan online - artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Internet crimes via email have been demolishing some corporation. Therefore, business must anticipate these criminals as a necessity. If yet, they meet stagnancy in running their business. Everyday it must be crackers (Internet criminal actors) commit a crime in online website destruction. Kompas (20/11) reported that National Single Windows (NSW), single website in serving export import [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=172&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Internet crimes via email have been demolishing some corporation. Therefore, business must anticipate these criminals as a necessity. If yet, they meet stagnancy in running their business. Everyday it must be crackers (Internet criminal actors) commit a crime in online website destruction.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Kompas (20/11) reported that National Single Windows (NSW), single website in serving export import information, had pulled down by cracker abruptly even though this website is just being initiation. Susiwijoyo, Head of Information Technology Commission NSW, indicated that there are 5300 hits in the first day during try out in spite of online management only provide 3000 hits. Fortunately, management immediately handles with cracker’s assault. However, cracker distracts to attack Jakarta Crisis Centre (JCC) website. Consequently, JCC website dropped and a part of their online devastated.</p>
<div id="attachment_357" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-357" src="http://aufklarung.files.wordpress.com/2009/09/blowing_bubbles_by_aquasixio.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Source: Blowing_Bubbles_by_AquaSixio</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">This story actually is not new in the virtual world. Jean, one of author’s friend in French, told about his experience that primarily cracker send offering business mail about export import with prospect guarantee and many benefits. At the first time, He did not suspect for this offering with consideration his believing in corporation memorandum patterns. Then cracker presented corporate owner identity form and Jean filled out this form. Nevertheless, Jean did not check that there was one column needs not to be filled out, that is, private email and password.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">In short, Jean did not aware that his doing would be causing all of computers in his company was infected worm virus. As a result, Jean’s e-mail was used by cracker as worn virus sending agent to thousands e- mail.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">We download software, tools, and utilities from certain web very frequently meanwhile we do not realize to give our private mail and secret password. We have been trapped by spy ware action. We should have skills to deal with this crime such as we do not give our password and e-mail address to anyone unless our PC would be infected by worm viruses after we open our e-mail.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Another consequence is entering a series of spam into our email then PC becoming spam distribution machine to others network. Hence, since we online through our PC then distribute those spams to others network.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">So what is spam’s distributor entering virus to attack websites via email? Obviously, he/she does not to get the benefits directly because there is no indication to conduct crime in credit card deception here. During this time expert barely give comments about these matters. The author indicated that this business actually has been made by anti virus company itself. Worm that entered usually come from old and new software. For instance, worm Rinbot or Delbot could be handle with only anti malware from Symantec security Software Company as well as Beagle worm with only Netsky antimalware.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Two cases aforementioned are experienced. There are still lots of viruses / worm types could be managed with certain antivirus or antimalware. Above it is only little example internet crimes modus with modeling virus and worm viruses. There is so many advanced way to do antimalware maker in commit this crime.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">I would like to recap some points. First model, scouting attack, that is, a kind of activity information collection which is conducted by intruder to make an appropriate network system. Secondly, access-attack, it exploit weaknesses in network access system. Thirdly, denial of service attack, it sends so many numbers based on server requests, so this action substantively will make data traffic jam which is causing legal users could not access server.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">The research was conducted Mi2g limited, risk management consultant in United States, reported that all of spams in the world has been eliminated productivity 10.4 billion dollar US in October 2003. According to that company, the destruction was caused spam higher than caused virus and worm (8.5 billion dollar US) and the destruction was caused disturbing and interfering hacker 1 billion dollar US (Internet Quotion, I/2004).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">The author had reviewed this problem in SWA Sembada Magazine, February, 21 2005 edition. Many world company level decreased their income dramatically because cracker’s crime. The company could not run work actively after network, e-mail, and computer has broken.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Based on the problems aforementioned, Internet network security in “many viruses era” obviously becomes the basic needs for companies. Computer systems security is very important things in company operation, moreover if their all of system had been integrated. However, the obstacles to deal with this problem are the lack of skills. Therefore the alternative solution that relies on to save the system and data is to apply outsourcing system.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Energy limitation could be solved with hiring competent and credible outsource staffs than we have to employ any human resource in our company. However, the most important thing to notice by management is budget planning and accurately technician realization. (<a href="http://www.pikiran-rakyat.com/">www.pikiran-rakyat.com</a>, November 29, 2007)</p>
<p style="text-align:right;">Siti Nur Aryani</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;"><em>IT Consultant Aufklarung C&amp;P:</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;"><em>Application Provider for Global Market</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<br />Posted in Internet Crime and Application Tagged: kejahatan cyber di perusahaan online - artikel <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=172&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2009/09/20/cyber-crime-in-online-company/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aufklarung.files.wordpress.com/2009/09/blowing_bubbles_by_aquasixio.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Internet Crimes Viruses</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2008/09/20/let%e2%80%99s-see-the-crime-of-internet-viruses/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2008/09/20/let%e2%80%99s-see-the-crime-of-internet-viruses/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 03:47:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Crime and Application]]></category>
		<category><![CDATA[virus kejahatan internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[There are many crimes on the internet such as; data stealing, fraud, carding illegal, identity stealing (phising), kidding, web-spoofing/deface, software piracy, SQL injection, and the attack of worm, virus, Trojan horse etc. Most of dangers are starting from the Malware accessing. This software destroyer can be formed of worm, virus, spy-ware, probably Adware. Particularly Adware [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=170&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">There are many crimes on the internet such as; data stealing, fraud, carding illegal, identity stealing (phising), kidding, web-spoofing/deface, software piracy, SQL injection, and the attack of worm, virus, Trojan horse etc.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Most of dangers are starting from the Malware accessing. This software destroyer can be formed of worm, virus, spy-ware, probably Adware. Particularly Adware can be classified into Malware group or does not depend on who accesses it. Adware on the internet is felt uncomfortable by several users but for the others users’ opinion it is a kind of normal advertising. Adware comes pop-up on our screen when we use/access a certain site/blog-spot.</p>
<div id="attachment_359" class="wp-caption aligncenter" style="width: 225px"><img class="size-full wp-image-359" src="http://aufklarung.files.wordpress.com/2008/09/cherry-blossoms.jpg?w=480" alt=""   /><p class="wp-caption-text">Source: cherry blossoms</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">The recent news said, that Federal Tread Commission (FTC) in USA helped Adware company to get the business license or it can be erased from the kind of business. But on the same occasion this commission has not resolved yet to avoid the cyber crime in the internet. The crime menacing on the internet based on the experts’ opinion such as Symantec and McAfee. The crime menacing will develop quickly especially for the popular of system operation and application. As we know, the worm and virus is easer infiltrate the weak of system space. Symantec stated that the Vista system operation had 16-19 weak of vulnerable systems.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">This amount is not surprise. At beginning of 2003, the writer got 15 weak of system spaces on Window Server 2003 of Enterprise Edition. This case happened when the Worm MSN-last infiltrated the system operation that had not been patched yet. One of the patch is remote-code execution where the writer’s system operation is accessed remotely from the special server of Indosat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">In general, this system spaces can cause the data streaming on real time at Stock Screening from the BEJ to Computer Server but the computer stopped for three days. It is not only famous system operation such as Windows that became a target of worm maker. At the same year, the writer also found the problems such as the IBM Z/OS and Red-Hat Linux 9 system operation is detected that has 70-72 weak of security holes.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">In case this shows that the worm virus maker does not discriminate the special product of open source or property. The author has been experience, beside of system operation, the MS-SQL, Out Look etc. also become their target. The destruction of our application system is caused by an un-updating MS-SQL that has the weak of system spaces. In the end, the writer can avoid the virus’ attack after he has patched on the operation system, application of data basis while up dates the anti virus software and anti- malware.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">The magazine of Information Week wrote after system operation was game on-line sites. This attack was proven by the Cracker that always regard with money matter including the Hacker. Especially in 2007, the bigger walware attack at USA was dominated by Worm Strom. Although USA in this case was only an example, internet was not limited access of zone and time. The worm Botnet was also enough effective to attack the Asia including Indonesia. Not less of opinion, if the Strom virus was created by European (out of Russian) who did not like American where the maker of the virus was identified know the American’s culture.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Political Cyber Crime</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">The crime attack regards with the district political and nation economic also happened between China and America. On 19 November, Information Week as the weekly magazine wrote that the United State-China Economic and Security Review Commission said that China was observing to get the economization of time and money of research and developing the sophisticated technology that had been being developed.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Espionage where done by the Chinese is one of higher menacing for American’s technology. Besides, this commission also stated that his attention to China’s military capability on destroying the satellite to attack cyber to against American’s computer net-working and Security Cyber System.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">This organized attack has been spread since 2005. As defense, this report suggested a funding that supported export control, especially to identify and avoid transfer of technology illegally to China. Besides, Cyber war between America and China, is also Malaysia-Indonesia. Recently we witnessed the war between Indonesian and Malaysian. But this war was only indignity on forum, blog and web-spoofing.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">The Worm Strom; in the single form, this worm had been tested develop progressively. Network World, Inc., is a research company and technology media and also one of IDG division wrote that the Storm is the most productive worm. In one time, a PC visited the infected web-site then down loaded it, this PC would be infected by viruses. Thus, PC would be controlled automatically by the foreign user without the owner’s consciousness. In the same time, this PC would make a Bonet that could be used for sending the spam, attacking distributed DOS (Denial-of-service), or a mother site web would down load many malware again.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">As we know, Bonet is a maker of Zombie networking. This was admitted by Adi Maulana, he is an expert of net working and security in the private company, Jakarta. Regarding on his experience, he suggested that the company needed to have the technician of Technology Information to keep on guard the worm virus that would attack the accompany system.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">This worm is usually infiltrates the network and running system on sending the order, as the result, the empty network traffic becomes full. This case will make the company network of branch will be cut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Ability of this worm virus in influencing the system is caused by its modern coding technique where it can suspect the hidden canal. The suspect way of this virus is different from the traditional virus or worm which can erase the certain data or file. Where this Strom virus installs its self on the FC through the spam (which is not brought by the massage or e-mail) but this virus infiltrates the system through users access the Malwar’s infected sites.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Ten Threatens</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">According to Anti-Virus Symantec Company, there are ten threatens dangerous. Firstly is a data stealing. Second is Vista operation system attack. Third is a spam that has developed progressively in middle-year of 2007. Fourth is a virus attacks the site of transaction online. Fifth is an identity stealing (phishing). Sixth is exploiting the famous brand. Seventh is a Bot. Eighth is the weak of system spaces web. Ninth the weak of security system such as: security maker, WabiSabiLabi as the informer who always convinces the buyer to get the information of the weakness of security system. Tenth is the Virtual machine security. This menace web-based will be priority used by the users because they use the same way and respond a script, such as: Java Script. Thus, creating the Malware will depend on the users as the example is SANS (Sys Admin, Audit, Network, Security) institute. Regarding on statement of an organization of research and education in USA said that there were hundred of domains in internet (approximately 40 thousand pages) had been taken over by a site maker y118.net. The way of this mass deface is where the site maker injected the script-tag for 40 thousand pages web of domains. The script-tag or order-line is one of the XSS code (crossing-site scripting) which has the correlation between files of Java Script on a certain web.</p>
<p><span style="font-size:12pt;">The crime menace above can not be avoided only with the arrester product and a court. More complex and smartest of virus’s attack on the system is more needed the hard combination between security and management system. Why do not company clarify what really happen to the public?, if the crime victim of this virus attack them, they argued that this regarding to credibility problem</span><span style="font-size:12pt;">. </span>(<a href="http://www.pikiran-rakyat.com/">www.pikiran-rakyat.com</a>, November 29, 2007)</p>
<p style="text-align:right;">Siti Nur Aryani</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;"><em>IT Consultant Aufklarung C&amp;P:</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;"><em>Application Provider for Global Market</em></p>
<br />Posted in Internet Crime and Application Tagged: virus kejahatan internet <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=170&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2008/09/20/let%e2%80%99s-see-the-crime-of-internet-viruses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aufklarung.files.wordpress.com/2008/09/cherry-blossoms.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Internet Crime Phenomenon</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2008/06/20/internet-crime-phenomenon/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2008/06/20/internet-crime-phenomenon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 03:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Crime and Application]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[The advancement of virtual world life recently is dramatically increased. So many facilities make us to explore the world. There are so many good things to continue in entertaining life heading to a better world. Nevertheless, causality rule also has role in real life in earth. There is always good things and bad one. We [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=174&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">The advancement of virtual world life recently is dramatically increased. So many facilities make us to explore the world. There are so many good things to continue in entertaining life heading to a better world. Nevertheless, causality rule also has role in real life in earth. There is always good things and bad one. We distribute more good messages, so it will distribute worse one.<span id="more-174"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span><span> </span>Internet life is developed from organism known “Bit”. These bits life like a bacteria as usual. All of bacteria are not bad things, even we and animal can life in this earth because of it. The problem is we strive to deal with bad bacteria nowadays. These bacteria also have been competing against good one. When its win this competition, good bacteria will be becoming the bad one. As a result, we meet the destruction. What are we going to do? Expert and policeman in the real world said, “Enforcement of the law!”. After hearing this solution, Mr. Criminilis, the well-known telematique expert in unlawful village in virtual world answered, “How possible against criminals in virtual world otherwise you do not have ability to battle it in real world?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span>Yes, internet crime case currently is more increasingly in the world. Telematique experts and law enforcer has been doing seminar and discussion very frequently to solve this problems, meanwhile hackers and crackers create innovation to penetrate personal life constraint continuously. Their principle is absolute freedom; an anarchism spirit in postmodern era. Personal constraint in recognizing individual with password piracy is the main gate to put up with many crimes. Piliang (2004) said that convention and code are only technical things (such as iconic and password agreement), but they are rare ethically. There is no good/bad, true/false, original/fake, useful/usefulness. There are kinds of “nihilism”. In this context, Piliang basically see “zero omnipresent”, any permission for all of behavior. In short, virtual world is a room with many signs, images, and information (Plenum) without ethics.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Ethics may consider discussing in relativity perspective. However, talking criminals, wherever we have been either in real or virtual life, most people said against! Yes, any kinds of following crimes must be fights such as; terrorism, privacy and personal data stealing, commercial transaction deception, money forgery, software piracy, web destruction/hackers, worm and virus attack, digital manipulation in photograph, and so forth.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>More advance</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">From year to year, type of crime in internet actually almost same, only they change the methods technically more increasingly. In the year 2000 we know Trojan malware, used to send with subject “Hello” or “Thank You!” or other subjects.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Last, other malware (a kind of worm) also mutated more complexity such as<em> rinbot </em>&amp; <em>delbot.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Internet crime is not only in deception &amp; staling but also other crimes pornography via digital photo disinterred on the net. This make undesirable effect especially invaded privacy. Another crime is intellectual copyright infringement. Many students do plagiarize some scientific paper articles to make their essay or final paper without put on the original one or the author’s name. Many writers (including the author who wrote seminar paper on cyber crime mitigation) quote the articles on the net without noticing ethics of journalism. Law enforcers and telematique experts also do not aware trapped into intellectual delinquency.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Indonesia was claimed as internet criminal actors nest, especially credit card deception. It has been said that Indonesia put on top ten ranks in Internet crimes in the last decade. Indonesia has placed on 2<sup>nd</sup> rank after Ukraine and Nigeria.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">This Ranking was made by reputable Internet Corporation Research in USA and European countries. Without critical attitude then our experts believe those research’s results even though that was not always true.<span> </span>Usually IT analyst considers crackers’ cracker’s nest work in some big cities in Indonesia such as Semarang, Jogya, Medan, Bandung, Jakarta, Denpasar and Surabaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Nevertheless, we should not generalize those findings imply Indonesian. We never observe valid data in the field is that true some Indonesian act these crimes without involving foreigner in Indonesia? Or even was that foreigner’s intention done those crimes because the countries easy to do a kind of job like that?</p>
<div style="border:medium medium 1pt none none solid 0 0 windowtext;padding:0 0 1pt;">
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;padding:0;">This logic is important to discuss that we can not be trapped on many subjective attitudes. It has been true that internet crimes will be run in our country every now and then, but it does not mean that we also become “yes-man” to statistic result that was made by developed countries. This attitude will burdened us psychologically instead of <span> </span>it will possible result to decrease our confidence in global business and diplomacy.<span> </span>We can encounter these results with proposing the comparison data like we have lack of the Internet users and lack of Internet skills in indonesia. The author have foreigner friends, who are working in IT, stay in some big cities especially in Bali, Semarang, Jogyakarta. Most Indonesian prior to learn credit card deception from them then crackers develop solidarity with local. Even until nowadays, many foreigners still use this friendship concious with indonesian to commit an Internet crime in virtual world.</p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;line-height:150%;padding:0;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;line-height:150%;padding:0;"><strong>Law must speak!</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;padding:0;">Foreigners and native, who is deceived or stolen or commited to crimes, are obviously infringe law, so mlaw must speak! In this case, the author encourage executives and legislatives make one regulation to strive internet crimes. The problem is, regulation draft never been realized fast and accurately meanwhile crimes strategy is very changeable increase rapidly with advance systems.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;line-height:150%;">(<a href="http://www.pikiran-rakyat.com/">www.pikiran-rakyat.com</a>, November 29, 2007)</p>
</div>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:12pt;"> </span>Siti Nur Aryani</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;"><em>IT Consultant Aufklarung C&amp;P:</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;"><em>Application Provider for Global Market</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/174/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/174/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=174&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2008/06/20/internet-crime-phenomenon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Cyber Crime&#8221; di Perusahaan &#8220;Online&#8221;</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2007/12/02/cyber-crime-di-perusahaan-online/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2007/12/02/cyber-crime-di-perusahaan-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 04:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Crime and Application]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2007/12/02/cyber-crime-di-perusahaan-online/</guid>
		<description><![CDATA[Kejahatan internet sebagian melalui e-mail, sebagian langsung merusak situs online milik perusahaan. Kesigapan dan kecerdasan mengantisipasi menjadi sebuah kebutuhan. Jika tidak, perusahaan akan stagnan. Tak susah mencari kasus perusakan situs online oleh ulah tangan cracker (penjahat internet). Setiap hari selalu ada kasus. Kasus perusakan situs tunggal layanan ekspor impor, National Single Windows (NSW) baru-baru ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=111&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="NormalWebTrebuchetMS">Kejahatan internet sebagian melalui e-mail, sebagian langsung merusak situs online milik perusahaan. Kesigapan dan kecerdasan mengantisipasi menjadi sebuah kebutuhan. Jika tidak, perusahaan akan stagnan. Tak susah mencari kasus perusakan situs online oleh ulah tangan cracker (penjahat internet). Setiap hari selalu ada kasus.<span id="more-111"></span><em> </em></p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS">
<p class="NormalWebTrebuchetMS">Kasus perusakan situs tunggal layanan ekspor impor, National Single Windows (NSW) baru-baru ini adalah satu contoh yang bisa kita simak. Sebagaimana diberitakan Harian Kompas (20/11), situs baru yang masih dalam taraf ujicoba ini mendadak diserang cracker. Indikasi penyerangan dilihat oleh Ketua Satuan Tugas Teknologi Informasi NSW, Susiwijoyo dengan munculnya jumlah hit yang mencapai 5.300 dalam hari pertama masa uji coba. Padahal, hit yang disediakan pengelola online maksimal hanya 3.000 hit. Beruntung pengelola sigap mengatasi serangan ganas cracker. Gagal menyerang NSW, cracker langsung beralih menyerang situs Jakarta Crisis Center. Akibatnya, situs JCC sempat drop dan sebagian tayangan online-nya mengalami kerusakan.</p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS">Kasus seperti ini bukanlah barang baru di jagat maya. Kejahatan para cracker juga bisa kita simak dari cerita teman penulis di Prancis. Jean, begitu nama kawan penulis itu, menceritakan, mulanya sang cracker mengirim surat berupa penawaran kerja sama ekspor impor dengan iming-iming yang terkesan profesional dan menjanjikan keuntungan. Dari sini Jean tidak curiga mengingat memang demikian pola kerja sama antarperusahaan. Sang cracker kemudian menawarkan pengisian formulir identitas pemilik perusahaan. Tanpa curiga Jean mengisi semua lembar formulir tersebut. Satu hal yang lupa diperiksa oleh Jean adalah bahwa dalam formulir itu terdapat kolom yang sifatnya sangat rahasia, yakni alamat beberapa e-mail pribadi beserta password.</p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS">Di sinilah akar masalahnya, Jean tidak sadar bahwa tindakan refleksnya memasukkan password berbuah petaka. Singkat cerita, komputer di perusahaan Jean terinfeksi worm. Akibatnya, e-mail Jean digunakan oleh cracker sebagai agen pengiriman worm ke ribuan e-mail. Sering tidak kita sadari mengunduh (men-download) perangkat lunak, utilitas, tool dari situs web tertentu. Pada saat mengunduh itu kita sering diminta e-mail dan password-nya. Dari sinilah, jika kita tidak cakap akan mudah terjebak ulah spyware. Situs tersebut akan menampilkan tawaran apakah Anda akan mengunduh. Jika ya, Anda diperintahkan untuk memasukkan alamat e-mail beserta password Anda. Setelah kita memasukkan e-mail dan password tersebut, dalam waktu singkat akan ada e-mail masuk. Setelah kita buka isi e-mail tersebut, worm langsung bergerak menginfeksi PC kita. Akibat lain adalah masuknya spam beruntun ke e-mail kita dan PC menjadi mesin penyebar spam ke jaringan lain. Dengan begitu, PC kita setiap kali online akan menjadi &#8220;agen&#8221; yang bergerak aktif memasarkan spam-spam tersebut.</p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS">Tujuannya?</p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS">Lalu apa tujuan penyebar spam dengan memasukkan virus yang menyerang langsung situs maupun melalui e-mail tersebut?</p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS">Yang jelas, tidak memiliki tujuan meraup uang secara langsung, sebab tidak ada unsur transaksi atau pencurian data di kartu kredit. Para pakar selama ini sangat jarang berpendapat mengenai hal ini. Bagi penulis, indikasi bisnis untuk meraup uang dengan cara memalak korban tetap ada. Pelakunya, barangkali, perusahaan antivirus itu sendiri. Ilustrasinya begini, worm yang masuk tersebut biasanya jenis lama dengan versi-versi baru. Sebagai contoh, worm Rinbot atau Delbot bisa diatasi dengan antimalware dari perusahaan software security Symantec. Demikian juga dengan worm jenis Bagle. Jenis worm ini hanya bisa ditangani oleh antimalware merek Netsky.</p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS">Ini adalah dua contoh kasus yang sering kita alami. Masih banyak jenis virus atau worm yang masuk yang bisa diatasi dengan antivirus atau antimalware tertentu. Di atas hanyalah sedikit contoh dari gelombang modus kejahatan internet dengan model pengiriman virus dan worm. Masih ada banyak cara canggih yang dilakukan para pembuat malware dalam melakukan tindak kejahatan. Agar efektif, saya akan merangkum dalam beberapa hal berikut ini. Model pertama, scouting-attack, yakni semacam aktivitas pengumpulan informasi yang dilakukan penyusup untuk disesuaikan dengan sistem jaringan. Kedua, access-attack, yakni mengeksploitasi kelemahan-kelemahan pada jalur akses jaringan. Ketiga, denial-of-service attack, yakni mengirim angka dalam jumlah besar atas permintaan server, sehingga secara substantif aksi ini akan menimbulkan kemacetan lalu lintas data, dan pada gilirannya mengakibatkan pengguna sah tidak dapat mengakses server. Penelitian yang dilakukan Mi2g Limited, perusahaan konsultan manajemen risiko di Amerika Serikat, menunjukkan spam di seluruh dunia telah menghilangkan produktivitas sebesar 10,4 miliar dolar AS pada Oktober 2003. Masih menurut perusahaan tersebut, kerusakan yang disebabkan spam lebih tinggi dari yang dialami dunia karena virus dan worm (8,5 miliar dolar AS) dan kerusakan akibat gangguan dan penyusupan hacker yang sebesar 1 miliar dolar AS. (Internet Quotion, I/2004).</p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS">Penulis pernah mengulas masalah ini di Majalah SWA Sembada edisi 21 Februari 2005. Akibat ulah cracker ini, perusahaan dunia banyak merosot penghasilannya. Pasalnya perusahaan tidak bisa aktif menjalankan kerja setelah jaringan, e-mail, atau komputer rusak. Melihat persoalan seperti itu, jelas pengamanan jaringan internet di era serbavirus ini menjadi kebutuhan mendasar. Masalah keamanan sistem komputer sangat penting bagi operasi suatu perusahaan, terlebih jika sistem yang ada telah terintegrasi seluruhnya. Namun, masalah yang sering mengganjal adalah keterbatasan SDM dan keahliannya. Karena itu, solusi alternatif yang dapat diandalkan untuk mengamankan sistem dan data adalah dengan menerapkan sistem outsourcing (alih daya).</p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS">Keterbatasan tenaga bisa dipecahkan dengan menyewa tenaga outsource yang bisa diandalkan dan dipercaya daripada memaksakan diri menyerahkannya kepada SDM yang ada. Akan tetapi, yang harus diperhatikan kalangan manajemen perusahaan adalah pengaturan anggaran dan realisasi teknisi secara tepat dan terukur.***</p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS"><em>Siti Nur Aryani<br />
Konsultan TI Aufklarung C &amp; P;<br />
Application Provider for Global Market</em></p>
<p class="NormalWebTrebuchetMS">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/111/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/111/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=111&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2007/12/02/cyber-crime-di-perusahaan-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisnis dan Kesadaran Pemanfaatan Teknologi</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2007/09/22/bisnis-dan-kesadaran-pemanfaatan-teknologi/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2007/09/22/bisnis-dan-kesadaran-pemanfaatan-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2007 10:48:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Business and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2007/09/22/bisnis-dan-kesadaran-pemanfaatan-teknologi/</guid>
		<description><![CDATA[Ekonomi adalah bidang kehidupan paling fundamental dari kehidupan umat manusia. Hanya saja ekonomi tanpa “penyanding” hanya akan jadi bidang yang semu, tak menarik perhatian. Kita bisa melihat sisi yang jelas dalam dunia pertanian Indonesia. Di setiap kampung kegiatan ekonomi tani berjalan sejak jaman baheula. Tapi wajah pertanian tanpa sandingan teknologi tepat guna niscaya hanyalah fenomena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=105&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> <span style="font-weight:bold;">Ekonomi</span> adalah bidang kehidupan paling fundamental dari kehidupan              umat manusia. Hanya saja ekonomi tanpa “penyanding” hanya akan jadi              bidang yang semu, tak menarik perhatian. Kita bisa melihat sisi yang              jelas dalam dunia pertanian Indonesia. Di setiap kampung kegiatan              ekonomi tani berjalan sejak jaman baheula. Tapi wajah pertanian              tanpa sandingan teknologi tepat guna niscaya hanyalah fenomena              kemiskinan dan keterpurukan yang kita saksikan. Barangkali terlalu jauh kita berharap jika sektor pertanian, apalagi              sektor maritim akan segera maju berkat teknologi mutakhir. Itu semua              masih dalam impian. </span><span id="more-105"></span><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Mari kita lihat fenomena sektor bisnis yang              berada di kota besar dan para aktornya juga mengenal teknologi.              Faktanya, secara umum yang terjadi, teknologi belum bisa menjadi              andalan peningkatan taraf perbaikan usaha. Itu terjadi di berbagai              sektor usaha perkotaan. Teknologi di kalangan bisnis kota masih              sebatas berfungsi sekedar pelengkap kerja dan bantuan komunikasi/informasi.              Hanya satu dua jenis bisnis yang benar-benar bergantung dan              pelakunya mempercayai internet dan telepon sebagai pilar utama              kelangsungan bisnis. </span><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Benar kata Thomas Malone bahwa dengan berkembangnya teknologi              informasi yang murah dan tersedia di mana-mana akan menurunkan biaya              transaksi dalam hubungan pasar, berkuranglah dorongan untuk              mengembangkan su-sunan kepemimpinan yang hirarkis. Benar kata              pengamat teknologi Joanne Yates bahwa perkembangan internet tidak              hanya sebagai teknologi komunikasi baru, melainkan juga sebagai              pelopor bentuk organisasi yang sama sekali baru dan tidak hirarki,              yang sesuai dengan tuntutan perekonomian yang kompleks dan padat              informasi.</span><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Namun pendapat dua pengamat teknologi di atas baru melihat sisi              kesuksesan penerapan teknologi modern di negaranya sendiri, yakni              Amerika Serikat yang nota bene transformasi teknologi benar-benar              sudah masuk ke sendi-sendi bisnis masyarakat bahkan sampai ke petani              desa. Masalah di Indonesia tentu lain. Di sini harus melihat fakta              objektif bahwa kita memang baru mengenal teknologi sebagai perangkat              yang layak dikonsumsi, bukan sebagai infrastuktur yang menjadi              kebutuhan untuk kelangsungan bisnis. Nuansa ini bisa dirasakan dari              fakta bahwa orang Indonesia bisa menjalankan bisnis tanpa teknologi.              Kalaupun bisa beli teknologi masih sebatas untuk pelengkap kerja.              Bahkan tak jarang yang hanya untuk asesoris belaka. </span><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> </span><strong><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Gaya Kampanye Politik </span></strong><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Kita belum menjiwai benar bahwa teknologi adalah lahan utama untuk              sebuah proyek bisnis. Dunia bisnis nasional adalah dunia bisnis              konvensional, tradisional yang baru akan masuk ke wilayah adaptasi              dengan kemutakhiran teknologi. Karena itu, sangat mustahil jika              untuk mendorong sektor bisnis nasional pemerintah hanya banyak              bicara gaya kampanye politik, atau paling jauh hanya memberikan              insentif bagi pelaku usaha untuk menerapkan teknologi. Adaptasi teknologi bagi masyarakat memerlukan penjiwaan dan              pemahaman yang cepat, cerdas dan tanggap sebagaimana gerak cepat              perkembangan teknologi itu sendiri. Tanpa prinsip ini, niscaya              masyarakat hanya menjadi konsumen dari perkembangan cepat nan hebat              dari teknologi. Fakta di lapangan menunjukkan kelas menengah kita              doyan mengonsumsi teknologi mutakhir. Tapi apakah mereka para              konsumen itu benar-benar menikmati teknologi untuk sebuah              perkembangan usaha? Atau justru sekadar bergaya? Ada banyak kasus bahwa para eksekutif yang memakai perangkat canggih              itu tidak sepenuhnya mampu menggunakan fasilitas yang mereka miliki.              Tragisnya ini juga terjadi di perusahaan-perusahan besar di mana              mereka mengonsumsi perangkat canggih teknologi namun tidak              meningkatkan penghasilan. Bahkan banyak kasus menunjukkan belanja              teknologi justru menjadi beban. Fakta lain nampaknya memperkuat hal ini ketika kita menyaksikan              berbagai instansi pemerintah, termasuk pemerintah daerah gemar              belanja teknologi, terutama komputer dan internet. Target penerapan              teknologi memang jelas, yakni meningkatkan kinerja dan pelayanan              masyarakat. Tapi fakta membuktikan kinerja pemerintahan dari hari ke              hari tidak meningkat. Hanya satu dua daerah yang berpretasi dalam              kinerja dan pelayanan. Itupun bukan karena penerapan teknologi,              melainkan lebih pada kebajikan kepemimpinan yang diterapkan kepala              daerah. Dus, teknologi kemudian hanya menjadi barang konsumsi yang              setelah puas dibeli lalu dimanfaatkan sesuka mereka. Soal kinerja              tidak meningkat menjadi urusan di luar teknologi.</span><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><span style="font-weight:bold;"> Tanpa Arah Tujuan</span> </span><br />
<span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Agar teknologi bukan sekadar alat, atau bahkan “memperalat”              kehidupan manusia seyogianya kita menyadari hubungan antara manusia              dengan teknologi itu sendiri. Menarik adalah pendapat Bambang              Sugiharto (2002) yang meyakini bahwa memang teknologi tidak bisa              dilihat sebagai entitas yang terpisah dari realitas hidup manusia.              Menurut Bambang, teknologi bisa ada “di dalam” tubuh manusia, (teknologi              medis, teknologi pangan), “di samping” (telepon, faks, komupter, “di              luar” (satelit), menjadi tempat tinggal (ruangan ber-AC). Relasi              mutual ini tentu membawa realitas yang kompleks. Kenyataan lebih besar juga harus kita lihat secara jeli: sains,              teknologi dan kultur telah bercampur aduk dalam kesatuan entitas.              Dari sinilah kemudian kondisi objektif ini merekomendasikan pelaku              bisnis di era teknologi modern harus mampu menangkap esensi hubungan.              Tanpa kemampuan dan kejernihan melihat realitas itu niscaya gerak              bisnis, baik gerak perusahaan maupun gerak kepemimpinan dan              inisiatif tidak akan mencapai sasaran. Paling-paling berjalan tanpa              arah tujuan.</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Di sinilah pentingnya kita bicara rasional dalam berbinis di era              globalisasi dan teknologi. Pertama, pencapaian bisnis tidak sekadar              butuh pemahaman hitungan dagang secara konvensional, melainkan juga              harus menghitung target pembukaan pasar baru di hutan belantara era              hyper konsumerisme. Kedua, teknologi diterapkan bukan sekadar untuk              komunikasi dan informasi, melainkan sebagai infrastruktur utama              untuk mencari peluang pasar baru. Ketiga, belanja teknologi mesti harus menyadari kemampuan penerapan              dan target-target rasional. Kecenderungan belanja sekadar untuk              komunikasi sesama karyawan cukuplah dengan perangkat seluler murah.              Selanjutnya yang harus dipikirkan adalah mempersiapkan marketing              yang tanggap terhadap situasi pasar yang hendak dicapai. Marketing              di sini bukan sekadar marketing biasa, melainkan mereka yang              benar-benar terdidik dalam memanfaatkan teknologi dan melek              perkembangan media massa baik cetak, online maupun televisi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Keempat, teknologi, terutama internet dan telepon sekarang sudah              menjadi bagian komunikasi global. Kelemahan kaum bisnis di Indonesia              adalah tidak melebarkan sayap pembukaan pasar baik ekspor-impor              maupun layanan jasa ke mancanegara. Padahal banyak pasar yang              potensial ketika kita tidak sekadar bergerak di lingkup regional              maupun nasional. Pasar begitu luas. Teknologi mampu menyediakan hal              itu secara murah. Kenapa pikiran kita masih sempit?</span></p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: <span style="font-style:italic;">http://www.sinarharapan.co.id/berita/0709/20/opi01.html</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"><span style="font-style:italic;"><br />
</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/105/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/105/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=105&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2007/09/22/bisnis-dan-kesadaran-pemanfaatan-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbankan dan Proyek Alih Daya TI</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2007/06/16/perbankan-dan-proyek-alih-daya-ti/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2007/06/16/perbankan-dan-proyek-alih-daya-ti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jun 2007 13:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Software Technology and Entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2007/06/16/perbankan-dan-proyek-alih-daya-ti/</guid>
		<description><![CDATA[Di era globalisasi sekarang ini, mobilitas, teknologi jaringan mutakhir, dan integrasi aplikasi teknologi informasi (TI) di seluruh unit kerja, telah menjadi kebutuhan industri perbankan. Lihat saja, dalam hal teknologi jaringan, pemilik bank sudah tidak ragu lagi menerapkan sistem jaringan nirkabel. Penerapan ini diyakini sebagai salah satu tindakan penting untuk meningkatkan efisiensi kerja internal dan pelayanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=95&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di era globalisasi sekarang ini, mobilitas, teknologi jaringan mutakhir, dan integrasi aplikasi teknologi informasi (TI) di seluruh unit kerja, telah menjadi kebutuhan industri perbankan. Lihat saja, dalam hal teknologi jaringan, pemilik bank sudah tidak ragu lagi menerapkan sistem jaringan nirkabel. Penerapan ini diyakini sebagai salah satu tindakan penting untuk meningkatkan efisiensi kerja internal dan pelayanan kepada nasabah.<span id="more-95"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Siapa pun tak bisa menyangkal, TI sudah menjadi bagian terpenting dari transformasi bisnis perbankan. Akan tetapi, karena sistem TI bukanlah kompetensi inti bidang perbankan, pemilik perbankan menyadari bahwa proyek besar ini harus dikerjakan oleh perusahaan spesialis yang bergerak di bidang TI, alias dialihdayakan. Pengertian alih daya TI di sini adalah penyerahan pekerjaan yang menyangkut manajemen ataupun teknis sistem TI kepada perusahaan lain yang memiliki kapabilitas di bidangnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Untuk melakukan transformasi alih daya TI, umumnya bank membentuk anak perusahaan/departemen TI. Pekerjaan standar yang dilakukan tim dari departemen tersebut umumnya mencakup empat tugas utama. Pertama, mempelajari alur kerja seluruh bagian/divisi. Kedua, bersama vendor yang ditunjuk membangun platform TI yang baru. Ketiga, melakukan desain ulang di seluruh proses bisnis. Dan keempat, menerapkan program.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Keempat tugas tersebut biasanya dialihdayakan ke perusahaan-perusahaan yang dinilai punya kompetensi. Bank Indonesia (BI) misalnya, menggandeng IBM&#8211;yang memang punya spesialisasi di bidang transformasi bisnis&#8211;, sebagai mitra utama pengembangan sistem TI. Untuk menunjangnya, BI juga melibatkan vendor besar lain seperti Microsoft, Hewlett-Packard, dan lainnya termasuk vendor-vendor menengah dan kecil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Dengan mengalihdayakan sistem TI-nya, sebuah bank bisa lebih fokus pada agenda kerja penting lainnya. Agenda itu antara lain: program peningkatan kualitas keahlian dan kompetensi SDM; penambahan ATM; pembangunan cabang-cabang baru; dan sebagainya. Ketiga agenda yang dicontohkan ini saja cukup menyita energi perusahaan, sehingga untuk program peningkatan keahlian SDM pun, sebagian besar bank lebih memilih mengalihdayakannya ke perusahaan lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Sebenarnya, selain program peningkatan kualitas SDM internal, pengembangan solusi TI di perbankan akan berjalan sempurna jika bank mempertimbangkan faktor konsumen/nasabah. Kecakapan konsumen sebagai pengguna aplikasi bank sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Karena itu, di luar solusi aplikasi, bank juga harus memiliki solusi pelatihan dan pembelajaran bagi konsumen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Porsi pekerjaan ini biasanya diserahkan juga kepada mitra alih daya. Sebagai contoh, program e-learning bagi nasabah yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri. Tahun 2004 bank ini mulai bermitra dengan IntraLearn Software Corporation, pemasok aplikasi perangkat lunak e-learning yang bekerja sama dengan The Boston Group.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Lantas siapa saja penyedia solusi aplikasi peranti lunak yang biasanya menjadi mitra alih daya industri bank? Adakah pengembang peranti lunak lokal dilibatkan? Kenyataannya, sekitar 90% pelaku perbankan nasional memakai produk aplikasi perangkat lunak dari luar (vendor asal luar negeri). Sebagai contoh, BNI menggunakan produk dari Financial Network Services, Australia, untuk sistem aplikasi administrasi umum lainnya yang terintegrasi dari <em>front office</em> hingga <em>back office</em>.<span>  </span>Sementara itu, Bank Mandiri memilih bekerja sama dengan Silverlake untuk mengintegrasikan sistem eMAS (Enterprise Mandiri Advanced System).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Adapun LippoBank memercayakan solusi aplikasi perangkat lunak penunjangnya pada Nucleus Software, sementara Bank NISP menyerahkannya pada Misys Plc.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hingga kini, dan entah sampai kapan, pengembang peranti lunak lokal belum kebagian porsi utama jasa alih daya di industri perbankan. Keterlibatan perusahaan lokal cenderung lebih banyak menjadi lapis kesekian dari vendor utama, atau sebatas penyedia perangkat penunjang saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Tidak layakkah pengembang peranti lunak lokal untuk dilirik? Barangkali, data dari <em>Digital Review for Asia Pacific</em> bisa memberi gambaran. Tahun ini kegiatan riset Indonesia untuk peranti lunak kurang dari 20 persen. Nilai ini tentu sangat kecil dibandingkan aktivitas riset untuk telekomunikasi dan komponen elektronik yang berada di angka 65 persen. Meski angka ini tidak bisa kita jadikan ukuran mutlak, kegiatan riset yang rendah cenderung menjadi cermin ketidakseriusan upaya pengembangan peranti lunak lokal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Yang pasti, bagi sebuah bank, proses alih daya yang maksimal akan berdampak positif pada manajemen dan penempatan kerja seluruh staf, manajer, dan petinggi bank. Proyek ini harus maksimal agar terwujud sistem TI yang selaras dengan tujuan bisnis bank. Sebuah bank dikatakan memiliki sistem TI yang paripurna, jika masing-masing unit kerja termasuk pusat data (data centre), pusat pemulihan bencana (disaster recovery centre), <em>intelligent network</em>, <em>command centre</em>, perangkat keras di kantor cabang, dan help-desk telah terintegrasi seluruhnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>            </span>Bank yang cerdas memang akan memfokuskan diri pada bisnis inti, seperti meningkatkan kualitas pelayanan untuk nasabahnya. Tinggal, percayakah kalangan perbankan bahwa alih daya mampu memberikan solusi total bagi mereka?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Siti Nur Aryani</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Sumber: Majalah SWA No. 01/XXIII/4-17 Januari 2007</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=95&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2007/06/16/perbankan-dan-proyek-alih-daya-ti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasar ”Marketing-online” Belum Menggairahkan</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2007/05/02/pasar-%e2%80%9dmarketing-online%e2%80%9d-belum-menggairahkan/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2007/05/02/pasar-%e2%80%9dmarketing-online%e2%80%9d-belum-menggairahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2007 15:30:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2007/05/02/pasar-%e2%80%9dmarketing-online%e2%80%9d-belum-menggairahkan/</guid>
		<description><![CDATA[MARKETING-ONLINE, istilah ini sekarang sedang diperhatikan sungguh-sungguh oleh perusahaan, baik kelas atas, menengah, maupun perusahaan kelas kecil di hampir seluruh penjuru dunia. Para awak perusahaan tahu bahwa Internet adalah medium yang efektif dan luas jangkauan sebagai sarana pemasaran produk dan jasa. PENGGUNA internet membuka situs belanja online. Internet adalah medium yang efektif dan luas jangkauan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=85&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"><strong><em>MARKETING-ONLINE</em>,</strong> istilah ini             sekarang sedang diperhatikan sungguh-sungguh oleh perusahaan, baik kelas atas, menengah,             maupun perusahaan kelas kecil di hampir seluruh penjuru dunia. Para awak perusahaan tahu             bahwa Internet adalah medium yang efektif dan luas jangkauan sebagai sarana pemasaran             produk dan jasa.</font><span id="more-85"></span></p>
<table style="float:right;margin-left:5px;margin-bottom:5px;" border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" width="260">
<tr>
<td align="center"><img src="http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/052007/02/06-belanja%20online.gif" border="1" height="171" width="250" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#e6e6e6"><em>PENGGUNA internet membuka situs belanja                 online. Internet adalah medium yang efektif dan luas jangkauan sebagai sarana pemasaran                 produk dan jasa.*</em>HARRY SURJANA/&#8221;PR&#8221;</td>
</tr>
</table>
<p><font face="Times New Roman">            </font> <font face="Times New Roman">            </font> <font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Di Cina, belanja iklan <em>online</em> tumbuh lebih dari 75% per tahun dalam tiga tahun             terakhir. Menurut lembaga <em>research </em>yang berkantor di pusat Shanghai, pendapatan             perusahaan itu diperkirakan senilai 812 miliar dolar AS. Kendati Internet saat ini hanya             berkontribusi 2,3% terhadap pasar iklan total di Cina, proporsi itu berubah dengan cepat. &#8220;Pendapatan iklan media baru itu mulai menyusul media-media konvensional dalam 10             tahun,&#8221; kata Cui Baoguo, Direktur Center for Media Management Studies di Tsinghua             University di Beijing (Masih ada peluang amat besar untuk tumbuh -<em> BusinessWeek</em>). <em>BusinessWeek</em>             memberitakan contoh kesuksesan beriklan di Cina yang ditunjukkan oleh kontes rekaman <em>video             online</em> bagi remaja Cina. Lebih dari 14 juta orang mengeklik dalam waktu kurang tiga bulan. Dari 14 juta             pengeklik, terdapat 1,3 juta yang mau memberikan penilaian dari para peserta kontes. Apa             hasilnya? Produk <em>handphone</em> keluaran Motorola sebagai penyelenggara meraih sukses             besar alias penjualannya meningkat pesat. Laporan Tsinghua University menyatakan, pendapatan iklan di portal-portal Internet             terkemuka di Cina tumbuh 25% pada tahun 2005. Misalnya, di Sohu.com Inc. &#8212; portal             terbesar ke-3 di Cina, kini sekitar dua pertiga pendapatannya disumbang iklan. Porsi itu             naik dua kali lipat dibanding tiga tahun lalu. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font> <font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Untuk memikat iklan lebih banyak, Sohu.com telah menandatangani kesepakatan pemasaran             yang terkait dengan ajang Piala Dunia Jerman dan Olimpiade Beijing pada 2008. Pada 27             April lalu, Sohu mengumumkan, sepanjang kuartal pertama pendapatan iklannya tumbuh 35%. Anak perusahaan eBay, Internet Auction Co., menjadi pemain utama di Korsel dengan             menyumbangkan 75% pendapatan di seluruh Asia. Perkembangan iklan <em>online</em> lain di             Korsel adalah munculnya <em>Gmarket </em>yang notabene pesaing Internet Auction Co. Dengan             penerapan penjualan model lelang melalui internet, pemasok <em>t-shirt</em>, televisi, LCD             ini terbukti sukses menyedot perhatian. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="center"><font face="Times New Roman">**</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font> <font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">BICARA soal <em>marketing-online</em>, kita juga tidak menafikan kedahsyatan <em>blog             marketing. </em>Blog yang tadinya dianggap sarana narsistis orang-orang keranjingan <em>online             </em>kini telah menjadi bagian terpenting dari perkembangan <em>marketing-online</em>.             Berbagai liputan tentang <em>blog marketing</em>, termasuk <em>blog politik</em> telah             menghiasi media massa internasional. Baru-baru ini juga muncul sebuah buku berjudul <em>Blog Marketing</em> karya seorang             konsultan <em>blog marketing</em> beberapa perusahaan terkemuka dunia. Jeremy Wright, sang             penulis buku itu, memberikan satu paradigma marketing yang tidak pernah kita temukan             sebelumnya. Sayangnya, Wright hanya meneliti pengalaman <em>blog marketing</em>             perusahaan-perusahaan produsen barang terkemuka (besar) tempat dia bekerja sebagai             konsultan, seperti perusahaan mobil Ford, Microsoft, dan eBay di Amerika Serikat. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="center"><font face="Times New Roman">**</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font> <font face="Times New Roman">            </font> <font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">DI atas, saya telah menyajikan sedikit perkembangan <em>marketing-online</em> di Cina dan             Korsel. Pertanyaannya, apakah para <em>marketing-online</em>, baik yang memakai <em>website,             maillinglist, </em>maupun <em>blog </em>bisa menerapkan secara praktis di Indonesia?             Berbicara marketing, kita tidak bisa mengabaikan &#8220;kondisi&#8221; dan pangsa pasar di             suatu negara. Glamornya<em> marketing-online</em> di Cina, Korea dan Amerika Serikat (AS) tidak lepas             dari jumlah pengguna internet. Sebagaimana dicatat Computer Industry Almanac Inc. di AS             pengguna internet mencapai 197,8 juta dengan pangsa pasar 18,3%. Di Cina yang menempati             posisi kedua setelah AS dengan jumlah pengguna 119,5 juta pangsa pasarnya 11,1%. Sementara             di Korsel yang menempati <em>ranking</em> 7 setelah AS, Cina, Jepang, Jerman, Inggris, dan             India menempati jumlah penggunanya 33,9 juta berpangsa pasar 3,1%. Bagaimana dengan Indonesia? Sampai saat ini, pengguna internet hanya 18 juta, dengan             pangsa pasar 1,7%. Jumlah 1,7% tentu masih harus dipersempit dengan             &#8220;ketidakpercayaan&#8221; masyarakat berbelanja lewat <em>online</em>. Lain dari itu,             konsep belanja internet di Indonesia juga belum menggairahkan karena kultur masyarakat             kelas menengah di Indonesia belum terpola baik berkomunikasi melalui internet. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font> <font face="Times New Roman">            </font> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Di negeri-negeri maju seperti yang saya sebutkan di atas, komunikasi tekstual berbasis <em>online             </em>sudah menjadi bagian sehari-hari. Komunikasi ini &#8220;belum membumi&#8221; bagi             masyarakat bertradisikan lisan seperti Indonesia tentu berpengaruh bagi pangsa pasar <em>marketing-online</em>.             Faktanya di India, negeri yang komunikasinya kuat dalam tradisi lisan dan menempati <em>ranking</em>             ke-3 pengguna internet terbanyak di dunia, ternyata hanya memiliki pangsa pasar 4,8% dari             50,6 juta pengguna internet. Tentu saja kendala ini bukan bermaksud mengabaikan potensi pasar <em>marketing-online</em>,             melainkan sebagai tantangan para <em>marketing </em>untuk menggali potensi-potensi pasar             secara mandiri dan kreatif di atas problem itu. </font></p>
<p align="right"><font face="Times New Roman">(Sumber:  <em>http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/052007/02/0605.htm)</em></font></p>
<p align="right"><font face="Times New Roman"><em>SITI NUR ARYANI</em></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=85&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2007/05/02/pasar-%e2%80%9dmarketing-online%e2%80%9d-belum-menggairahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/052007/02/06-belanja%20online.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Belum Ada Kejutan Dari 3G</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2007/01/25/belum-ada-kejutan-3g/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2007/01/25/belum-ada-kejutan-3g/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2007 07:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2007/01/25/belum-ada-kejutan-3g/</guid>
		<description><![CDATA[TREN terbaru di jagat komunikasi dan informasi kita sudah memasuki “kawasan” 3G, alias generasi ketiga. Iklan-iklan layanan produk seluler tiada henti menebarkan kecanggihan jaringan nirkabel 3G beserta fitur-fitur canggihnya. Media massa juga tak kalah antusias “membantu” para vendor handset menyemarakkan kehadiran teknologi ini melalui liputan-liputannya yang provokatif. Saya jadi teringat saat munculnya bluetooth dan WiFi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=75&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><font face="Times New Roman">TREN terbaru di jagat komunikasi             dan informasi kita sudah memasuki “kawasan” 3G, alias generasi ketiga.             Iklan-iklan layanan produk seluler tiada henti menebarkan kecanggihan jaringan nirkabel 3G             beserta fitur-fitur canggihnya. Media massa juga tak kalah antusias “membantu”             para vendor <em>handset</em> menyemarakkan kehadiran teknologi ini melalui             liputan-liputannya yang provokatif.</font><span id="more-75"></span> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Saya jadi teringat saat munculnya <em>bluetooth</em> dan WiFi beberapa tahun lalu yang             sarat muatan euforisme. Apakah 3G ini benar-benar jadi produk alternatif atau sekadar             pamer kecanggihan? Apakah masyarakat pengguna 3G sebenarnya bisa maksimal dalam             menggunakan layanan fitur yang sudah ada? Pertanyaan ini perlu dikemukakan. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Munculnya generasi 2,5 G dan WiFi beberapa tahun yang lalu misalnya, masih belum             maksimal dimanfaatkan pengguna. Baik layanan MMS, <em>push e-mail, </em>atau<em> web             browsing, </em>cenderung digunakan sebagai aksesori ketimbang fungsi komunikasi dan             informasi.</font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Salah satu teknologi 3G yang banyak diadopsi oleh para operator selular adalah UMTS.             Transmisi datanya hingga 2 mbit/detik, lebih maju ketimbang 2G dan 2,5G. Berbagai layanan             bernilai tambah yang menunggangi jaringan 3G seperti, <em>video call, video conferencing,             video streaming,</em> siaran televisi, <em>video download, mobile game</em>, dan alat bantu             navigasi kendaraan mulai dijajaki oleh operator jaringan ini. Sebagian ada yang             memprioritaskan peluncuran layanan <em>music download,</em> panggilan video, dan siaran             televisi. Layanan-layanan semacam ini menjadi harapan para operator agar diminati             masyarakat kota-kota besar. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Siaran televisi digelar agar dapat dijadikan alternatif cara untuk membunuh waktu             ketika orang-orang terkena “bencana” macet selama perjalanan dari rumah menuju             tempat kerja. Atau konferensi video disediakan untuk kebutuhan komunikasi yang lebih             visual dan interaktif.</font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><strong><font face="Times New Roman">Kesiapan operator</font></strong></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Lembaga riset Asia Pacific Research Group (APRG) memprediksi, keberhasilan 3G tidak             cukup hanya menggantungkan pada kemampuan operator jaringan dalam menjual konten.             Sebaiknya operator jaringan harus mampu menggandeng penyedia <em>game</em>, penyedia layanan             aplikasi, serta penyedia media dan konten.</font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Tampak pula operator-operator jaringan 3G berharap sukses meraih minat konsumen dari             gaya baru industri musik, <em>fashion, mobile gaming</em>, serta sarana hiburan kaya-media             lainnya. Dilihat dari ciri layanannya, kehadiran 3G lebih dimaksudkan untuk pemenuhan             sarana hiburan. Benarkah konsumen antusias menyambut tawaran-tawaran entertain ketimbang             layanan penunjang produktivitas?</font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Layanan 3G ini telah diluncurkan lebih dulu ke pasar oleh Telkomsel dan Exelcomindo,             menyusul Indosat. Termasuk tengah diuji coba sejak setahun lalu oleh Indosat, Bakrie             Telecom, dan Mobile-8. Tapi sebelum teknologi ini sempat digandrungi, diperkirakan akan             tenggelam lebih dulu oleh hadirnya teknologi nirkabel generasi keempat (4G) semacam WiMAX             dan sebagainya. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">WiMAX dalam perkembangannya akan memiliki kemampuan transmisi hingga kira-kira 75             mbit/detik. Farpoint Group dalam <em>ComputerWorld</em>, 10 Agustus 2006 mendefinisikan             WiMAX sebagai jaringan utuh-protokol internet (IP) atau layanan berkarakteristik nirkabel,             bergerak, pita-lebar dengan dukungan lalu-lintas 4-dimensi. Kendati demikian, Telkomsel             dan Exelcomindo mengaku telah memperoleh ratusan ribu pelanggan sejak diluncurkan beberapa             bulan lalu. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Sekarang, khususnya Telkomsel, Exelcomindo, dan Indosat memang tengah berkonsentrasi             meraih pelanggan baru untuk layanan 3G. Namun, faktor jangkauan dan belum solidnya             infrastruktur jaringan, kebutuhan dan daya beli konsumen, kemampuan perangkat <em>handset</em>,             daya tahan baterai, dan fungsionalitas aplikasi/<em>software</em>-nya akan menjadi faktor             penentu keberhasilan daya serap pasar terhadap layanan ini. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Meskipun di masa mendatang ongkos berlangganan layanan 3G bisa jadi kian terjangkau,             &#8211;seperti di Korea yang sejak tahun lalu sudah menerapkan ongkos murah menonton televisi             tanpa batas (kira-kira 100 ribu per bulan)-, akankah pelanggan rela bermigrasi untuk             layanan ini?</font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><strong><font face="Times New Roman">Layanan 2,5G</font></strong></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Jumlah pelanggan ponsel saat ini kurang lebih adalah 45 juta orang. Berdasarkan data             APEC, September 2005, tingkat kepadatan penggunanya adalah 25 persen pelanggan di Jakarta,             11-20 persen adalah persentase gabungan jumlah pelanggan di kota Medan, Semarang, Bandung,             dan Surabaya. Yang dibutuhkan masyarakat di kota-kota ini adalah perangkat yang mampu             mengakomodasi kebutuhan komunikasi, komputasi untuk produktivitas kerja, sekaligus untuk             hiburan.</font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Sebagian besar dari pengguna ini adalah karyawan eksekutif. Mereka cukup mengikuti             perkembangan teknologi terbaru dan telah merasa mapan dengan ponsel atau ponsel pintar             dari generasi jaringan sebelumnya. Perangkat mereka tersebut mampu pula berkomunikasi             dengan komputer pribadi (laptop/desktop) atau <em>PDA phone.</em> </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Kendati <em>handset</em> yang kini mulai marak di pasar mendukung dual mode untuk GSM 3G             dan 2G sekaligus&#8211;orang yang merasa mapan dengan ponsel berjaringan GSM dan CDMA saja             misalnya&#8211;bisa jadi tidak merasa perlu bermigrasi pada jaringan 3G. Apalagi keperluannya             sebatas untuk mendapatkan fungsi yang juga dapat diperoleh dari perangkat berjaringan             2,5G. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Sekadar akses internet rasanya cukup melalui ponsel atau <em>PDA phone</em> berfitur <em>mobile             browsing</em>. Selanjutnya Anda tinggal mengubah pengaturan GSM ke mode GPRS-nya XL. Bila             menggunakan <em>handset</em> CDMA, Anda tinggal berlangganan MaxSurf-nya Fren dari Mobile-8             atau <em>internet flat</em> dari Starone. Cukup menghubungkan ponsel tersebut ke <em>desktop</em>,             laptop, atau PDA melalui kabel <em>link USB</em>. Dengan layanan-layanan tersebut Anda sudah             bisa mengelola <em>email, browsing,</em> dan <em>downloading. </em></font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Memang, layanan akses internet tersebut belum menjamin untuk kemampuan <em>download file</em>             yang berkapasitas besar seperti musik, film, atau video. Dengan frekuensi yang rendah             tersebut, layanan streaming juga mustahil didapatkan. Selain itu, pengguna yang awam hal             teknis pasti merasa kesulitan ketika hendak membuat koneksi antara ponsel dengan komputer             pribadinya. </font></p>
<p align="left"> <font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="left"><font face="Times New Roman">Menutup kekurangan-kekurangan inilah yang dijadikan garapan bisnis para penyelenggara             jaringan 3G. Termasuk menyediakan perangkat <em>handset, PDA phone,</em> maupun laptop yang             mendukung solusi 3G. Sudah seharusnya pula desain perangkat-perangkat tersebut tidak             menyulitkan penggunanya. Jika segalanya dari sisi penyelenggara 3G telah siap, giliran             masyarakat bebas memilih layanan yang benar-benar dibutuhkan dan secara finansial             terjangkau.***  </font></p>
<p align="left">Sumber:</p>
<p align="left"> http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/012007/25/cakrawala/index.html</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=75&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2007/01/25/belum-ada-kejutan-3g/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>”Cyber Global” dan Komunikasi Bisnis</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/12/15/%e2%80%9dcyber-global%e2%80%9d-dan-komunikasi-bisnis/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/12/15/%e2%80%9dcyber-global%e2%80%9d-dan-komunikasi-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2006 00:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2006/12/15/%e2%80%9dcyber-global%e2%80%9d-dan-komunikasi-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[ADA tiga kategori pengguna internet, yakni aktif, setengah aktif, dan pasif. Yang pertama adalah mereka yang berhubungan selama 4 &#8211; 8 jam, atau bahkan lebih dalam sehari selama satu minggu. Kelompok setengah aktif adalah mereka yang berinteraksi minimal 1 jam dalam sehari selama satu minggu. Sedangkan mereka yang tergolong pasif adalah mereka yang hanya sesekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=73&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"><strong>ADA</strong> tiga kategori pengguna internet, yakni aktif, setengah aktif, dan             pasif. Yang pertama adalah mereka yang berhubungan selama 4 &#8211; 8 jam, atau bahkan lebih             dalam sehari selama satu minggu. Kelompok setengah aktif adalah mereka yang berinteraksi             minimal 1 jam dalam sehari selama satu minggu. Sedangkan mereka yang tergolong pasif             adalah mereka yang hanya sesekali membuka situs atau sekadar membuka <em>e-email</em>.             Apakah Anda sudah benar-benar mendapatkan hasil finansial dari aktivitas bisnis melalui             internet?</font><span id="more-73"></span></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Pertanyaan ini saya ajukan kepada Anda yang tergolong pengguna internet aktif. Kelompok             pengguna aktif ini sangat penting kita bicarakan karena Anda menggunakan internet bukan             sekadar sebagai alat bantu (sekunder), melainkan sebagai sarana primer dalam keseharian.             Mulai dari mencari informasi, data, berkomunikasi, hingga mencari nafkah, jam kerja Anda             habis untuk berselancar di jagat maya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="right"><strong><font face="Times New Roman">Apa kabar jagat maya?</font></strong></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Kalau media tradisional seperti koran, majalah, dan tabloid kita sebut sebagai media             informasi yang pasif, maka internet bisa kita sebut media interaktif. Berbagai lembaga,             komunitas, dan kelompok berita memungkinkan para anggotanya berbagi cerita,             berkeluh-kesah, dialog agama, politik, budaya, sastra, bisnis, dan interaksi yang             berurusan dengan ekonomi era global.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Internet, kata Dr. Noreena Hertz (2000), pakar ekonomi politik dari London,             “Seperti sebuah <em>game</em> telefon yang bisa dimultifikasi dan dimagnifikasi. Ia             menyediakan medium tercanggih untuk kepentingan apa saja. Mulai dari soal bualan hingga             dialog pergerakan yang sarat dengan teori-teori konspirasi politik.” </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Berbagai pembicaraan tekstual maupun layanan bicara disampaikan melintasi batas demi             batas dan zona waktu hampir pada saat yang bersamaan. Pesan-pesan muncul campur aduk             sehingga kita sulit membedakan mana yang benar dan mana yang dusta. Dalam situasi seperti             itu, peluang untuk berbagai kesempatan menjalin relasi bisnis, persahabatan, bahkan relasi             intim terbuka lebar.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Selama seseorang punya tujuan, ide, atau kepentingan yang sama, dipastikan keintiman             akan mudah terjalin. Sebaliknya, jika tidak akan kesamaan visi, orang mudah memutuskan             komunikasi bahkan dengan teman akrabnya. Kalau Anda termasuk pengguna golongan aktif,             apakah Anda sudah mampu menggantungkan kehidupan finansial Anda melalui internet? </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Pertanyaan fundamental tersebut saya ajukan mengingat fasilitas internet yang semakin             banyak menjangkau orang belum maksimal digunakan sebagai sarana bisnis. Alih-alih untuk             sarana bisnis atau mencari ilmu pengetahuan. Saluran <em>cyber </em>bagi kebanyakan pengguna             di Indonesia, sebagaimana juga terjadi di negara-negara dunia ketiga lainnya, masih             sebatas untuk sarana hiburan, atau paling-paling komunikasi yang tidak produktif.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Karena itu, pertanyaan di atas juga bermakna sebagai gugatan “filosofis”             terhadap kekeliruan elementer orang-orang dalam memahami makna komunikasi-interaktif.             Kelemahan kita adalah memberlakukan internet sebagai media pasif. Sementara orang-orang di             negeri maju, terutama pemilik perusahaan gencar berinteraktif memublikasikan tujuan-tujuan             bisnis mereka. Aspek internet, di mata perusahaan adalah mengupas manfaat-manfaat besar             yang mereka petik dari revolusi <em>dot.com. </em></font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="right"><strong><font face="Times New Roman">Problem komunikasi</font></strong></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Di negeri kita, internet belum menjadi media interaktif bisnis bukan hanya karena soal             minimnya penetrasi infrastruktur internet ke lapisan masyarakat, melainkan juga disebabkan             oleh (maaf) “mentalitas” kebanyakan orang dunia ketiga yang gagap berkomunikasi             melalui jaringan teknologi mutakhir. Ini bisa kita buktikan belum banyaknya orang yang             berhasil bisnisnya di jagat maya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Secara umum, pengguna internet kita masih             mempercayai bahwa uang hanya bisa kita dapatkan dari pekerjaan konvensional melalui dunia             nyata. Setidaknya, ada tiga hal yang menghambat proses bisnis di internet, yakni kendala             bahasa, kendala logika komunikasi <em>marketing</em>, dan kepemilikan ide barang             jualan/jasa.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Tanpa kemampuan bahasa, terutama menulis bahasa Inggris, kita akan kesulitan menawarkan             produk atau jasa yang kita miliki. Dari sini, dunia bahasa yang selama ini tidak pernah             kita pikirkan sebagai syarat berekonomi tiba-tiba menjadi syarat mutlak, bahkan lebih             penting ketimbang ijazsah S-1 atau S-2. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Dalam dunia yang semakin beradab, mutu pengetahuan komunikasi dalam bentuk teks sangat             penting. Ini sejalan dengan evolusi peradaban suatu bangsa di mana semakin maju sebuah             bangsa akan semakin penting akan kebutuhan bahasa yang bermutu. Dan, bahasa teks adalah             puncak dari kualitas manusia berbahasa dibanding bahasa lisan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Kendala bahasa juga akan mempengaruhi <em>marketing</em>. Sebab sekalipun otak kita sudah             dijejali banyak teori dan pengalaman, tapi jika tidak pandai menulis secara baik dan             elegan, niscaya penawaran kita dianggap tidak profesional. Kita tahu, lawan bicara             kebanyakan juga dari orang-orang yang hidup dalam kultur kehidupan beradab seperti Jerman,             Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Swiss, Italia yang nota bene punya cita rasa komunikasi             yang lebih baik dari penduduk negara dunia ketiga. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font></p>
<p align="right"><strong><font face="Times New Roman">“Website”, sekadar pajangan</font></strong></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Yang kita hadapi tentu bukan sikap elitisme berkomunikasi, melainkan lebih pada             “etika” komunikasi yang baik dan tepat. Sebab bagaimanapun kita tidak mengenal             dengan calon klien. Apa pun yang kita tawarkan, entah jasa atau produk harus melalui cara             yang komunikatif dalam bentuk teks. Mulai dari surat, proposal, iklan teks dan gambar             hingga advertorial harus kita kemas dengan format yang bermutu. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Namun begitu, sesulit apa pun komunikasi kita dengan mereka masih bisa diatasi melalui             praktik dan evaluasi secara terus-menerus. Penulis justru ingin menyatakan, komunikasi             sesama orang Indonesia dalam relasi bisnis justru yang paling problematis. Komunikasi teks             masih belum menjadi sarana utama. Bahkan, sebuah surat <em>e-mail</em>, belum dianggap surat             resmi.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Banyak <em>website</em> perusahaan milik orang Indonesia yang memasang alamat surat             masuk. Bahkan di dalamnya memuat pesan seperti, “Silakan kirim surat Anda ke alamat             ini. Surat yang masuk akan segera kami jawab.&#8221; Untuk yang satu ini, Anda boleh             tersenyum bahagia. Tapi tunggulah sampai usia Anda habis, tetap saja tidak akan ada             respons. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Bahkan <em>website</em> yang jelas-jelas mencantumkan ikon layanan publik milik             pemerintah pusat maupun milik pemerintah daerah tak pernah menjadi jembatan penghubung             antara pejabat dengan rakyat. Kebanyakan orang kita menganggap <em>website</em> bukan media             komunikasi, melainkan sekadar pajangan, tempat mejeng, iklan monolog yang beku, desain             jelek, tak nyaman dibaca. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">            </font><font face="Times New Roman">Ini sangat berbeda jauh dengan perusahaan-perusahan asing yang begitu menghargai             penawaran atau sekadar menjawab berbagai pertanyaan dari para kliennya. Entah setuju atau             menolak, biasanya mereka tetap memberikan jawaban dengan sopan dan menjelaskan duduk             persoalannya. Persoalan di atas seolah-olah remeh, padahal inilah tantangan fundamental             dunia bisnis kita sekarang. Tanpa perhatian serius, niscaya langkah kita akan terseok-seok             meraih peluang bisnis di era <em>cyber global</em>.***</font></p>
<p>Oleh: Siti Nur Aryani</p>
<p>Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/122006/14/cakrawala/lainnya03.htm</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=73&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/12/15/%e2%80%9dcyber-global%e2%80%9d-dan-komunikasi-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendamba Lenovo, Tertambat Asus</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/11/06/mendamba-lenovo-tertambat-asus/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/11/06/mendamba-lenovo-tertambat-asus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2006 12:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2006/11/06/mendamba-lenovo-tertambat-asus/</guid>
		<description><![CDATA[HAMPIR semua pecinta notebook yang mobilitasnya tinggi dan cukup bergaul lama dengan komputer-komputer kelas notebook, cukup tahu pilihan produk yang harus dibeli ketika hendak mengganti dengan yang baru. Bila ada pilihan sejumlah nama, seperti IBM, Dell, dan HP, dipastikan mereka akan sulit menentukan pilihan, apalagi dengan anggaran belanja yang terbatas. Demikian pula dengan saya. Sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=60&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>HAMPIR</strong> semua pecinta <em>notebook</em> yang mobilitasnya tinggi dan cukup bergaul lama dengan komputer-komputer kelas <em>notebook,</em> cukup tahu pilihan produk yang harus dibeli ketika hendak mengganti dengan yang baru. Bila ada pilihan sejumlah nama, seperti IBM, Dell, dan HP, dipastikan mereka akan sulit menentukan pilihan, apalagi dengan anggaran belanja yang terbatas.<span id="more-60"></span></p>
<p>Demikian pula dengan saya. Sebelum membeli, saya sudah menetapkan fitur-fitur yang dibutuhkan. Layar 12 inci sudah bukan lagi pertimbangan, karena dengan bentuk <em>notebook</em> yang mini dan tipis memudahkan saya untuk menggendong <em>notebook</em> dalam ransel kecil. Faktor lainnya yang membuat saya jatuh cinta pada <em>notebook</em> adalah karena baterainya. Selama ini, saya cukup terpuaskan dengan <em>notebook</em> merek Dell, karena baterainya yang bisa tahan hingga 3 jam sebelum diisi ulang. Saya pun mempercayakan pekerjaan pada Thinkpad IBM karena kebandelan mesinnya. Keduanya berjasa besar dalam menunjang kesuksesan projek-projek saya.</p>
<p>Tapi, kini saya harus rela menceraikan nama Dell, karena terlanjur jatuh hati dengan Asus. Bahkan saya pun harus rela memalingkan muka dari IBM Thinkpad meski telah berganti nama dengan Lenovo. Memang dalam hal teknologi mesin, ketiganya&#8211;Lenovo, Asus, dan Dell&#8211;sama-sama telah mengadopsi kecanggihan revolusi mobilitas. Tapi, Asus W5F telah memikat saya dengan <em>webcam</em> 1,3 megapiksel lengkap dengan mikrofonnya. Dengan <em>webcam</em> itu saya bisa merekam ekspresi wajah dan celotehan sang keponakan yang berumur 1,5 tahun pada saat ia memainkan <em>notebook</em>.</p>
<p align="right">Fasilitas multimedia</p>
<p>Asus W5F memiliki bobot 3,8 pon atau 1,6 kg. Resolusinya tinggi sehingga gambar yang dihasilkan baik dari foto, halaman <em>web</em>, kamera maupun film sangat jernih. Sayangnya, (seperti kebanyakan <em>notebook</em> lain), untuk memperoleh gambar yang jernih, posisi layar harus persis ditegakkan 90 derajat. Begitu juga dengan mikrofonnya yang hanya menghasilkan suara rata-rata sekelas <em>notebook</em>.</p>
<p>Fasilitas multimedia lainnya pada Asus W5F adalah <em>DVD burner</em>, 1 slot kartu memori 4 inci. Harga yang dipatok adalah 1.600 dolar AS. Desain bodi kotak dengan ujung melengkung sehingga terkesan tidak kaku. Di dalamnya telah terinstal sistem operasi Windows Edisi Home.</p>
<p>Sementara Lenovo, dengan harga yang kira-kira tidak jauh yaitu 1.646 dolar AS, menurut saya, terkesan terlalu serius seperti <em>notebook-notebook</em> saya terdahulu. Thinkpad Lenovo X60 memiliki spesifikasi nyaris sama dengan Asus W5F. Keduanya memakai teknologi prosesor Intel Centrino Duo Core 1,66-1,67 GHz. Lenovo juga memiliki layar 12,1 inci, namun berat mesin lebih ringan lagi, yakni hanya 1,45 kg. Bentuknya khas desain thinkpad IBM, berwarna hitam pekat namun elegan. Lenovo patut dipilih jika kita seorang fanatik mesin-mesin bandel yang tertarik akan desain yang inovatif.</p>
<p>Selain Asus dan Lenovo, saya pun menjajal <em>notebook</em> HP Pavilion dv6000t yang berharga sedikit lebih rendah dibanding Asus dan Lenovo, yaitu 1.570 dolar AS. HP, Asus dan Lenovo memang hampir sama dan bagus semuanya. Namun, HP Pavilion ini memiliki fitur berbeda dengan Asus dan Lenovo; bobotnya dua kali lipat bobot Asus, dan layarnya 15,4 inci. Kendati demikian, ada keunikan tersendiri dalam hal aplikasi. Di dalam <em>notebook</em> ini telah tertanam fitur QuickPlay yang berfungsi untuk membuka dan mengontrol <em>file</em> multimedia tanpa harus mem-<em>booting</em> sistem operasi. Tidak seperti Lenovo, <em>notebook</em> ini sama seperti Asus dilengkapi <em>webcam</em> dan mikrofon.</p>
<p>Bila diperhatikan, desain produk Lenovo, Dell, dan HP hampir sama. Konon, karena pasar asal terbesar produk-produk ini, yaitu AS adalah pasar korporat yang menginginkan desain hampir sama. Itulah mengapa saya kira desain produk-produk Asus meniru desainnya Dell. Dalam hal konektivitas, Asus, Lenovo, dan HP memberikan kita kebebasan dalam berkoneksi dengan menggunakan Wi-Fi 802.11a/b/g, Bluetooth, dan 10/100 Ethernet.</p>
<p>Namun, pilihan saya tetap pada Asus karena pertimbangan ukuran. <em>Notebook</em> Asus ini juga bisa diinstalkan sistem operasi Windows Vista. Syarat instalasi Windows Vista yang utama adalah jika teknologi prosesornya Intel Duo Core, memori mencapai gigabit, dan sistem grafik yang canggih. Saya sudah membuktikan kecanggihan sistem grafik (tertanam VGA Intel 945GM) di Asus dengan menginstal aplikasi GIS, GoogleEarth, dan Googlemap. Sedikit kelebihan lainnya dari n<em>otebook</em> ini adalah <em>touchpad</em>-nya yang bertekstur. Keunikan tersebut berbeda dengan desain <em>touchpad</em> kebanyakan. Pergerakkan kursor yang kadang terhenti karena <em>touchpad</em> yang licin oleh keringat semoga tidak dijumpai lagi.</p>
<p align="right">”Video security”</p>
<p>Selain aspek perangkat keras, seorang pembeli yang jeli tentu mempertimbangkan aspek aplikasi yang terinstal di dalamnya. Untuk mendukung fungsi <em>webcam, notebook</em> Asus dilengkapi dengan program Asus Video Security dan Windows Movie Maker. Dengan demikian, pemilik <em>notebook</em> boleh merasa lega karena tidak sembarang orang bisa dengan mudah merekam gambar/video.</p>
<p>Tapi, fungsi utama program Asus Video Security ini adalah untuk memantau suatu area dari lokasi tertentu. Misal, pada saat saya bekerja saya ingin sambil mengawasi keponakan yang sedang bermain. Fungsi tersebut dimungkinkan berkat teknologi sensor gerakan. Sedangkan program Windows Movie Maker, memungkinkan pengguna untuk mengedit dan merangkai video. Aplikasi pendukung lainnya yang tak kalah penting adalah Symantec Norton Internet Security 2005 dan Nero 6.0.</p>
<p>Di antara merek <em>notebook</em> yang ada di pasar, hampir hanya Lenovo saja yang memberikan garansi 3 tahun, yang lainnya hanya 1 tahun termasuk Asus. Sekali lagi, produk yang pernah dikuasai IBM dengan nama yang berbeda ini memang dikenal ketangguhannya dalam hal mesin dan kecerdasan desain keyboard. Dukungan komponen, garansi dan layanan pelanggan yang terbaik memang diwariskan IBM pada Lenovo. *** <em>Siti Nur Aryani</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/112006/02/cakrawala/lain04.htm">http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/112006/02/cakrawala/lain04.htm</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=60&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/11/06/mendamba-lenovo-tertambat-asus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Inklusif Terabaikan</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/14/pendidikan-inklusif-terabaikan/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/14/pendidikan-inklusif-terabaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Oct 2006 04:13:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Business and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/14/pendidikan-inklusif-terabaikan/</guid>
		<description><![CDATA[Diskursus keprihatinan terhadap bidang pendidikan di Indonesia tak surut dibicarakan. Seolah-olah dunia pendidikan itu sarat problematika. Sekian puluh tahun, para pengamat, praktisi dan mereka yang prihatin terhadap bidang pendidikan tajam mengritik soal manajemen, kurikulum, komersialisasi buku, ujian nasional dan rendahnya kualitas guru. Harus diakui, persoalan-persoalan tersebut sampai kini belum dituntaskan, bahkan semakin memprihatinkan.   Tanpa bermaksud [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=59&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Diskursus</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> keprihatinan terhadap bidang pendidikan di Indonesia tak surut dibicarakan. Seolah-olah dunia pendidikan itu sarat problematika. Sekian puluh tahun, para pengamat, praktisi dan mereka yang prihatin terhadap bidang pendidikan tajam mengritik soal manajemen, kurikulum, komersialisasi buku, ujian nasional dan rendahnya kualitas guru. Harus diakui, persoalan-persoalan tersebut sampai kini belum dituntaskan, bahkan semakin memprihatinkan. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> <span id="more-59"></span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Tanpa bermaksud mengabaikan beragam problem di atas, para kritikus pendidikan ternyata lupa tentang pentingnya pendidikan inklusif. Istilah inklusif sampai sekarang luput dibicarakan, padahal banyak siswa yang tidak layak masuk sistem pendidikan konvensional. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Mereka adalah para siswa yang berkelainan mental, cacat fisik maupun hambatan psikis. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Ide pendidikan inklusif bermula dari kenyataan bahwa perilaku manusia (human behaviour) sangatlah kompleks sehingga hampir tidak mungkin mencari penyebab yang tunggal dan terpisah bagi ketidakstabilan emosional atau perilaku. Beberapa faktor fisik atau lingkungan dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya suatu masalah. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">J. David Smith (1998) menjelaskan, banyak anak tertinggal yang tidak tampak mempunyai hambatan/cacat namun juga tidak bisa sebaik atau secepat yang diharapkan oleh sekolah dan masyarakat. Berkaitan dengan hal ini Smith mencatat tiga persoalan mendasar yang harus dievaluasi. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Pertama, adanya anggapan tentang keterbelakangan mental ringan. Para guru sekolah konvensional biasanya menilai anak yang lambat berpikir mengalami hambatan mental. Skor IQ yang rendah sering dijadikan satu-satunya bukti dalam hal ini. Kalau sudah begini, maka sulitlah harapan para orangtua untuk memajukan anak-anaknya, sebab dengan mengatakan IQ rendah, secara otomatis sudah menjadi takdir. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Kedua, menyangkut anak yang kurang berkembang di sekolah bukan karena menyandang cacat tertentu, tetapi karena ketidakstabilan emosi (emotional disturbance). Anak-anak ini oleh gurunya sering dikategorikan sebagai anak yang mengalami hambatan emosional dalam belajar (emotional block to learning). Smith berpendapat ini adalah kesalahan asumsi, sebab dengan demikian anak yang tidak stabil emosinya harus diberi terapi khusus. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Ketiga, anak-anak yang tidak maju belajarnya di sekolah karena malas. Soal kemalasan sering dikaitkan dengan keluarga, disebabkan masalah orangtua. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Dalam perspektif pendidikan inklusif hal-hal yang dikatakan Smith tersebut adalah mitos. Pendidikan inklusif tidak mengenal hambatan maupun kekurangan. Inklusif adalah solusi bagi siapa saja, di mana saja, bahkan dalam kondisi apa pun. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Di sini kita melihat, betapa manusiawinya visi inklusif. Ia menekankan pentingnya untuk mengakomodasi seluruh siswa dalam kelas yang sama sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya, termasuk di dalamnya siswa yang berkelainan. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Normal Kunc (1980) mengatakan, pendidikan inklusif adalah bagian dari nilai-nilai kehidupan. Kunc menegaskan prinsip dasar inklusif adalah menghargai perbedaan dalam masyarakat manusia. Bila pendidikan inklusif dirangkul sepenuhnya, kita meninggalkan ide-ide bahwa siswa-siswa harus jadi &#8220;normal&#8221; agar dapat berperan pada kehidupan ini. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Selain kita mencari dan memelihara anugerah yang ada pada setiap orang, kita memulai dengan melihat di luar cara-cara yang memungkinkan untuk memberi anak-anak itu perasaan yang dimiliki. Dengan cara ini bisa diyakini bahwa siswa di sekolah inklusif akan terbebaskan dari tirani dengan mendapatkan hak mereka. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Dengan kata lain Kunc ingin menjelaskan bahwa sistem pendidikan inklusif berarti antitesis terhadap pendidikan eksklusif dan segregratif yang hanya memerhatikan kelompok mayoritas yang selama ini masih berlaku dalam dunia pendidikan konvensional. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Pendidikan inklusif tidak hanya membicarakan anak-anak berkelainan, tetapi membicarakan semua siswa yang belajar di mana mereka masing-masing mempunyai kebutuhan belajar berbeda-beda. Tujuan pendidikan inklusif adalah memberikan kesempatan bagi seluruh siswa untuk mengoptimalkan potensinya dan memenuhi kebutuhan belajarnya melalui program pendidikan inklusif. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Secara legal, pendidikan inklusif mendapat pengakuan internasional dalam Konferensi Dunia tahun 1994 oleh UNESCO (united nation educational scientific and cultural organization) di Salamanca Spanyol. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Sikap UNESCO jelas agar setiap negara memiliki komitmen terhadap pendidikan yang baik kepada anak, remaja, dan orang dewasa yang memerlukan pendidikan di dalam sistem pendidikan reguler. Lembaga itu juga menyetujui suatu kerangka aksi mengenai pendidikan kebutuhan khusus yang semangat dan ketetapan-ketetapan serta rekomendasi-rekomendasinya diharapkan akan dijadikan pedoman oleh pemerintah-pemerintah dan organisasi-organisasi dalam menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan pendidikan. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Di Indonesia, sejak tahun 1984 sudah mulai pelaksanaan wajib belajar pendidikan 6 tahun. Lalu wajib belajar 9 tahun sejak 1994. Program ini tentu belum menyentuh wilayah anak yang mengalami hambatan mental maupun cacat fisik. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Baru kemudian tahun 2003, Departemen Pendidikan Nasional, melalui Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Menengah mengintruksikan pentingnya pendidikan inklusif. Intruksi itu berisi anjuran kepada kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten/kota agar menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan inklusif. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Sayangnya, pendidikan ini sampai sekarang belum berkembang baik. Bahkan untuk sekadar mendiskusikannya pun orang masih setengah hati. Dunia modern pendidikan semakin kompleks. Banyak hal yang harus diperhatikan agar para peserta didik benar-benar menjadi manusia bermartabat dari proses pendidikan yang mereka jalani. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Keragaman personalitas manusia dari berbagai latarbelakang sosial, budaya psikis maupun fisik harus diperhatikan sebagai persoalan utama. Keragaman inilah yang kemudian merekomendasikan para pemikir dunia pendidikan untuk mencari terobosan sistem yang dapat menjawab persoalan masing-masing siswa.*** <em>Siti Nur Aryani</em></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';">Sumber: <a href="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=158110">http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=158110</a></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=59&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/14/pendidikan-inklusif-terabaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iklan Internet, Pasar yang Menjanjikan?</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/09/iklan-internet-pasar-yang-menjanjikan/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/09/iklan-internet-pasar-yang-menjanjikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2006 03:26:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/09/iklan-internet-pasar-yang-menjanjikan/</guid>
		<description><![CDATA[Perusahaan riset Kelsey Group memperkirakan, sebelum tahun 2008, dana sebesar $3,8 miliar akan berpindah dari Yellow Pages ke iklan online. Hal ini disebabkan Yellow Pages terkesan usang dan kuno. Pencari iklan dibuat susah dan membuang waktu banyak membolak-balik buku tebal hanya untuk mencari nomor telpon restoran atau agen tiket perjalanan. Melalui online, orang akan lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=57&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;"><strong>Perusahaan </strong>riset Kelsey Group memperkirakan, sebelum tahun 2008, dana sebesar $3,8 miliar akan berpindah dari Yellow Pages ke iklan online. Hal ini disebabkan Yellow Pages terkesan usang dan kuno. Pencari iklan dibuat susah dan membuang waktu banyak membolak-balik buku tebal hanya untuk mencari nomor telpon restoran atau agen tiket perjalanan. Melalui online, orang akan lebih mendapatkan informasi-informasi seperti itu.<span id="more-57"></span></span><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-6pt;"> </span><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-6pt;"></span><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Hampir 1 miliar orang di dunia terhubung di internet. Pengguna saling berbagi ilmu pengetahuan, interaksi sosial, reputasi online, mencari materi sekolah, lowongan kerja, atau sekadar iseng menghabiskan waktu luang. Integrasi ini semakin lama menjadi kekuatan kolektif yang belum pernah dikenal manusia sebelumnya. Situasi ini tidak berlebihan jika disebut sebagai revolusi komunikasi dan informasi global. </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;"></span><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Gejala baru yang tampak menonjol adalah pemanfataan file-sharing, blog, situs yang dapat disunting beramai-ramai bernama Wiki dan layanan jejaring sosial seperti MySpace serta Meetup Inc., yang membantu setiap orang mulai dari penggemar kartun hingga pemburu ayat-ayat Al-kitab. Teknologi semacam ini ternyata mampu mengangkat potensi unik internet dengan cara yang tidak dilakukan e-mail ataupun situs tradisional. Situasi yang dinamis tersebut tentu rugi jika disia-siakan oleh para pengiklan. Jangan heran ketika iklan televisi sering diabaikan pemirsa, maka dunia online menjadi salah satu alternatif. Tahun ini, istilah video online sudah resmi menjadi “jenis kelamin” para pengiklan di internet.</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;"></span><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Video online menjadi semacam laboratorium untuk menemukan cara-cara baru agar produsen tetap terhubung dengan konsumen. Benar bahwa saat ini iklan di internet tidak sebanyak iklan di televisi. Belum saatnya membandingkan nilai finansial keduanya. Belanja iklan melalui video online sampai kini baru mencapai $198 juta, sementara belanja iklan di televisi mencapai $48 miliar. Tapi ini soal proses. Ke depan bukan mustahil angka belanja iklan video online mendominasi belanja iklan. Ini bisa dilihat dari hasil riset yang dilakukan riset eMarketer Inc., yang mengatakan pasar iklan internet berkembang pesat, terutama di kalangan kaum muda, yakni naik 33% menjadi $12,9 miliar pada tahun 2005.</span><span>  </span></p>
<blockquote><p><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;"></span><span></span>Menurut perusahaan riset comScore Networks Inc., situs mesin pencari mampu menarik 66% pengguna internet yang melakukan pencarian lokal, sementara data Yellow Pages hanya diakses 34% pengguna.</p></blockquote>
<p><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Adalah Yahoo yang memahami pangsa pasar iklan online di negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan negara lain. Kini Yahoo sedang menguji teknologi yang disebut Mindset, sebuah program yang mampu menampilkan grafik yang memberitahu Yahoo apakah pengguna internet sedang mencari produk atau sudah hampir membelinya. Jika calon pembeli obat herbal sedang mencari, maka secara otomatis akan mendapat info tambahan masuk ke link lain yang menginformasikan produk serupa. </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Jika pengguna sudah hampir membeli maka akan dihubungkan pada alamat apotek pengiklan obat. </span><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Setidaknya ada tiga hal yang membuat internet bisa menjadi alternatif pengiklan. Pertama, kegemaran visual orang di internet selalu tertarik pada tayangan gambar-gambar baru dan unik. Dengan bebas materi iklan bisa didesain sedemikian kreatif, menampilkan sedikit teks dan menonjolkan simbol-simbol penuh pesan dan makna. </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Kedua, kenyataan membuktikan bahwa mereka yang gemar surfing di internet memang suka melihat-lihat iklan yang tampil, terutama yang mengandung nilai hiburan dan estetika. </span><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Ketiga, biaya pembuatan iklan online sangat mudah dilakukan, sebab banyak orang yang kini cerdas mendesain grafis. Jaringan komunitas di millist biasanya senang mengirim hal-hal yang unik kepada teman-temannya. Dengan sendirinya iklannya tersebar luas secara gratis. Google misalnya, melalui mesin pencarinya Google Inc., secara tidak langsung berhasil mengumpulkan penilaian kolektif jutaan pencipta halaman situs guna menentukan hasil pencarian paling relevan. </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Dalam prosesnya, Google membuat sebuah pasar senilai miliaran dolar bagi iklan-iklan terarah, yang menyedot pemasukan iklan majalah dan surat kabar. Langkah-langkah perusahaan tersebut ikut mengguncang industri teknologi lain, termasuk dunia hiburan, penerbitan dan periklanan. </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;"></span><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Semiliar manusia yang terhubung ke dunia internet memang potensial bagi pasar iklan di bumi ini. Internet jelas mempunyai pangsa pasar yang tak terbatas. Masalahnya adalah, bagaimana pesan-pesan iklan tersebut bisa sampai dan benar-benar menarik perhatian pemirsa? Dunia internet kita kenal sebagai dunia cepat, pengguna bisa dengan mudah mengabaikan sebuah pesan, kecuali jika pesan tersebut memang yang mereka cari atau tak sengaja didapatkan namun menarik perhatian.</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;"></span><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Memasuki kawasan internet kemungkinan besar pasar bisnis berubah dalam waktu cepat dan menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk negara-negara berkembang seperti Indonesia yang kini jumlah pengguna internetnya baru mencapai 16 jutaan. Dalam gelombang bisnis internet (e-business) ini, para pemain online menjual komoditas seperti buku, musik, atau perdagangan saham.</span><span>  </span></p>
<p><span></span>Prospek periklanan di pasar online membuka kesempatan yang lain, baik bagi perusahaan kecil, besar maupun korporasi, termasuk membuka kesempatan para calon konsumen untuk berinteraksi. Iklan online menjadi semacam pasar domestik yang menglobal. Kehadirannya bisa mengancam eksistensi pasar iklan media cetak, bahkan ke depan pasar iklan televisi bisa tersaingi. Namun semuanya ditentukan oleh sedikit-banyaknya pengguna internet. Untuk Indonesia, potensi seperti di atas masih perlu menunggu waktu. <em>Siti Nur Aryani</em></p>
<p style="margin:0;" class="NormalParagraphStyle"><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;"></span></p>
<p style="margin:0;" class="NormalParagraphStyle"><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;">Sumber: Majalah Lintasarta, Edisi 003 2006</span></p>
<p style="margin:0;" class="NormalParagraphStyle"><span style="font-size:8pt;line-height:120%;font-family:Arial;letter-spacing:-0.05pt;"><a href="http://www.lintasarta.net/NEWSROOM/Publikasi/EDISI322006/Hal15/tabid/579/Default.aspx">http://www.lintasarta.net/NEWSROOM/Publikasi/EDISI322006/Hal15/tabid/579/Default.aspx</a></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=57&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/09/iklan-internet-pasar-yang-menjanjikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Perubahan ”Genre” Dalam Studi Sejarah</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/05/menyikapi-perubahan-%e2%80%9dgenre%e2%80%9d-dalam-studi-sejarah/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/05/menyikapi-perubahan-%e2%80%9dgenre%e2%80%9d-dalam-studi-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Oct 2006 08:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Business and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/05/menyikapi-perubahan-%e2%80%9dgenre%e2%80%9d-dalam-studi-sejarah/</guid>
		<description><![CDATA[SEJAK sejarah menjadi bagian dari kajian ilmu tersendiri, beberapa kali telah mengalami perubahan. Hal ini bukanlah berdiri sendiri, melainkan juga diakibatkan oleh percepatan perubahan yang secara langsung menyeret pemikiran sebuah masyarakat untuk mengerti realitas perubahan yang terus menerus terjadi. Menurut R.Z. Leirissa (2000) hingga kini ada dua macam pengertian terhadap perubahan itu sendiri. Pertama beranggapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=56&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEJAK </strong>sejarah menjadi bagian dari kajian ilmu tersendiri, beberapa kali telah mengalami perubahan. Hal ini bukanlah berdiri sendiri, melainkan juga diakibatkan oleh percepatan perubahan yang secara langsung menyeret pemikiran sebuah masyarakat untuk mengerti realitas perubahan yang terus menerus terjadi. <span id="more-56"></span></p>
<blockquote><p>Menurut R.Z. Leirissa (2000) hingga kini ada dua macam pengertian terhadap perubahan itu sendiri. Pertama beranggapan bahwa masyarakat senantiasa berubah dan tidak akan sama benar dengan masa lampaunya. Kedua, bahwa perubahan itu disebabkan oleh manusia atau manusialah yang membuat sejarahnya sendiri.</p></blockquote>
<p align="left"><strong>&#8220;Development&#8221; dan historisisme</strong></p>
<p>Perspektif &#8220;perubahan&#8221; ini merupakan pandangan dominan yang muncul pada masa Enlightenment (pencerahan) di abad ke-18. Ini pula yang kemudian mampu mengubah pandangan sejarah klasik dan menggantinya dengan pemikiran sejarah <em>historical thinking</em> dan melahirkan ilmu sejarah. Selain itu, dalam hal ini dilihat sebagai sejarah universal karena yang dipentingkan adalah faktor-faktor yang universal sehingga dengan demikian unsur-unsur sosial seperti kapitalisme, industrialisasi, negara-bangsa, dan lainnya menjadi penting di sini. (Furedi 1993; 59-87) Apa yang kita kenal pengertian sejarah dengan pembangunan (development) adalah wujud pengertian dominan semenjak era ini.</p>
<p>Namun dengan cepatnya perubahan dunia industrialisasi-khususnya yang berkembang di Eropa pada abad ke-19 pengertian ini kemudian bergeser lagi. Pengertian sejarah sebagai development ini berubah menjadi historisisme. Pandangan ini berkeyakinan bahwa pandangan development ternyata telah menghasilkan tindakan manusia yang terlalu maju dan mengabaikan masa lampau yang penuh dengan keteraturan dan kedamaian. Ada semacam &#8220;ketakutan&#8221; jika development tersebut terus berkembang karena dengan demikian industrialisasi hanya akan meluluh-lantakkan peradaban dan nilai-nilai positif dalam masyarakat Barat yang berakar pada filsafat Yunani kuno. Perubahan industrialisasi yang demikian cepat ini dirasakan menganggu ketentraman yang pernah ada dalam masa lampau. Pandangan seperti ini diwakili oleh Leopold von Ranke dan Jakob Burrckhardt (Gilbert 1990).</p>
<p>Yang dominan dalam pandangan ini adalah mengasumsikan bahwa ada suatu kelompok masyarakat tertentu yang mendambakan kembalinya masa lampau itu untuk dihadirkan dalam masa kini. Tetapi, berbeda dengan masyarakat tradisional di masa lampau tetap hadir sebagai &#8220;pola&#8221; utama, masyarakat modern telah kehilangan masa lampaunya itu, hanya bisa menjadikan masa lampau sebagai &#8220;model&#8221; untuk masa kini. Malah tidak jarang masa lampau tersebut direkayasa dengan memproyeksikan nilai-nilai tertentu dari masa kini sebagai &#8220;seolah-olah&#8221; ada di masa lampau. Pandangan historisisme yang dominan dalam abad ke-19 itu, sejak tahun 1914 muncul kembali dan malah bertahan hingga kini dalam bentuk sejarah nasional untuk kepentingan pendidikan sekolah. Inilah yang dinamakan &#8220;Neo Historisisme&#8221; yang menafsirkan sejarah sebagai <em>of the past into the future</em> (<em>furedi, loc cit</em>)</p>
<p align="left"><strong>Materialisme dialektika historis</strong></p>
<p align="left">Selain dua pandangan di atas kita juga diperkenalkan pemikiran sejarah dalam perspektif Marxian. Berbeda dengan kecenderungan pemikiran di atas yang lebih menekankan &#8220;objek&#8221;, perspektif Marxisme justru menempatkan manusia sebagai yang tak terpisahkan dalam mempelajari sejarah. Menurut Karl Marx dan Frederick Engels, keberadaan manusia &#8220;dibedakan dengan binatang karena kesadarannya, karena agamanya atau karena hal-hal lainnya. Mereka mulai membedakan dirinya dengan binatang begitu mereka mulai bisa memproduksi bahan-bahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya&#8221;. (<em>Progress Publishers: Moscow</em>, 1975; 20).</p>
<p>Jadi, apa yang membedakan manusia dengan binatang lainnya adalah karena, secara sadar, manusia memproduksi bahan-bahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menggunakan atau membuat alat produksi yang terbuat dari berbagai macam bahan. Tetapi, agar bisa melakukannya, mereka harus secara sadar saling bekerja sama dengan sesamanya.</p>
<p>Masyarakat, yang melibatkan kehidupan dan kerja bersama sebagai kelompok yang integratif merupakan cerminan hasil pengerahan tenaga kerja dalam memproduksi makanan, pakaian dan tempat tinggal. Keharusan manusia untuk saling bekerja sama dalam memenuhi kebutuhannya merupakan landasan berdirinya masyarakat dan landasan sejarah manusia. Dalam konsepsi Marxis, hukum-hukum pokok kehidupan sosial adalah identik dengan hukum-hukum pokok yang mengatur sejarah manusia.</p>
<p>Apa yang menjadi karakter Marxisme dalam memahami dunia adalah pengakuan bahwa dunia, dalam segala aspeknya, terus-menerus bergerak. Yang konstan berubah jadi variabel sebab berubah jadi akibat, dan sistem berkembang, menghancurkan syarat-syarat yang menciptakannya. Bahkan, unsur-unsur yang kelihatannya stabil pun sebenarnya berada dalam posisi equilibrium dinamik sesuatu yang saling bertentangan, yang bisa saja, secara tiba-tiba, menjadi tidak stabil, seperti sinar baja yang redup, yang sedang berada pada posisi kritis kepanasannya (<em>mass</em>), tiba-tiba berubah menjadi pijar-pijar atau bola-bola api. Walaupun, gerak itu memang ada batasnya dan tidak seragam. Organisme berkembang dan jadi berjenis-jenis, kemudian mati dan tercerai berai.</p>
<p>Makhluk terlahir/muncul namun juga, tak terelakan, akan punah (keragaman jenis makhluk yang ada sekarang jumlahnya hanya kurang dari satu persen dari keseluruhan makhluk yang pernah ada di bumi). Bahkan, dalam dunia yang semakin tidak kompleks ini, terbukti tak ada keseragaman gerak. Dalam terori Marxisme inilah terjadi keterpaduan antara filsafat manusia dengan hukum sejarah masyarakat yang terjadi dalam fase-fase yang telah ditentukan oleh hukum determinasi masyarakat, yang terstruktur dalam zaman komune primitif, perbudakan, feodalisme, kapitalisme, sosialisme dan kemudian komunisme.</p>
<p align="left"><strong>&#8220;Postmodernisme&#8221;</strong></p>
<p>Pandangan lain kemudian turut menyusul di kemudian hari tepatnya pada sekitar tahun 1970-an yang juga menolak sejarah sebagai development. Apa yang kita kenal dengan postmodernisme yang diwakili oleh Gadamer telah menunjukkan asumsi-asumsi lama berkaitan dengan sejarah tersebut. Aliran ini pada dasarnya bersumber pada filsafat modern seperti eksistensialisme, Marxisme dll yang dihubungkan dengan tafsir bahasa (Hermeneutika). Berbeda pula dengan paham historisisme pandangan ini tidak mengakui sejarah sebagai perubahan sosial. <em>Postmodernisme</em> lebih cenderung menekankan bahwa manusia tidak bisa menekankan kenyataan <em>an sich</em> sehingga yang ada hanyalah hasil imajinasi yang didasarkan pada persepsi dan pikiran (<em>reason</em>).</p>
<p>Kenyataan dalam pemikiran ini, &#8220;sekaligus adalah majemuk, lokal, dan temporal, dan tanpa fondasi yang jelas&#8221; (Tarnas 1991: 395-410). Selain itu wawasan ini tidak mengakui adanya kebenaran universal; setiap sejarah memiliki kebenarannya sendiri-sendiri.</p>
<p>Postmodernisme menolak konsep sosial (masyarakat) karena yang dianggap hanyalah individu. &#8220;sebab itu runtuhnya makna dalam Postmodernisme diganti dengan munculnya kesadaran mengenai tanggung jawab individu dan kemampuannya untuk berinovasi dan mentransformasi diri sendiri sebagai jawaban atas kehidupan eksistensial dan spritualnya&#8221;.</p>
<p>Sekalipun Postmodernisme pada mulanya muncul sebagai kajian bahasa, namun kemajuan pesat nampak dalam studi wanita, khususnya rangsangan bertolak belakang antara dekonstruksi dan integrasi. Dalam studi wanita, khususnya dan sekaligus diadakan integrasi mengenai struktur paling jelas betapa &#8220;makna diciptakan dan diawetkan, betapa evidensi (bukti) diinterpretasi secara selektif dan teori dibentuk secara sirkuler dan saling menopang perilaku mengabaikan hegemoni laki-laki, betapa suara wanita tidak pernah didengar sepanjang masa dominasi sosial dan intelektual laki-laki, dan permasalahan yang mendalam akibat asumsi-asumsi maskulin mengenai realitas, pengetahuan, alam, masyarakat, yang suci&#8221; (<em>Tarnas, loc cit.</em>).</p>
<p>Dalam hal ilmu sejarah, dasar-dasar ilmu pemikiran <em>Postmodernisme</em> tersebut malahirkan historiografi yang menekankan individu dan komunitas atau kelompok sosial yang kecil dan sering dibatasi secara geografis. Sejarah dalam pengertian ini, dengan demikian, menolak faktor-faktor yang universal dan hanya menekankan <em>the particular</em>, keunikan lokal. Bentuk historiografi yang dihasilkan adalah apa yang disebut <em>small narrative</em>.</p>
<p>Beberapa jenis hitoriografi yang dapat digolongkan dalam bentuk metode ini adalah umpamanya, <em>every day study</em> dalam James Scott mengenai pemberontakan petani, atau <em>people history</em> yang kini banyak mempengaruhi penelitian mengenai sejarah revolusi Inggris, atau <em>local history</em> yang hanya menekankan faktor-faktor lokal (Furedi 1993: 193-251).</p>
<p align="left"><strong>Menuju rekonstruksi</strong></p>
<p>Di atas telah diuraikan beberapa pandangan sejarah minimal dari empat &#8220;genre&#8221; yang berbeda, baik dalam memandang esensi sejarah itu sendiri maupun titik tolak yang mendasari kenapa perspektif demikian lahir. Satu hal yang perlu kita pikirkan selanjutnya adalah, bahwa ilmu sejarah bukanlah menetapi satu bentuk yang utuh dalam setiap metodenya. Ada banyak persoalan yang menyulitkan kita untuk mengambil kesimpulan benar atau salah.</p>
<p>Pandangan <em>development</em> yang mempunyai &#8220;tendensi&#8221; penempatan alam sebagai agen justru menimbulkan kecemasan karena ternyata gerak alam lebih cepat dari yang diperhitungkan manusia. Sementara itu, historisisme-karena ketakutannya-cenderung menghindari progresivitas gerak sejarah. Hal ini memang telah berhasil diatasi oleh Marxisme dengan konsepsi materialisme-historisnya. Namun, ketika berbagai ramalam terhadap arah zaman yang telah dibakukan dalam konsep linieritas historis-kapitalisme menuju sosialisme-komunisme-tidak tercapai, banyak sejarawan yang cenderung menghindari perspektif Marxian ini.</p>
<p>Belum lagi ditemukan konsepsi untuk mengatasi kemacetan berbagai perspektif ini munculah postmodernisme yang cenderung menafikan semua ramalam historis di atas. Postmodernisme sebagai konsep hingga saat ini memang getarannya cukup luas dalam dunia pemikiran. Namun &#8220;ironisitas&#8221; yang ditampilkan sebagai doktrin itulah yang justru pada akhirnya akan memandulkan gerak pemikiran ke depan. Jika ini terjadi maka gerak cepat alam yang terus berulang-ulang menciptakan sejarah baru, justru tidak mampu &#8220;kendalikan&#8221; oleh manusia.</p>
<p>Dengan fenomena ini, agaknya kita dalam mengelola perspektif sejarah masih harus berjuang keras untuk &#8220;menciptakan&#8221; kreatifitas baru berkaitan dengan tuntutan kebutuhan ilmu sejarah. Adanya &#8220;relativisme&#8221; yang terus mengemuka dalam setiap perbandingan &#8220;genre-genre&#8221; itu agaknya menuntut paradigma dasar berupa tafsir sejarah yang diharapkan dapat memperkuat landasan konsepsional.</p>
<p>Penting untuk diketengahkan, bahwa tafsir yang dimaksud di sini bukan dalam pengertian filosofis, tetapi lebih pada tafsir fungsional. Artinya bukan mengedepankan prinsip-prinsip kebenaran di luar ketentuan fakta dan data melainkan tetap mengedepankan investigasi. Hal ini dimaksudkan untuk menjembatani antara sikap relativisme tafsir dengan kebenaran akurasi data itu sendiri.</p>
<p>Ini memang akan menyulitkan para peneliti, sebab tidak akan mudah menerapkan satu kesimpulan sebelum beberapa tafsir itu menunjukkan kesimpulan-kesimpulan &#8220;kualitatif&#8221;. Namun dengan cara ulet inilah kita akan menemukan satu kekayaan khasanah ilmu sejarah. Dan, jika ini diupayakan secara sungguh-sungguh, maka ilmu sejarah tidak akan dipandang sebagai anak tiri dibanding ilmu-ilmu lainnya.***<em>Siti Nur Aryani</em></p>
<p><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0303/09/1001.htm">http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0303/09/1001.htm</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=56&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/10/05/menyikapi-perubahan-%e2%80%9dgenre%e2%80%9d-dalam-studi-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prospek Pekerja TI di Indonesia</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/09/15/prospek-pekerja-ti-di-indonesia/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/09/15/prospek-pekerja-ti-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2006 11:58:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2006/09/15/prospek-pekerja-ti-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Ada anggapan, memilih studi dalam bidang teknologi informasi (TI) memiliki nilai lebih ketimbang bidang lainnya. Terutama untuk mencari pekerjaan dan meraih gaji tinggi setelah kelulusan. Memang, asumsi ini ada benarnya, karena pada dasarnya perusahaan di masa kini sangat membutuhkan tenaga TI. Hal ini juga tidak lepas dari keahlian teknis dan tanggung jawab tenaga TI untuk menunjang operasional bisnis perusahaan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=47&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Ada</span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> anggapan, memilih studi dalam bidang teknologi informasi (TI) memiliki nilai lebih ketimbang bidang lainnya. Terutama untuk mencari pekerjaan dan meraih gaji tinggi setelah kelulusan. Memang, asumsi ini ada benarnya, karena pada dasarnya perusahaan di masa kini sangat membutuhkan tenaga TI. Hal ini juga tidak lepas dari keahlian teknis dan tanggung jawab tenaga TI untuk menunjang operasional bisnis perusahaan, bahkan tak jarang terlibat secara penuh</span>. <span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> <span id="more-47"></span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Akan tetapi, untuk urusan gaji, sebenarnya agak berlebihan jika profesi ini disebut-sebut bergaji lebih tinggi ketimbang profesi di bidang lain. Tahun 1994-1999-an seorang lulusan baru sebagai pekerja penuh waktu (full-time) dengan profesi setaraf programmer, analis sistem, administrator sistem, administrator jaringan, administrator database, dan sebagainya, memperoleh kisaran penghasilan bersih rata-rata antara Rp. 2,2 – 2,8 juta per bulan. Sementara bagi pekerja paruh waktu (part-time) upah yang diperoleh di kisaran Rp.100-250 ribu per jam. Upah ini biasanya akan bertambah di tahun berikutnya atau pada perpanjangan kontrak selanjutnya.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Untuk ukuran Indonesia, nilai gaji lulusan baru untuk profesi TI di atas memang cukup tinggi dibanding dengan pekerja lulusan baru dari profesi lain. Namun demikian, nilai upah tersebut tetap saja masih tergolong rendah dibanding upah di negeri-negeri maju. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Yang jelas, anggapan profesi TI dengan gaji tinggi sempat ramai dan diyakini masyarakat, bahkan memperoleh perhatian serius dari kalangan pengusaha bisnis pendidikan. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Tak heran sejak 1999 marak bermunculan lembaga pendidikan dan sekolah tinggi komputer untuk program D-1, D-3, dan S-1. Bahkan sejak Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia ditetapkan menjadi BHMN, perguruan tinggi ini pun seolah tidak ingin kalah berbisnis dengan cara mendirikan program-program serupa.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Sesuai hukum pasar, semakin banyak ketersediaan sumber daya manusia maka nilai jualnya kian turun. Seorang programmer lulusan baru bahkan kini rata-rata hanya dihargai Rp. 1,2-1,8 juta per bulan. Perkembangan sistem <em>object oriented </em>dan <em>embeded modul</em> sekarang memang memudahkan kerja seorang <em>programmer</em>. Akan tetapi, <em>programmer</em> dan profesi TI lainnya akan tetap bekerja melebihi jam kerja normal, tanpa diperhitungkan sebagai jam lembur. Anehnya, dengan gaji senilai itu sebagian besar dari mereka pernah membayar biaya pembangunan gedung kuliah Rp. 25-50 juta lebih. Jika memandangnya sebagai investasi, bukankah hal ini dapat dikatakan “besar pasak daripada tiang</span>?”</p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Selain faktor kompetisi, perusahaan memang memperketat formula relasi antara keahlian dengan gaji. Kendati hampir di setiap iklan di media cetak maupun media <em>online</em> lowongan untuk profesi ini menduduki posisi terbanyak, permintaan dan penawaran untuk SDM-nya masih di bawah standar. Masih banyak lulusan bidang ini yang menjadi pengangguran.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Mengapa? Hal ini disebabkan keahlian teknis individual yang dimiliki tidak berbanding lurus dengan kebutuhan pasar. Terutama di perkotaan, saat ini penguasaan teknologi bukan lagi sebagai keunggulan kompetitif antarindividu atau antarperusahaan. Hampir setiap pelajar, mahasiswa, dan pekerja mengenal serta menggunakan komputer. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Dua faktor yang krusial adalah menyangkut soal SDM dan perusahaan. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">SDM di bidang TI sangat berlimpah, tetapi secara umum mutu SDM-nya masih rendah, bahkan di bawah standar. Artinya, para praktisi</span><span>  </span>kurang memiliki keahlian yang sekarang ini sangat diperlukan, yakni keahlian teknis; kemampuan mengadopsi perkembangan teknologi; kemampuan nalar yang baik dan terlatih; serta kemampuan melakukan kerja sama tim (team work) secara baik di era globalisasi kini.</p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Untuk soal ini saya perlu mengangkat kasus kecil. Lazimnya, pekerja TI selalu berhubungan dengan perangkat komputer. Namun jika seseorang yang sedang bekerja dengan laptopnya masih refleks mencari pensil dan kertas saat hendak mencatat pesan dari percakapan telepon, </span><span> </span>hal ini mencerminkan kebiasaan teknisnya dalam berinteraksi dengan komputer.</p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Kejadian tersebut memang sering ditemui saat kita berada di rumah, kantor maupun dalam kegiatan belajar-mengajar. Kegagapan dalam penggunaan komputer bagi orang yang jarang menggunakannya adalah hal lumrah. Namun tidak semestinya bagi pekerja TI yang umumnya berinteraksi 12-20 jam dalam sehari dengan komputer dan aplikasinya.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Hal sederhana ini akan membawa pada kesadaran profesi, yakni jika ingin bertahan di profesi TI, seorang <em>programmer</em> atau <em>engineer</em> mutlak menghayati aktivitas mereka dengan cara berinteraksi secara intens dan terus menerus dengan dunia komputer dan <em>cyber</em>.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Kualitas SDM seperti yang dicontohkan pada ilustrasi di atas memang tidak terlepas dari latar belakang pendidikan. Sangat disayangkan jika sampai kini mayoritas penyelenggara pendidikan TI masih menggunakan kurikulum usang. Misalnya, sebuah kurikulum masih berisi paket mata kuliah yang mengajarkan bagaimana cara menggunakan Winword atau cara membuat lembar presentasi menggunakan aplikasi PowerPoint. Terus terang mayoritas kurikulum di perguruan tinggi BHMN terkemuka pun menurut saya sangat jauh dari ideal. Inilah yang mengakibatkan banyak mahasiswa tidak kreatif.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Faktor kedua, menyangkut industri dan perusahaan. Seperti disinggung di atas, teknologi itu sendiri kini juga bukan lagi keunggulan kompetitif antarperusahaan. Yang menjadi sarana efektif dalam persaingan di zaman sekarang adalah kemampuan mengadopsi teknologi terbaru secara seketika. Dengan demikian, ada dua catatan utama yang harus diperhatikan perusahaan. Pertama, apakah SDM (baik internal maupun alih daya) yang tersedia memiliki kekuatan dalam berkompetisi di era globalisasi? Kedua, adakah SDM yang memiliki komitmen bersaing di pasar internasional?</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Jika kedua faktor tersebut bersinergi, secara alami sistem tawar-menawar nilai SDM TI </span><span> </span>pun akan berjalan sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran pasar. Kita bisa ambil sistem yang pernah berjalan di Kanada atau Amerika Serikat. Nilai gaji pekerja TI baik penuh waktu ataupun kontrak, tergantung tidak hanya pada pengalaman dan keahlian, melainkan pula lokasi (kota, provinsi), tunjangan (asuransi jiwa, asuransi gigi, medis, obat-obatan, pilihan saham), bonus, ukuran perusahaan, dan faktor lainnya.</p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Penentuan nilai gaji antara pekerja lulusan baru, pekerja lama, dan level manajer sangat bergantung pada ukuran perusahaan, serta tingkat manajemen dalam hierarki perusahaan. Eugene Pik, Spesialis Senior Teknik Bank Montreal, Kanada menuturkan pada saya bahwa pasaran gaji setaraf manajer TI di Kanada dan AS kini rata-rata berkisar antara US$60-100 ribu per tahunnya untuk posisi selain wakil direktur. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Nah, jika kemampuan individu dan kebutuhan industri sudah sinergis, tak ada lagi yang perlu dicemaskan. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Oleh Siti Nur Aryani</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Dipublikasikan majalah SWA NO. 18/XXII/7-20 SEPTEMBER 2006</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=47&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/09/15/prospek-pekerja-ti-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peran Tim TI di Perusahaan</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/09/15/peran-tim-ti-di-perusahaan/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/09/15/peran-tim-ti-di-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2006 11:55:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2006/09/15/peran-tim-ti-di-perusahaan/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi perusahaan berbasis teknologi informasi (TI), tim (departemen/divisi) TI memiliki tanggung jawab penuh atas kelancaran sistem kerja berbasis elektronis yang diterapkan. Sebagai pengendali lalu lintas data dan informasi perusahaan, tim TI juga memikul tanggung jawab penuh bila terjadi hambatan pada proses bisnis yang disebabkan oleh kegagalan system ataupun kesalahan kerja anggota timnya.  Amanat berat tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=41&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">B</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">agi perusahaan berbasis teknologi informasi (TI), tim (departemen/divisi) TI memiliki tanggung jawab penuh atas kelancaran sistem kerja berbasis elektronis yang diterapkan. Sebagai pengendali lalu lintas data dan informasi perusahaan, tim TI juga memikul tanggung jawab penuh bila terjadi hambatan pada proses bisnis yang disebabkan oleh kegagalan system ataupun kesalahan kerja anggota timnya. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span> <span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Amanat berat tersebut dibebankan pada tim TI, karena kapabiilitas, profesionalitas dan otoritas keilmuan khusus yang mereka miliki. Saking kuat otoritasnya, tim TI juga dipandang ikut memikul tanggung jawab terhadap penentuan rasionalitas  “untung-rugi” proyek-proyek di perusahaan.  <span id="more-41"></span></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Kita bisa memetik pelajaran berharga dari raksasa IBM. Perusahaan ini dulu terkenal karena kemampuannya mempertahankan predikat vendor komputer multikelas selama berpuluh-puluh tahun. Belakangan IBM mengalami kemunduran karena banyaknya &#8220;anak” perusahaan. Perusahaan menjadi tidak efektif dan gesit dalam memainkan kendali pasar TI dunia. Akibatnya, IBM, seperti kata Francis Fukuyama (1999), tidak mampu lagi menahan predikat sebagai vendor multikelas. Hal ini disebabkan oleh hirarki birokrasi yang kaku. Ini bisa kita lihat secara jelas pada jumlah anak perusahaan IBM yang sangat banyak yang terintegrasi secara vertikal. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span> </p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Sebaliknya, perusahaan-perusahaan yang tumbuh dan berkembang di era informasi, kini tidak lagi menerapkan aturan birokratis<br />
gaya lama. Mereka lebih suka membentuk jaringan lintas batas serta terikat secara horizontal dan informal.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span> <span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Karena karakter era informasi yang serba transparan dan sulit dibendung, kebijakan perusahaan mau tidak mau akan memberi wewenang penuh pada tim TI untuk mendukung aktivitas bisnis,-termasuk membuat keputusan sendiri. Kendati begitu, tim yang memperoleh wewenang penuh, tidak lantas bebas pantau. Perusahaan publik seperti bank secara berkala akan mendapat penilaian dan pengawasan dari tim audit khusus. Pola audit  biasanya berbeda dengan yang diterapkan di perusahaan industri atau manufaktur. Kinerja tim TI di perusahaan jenis ini biasanya akan terkontrol dengan sendirinya oleh umpan balik dari bagian lain yang terkait, seperti bagian produksi, pemasaran, keuangan dan lain-lain. </span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Aplikasi sistem informasi yang digunakan di setiap bagian dan saling terhubung dalam sebuah jaringan akan menjadi batu ujian keberhasilan kerja tim. Karakter tim TI di perusahaan jasa, seperti bank atau perusahaan industri/manufaktur bagaimanapun juga memiliki kesamaan. Meski tim ini memperoleh wewenang penuh untuk mengatur urusannya sendiri, tidak lantas keduanya bebas bertindak sendiri. Adakalanya sebagai strategi bisnis, perusahaan lebih memilih menggunakan metode alih daya atau memanfaatkan penggunaan jasa konsultan untuk mengerjakan bagian kerja tertentu, seperti pengembangan dan pengawasan aplikasi. Hal tersebut biasanya terjadi ketika perusahaan menganggap timnya tidak memiliki staf yang benar-benar ahli atau memadai.</span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal">
<span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Ada</span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> lagi hal yang perlu diperhatikan. Jika tim TI di perusahaan yang bergerak di bidang non-TI hanya bertanggung jawab atas penerapan TI secara internal, lain halnya dengan tim TI di perusahaan yang bergerak di bisnis TI. IBM misalnya, memberdayakan tim TI internalnya untuk lebih produktif sehingga menghasilkan <em>revenue</em> lain di luar pemasukan yang berasal dari bisnis utama mereka.</span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Pada perusahaan penghasil produk perangkat keras seperti ini, manakala mengalami kemerosotan bisnis, misalnya, bisa dengan mudah mengarahkan tim TI internalnya untuk kreatif dan inovatif menciptakan ragam produk perangkat lunak atau pekerjaan lain yang terkait dengan layanan (<em>service)</em>. Dengan demikian, perusahaan dapat mengefektifkan sumber daya tim TI sekaligus menciptakan <em>revenue</em> tambahan.</span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Fleksibilitas tersebut tidak berlaku di perusahaan yang bergerang di bidang non-TI. Dengan kebijakan dan ciri dasar perusahaan, maka sulit bagi perusahaan untuk menjadikan tim TI mereka melakukan pekerjaan di luar alur kepentingan proses bisnis perusahaan.</span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Kendala tidak berhenti di situ, sumber daya manusia sering menjadi faktor penting yang menghambat kelancaran bisnis. Jangankan untuk menciptakan pekerjaan baru, untuk pekerjaan rutinitas yang sudah dipetakan pun terkadang tidak terselesaikan dengan semestinya. Masalah yang sering dijumpai adalah ketika orang-orang TI dalam tim ini sering beranggapan bahwa klien atau <em>user</em> dianggap sebagai penghambat kerja tim. Karena perspektif orang-orang TI yang salah ini, tak jarang memunculkan problem hubungan kerja yang tidak kondusif.</span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Maka, meluruskan kembali perspektif dan cara mempresentasikan TI merupakan langkah utama perusahaan yang sedang mengalami masalah di atas. Langkah ini bisa dijabarkan sebagai berikut. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Pertama, mengetahui skala prioritas. Tim TI adalah tim yang dalam pekerjaannya tidak pernah lepas dari riset dan pengembangan. Karena itu sebaiknya antara tim riset dan pengembangan serta tim pendukung harus dipisahkan, meski keduanya kadang kala bekerja saling menunjang. Sudah menjadi rahasia umum jika fasilitas dan biaya riset dan pengembangan, khususnya, sangat besar. Maka, tim TI harus mengerti siapa yang berperan membayar fasilitas kerja mereka. </span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Kedua, memahami makna bisnis. Tim TI harus memahami makna bisnis lebih dari bagaimana mereka </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">memandang dan menempatkan teknologi selama ini. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span> <span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Ketiga, memperbaiki komunikasi. Komunikasi internal adalah pilar dasar yang harus dijadikan acuan kebijakan Tim TI agar program TI yang dijalankan bias <em>buy-in</em> (diterima). Jika tim gagal berkomunikasi dengan bagian lain di perusahaan, pembahasan mengenai system TI perusahaan kerap tidak membuahkan hasil karena tidak tepat sasaran.</span></p>
<p style="line-height:14.4pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Oleh Siti Nur Aryani</span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Dipublikasikan majalah SWA NO. 15/XXII/27 JULI—9 AGUSTUS 2006</span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> </p>
<p></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> </p>
<p></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=41&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/09/15/peran-tim-ti-di-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melindungi Anak dari Kekerasan</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/08/18/melindungi-anak-dari-kekerasan/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/08/18/melindungi-anak-dari-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2006 12:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Business and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2006/09/15/melindungi-anak-dari-kekerasan/</guid>
		<description><![CDATA[Resensi Buku: Kekerasan Terhadap Anak, Penulis: Abu Huraerah, M.Si., Penerbit: Nuansa, Cetakan I, Juli 2006  Kekerasan terhadap anak! Istilah itu sangat mengerikan kita dengar dan mungkin karena itu pula, kita lebih suka menutup mata. Namun, sejauh kita menghindar, sedekat itu pula kenyataan yang terus terjadi pada anak-anak di Indonesia. Ternyata, di zaman modern ini, kekerasan anak di Indonesia tidak semakin berkurang, tetapi meningkat dari tahun ke tahun. Seto Mulyadi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, misalnya, mencatat pada 2003 terdapat 481 kasus kekerasan. Jumlah itu meningkat menjadi 547 kasus pada 2004, dengan 221 kasus merupakan kekerasan seksual, 140 kekerasan fisik, 80 kekerasan psikis, dan 106 permasalahan lainnya. Sebelumnya, majalah Medika mencatat, pada 1992 lalu, dilaporkan terjadi tiga juta kasus perlakukan keji terhadap anak-anak di bawah umur 18 tahun, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=48&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<div id="attachment_361" class="wp-caption alignleft" style="width: 242px"><img class="size-medium wp-image-361" src="http://aufklarung.files.wordpress.com/2006/08/dream_flight_by_blindedangel.jpg?w=232&#038;h=300" alt="" width="232" height="300" /><p class="wp-caption-text">Source: Dream_Flight_by_blindedangel</p></div>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"></span></span></span></div>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Times New Roman;">Resensi Buku<span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Times New Roman;">:<strong> Kekerasan Terhadap </strong></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Anak,</strong> </span></span><span style="font-family:Times New Roman;">Penulis:<strong> Abu Huraerah, M.Si.,</strong> </span><span style="font-family:Times New Roman;">Penerbit:<strong> Nuansa,</strong> </span><span style="font-family:Times New Roman;">Cetakan I, Juli 2006</span> </p>
<p></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">K</span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">ekerasan terhadap anak! Istilah itu sangat mengerikan kita dengar dan mungkin karena itu pula, kita lebih suka menutup mata. Namun, sejauh kita menghindar, sedekat itu pula kenyataan yang terus terjadi pada anak-anak di Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Ternyata, di zaman modern ini, kekerasan anak di Indonesia tidak semakin berkurang, tetapi meningkat dari tahun ke tahun. Seto Mulyadi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, misalnya, mencatat pada 2003 terdapat 481 kasus kekerasan. Jumlah itu meningkat menjadi 547 kasus pada 2004, dengan 221 kasus merupakan kekerasan seksual, 140 kekerasan fisik, 80 kekerasan psikis, dan 106 permasalahan lainnya. Sebelumnya, majalah <em>Medika</em> mencatat, pada 1992 lalu, dilaporkan terjadi tiga juta kasus perlakukan keji terhadap anak-anak di bawah umur 18 tahun, dan 1.299 di antaranya meninggal dunia.<span id="more-48"></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Kekerasan terhadap anak sebenarnya bukan sekadar urusan fisik dan seksual. Itu hanyalah bagian kecil dari kasus yang terjadi. Kalau mau lebih esensial menilai, kekerasan juga meliputi kekerasan psikis dan sosial (struktural). </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Melalui beberapa pendekatan ilmiah, buku ini ingin memperlihatkan kepada kita bagaimana kekerasan terhadap anak dari dua sisi, internal dan eksternal selalu menjadi fenomena yang terus terjadi. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Ada banyak faktor kenapa terjadi kekerasan terhadap anak.(1) Anak mengalami cacat tubuh, retardasi mental, gangguan tingkah laku, autisme, terlalu lugu, memiliki temperamen lemah, ketidaktahuan anak akan hak-haknya, dan terlalu bergantung kepada orang dewasa. (2) Kemiskinan keluarga, banyak anak.(3) Keluarga pecah (<em>broken home</em>) akibat perceraian, ketiadaan ibu dalam jangka panjang, atau keluarga tanpa ayah. (4) Keluarga yang belum matang secara psikologis, ketidakmampuan mendidik anak, harapan orang tua yang tidak realistis, anak yang tidak diinginkan (<em>unwanted child</em>), anak lahir di luar nikah. (5) Penyakit gangguan mental pada salah satu orang tua. (6) Pengulangan sejarah kekerasan: orang tua yang dulu sering ditelantarkan atau mendapat perlakukan kekerasan sering memperlakukan anak-anaknya dengan pola yang sama. (7) Kondisi lingkungan sosial yang buruk, keterbelakangan.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Namun, di luar faktor-faktor tersebut, sebenarnya kekerasan struktural paling menjadi problem utama kehidupan anak-anak Indonesia. Karena sifatnya struktural, terutama akibat kemiskinan, faktor-faktor lain seperti rendahnya tingkat pendidikan, pengangguran, dan tekanan mental, termasuk lemahnya kesadaran hukum masyarakat dan lemahnya penegak hukum memperkuat tingkat kekerasan terhadap anak. Lebih dari itu, kekerasan struktural juga berdampak luar biasa, jangka pendek maupun jangka panjang. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Kombinasi persoalan internal (keluarga) dan persoalan kultural dihubungkan dengan problem struktural membuat kehidupan anak-anak Indonesia masuk lingkaran setan yang tidak mudah diatasi. Sejak 1999, jumlah anak di jalanan Indonesia meningkat 85%. Di DKI Jakarta, misalnya, pada 2002 jumlah anak jalanan diperkirakan 150 ribu-300 ribu yang berasal dari sekitar Jabotabek (42%), Jabar (19%), Pulau Jawa (27%), dan luar Jawa (12%). </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Menurut BPS, pada 2002 terdapat 3.488.309 anak telantar usia antara 5-18 tahun, balita telantar 1.178.82, dan &#8216;anak nakal&#8217; 193.155 yang tersebar di 30 provinsi. Anak yang membutuhkan perlindungan khusus 6.686.936 dan yang potensial telantar 10.322.674. Anak usia 13-15 tahun yang tidak sekolah juga meningkat 300%. Akibatnya terdapat 2-8 juta anak yang bekerja, di antaranya pada sektor berbahaya: pertambangan ilegal, perdagangan narkoba, sektor alas kaki (industri sepatu), kerja malam, dan pelacuran. Lebih parah lagi, sekitar 36,5 juta anak Indonesia masih di bawah garis kemiskinan.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Situasi di atas tentu sangat memprihatinkan. Berbagai upaya penanggulangan kekerasan terhadap anak jelas menjadi kewajiban pemerintah, termasuk para pekerja sosial. Masyarakat Indonesia modern ternyata belum sadar bahwa anak memiliki hak penuh untuk diperlakukan secara manusiawi. Di sini, pemerintah sebenarnya punya tugas yang tidak mudah. Pekerja sosial yang mengurusi masalah ini juga masih sangat minim. Karena itu, sangat tepat jika buku ini secara khusus membahas pentingnya gerakan perlindungan terhadap anak.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Buku <em>Kekerasan terhadap Anak</em> disusun secara sederhana; yakni menjelaskan pentingnya kita menjaga kehidupan dan masa depan anak-anak Indonesia yang kondisinya sangat memprihatinkan. Melalui beberapa pendekatan analitis, buku ini ingin mengajak kita agar menjauhkan anak dari bahaya-bahaya struktural maupun kultural. Sekalipun data-data kekerasan terhadap anak di Indonesia tidak banyak berbeda dari yang kita temukan di berbagai media massa, buku ini tetap penting dibaca.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Mungkin hal yang agak baru dari buku ini adalah tentang pendekatan paradigmatik dari teori-teori baru berkaitan dengan masalah kekerasan terhadap anak (<em>child abuse</em>). Anak, sebagai generasi bangsa perlu dilindungi, dirawat dan diarahkan kehidupannya. Hentikan kekerasan terhadap anak! </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Oleh Siti Nur Aryani</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Sylfaen;">Dipublikasikan Media Indonesia, 18 Agustus 2006</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=48&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/08/18/melindungi-anak-dari-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aufklarung.files.wordpress.com/2006/08/dream_flight_by_blindedangel.jpg?w=232" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Selain Cina, Kita Patut Belajar dari India</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/07/22/selain-cina-kita-patut-belajar-dari-india/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/07/22/selain-cina-kita-patut-belajar-dari-india/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jul 2006 16:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2006/07/22/selain-cina-kita-patut-belajar-dari-india/</guid>
		<description><![CDATA[Kemajuan Teknologi Informasi-Komunikasi Sadar bahwa negeri kita serba tertinggal dari laju perkembangan industri dan modernisasi, para pengamat globalisasi selalu mengajak kita belajar dari negeri Cina. Bukan karena hadist nabi, “belajarlah sampai ke negeri Cina” yang memprovokasi kita, melainkan karena di negeri Tirai Bambu itu perkembangan pesat sedang terjadi. Memang, pelajaran revolusi industri dan ekonomi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=40&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span>Kemajuan Teknologi Informasi-Komunikasi</span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Sadar</span></strong><span> bahwa negeri kita serba tertinggal dari laju perkembangan industri dan modernisasi, para pengamat globalisasi selalu mengajak kita belajar dari negeri Cina. Bukan karena hadist nabi, “belajarlah sampai ke negeri Cina” yang memprovokasi kita, melainkan karena di negeri Tirai Bambu itu perkembangan pesat sedang terjadi. Memang, pelajaran revolusi industri dan ekonomi yang telah mengantarkan negeri Cina sebagai kekuatan Negara adidaya itu patut kita pelajari. </span><span id="more-40"></span></p>
<p><span>Tapi ada baiknya kita belajar dari negeri selain Cina. India patut kita lirik. Baik cina maupun India, statusnya sama dengan Indonesia, yakni negara dunia ketiga, atau bahkan bisa dikatakan sebagai negara terbelakang. Bedanya dengan Indonesia, Cina danIndia sudah melaju meninggalkan keterbelakangannya, minimal dalam bidang ekonomi, pendidikan dan industrialisasi. SementaraIndonesia nyaris belum punya batu pijakan untuk melakukan loncatan, pun dalam satu bidang misalnya, teknologi-informasi dan komunikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal"> <span>India</span><span> telah menjanjikan masa depan yang lain dalam bidang ini. Sejak Industri<br />
India terbebas dari pembatasan pada tahun 1991, berbagai perusahaan semakin mempercepat proses inovasi pada sisi keterjangkauan harga dan kualitas. Sebagaimana laporan <em>BusinessWeek</em> (7/9) Perusahaan Bharti, operator layanan seluler terbesar India yang memiliki 12 juta pelanggan dan menguasai 22% pangsa pasar sampai tahun 2005 ini mampu menghasilkan laba bersih $330 juta dari penjualan $ 1,8 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir maret 2005 lalu. </span></p>
<p><span>Pada Februari 2004 lalu, Bharti tergolong sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia yang terus-menerus melakukan manuver secara radikal. Perusahaan itu menyewakan seluruh jaringan selulernya kepada tiga produsen ponsel; Ericson, Nokia, Siemens dalam sebuah kesepakatan selama tiga tahun senilai $725 juta. Bharti menjadi andalan transformasi perkembangan telekomunikasi di<br />
India bukan semata karena kemampuan mengeksekusi visi perusahaan; yakni memikirkan cara mengelola aset, mendistribusikan produk, dan menggunakan teknologi untuk layanan baru. Bharti berkembang karena regulasi pemerintah<br />
India yang cerdas dan tepat sasaran dalam hal mengelola prospek teknologi. </span>
</p>
<p class="MsoNormal"><span>Hal ini yang membedakan secara kontras dengan Indonesia, di mana pemerintahannya tidak mempunyai visi yang jelas tentang teknologi-informasi dan komunikasi. Inovasi yang terus berkembang di India membuat banyak Negara lain kepincut. Kita patut bertanya, faktor apa yang membuat India mempunyai ciri khas inovatif tersebut?</span></p>
<p><span>Secara umum, perusahaan-perusahaan di India belajar secara mendasar dalam mempertanyakan konsep dasar industri mereka. Ini adalah suatu sikap yang lahir berkat pengalaman kolektif  selama beberapa dasawarsa, setelah mencapai kemerdekaan pada 1947, India menerapkan pembatasan ketat terhadap besar modal perusahaan, teknologi yang bisa mereka impor, dan mata uang asing yang boleh mereka simpan. Dengan begitu, perusahan-perusahaan terbaik bisa mempelajari bagaimana mengembangkan solusi inovatif dan berbiaya murah untuk mengatasi masalah dan bahkan membayangkan ulang industri seperti peranti lunak. </span></p>
<p><span>Berita lain yang tak kalah menarik adalah, peranan investor asing yang bisa dengan mudah bergerak ke sektor pertanian. Para investor tidak hanya mudah mendistribusikan bibit-bibit pertanian, melainkan juga mudah memberikan solusi yang efektif bagaimana penggunaan teknologi bagi para petani. Dari sini kita melihat, birokrasi pemerintahan yang biasa menjadi hambatan, tidak banyak terjadi di<br />
India. PT Indian Tobacco. Co (ITC) misalnya, secara agresif berupaya terus menghapuskan peran agen (calo) yang membeli, mengangkut, dan memasarkan produksi para petani India yang eksploitatif.   Inisiatif dari ITC adalah mempersiapkan kios komputer di 20 desa dan memperkerjakan petani lokal yang cukup kapabel dalam menjalankan usaha pada kios-kiosnya.</span></p>
<p><span>Dampak positifnya, pekerja ITC dan para petani bersamaan bisa mengakses internet untuk mengecek harga penawaran produksi, juga harga-harga di pasar-pasar desa terdekat, dari ibukota New Delhi, bahkan para petani bisa mendapatkan akses harga komoditas di negeri lain. Jika malam hari, anak-anak petani diperbolehkan mengakses internet dengan bimbingan para orang tuanya. Dari sinilah peranan teknologi informasi berhasil memerangi calo yang eksploitatif dalam memasang tarif.</span></p>
<p><span>Sisi lain yang patut kita pelajari dari India adalah soal perkembangan pendidikan teknologi bagi anak-anak sekolah. Di New Delhi, India punya sekolah Indian Institute Teknologi (IIT) yang telah banyak melahirkan para jenius dalam hal teknologi.  Sebagai sekolah favorit, IIT  menjadi rebutan para calon mahasiwa di India. Efeknya domino yang terjadi adalah pembukaan sekolah-sekolah visioner lapis kedua setelah IIT sebagai penampung calon siswa yang tidak diterima di IIT. </span></p>
<p><span>Memang, sekolah-sekolah lapis kedua tidak seekseklusif MIT. Tapi daya serapnya cukup tinggi. IIT sendiri hanya mampu menampung 2% dari 200.000 calon mahasiswa yang mengikuti tes masuk setiap tahun (paling banter, tujuh kampus IIT meluluskan 3.000 orang pertahun). Sebaliknya, pada tahun 2005, sekolah-sekolah teknik lapis kedua bisa mencetak hingga 2007.000 lulusan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja terdidik. Di India sendiri kini ada sekitar 2.240 sekolah tinggi teknik yang 55% di antaranya dikelola negara. Ini kita belum menghitung sekolah-sekolah ekseklusif swasta yang akhir-akhir ini tumbuh menjamur di kota-kota besar<br />
India.</span></p>
<p><span>Dari sini kita bisa melihat bagaimana perusahaan, masyarakat dan kemauan negara melihat prospek teknologi sebagai pilar ekonomi dan pendidikan bangsa. India, demikian halnya dengan Cina jelas menjadi cermin bagi negara terbelakang seperti<br />
Indonesia. Globalisasi yang terus memojokkan masyarakat terbelakang seyogianya tidak perlu kita usir dengan berbagai slogan penolakan.Sebelum menuju jurang keterdesakan, sebaiknya pemerintah Indonesia mau belajar dan percaya kepada para tenaga profesional untuk membicarakan masa depan teknologi Indonesia. Sudah saatnya pemerintah tidak menganggap para teknokrat di luar pemerintahan sebagai musuh karena kritik-kritiknya. </span></p>
<p><span>Kita butuh kesadaran bersama untuk mengaca diri dari negeri lain demi kemajuan bangsa ini. Belajar dari Cina maupun India sangatlah berarti. Tapi lebih berarti lagi jika kita mau belajar tentang kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemerintah dalam mengelola negara, khususnya yang berhubungan dengan urusan teknologi.*** (Siti Nur Aryani) </span></p>
<p><span></span><span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=40&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/07/22/selain-cina-kita-patut-belajar-dari-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saatnya Home Industri Berbasis TI</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/24/saatnya-home-industri-berbasis-ti/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/24/saatnya-home-industri-berbasis-ti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 May 2006 17:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2006/05/24/saatnya-home-industri-berbasis-ti/</guid>
		<description><![CDATA[Kerja kantoran; status pegawai, fasilitas kendaraan, alat komunikasi, gaji rutin bulanan, sehari-hari dandan mentereng. Ini adalah gaya khas pekerja di era modern, terutama para pekerja di metropolitan  seperti Jakarta. Namun, kini kita sudah masuk era post-modern atau pasca modern. Masihkah memimpikan hidup dengan pola usang?Teknologi berkualitas tinggi, atau yang biasa disingkat hi-tech telah mengubah secara revolusioner pola hidup kaum post-modernisme.

Teknologi, terutama komunikasi dan informasi bukan sekadar gaya orang gaul yang ingin dianggap keren. Internet dan telepon berbasis hi-tech adalah perangkat kerja manusia yang sadar akan perubahan. Artinya, hi-tech bukan sekadar pengubah gaya hidup melainkan mampu mengubah nasib ekonomi, bahkan nasib hidup seseorang.

Mungkinkah hal ini bisa kita praktekkan?
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=33&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kerja kantoran;</strong> status pegawai, fasilitas kendaraan, alat komunikasi, gaji rutin bulanan, sehari-hari dandan mentereng. Ini adalah gaya khas pekerja di era modern, terutama para pekerja di metropolitan  seperti Jakarta. Namun, kini kita sudah masuk era <em>post</em>-modern atau pasca modern. Masihkah memimpikan hidup dengan pola usang? Teknologi berkualitas tinggi, atau yang biasa disingkat <em>hi-tech</em> telah mengubah secara revolusioner pola hidup kaum <em>post</em>-modernisme.</p>
<div id="attachment_366" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-366" src="http://aufklarung.files.wordpress.com/2006/05/ponylover.jpg?w=300&#038;h=271" alt="" width="300" height="271" /><p class="wp-caption-text">Source: Horse and Pony Magazine</p></div>
<p>Teknologi, terutama komunikasi dan informasi bukan sekadar gaya orang gaul yang ingin dianggap keren. Internet dan telepon berbasis <em>hi-tech </em>adalah perangkat kerja manusia yang sadar akan perubahan. Artinya, <em>hi-tech </em>bukan sekadar pengubah gaya hidup melainkan mampu mengubah nasib ekonomi, bahkan nasib hidup seseorang.<span id="more-33"></span></p>
<p>Mungkinkah hal ini bisa kita praktekkan? Yang tidak mungkin hanya bagi mereka orang-orang yang tidak beradaptasi dengan <em>hi-tech</em>. Memang, kebanyakan orang Indonesia masih sebatas memahami dunia <em>hi-tech </em>sebagai barang mainan, atau sekadar aksesori jalan-jalan dan pamer gaya.</p>
<p><strong>Dari negeri seberang</strong></p>
<p>Di Amerika Serikat, negeri yang paling cepat transformasi teknologi informasi dan komunikasinya sudah ada sekitar 34 juta orang bekerja berbasis <em>home-industri</em>. Artinya mereka mengandalkan internet dan telepon canggih untuk mencari nafkah. Di Inggris terdapat sekitar 8,6 juta orang. Di Jepang sekitar 5 juta orang benar-benar merasa nikmat bekerja tanpa harus masuk kantor dan getir menunggu gaji. Di Korea Selatan sekitar 1,2 Juta orang berani meninggalkan statusnya sebagai karyawan, memilih kerja di rumah. Di Indonesia? Negeri ini memang masih tergolong <em>status-quo</em>, konservatif, lebih tepatnya gaptek, alias gagap teknologi.</p>
<p>Sudah sepuluh tahun lebih internet masuk ke Indonesia, namun wajah industri nasional belum banyak berubah. Mereka yang berani berwira usaha mandiri berbasis internet belum mencapai 100 ribu orang. Bisa jadi disebabkan infrastruktur yang belum bagus. Internet canggih memang sudah bisa dinikmati kaum perkotaan seperti Jakarta, Bandung dan<br />
Surabaya. Hanya saja pelanggannya adalah perusahaan-perusahaan kelas atas, sedikit kelas menengah.   </p>
<p>Pelanggan personal internet untuk aktivitas kerja 24 jam belum terpenuhi. Sebab tarif internet sangat mahal. Tak cukup itu problemnya. Hampir semua perusahaan layanan jasa internet  baik yang dikelola negara maupun swasta belum melayani konsumen secara baik. Kelambanan koneksi membuat banyak waktu kerja terbuang. Ini adalah akumulasi persoalan; penetrasi internet lamban, biaya mahal, layanannya pun super buruk. Belum lagi kalau kita bicara kultur masyarakat kita yang belum terbiasa berkomunikasi dan berinteraksi melalui <em>hi-tech</em>.</p>
<p>Kebanyakan orang di negara dunia ketiga juga belum menganggap Teknologi Informasi dan Telekomunikasi sebagai sarana fundamental untuk kerja, melainkan masih sebatas dianggap sebagai sarana biasa penghubung komunikasi. Padahal kalau kita punya visi bisnis yang baik, internet akan memberikan kesempatan untuk mengubah kehidupan manusia, bukan sekadar membantu.</p>
<p>Di jagat maya, hadirnya alat komunikasi canggih murah semacam Skype misalnya, sangat membantu menghubungkan satu orang ke orang lain lintas negara dengan biaya murah. Begitu juga hadirnya <em>file-sharing</em>, <em>blog</em>, dan layanan jejaring sosial menghubungkan orang secara simultan. Ini adalah fenomena kolektivitas baru dalam dunia internet.</p>
<p><strong>Home Industri mengguncang kemapanan</strong></p>
<p>Kolektivitas industri kecil, di mulai dari home-industri sampai usaha kecil berbentuk PT atau CV telah menantang kemapanan industri besar. Korporasi yang terlalu kaku benar-benar merasakan dampak besar guncangan. Banyaknya layanan jasa pekerja individual maupun kolektif kecil semakin lama berani berkompetisi dengan pelanggan khusus yang memiliki kemampuan bergabung secara <em>online</em>. Kemampuan pekerja home-industri ini jelas mengurangi akses korporasi kepada pelanggan.</p>
<p>Secara historis fenomena ini mempunyai akar sejarah gerak transformasi masyarakat modern. Kita masih ingat bagaimana dua abad lalu mesin uap karya James Watt memicu revolusi industri besar-besaran di Eropa dan pada akhirnya mengembang ke seluruh penjuru dunia. Hanya saja mesin uap karya James Watt hanya bisa digunakan oleh industri bermodal besar. Kini komputer, internet, dan telekomunikasi, termasuk piranti lunak mudah digunakan siapa saja.</p>
<blockquote><p>Ada indikasi korporasi-korporasi yang tidak ikut bertransformasi melihat perubahan akan segera menyandang predikat <em>status-quo</em>. Sebuah sindiran media massa yang sedang giat-giatnya memberitakan beberapa perusahaan besar yang akan segera mati. “Yang <em>status-quo</em> enyahlah”, kira-kira begitu slogan para bisnisman baru yang sedang giat-giatnya membangun basis usaha baru setelah mereka melepaskan status dirinya sebagai karyawan atau manajer perusahaan.</p></blockquote>
<p>Memilih kerja di rumah dengan memanfaatkan internet dan telekomunikasi canggih adalah pilihan terbaik para pekerja yang cerdas di masa sekarang. Selama ini mereka memang sudah menikmati <em>hi-tech</em> di perusahaan mereka bekerja. Semua serba mudah. Komunikasi dengan majikan kapan pun bisa dilakukan. Sekadar mencuri pulsa untuk menghubungi teman, pacar atau keluarga bisa dilakukan dengan fasilitas kantor. Tapi karyawan juga manusia. Mereka butuh kebebasan dan selalu berusaha menentang kemapanan. “Rutinitas” dan kejumudan beraktivitas adalah musuh utama manusia-manusia kreatif.</p>
<p><strong>Kenapa masih mau jadi karyawan?</strong></p>
<p>Maka, ide baik pun muncul; &#8220;bekerja untuk diri sendiri apapun alasannya lebih baik ketimbang untuk orang lain. Apalagi jika perusahaan  tempat mereka bekerja sangat ketat dan kaku menerapkan aturan.” Kebebasan memang selalu menjadi primadona. Semua orang inginkan itu. Fenomena di atas akan saya perlihatkan dalam penjelasan begini; perusahaan-perusahaan yang telah mengadopsi <em>hi-tech</em> akan sangat banyak diuntungkan, sebab karyawan secara otomatis akan selalu terhubung pada urusan kerja.</p>
<p>Biaya perusahaan juga semakin efisien. Namun, jangan dikira beban kerja karyawan makin ringan. Mereka diberikan fasilitas teknologi <em>mobile</em>, yang kapan pun bisa dihubungi untuk mengerjakan instruksi kerja sang majikan. Kalau sudah begitu, hi-tech hanya memudahkan para majikan, sementara karyawan justru semakin sibuk. Tragisnya, gaji tak naik. Sangat ironis kalau kemudian <em>hi-tech </em>justru membuat pekerja semakin banyak memeras tenaga. Waktu istirahat kurang. Saat sedang liburan terpaksa harus memikir, bahkan mengerjakan pekerjaan di luar jam kerja karena pesan sang majikan selalu menyusup di ponsel maupun laptop mereka.</p>
<p>Jelas, ini adalah gelagat adanya penindasan bentuk baru. Perusahaan untung oleh efisiensi penerapan <em>hi-tech</em>, sedangkan karyawan semakin tereksploitasi. Kalau sudah begini, kenapa tidak menciptakan pekerjaan sendiri? ***<em>Siti Nur Aryani &#8211; </em><em>Dipublikasikan di Majalah SWA No. 10/XXII/18-31 Mei 2006</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=33&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/24/saatnya-home-industri-berbasis-ti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aufklarung.files.wordpress.com/2006/05/ponylover.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Mengenal Negeri Asing</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/19/perjalanan-mengenal-negeri-asing/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/19/perjalanan-mengenal-negeri-asing/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 May 2006 16:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Business and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2006/05/19/perjalanan-mengenal-negeri-asing/</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan negeri asing memang selalu menarik untuk dikenal. Dengan mengenal yang asing, kita bisa belajar tentang realitas dunia yang plural. Lebih dari itu, kita bisa menyerap hal-hal yang baik dari orang lain dan menyadari kekurangan yang ada pada diri kita.

Hadirnya buku ini nampaknya akan memberi banyak manfaat bagi kita dalam mengenal negeri orang lain melalui cara yang khas, pandangan seorang Indonesia. Latar belakang pemahaman Sigit tentang sejarah dan kebudayaan yang cukup baik membuat buku ini terasa padat oleh wacana keilmuan. Di dalamnya memuat 16 esai popular hasil reportase wisata Sigit dan Claudia, istrinya, ke berbagai negara selama sepuluh tahun terakhir ini.

Esai-esai yang ditulis Sigit memberikan kesaksian tentang seorang Indonesia yang kritis dalam menilai suatu kebudayaan masyarakat lepas dari jebakan isme-isme. Lebih dari itu, penulis juga mampu memberikan pemahaman yang objektif tentang masa lalu sebuah bangsa dan persoalan budaya masa kini.

Bagi kita yang hidup dalam kultur bangsa dunia ketiga, ada banyak hal yang asing tentang Eropa. Namun, yang asing tidak identik dengan kebencian, tidak juga membuat seorang Indonesia seperti penulis, terhipnotis oleh magnet modernisasi yang berkembang pesat di di sana.

Cara pandang Sigit yang objektif melihat kebudayaan asing membuat tulisan ini tidak sekadar bualan. Penulis tidak berangkat dari keterpesonaan, melainkan melihat sesuatu sebagai hal 'yang perlu ia selidiki'. Jauh-jauh hari sebelum perjalanan dilakukan, Sigit sudah merencanakan proses kerja lazimnya seorang jurnalis.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=14&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SUARA PEMBARUAN DAILY</p>
<hr />
<h1><img vspace="6" align="left" width="135" src="http://www.suarapembaruan.com/News/2006/05/21/Buku/0521utam.gif" hspace="9" height="187" /></h1>
<p><em><strong>Judul Buku: Menyusuri Lorong-Lorong Dunia</strong></em></p>
<p><em><strong>Penulis: Sigit Susanto</strong></em></p>
<p><em><strong>Penerbit: INSISTPres, Yogyakarta, 2006</strong></em></p>
<p><em><strong>Tebal: xxxiii+ 373 Halaman</strong></em></p>
<p>Kehidupan negeri asing memang selalu menarik untuk dikenal. Dengan mengenal yang asing, kita bisa belajar tentang realitas dunia yang plural. Lebih dari itu, kita bisa menyerap hal-hal yang baik dari orang lain dan menyadari kekurangan yang ada pada diri kita.</p>
<p>Hadirnya buku ini nampaknya akan memberi banyak manfaat bagi kita dalam mengenal negeri orang lain melalui cara yang khas, pandangan seorang Indonesia. Latar belakang pemahaman Sigit tentang sejarah dan kebudayaan yang cukup baik membuat buku ini terasa padat oleh wacana keilmuan. Di dalamnya memuat 16 esai popular hasil reportase wisata Sigit dan Claudia, istrinya, ke berbagai negara selama sepuluh tahun terakhir ini.<span id="more-14"></span></p>
<p>Esai-esai yang ditulis Sigit memberikan kesaksian tentang seorang Indonesia yang kritis dalam menilai suatu kebudayaan masyarakat lepas dari jebakan isme-isme. Lebih dari itu, penulis juga mampu memberikan pemahaman yang objektif tentang masa lalu sebuah bangsa dan persoalan budaya masa kini.</p>
<p>Bagi kita yang hidup dalam kultur bangsa dunia ketiga, ada banyak hal yang asing tentang Eropa. Namun, yang asing tidak identik dengan kebencian, tidak juga membuat seorang Indonesia seperti penulis, terhipnotis oleh magnet modernisasi yang berkembang pesat di di sana.</p>
<p>Cara pandang Sigit yang objektif melihat kebudayaan asing membuat tulisan ini tidak sekadar bualan. Penulis tidak berangkat dari keterpesonaan, melainkan melihat sesuatu sebagai hal &#8216;yang perlu ia selidiki&#8217;. Jauh-jauh hari sebelum perjalanan dilakukan, Sigit sudah merencanakan proses kerja lazimnya seorang jurnalis.</p>
<p>Hasilnya, liputan tentang negeri-negeri Eropa tersebut nampaknya berhasil memenuhi dahaga dunia perbukuan Indonesia yang masih tergolong miskin tulisan tentang kisah perjalanan. Hal ini tercermin dari gaya khas Sigit dalam memandang suatu kebiasaan hidup masyarakat Eropa dengan kebisaan orang Indonesia sebagai sesuatu yang lumrah. Tak ada hal yang perlu diunggulkan atau direndahkan dalam sebuah tradisi kehidupan.</p>
<p><b>Negara Eks-Komunis</b></p>
<p>Yang mungkin paling berharga dari Sigit adalah tentang kisah negara-negara eks-komunis di Eropa seperti Bulgaria, Polandia, Rusia, dan Hongaria. Penuturan Sigit dalam buku ini akan membuka mata bagi kita, khususnya orang-orang yang masih pro gerakan kiri.</p>
<p>Khusus tentang tulisan &#8220;Makam Mbah Marx,&#8221; agaknya patut mendapat perhatian khusus. Dalam tulisan ini, memuat hal-hal yang selama ini tidak kita ketahui pun dari buku-buku marxisme yang beredar di Indonesia. Sigit telah membuka tentang &#8220;yang lain&#8221; dari Marx, Marxisme, dan Komunisme.</p>
<p>Di benua Amerika Latin, Sigit pernah mengunjungi Kuba selama dua minggu, 6-21 Maret 2000, dan Meksiko selama dua minggu juga, 15-30 November 2003. Tulisan panjang &#8220;Che Masih Hidup di Kuba&#8221;(hlm 38-36) mengesankan ambisi Sigit untuk mengetahui secara mendalam seluk-beluk kehidupan negeri komunis yang kini masih dikuasai diktator Fidel Castro.</p>
<p>Secara keseluruhan tulisan ini nampaknya sebagai jawaban tentang rasa penasaran Sigit ingin menguji teori komunisme dengan kenyataan komunisme Kuba. Reportasenya kental dengan pertanyaan-pertanyaan khas orang kiri yang berharap mendapat jawaban secara objektif.</p>
<p>Hasilnya? Komunisme dalam teori dan kenyataan di Kuba sangat kontradiktif. Kuba lebih membuktikan sebagai negeri yang gagal dalam mewujudkan kemakmuran. Namun, Sigit tidak lantas memanipulasi kenyataan Kuba hanya untuk menutupi kebobrokan paham komunisme yang sampai kini masih disanjung-sanjung anak-anak muda berpaham kiri.</p>
<p>Tiga tahun kemudian Sigit masuk ke negeri Meksiko. Seperti kebanyakan orang Indonesia yang mengenal Telenovela Kasandra, Maria Mercedes, penyair Octavio Paz, atau tentang kemeriahan pesta olahraga negeri ini, Sigit tergerak untuk lebih mendalam melihat sisi kebudayaan beberapa suku-bangsa di Meksiko.</p>
<p>Dalam hal agama, orang Meksiko tergolong religius. Namun, pemerintahannya menganut politik sekuler, tidak mencampuri urusan keagamaan rakyatnya. Kesan Sigit terhadap orang Meksiko adalah, &#8220;mereka bukan tipe orang kagetan dan kagum pada pendatang atau pelancong asing. Tidak seperti orang Asia yang sering kagum dengan pelancong Eropa&#8221; (hlm 256). Karena perbedaan inilah, Sigit menduga orang Asia dibuat kagum, setidaknya merasa aneh dengan fisik orang Eropa.</p>
<p>Sebagai seorang penulis yang mempunyai minat tinggi terhadap masalah kebudayaan, Sigit menguraikan kisah perjalanannya melalui cara yang khas. Ia tuliskan setiap perjalanannya dalam bentuk esai populer. Penerapan metode jurnalisme investigatif membuat tulisan data-data di dalamnya akurat dan berimbang.</p>
<p>Secara umum, isi tulisan dalam tiap-tiap esai pada buku ini menjelaskan fenomena kebudayaan, sastra, agama, politik, klenik, makanan, seks dan beberapa hal yang dianggap perlu dibaca khalayak. [<b>Siti Nur Aryani</b>, <i>pencinta kisah perjalanan, tinggal di Jakarta]</i></p>
<hr /><i></i><i>Dipublikasikan di </i><i></p>
<p class="MsoNormal"><i><a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2006/05/21/Buku/buku01.htm">http://www.suarapembaruan.com/News/2006/05/21/Buku/buku01.htm</a></i></p>
<p></i>Last modified: 17/5/06<!--HexWeb XT 2.0 --><!-- License for Suara Pembaruan--></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=14&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/19/perjalanan-mengenal-negeri-asing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suarapembaruan.com/News/2006/05/21/Buku/0521utam.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Membaca Prospek Iklan di Internet</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/18/membaca-prospek-iklan-di-internet/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/18/membaca-prospek-iklan-di-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 May 2006 16:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2006/05/18/membaca-prospek-iklan-di-internet/</guid>
		<description><![CDATA[Hampir 1 miliar orang di dunia terhubung di internet. Pengguna saling berbagi ilmu pengetahuan, interaksi sosial, reputasi online, mencari materi sekolah, lowongan kerja, atau sekadar iseng menghabiskan waktu luang. Integrasi ini semakin lama menjadi kekuatan kolektif yang belum pernah dikenal manusia sebelumnya, bahkan untuk sepuluh tahun yang lalu. Situasi ini nampaknya tidak berlebihan untuk disebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=39&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="3"><strong>Hampir </strong>1 miliar orang di dunia terhubung di internet. Pengguna saling berbagi ilmu pengetahuan, interaksi sosial, reputasi online, mencari materi sekolah, lowongan kerja, atau sekadar iseng menghabiskan waktu luang. </font></p>
<p><font size="3">Integrasi ini semakin lama menjadi kekuatan kolektif yang belum pernah dikenal manusia sebelumnya, bahkan untuk sepuluh tahun yang lalu. Situasi ini nampaknya tidak berlebihan untuk disebut sebagai revolusi komunikasi dan informasi global. <span id="more-39"></span></font><font size="3">Gejala baru yang nampak menonjol adalah pemanfataan <i>file-sharing</i>, <i>blog</i>, situs yang dapat disunting beramai-ramai bernama Wiki dan layanan jejaring sosial seperti LinkedIn, MySpace serta Meetup Inc., yang membantu setiap orang-mulai dari penggemar kartun hingga pemburu ayat-ayat Al-kitab. </font></p>
<p><font size="3">Teknologi semacam ini ternyata mampu mengangkat potensi unik internet dengan cara yang tidak dilakukan e-mail ataupun situs tradisional.</font><font size="3">Situasi yang dinamis tersebut tentu rugi jika disia-siakan oleh para pengiklan. Perusahaan yang cerdas akan selalu melihat celah-celah menyampaikan pesan kepada calon konsumen. Maka jangan heran ketika iklan televisi sering diabaikan pemirsa, maka dunia <i>online</i> menjadi salah satu alternatif. </font></p>
<p><font size="3">Tahun ini, istilah <i>video online</i> sudah resmi menjadi “jenis kelamin” para pengiklan di internet. </font><font size="3">Video online menjadi semacam laboratorium untuk menemukan cara-cara baru agar produsen dapat tetap terhubung dengan para konsumen. Benar bahwa saat ini iklan di internet tidak sebanding banyak dengan iklan di televisi. Belum saatnya membandingkan nilai finansial keduanya. </font></p>
<p><font size="3">Belanja iklan melalui <i>video online</i> sampai kini baru mencapai $198 juta, sementara belanja iklan di televisi mencapai $48 miliar. </font><font size="3">Tapi ini soal proses. Ke depan bukan mustahil angka belanja iklan <i>video online</i> akan mendominasi belanja iklan. Ini bisa dilihat dari hasil riset yang dilakukan riset eMarketer Inc., yang mengatakan pasar iklan internet berkembang pesat, terutama di kalangan kaum muda, yakni naik 33% menjadi $12,9 miliar pada tahun 2005.  </font></p>
<p><font size="3">Menurut perusahaan riset comScore Networks Inc., situs mesin pencari mampu menarik 66% pengguna internet yang melakukan pencarian lokal, sementara data Yellow Pages hanya diakses 34% pengguna. </font><font size="3">Perusahaan riset Kelsey Group memperkirakan, sebelum tahun 2008, dana sebesar $3,8 miliar akan berpindah dari Yellow Pages ke iklan online. </font></p>
<p><font size="3">Hal ini disebabkan Yellow Pages terkesan usang dan kuno. Pencari iklan dibuat susah dan membuang waktu banyak membolak-balik buku tebal hanya untuk mencari nomor telpon restoran atau agen tiket perjalanan. Melalui <i>online</i>, orang akan lebih mendapatkan informasi-informasi seperti itu. </font></p>
<p><font size="3">Ada satu cerita; seorang pengusaha penggantian kain sofa Michael Jimenez di San Rafael California, telah memasang iklan di internet sejak Januari 2005 lalu. Sekalipun pada mulanya Michael agak sulit memahami konsep iklan di situs pencari, namun akhirnya ia percaya akan hasilnya. </font><font size="3">Dan ia pun berhasil menaikkan penghasilan mencapai 10% setelah banyak orang meminta jasanya. Akhirnya Michael merasa perlu mengurangi iklannya yang seperempat halaman di buku telepon. Dengan begitu ia bisa menghemat biaya iklan sebesar $500 yang dikeluarkan setiap bulan untuk Yellow Pages.</font><font size="3">(<i>BusinessWeek</i> 29/6) </font></p>
<p><font size="3">Adalah Yahoo yang benar-benar memahami pangsa pasar iklan seperti ini di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Hongkong dan negara lain.</font><font size="3">Kini Yahoo sedang menguji teknologi yang disebut Mindset, sebuah program yang mampu menampilkan grafik yang memberi tahu Yahoo apakah pengguna internet sedang mencari produk atau sudah hampir membelinya. </font></p>
<p><font size="3">Jika seorang calon pembeli obat herbal sedang mencari, maka ia secara otomatis akan mendapat info tambahan masuk ke link lain yang menginformasikan produk serupa. Jika pengguna sudah hampir membeli maka ia akan dihubungkan pada alamat apotek pengiklan obat yang ia cari.</font><font size="3">Setidaknya ada tiga hal yang membuat internet bisa menjadi alternatif pengiklan. </font></p>
<p><font size="3">Pertama, kegemaran visual orang di internet selalu tertarik pada tayangan gambar-gambar baru dan unik. Dengan bebas materi iklan bisa didesain sedemikian kreatif, menampilkan sedikit teks dan menonjolkan simbol-simbol penuh pesan dan makna. </font><font size="3">Kedua, kenyataan membuktikan bahwa mereka yang gemar surfing di Internet memang suka melihat-lihat iklan yang tampil, terutama yang mengandung nilai hiburan dan estetika. </font></p>
<p><font size="3">Ketiga, biaya pembuatan iklan <i>online</i> sangat mudah dilakukan, sebab banyak orang yang kini cerdas mendesain grafis. Peralatan untuk membuatnya pun tidak butuh jenis komputer khusus. Lebih murah lagi, ternyata jaringan komunitas di millist biasanya senang mengirim hal-hal yang unik-tak peduli iklan atau tidak- kepada teman-temannya. Ini sesuatu yang positif bagi pengiklan, sebab dengan sendirinya iklannya tersebar luas secara gratis.</font></p>
<p><font size="3">Google misalnya, melalui mesin pencarinya Google Inc., secara tidak langsung berhasil mengumpulkan penilaian kolektif jutaan pencipta halaman situs guna menentukan hasil pencarian paling relevan. Dalam prosesnya, Google membuat sebuah pasar senilai miliaran dolar bagi iklan-iklan terarah, yang menyedot pemasukan iklan majalah dan surat kabar. </font></p>
<p><font size="3">Langkah-langkah perusahaan tersebut ikut mengguncang industri teknologi lain, termasuk dunia hiburan, penerbitan dan periklanan. Di Hollywood misalnya, kini sedang mengalami bombardir dari 100 juta orang yang berbagi lagu dan film secara online melalui program seperti Kazaa dan BitTorrent. </font></p>
<p><font size="3">Menurut laporan Abriton Inc. dan Edison Media Reasearch, 20 juta penonton online mengklik video setiap minggunya. Angka tersebut mendekati jumlah pemirsa <i>American Idol</i>, acara unggulan Fox Broadcasting Co.</font><font size="3">            Semilyar manusia yang terhubung ke dunia internet memang potensial bagi pasar iklan di bumi ini. Yang menjadi masalah tentu bukan lagi soal berapa jumlah pemirsa. Internet jelas mempunyai pangsa pasar yang tak terbatas. </font></p>
<p><font size="3">Masalahnya sekarang adalah, bagaimana pesan-pesan iklan tersebut bisa sampai dan benar-benar menarik perhatian pemirsa? </font><font size="3">Dunia internet kita kenal sebagai dunia cepat, pengguna bisa dengan mudah mengabaikan sebuah pesan, kecuali jika pesan tersebut memang yang mereka cari atau tak sengaja didapatkan namun menarik perhatian. </font></p>
<p><font size="3">Memasuki kawasan internet kemungkinan besar pasar bisnis berubah dalam waktu cepat dan menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk negara-negara berkembang seperti Indonesia yang kini jumlah pengguna internetnya baru mencapai 16 jutaan. Dalam gelombang bisnis internet (<i>e-business</i>) ini, para pemain <i>online</i> menjual komoditas seperti buku, musik, atau perdagangan saham. </font><font size="3">Konsumen tak perlu lagi melihat, memegang barang yang bakal dibeli, sebab yang terpenting adalah tahu harga dan kualitas barang. </font></p>
<p><font size="3">Yang terpenting dari transaksi adalah pelayanan baik, kesepakatan harga dan saling menjaga kepercayaan. </font><font size="3">Prospek periklanan di pasar <i>online</i> membuka kesempatan yang lain, baik bagi perusahaan kecil, besar maupun korporasi, termasuk membuka kesempatan para calon konsumen untuk berinteraksi. Iklan <i>online</i> menjadi semacam pasar domestik yang menglobal.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="3">Kehadirannya bisa mengancam eksistensi pasar iklan media cetak, bahkan ke depan pasar iklan televisi bisa tersaingi. Namun semuanya ditentukan oleh sedikit-banyaknya pengguna internet. Untuk Indonesia, potensi seperti di atas masih perlu menunggu waktu.***</font></p>
<p class="MsoNormal"><i>Oleh Siti Nur Aryani</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Dipublikasikan di majalah SWA Edisi Mei 2006 (Detail baca di edisi cetak)</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=39&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/18/membaca-prospek-iklan-di-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rasionalisasi Belanja TI untuk Perusahaan</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/12/rasionalisasi-belanja-ti-untuk-perusahaan/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/12/rasionalisasi-belanja-ti-untuk-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 May 2006 07:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2006/05/12/rasionalisasi-belanja-ti-untuk-perusahaan/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia bisnis, rasionalisasi pengeluaran dan penghasilan menjadi doktrin yang baku.Usaha akan dianggap rasional jika ongkos yang dikeluarkan akan menghasilkan laba. Jika yang terjadi sebaliknya, cepat atau lambat kerugian akan menjadi ancaman yang nyata. Belanja infrastruktur teknologi informasi (TI) saat ini sudah menjadi kebutuhan utama perusahaan. Para pelaku bisnis sangat sadar pentingnya membangun infrastruktur TI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=32&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"><strong>Dalam dunia bisnis</strong>, rasionalisasi pengeluaran dan penghasilan menjadi doktrin yang baku.Usaha akan dianggap rasional jika ongkos yang dikeluarkan akan menghasilkan laba. Jika yang terjadi sebaliknya, cepat atau lambat kerugian akan menjadi ancaman yang nyata. </font><font face="Times New Roman">Belanja infrastruktur teknologi informasi (TI) saat ini sudah menjadi kebutuhan utama perusahaan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Para pelaku bisnis sangat sadar pentingnya membangun infrastruktur TI yang kokoh untuk menopang kinerja perusahaannya. Semua yakin perusahaan yang dikelola akan maju dan mendapatkan masa depan yang lebih menjanjikan ketika infrastruktur TI dijalankan tepat guna. </font><font face="Times New Roman">Namun, bersamaan dengan rasa optimis yang demikian itu, tekanan finansial sering menjadi masalah utama. Terutama bagi usaha menengah, mahalnya biaya sudah dirasakan semenjak tuntutan kebutuhan komputer, baik perangkat lunak maupun perangkat kerasnya<span id="more-32"></span></font></p>
<p><font face="Times New Roman">Mungkin untuk soal ini pengelola perusahaan sudah semakin mudah mengatasinya. Banyak teknisi TI yang mudah dimintai jasa perbaikan. Para karyawan sudah mulai mandiri menyelesaikan problem ringan Komputer. Harga-harga komputer sudah semakin murah dan aplikatif. </font><font face="Times New Roman">Masalah yang akut adalah menyangkut aplikasi jaringan dan Internet baik melalui kabel maupun secara nirkabel. Beberapa faktor yang masih menjadi kendala antara lain menyangkut masalah ketersediaan (availability), jangkauan (coverage), kelayakan (feasibility), dan ongkos (cost). </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Sampai saat ini, akses Internet via dial-up belum bisa diandalkan. Tarif sangat mahal untuk usaha kecil. Itupun masih ditambah <i>lelet</i>nya kecepatan (pada lokasi tertentu) yang hanya mencapai rata-rata 8-12 kilo byte. Bahkan terkadang hanya mencapai 22 kilo byte meski di tempat lain bisa mencapai 36-54 kb. </font><font face="Times New Roman">Soal mahal-murahnya tarif akses Internet memang relatif. Bagi perusahaan besar bisa jadi akses Internet sudah dianggap murah. Namun, secara umum tarif akses Internet bagi perusahaan kecil menengah masih sering menjadi beban. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Sampai saat ini kebutuhan akses Internet murah yang <i>unlimited</i> belum bisa dinikmati perusahaan kecil menengah. Ketersediaan jasa akses juga masih terbatas pada area-area bisnis tertentu. Usaha kecil-menengah yang kebanyakan berada agak jauh dari pusat kota belum tentu mendapat jatah fasilitas Internet <i>unlimited</i>. </font><font face="Times New Roman">Akhir-akhir ini banyak perusahaan kecil yang mencoba memakai jasa akses Internet yang konon berkecepatan tinggi. Sayangnya layanan ini masih banyak dikeluhkan pelanggan karena buruknya perhitungan harga. Dari sisi pelayanan pun pelanggan banyak mengeluh melalui surat pembaca di media-media nasional. Kebanyakan mereka mengeluh karena dalam satu bulan saja terjadi drop (RTO) minimal 2 kali selama 2-4 hari berturut-turut, bahkan pernah hampir 1 bulan. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Persoalan ini kemudian menjadi masalah yang akut. Bagi perusahaan yang sudah mencoba menekan biaya infrastruktur TI masih harus mencoba menekan amarah karena layanan buruk koneksi Internet.</font><font face="Times New Roman">Kita sadar, jenis usaha dalam bidang pengembangan aplikasi TI tidak pernah luput dari cara kerja mengejar tenggat. Atas dasar inilah, maka muncul pertanyaan bagaimana teknologi yang dibeli dengan biaya tertentu mampu mempermudah pekerjaan secara lebih cepat dan lebih baik.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Melihat peta di atas, sebagian orang mencoba merasionalisasi ulang penyediaan akses Internet. Sebagai contoh, mereka mencoba melakukan migrasi akses ke layanan Internet lain melalui jaringan kabel TV. Rasionalisasi yang dilakukan adalah pada biaya pengeluaran dengan mengukur nilai bisnis yang sudah dan sedang dilakukan, serta prediksi ke depannya. Dari sisi ekonomis tindakan ini sudah biasa dilakukan, misalnya memulai dari rasionalisasi hitungan sistem jaringan. Misalnya, jika suatu perusahaan berlangganan ke Penyedia Jaringan (Kabel TV) dan juga berlangganan ke Penyedia Layanan Internet (PT Indosat) sudah tentu membutuhkan dana lebih besar untuk biaya aktivasi dan langganan daripada layanan Internet Telkom Speedy.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Dari sini pendekatan yang diambil adalah menerapkan metode pendanaan proyek yang dijalankan atas dasar kesepakatan dan kepercayaan. Untuk sementara, metode ini ternyata dapat meningkatkan peluang pencapaian hasil investasi sesuai yang diharapkan. Dengan kata lain, cara yang demikian itu sudah mempertimbangkan rasionalitas untung-rugi, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. </font><font face="Times New Roman">Namun itu belum cukup. Rasionalisasi menjalankan usaha berintregrasi dengan TI juga harus menetapkan visi kolektif para pekerja dalam mewujudkan efisiensi, produktivitas, dan pendapatan bagi usaha. Kesamaan visi sangat penting, sebab visi akan banyak mendukung akuisisi teknologi jaringan guna meningkatkan fungsionalitas dan angka pendapatan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Pada tahapan investasi teknologi jaringan tersebut, fase yang dijalankan tidak cukup sampai di situ. Harus ada pertimbangan atas kelayakan (feasibility) perangkat yang dibeli. Jangan sampai setelah membeli produk akses jaringan Internet dengan harga mahal, produk tersebut tidak bisa beradaptasi dengan jaringan lain. Di sini kita harus selektif memilih produk. Sebab infrastruktur teknologi membutuhkan dua atau bahkan tiga komponen untuk bisa diterapkan. Jika produk yang sudah dibeli tidak mampu beradaptasi pada jaringan lain yang lebih baru dan lebih nyaman tentu kerugian akan menimpa perusahaan. </font><font face="Times New Roman">Investasi teknologi jaringan akan lebih efektif apabila dipandang sebagai bagian dari portfolio aset ketimbang sekadar proyek terpisah. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Hal ini dilakukan agar investasi TI sejalan dengan neraca bisnis. Pengeluaran modal perlu diseimbangkan melalui optimalisasi investasi infrastruktur yang sudah ada agar nilai didalamnya bergerak secara maksimal.</font><font face="Times New Roman">Pengelolaan investasi juga membutuhkan kemampuan teknis operasional, khususnya dalam mengatur keuntungan potensial dari hasil adopsi TI. Berikut adalah beberapa factor yang perlu dijadikan dasar pertimbangan oleh pelaku usaha agar terlatih dalam mengevaluasi dan menjadikan investasi teknologi pilihan secara aman:</font><font face="Times New Roman"> </font></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tren atau perubahan apa yang ingin dicapai dari usaha yang dijalankan? Apakah pelaku usaha ingin memelopori atau cukup mengikuti tren TI?</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pada jaringan berbasis apa proses bisnis pelaku usaha saat ini? Sektor mana yang sedang diprogram atau masih dalam pertimbangan?</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Strategi, operasional, atau kemajuan proses apa yang diantisipasi? Termasuk dampak bagi pendapatan, pengeluaran operasional, perolehan, dan sebagainya.</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Apa sasaran dari investasi baru yang sedang dijalankan?</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Apakah investasi yang dilakukan mewakili langkah inovatif sebagai upaya menggaet dan mempertahankan pelanggan?</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Apa ukuran suatu keberhasilan, dan bagaimana mengevaluasinya? Misalnya, dalam hal memperluas jangkauan pasar, memanfaatkan sumber daya secara lebih baik, menghemat waktu, pencapaian hasil yang lebih sesuai jadwal, dan tingkat akurasi layanan yang lebih besar.</font></li>
</ul>
<p><font face="Times New Roman">Seorang pelaku usaha harus memiliki kredibilitas dalam merasionalisasi investasi teknologi. Sebab sebuah investasi akan mengikat nilai bisnis dan menjadi faktor penentu keberlangsungan usaha. Setelah melakukan rasionalisasi belanja TI dan adopsi sistem, langkah kemudian adalah memonitor secara teratur keuntungan dan tingkat pengembalian investasi (ROI) agar tersusun catatan untuk kebutuhan proposal di masa mendatang.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Teknologi jaringan, bahkan pada skala usaha kecil atau rumahan dengan bentuk bisnis apapun dapat memberi dampak positif. Jika pelaku usaha mampu memperkirakan rencana dan langkah dalam mengusahakan investasi, harapan meraih pengembalian modal, bahkan keuntungan bisa didapatkan.***</font></p>
<p><i></i><i>Oleh Siti Nur Aryani</i></p>
<p><i></i><i></i><i>Dipublikasikan di Majalah SWA (Lihat edisi cetak)</i></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=32&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/05/12/rasionalisasi-belanja-ti-untuk-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CSR, Bukan Sekadar Tren</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/03/25/csr-bukan-sekadar-tren-2/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/03/25/csr-bukan-sekadar-tren-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Mar 2006 06:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2006/03/25/csr-bukan-sekadar-tren-2/</guid>
		<description><![CDATA[Mohamad Fajri menulis tentang Corporate Social Responsibility (CSR-tanggung jawab terhadap lingkungan) di Sinar Harapan (11/3). Dikemukakan tentang beberapa alasan perlunya CSR diterapkan. Saya ingin bicara lebih kritis mengenai penerapan CSR yang masih cenderung latah dan basa-basi. CSR lahir dari desakan masyarakat atas perilaku perusahaan yang mengabaikan tanggung jawab sosial seperti perusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=30&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mohamad Fajri</strong> menulis tentang Corporate Social Responsibility (CSR-tanggung jawab terhadap lingkungan) di Sinar Harapan (11/3). Dikemukakan tentang beberapa alasan perlunya CSR diterapkan. Saya ingin bicara lebih kritis mengenai penerapan CSR yang masih cenderung latah dan basa-basi.</p>
<p>CSR lahir dari desakan masyarakat atas perilaku perusahaan yang mengabaikan tanggung jawab sosial seperti perusakan lingkungan, eksploitasi sumber daya alam, ngemplang pajak dan menindas buruh. Pendeknya, perusahaan berdiri secara diametral dengan kehidupan sosial.</p>
<p>Kesan perusahaan, terutama pemilik modal, lebih menampakkan wajar yang a-sosial. Biasanya orang gerundelan menyebutnya pelit, tertutup, mau untung doang, menghalalkan segala cara dan tidak punya hati kepada karyawan. Ini kenyataan bahwa kaum kapitalis memang tegak berdiri di atas derita banyak orang.<span id="more-30"></span></p>
<p>Kini situasi semakin berubah. Konsep dan praktik CSR sudah menunjukkan sebagai keharusan. Para pemilik modal tidak lagi menganggap sebagai pemborosan. Hal ini terkait dengan meningkatnya kesadaran sosial kemanusiaan dan lingkungan. Di luar itu, dominasi dan hegemoni perusahaan besar sangat penting peranannya di masyarakat. Kekuatan perusahaan yang semakin besar, sebagaimana dinilai Dr David Korten, penulis buku ”When Corporations Rule the World” melukiskan bahwa dunia bisnis setengah abad terakhir telah menjelma menjadi institusi paling berkuasa. Bahkan pengamat globalisasi, Dr Noorena Herzt berpendapat perusahaan besar di berbagai negara telah mengambil alih kekuasaan politik dari politisi.</p>
<p><b>Pemodal dan Politik<br />
</b>Pengambilalihan ini terjadi karena kian ketatnya produk hukum yang menuntut tanggung jawab sosial kaum pemodal. Pemodal harus masuk dunia politik agar tidak terpojok dengan tuntutan politik pemerintah/masyarakat. Menurutnya, dalam satu dasawarsa terakhir CSR perusahaan besar sangat berperan ketimbang institusi publik (negara).</p>
<p>Kita tidak bisa mengelak atas perubahan dunia di mana kapitalisme menjadi panggung yang absah bagi kehidupan kita. Berpijak pada kapitalisme global inilah tanggung jawab kehidupan umat manusia harus selalu mempertimbangkan kepentingan pebisnis.</p>
<p>Pertimbangan bukan berarti tunduk, tapi harus saling menjaga kepentingan. Kapitalisme tidak identik dengan pengerukan modal tanpa pertimbangan sosial. Untuk era sekarang, kapitalisme hanya bisa berkembang jika bersinergi dengan dunia sosial.</p>
<p>Masyarakat modern sudah menjauh dari sikap antikapitalisme. Sosialisme maupun kapitalisme sudah menjauh dari imajinasi orang. Hanya saja karena kapitalisme telah menjadi realitas, maka jalur kehidupan masyarakat harus melewati riil kapitalisme. Kini orang sadar bahwa yang terpenting bukan ideologi, tapi sikap kompromi untuk menemukan jalan terbaik. Karena itu, pemerintah tidak boleh tunduk oleh kaum pemodal, sebagaimana kaum pemodal tidak boleh tunduk oleh politisi. Rakyat, pemerintah dan pemodal harus setara dalam merumuskan strategi kebijakan publik untuk kepentingan bersama.</p>
<p>Di negara kapitalis penciptaan ruang publik yang demikian itu sudah berjalan.<br />
Peranan CSR perusahaan sangat menguntungkan pemodal. Pemerintah juga untung karena selain mudah melobi pembayaran pajak juga terbantu tanggung jawab sosialnya kepada rakyat miskin.</p>
<p><b>Indonesia</b><b> Latah</b><br />
Kenyataan itu tidak serta merta dipraktikkan di Indonesia. Berbagai perusahaan yang menerapkan CSR justru dianggap sok sosial. Mungkin saja perusahaan itu berhasil memberikan materi yang riil bagi masyarakat. Namun, di ruang publik nama perusahaan sendiri gagal menarik simpati orang. Ujung-ujungnya mau berderma sembari meneguk untung citra malah buntung! Ini terjadi karena CSR dilakukan secara latah dan tidak didukung konsep yang baik. Kita menerima pendapat pakar marketing, Craig Semit (1994) yang merintis pendekatan baru CSR yang ia sebut The Corporat Philanthropy. Ia berpendapat CSR harus disikapi secara strategis dengan melakukan penyelarasan inisiatif CSR yang relevan dengan produk inti (core product) dan pasar inti (core market), membangun indentitas merek, bahkan untuk menggaet pangsa pasar, atau menghancurkan pesaing. (Yuswohady, Majalah SWA 12/2005).</p>
<p>Kegiatan CSR yang diarahkan memperbaiki konteks korporat inilah yang memungkinkan alignment antara manfaat sosial dan bisnis yang muaranya untuk meraih keuntungan materi dan sosial dalam jangka panjang. CSR tidak haram dipraktikkan bahkan dengan target mencari untung. Yang terpenting kemampuan menerapkan strategi.</p>
<p>Jangan sampai karena CSR biaya operasional menggerogoti keuangan. Jangan pula karena CSR masyarakat justru antipati. Lain CSR, lain building image.</p>
<p><i></i><i>Oleh Siti Nur Aryani</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Dipublikasikan di Harian Sinar Harapan</i></p>
<p class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"><a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0603/25/opi02.html">http://www.sinarharapan.co.id/berita/0603/25/opi02.html</a></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=30&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/03/25/csr-bukan-sekadar-tren-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blog, dari Bualan Menuju Bisnis</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/03/09/blog-dari-bualan-menuju-bisnis/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/03/09/blog-dari-bualan-menuju-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Mar 2006 07:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan Anda tentu sudah mafhum dengan istilah blog (weblog), yang singkatnya merupakan situs berisi dokumen pribadi. Kini, siapa pun yang ingin punya blog hanya butuh beberapa menit untuk mengakses situs penyedianya dan membuatnya. Gratis dan mudah! Sebab, blog tidak mensyaratkan formalitas registrasi. Semua orang bisa membuat blog. Tujuan orang membuat blog cenderung untuk sarana apresiasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=177&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebanyakan Anda tentu sudah mafhum dengan istilah blog (weblog), yang singkatnya merupakan situs berisi dokumen pribadi. Kini, siapa pun yang ingin punya blog hanya butuh beberapa menit untuk mengakses situs penyedianya dan membuatnya. Gratis dan mudah! Sebab, blog tidak mensyaratkan formalitas registrasi. Semua orang bisa membuat blog. <span id="more-177"></span><br />
Tujuan orang membuat blog cenderung untuk sarana apresiasi pemikiran yang bersifat personal ke ruang publik. Ini tentu agak berbeda dari situs-situs dotcom yang biasanya digunakan sebagai sarana publikasi perusahaan ataupun organisasi. Kalaupun dotcom untuk publikasi diri, biasanya hanya mereka yang tergolong figur publik, seperti artis, direktur perusahaan atau politikus. Sementara situs blog kebanyakan dipakai oleh orang-orang kebanyakan.</p>
<p>Mungkin karena itu, blog selama ini kurang diminati banyak orang. “Ngapain baca tulisan orang yang enggak kita kenal,” ujar seorang teman. Tanggapan sinis seperti ini sesuatu yang wajar. Pasalnya, sebelumnya banyak blog yang isinya tak lebih dari iseng atau bualan belaka, seperti “Pagi ini gue kagak kuliah, males ama dosenku.” “Bah, buat apa kita baca catatan pribadi seperti ini,” kata temanku itu lagi.</p>
<p>Mayoritas isi blog yang sebelumnya kita kenal memang bukanlah hal-hal yang penting kita baca. Menurut penulis, kebanyakan blogger adalah pribadi-pribadi yang haus popularitas, atau mereka yang butuh pengakuan diri di ruang publik.</p>
<p>Namun, fenomena seperti itu sebenarnya bukan tujuan blog. Fasilitas blog sebenarnya multifungsi. Bisa untuk apresiasi ide ilmiah, diskursus pengetahuan, pemasaran, bisnis, dan lain-lain. Sayangnya, awal mula blog sebagai sarana bualan membuat para pemakai yang lain mengikuti pendahulunya.</p>
<p>Tak terkecuali di Indonesia. Kebanyakan blogger adalah orang-orang yang krisis eksistensi, butuh pengakuan diri, bahkan lebih dari itu, butuh perhatian. Tak mengherankan, kebanyakan blog jadi ruang curhat yang monolog. Sebab dari sekian banyak isi curhat yang ditulis, tidak ada penanggap. Ini membuktikan betapa blog hanya menarik bagi para blogger, tapi tidak menarik bagi pembaca lainnya.</p>
<p>Untungnya, fenomena di atas sekarang makin berubah. Di Amerika Serikat atau Eropa, ada fenomena lain mengenai blog. Banyak orang yang tidak asal membuat blog, tapi menuliskan banyak hal yang positif tentang ekonomi, politik, pendidikan, pengalaman kerja, pemasaran, dan lain-lain.</p>
<p>Di Indonesia, pengguna blog belum mencapai 200 ribu orang. Di jagat maya, kini sudah lebih dari 9 juta pengguna. Setiap hari, 40 ribu blog baru muncul. Artinya, dari sudut perkembangannya, blog adalah sebuah fenomena tersendiri.</p>
<p>Mulai banyaknya orang di AS dan Eropa tertarik membaca blog saat ini tidak lain karena blog bukan lagi sekadar sarana bualan konyol. Karena itu, kita sudah bisa menemukan blog yang berisi tulisan-tulisan bermutu, seperti artikel ilmiah, esai perjalanan, pengalaman kerja, bahkan analisis politik. Ada juga blog yang dijadikan sarana diskusi tentang pengalaman pembelian suatu produk, sehingga dengan membaca blog orang mendapatkan sesuatu yang berguna, minimal informasi.</p>
<p>Awalnya, dari sisi bisnis, para penyedia layanan blog masih harus bersabar menunggu kucuran dana dari para investor. Perhatikan saja, tahun 2004, secara keseluruhan perusahaan hanya menanam modal sebesar US$ 60 juta, padahal arus modal untuk dotcom pada 1999, sebagai bahan perbandingan, mencapai US$ 19,9 miliar.</p>
<p>Namun, semenjak blog dipakai untuk hal-hal yang bersifat positif, beberapa perusahaan penyedia layanan blog makin berkembang pesat. Iklan dan arus investasi masuk bak banjir bandang. Bahkan, raksasa Google pun tertarik berbisnis di dunia blog.</p>
<p>Baru-baru ini, Google menghadirkan program Adworks yang dengan jeli bermain dalam ruang blogger. Sehingga, seorang blogger secara personal kini dapat sekaligus meraup uang dari setiap klik iklan Google yang nampang dalam blog mereka.</p>
<p>Memang tidak semua blog serius menggarap soal bisnis atau pemasaran produk. Dalam banyak blog sekarang kita disuguhi hal-hal yang menarik seperti kajian dan pendapat para analis, kisah karyawan di suatu perusahaan, bahkan para selebriti kini lebih suka memajang informasi diri mereka di blog ketimbang situs dotcom.</p>
<p>Dari sini blog semakin menemukan identitas yang lain. Aktualisasi pribadi bukan sekadar curahan hati melainkan bisa jadi kisah-kisah unik yang tidak diberitakan di media. Seorang tentara AS yang bertugas di Irak, misalnya, dalam sebuah blog pribadinya mengungkapkan sisi kejahatan politik Pemerintahan George Bush. Berbagai tindak kekejian tentara AS di Irak diungkapkan secara detail dengan unsur human interest yang pekat. Tentu, masih banyak cerita personal macam ini yang bisa jadi pelajaran.</p>
<p>Di luar itu, fenomena blog politik juga tak kalah menarik. Baru-baru ini dikabarkan, Microsoft diminta menutup salah satu blog yang berisikan kritik tajam terhadap pemerintahan. Microsoft tentu saja mau melakukan perintah ini, sebab mereka hanya berkepentingan terhadap lancarnya bisnis. Dari sini kita tidak mempersoalkan hubungan Microsoft dengan pemerintahan. Yang menarik, ternyata blog telah menjadi media alternatif bagi masyarakat. Dengan blog, siapa pun bisa berbicara bebas terbuka tanpa sensor. Ini yang tidak bisa dilakukan di media konvensional.</p>
<p>Blog memang bersifat personal. Namun jika dimanfaatkan sebaik mungkin, ia bisa menjadi media alternatif. Isu-isu yang sifatnya personal selama ini cenderung terkurung, sebab media hanya mau memublikasikan hal-hal yang sesuai dengan kebijakan redaksi.</p>
<p>Hal-hal yang dianggap tidak aktual, atau bukan isu publik, bukanlah komoditas bagi media. Kita tidak akan bicara sebebas kalau kita bicara di blog. Dengan blog, semua pendapat bisa terungkap secara bebas. Dan, semua yang masuk dalam blog, akan bertahan selamanya di ruang Internet (selama tidak dihapus).</p>
<p>Nah, blog akan menjadi menarik di mata orang banyak ketika kita benar-benar menulis ide secara baik, informatif, dan pembaca mendapatkan sesuatu setelah membaca blog tersebut. Jadi, bukan sekadar membual, gitu lo.</p>
<p style="text-align:right;"><em>Siti Nur Aryani<br />
Konsultan TI dan Pengajar Teknologi Sistem Informasi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.</em>
</p>
<p style="text-align:right;">Publikasi: <em><a href="https://202.153.230.107/dataswa/?buka=browse&amp;edisi=05">SWA 05/XXI/ 9 Maret 2006</a></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/177/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/177/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=177&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/03/09/blog-dari-bualan-menuju-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMS dan Dinamika Komunikasi Massa</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2006/01/03/sms-dan-dinamika-komunikasi-massa/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2006/01/03/sms-dan-dinamika-komunikasi-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2006 12:31:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2006/01/03/sms-dan-dinamika-komunikasi-massa/</guid>
		<description><![CDATA[Layanan pesan singkat atau SMS (Short Message Service) boleh dibilang sudah menjadi kebutuhan dasar pengguna telepon seluler (ponsel), bahkan mampu mengalahkan layanan voice atau komunika suara. SMS (Short Message Service) adalah pesan pendek dalam bentuk teks yang hidup berkembang dalam dunia telekomunikasi seluler. Sekilas fasilitas ini tidak jauh beda dengan layanan pesan teks dari perangkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=12&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS"><strong><img align="left" width="145" src="http://www.trendigital.com/03012006/Image/Techno1.jpg" height="232" />Layanan</strong> pesan singkat atau SMS (<em>Short Message Service</em>) boleh dibilang sudah menjadi kebutuhan dasar pengguna telepon seluler (ponsel), bahkan mampu mengalahkan layanan <em>voice</em> atau komunika suara.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">SMS (<em>Short Message Service</em>) adalah pesan pendek dalam bentuk teks yang hidup berkembang dalam dunia telekomunikasi seluler. Sekilas fasilitas ini tidak jauh beda dengan layanan pesan teks dari perangkat sebelumnya, yaitu pager yang kini sudah menjadi baranglangka, bahkan sudah mendekati kepunahan. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Sejarah SMS muncul pada Desember 1992. Pesan itu dikirim dari sebuah komputer ke sebuah telepon seluler dalam jaringan GSM milik operator seluler Vodafone di Inggris. Menjelang umurnya yang ke 13 tahun, SMS semakin banyak digunakan oleh pelanggan.<span id="more-12"></span></font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Pengguna telpon seluler, bahkan kini mereka yang menggunakan layanan berbasis CDMA, tak akan pernah lupa menanyakan layanan SMS sebelum membeli suatu jenis layanan telpon seluler. Jika di dunia ini ada sekitar 1,4 milliar manusia menggunakan layanan telpon selular, maka sekitar 85% dari jumlah itulah manusia yang setiap hari menggunakan SMS. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Di tahun-tahun mendatang pengguna SMS tentu akan semakin meningkat pesat. Ini bisa kita prediksi berdasarkan data dari sebuah situs survai lembaga Strategy Analitics yang mengatakan bahwa tahun 2005 ini, akan terjual ponsel sekitar 735 juta unit. (www.ipipi.com,20/08)</font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Di Indonesia, sekarang ada sekitar 40-an juta pengguna layanan jaringan komunikasi seluler. Kesemuanya berkomunikasi melalui SMS. Mengacu perkiraan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), SMS akan menyumbangkan pendapatan kepada operator sekitar Rp10 triliun tahun ini. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Dengan asumsi tarif antara Rp250-Rp350 per pesan, maka akan terkirim setidaknya 28 miliar pesan dalam satu tahun. Jadi, rata-rata, terkirim setidaknya 75 juta pesan setiap hari dari sekitar 40 juta pelanggan seluler di Indonesia. </font></p>
<p align="justify"><font size="3" color="#ff9900"><strong>Sebagai komunikasi populis</strong></font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Selama tiga belas tahun SMS menjadi sarana komunikasi teks, semakin cepat inovasi yang berkembang. Ada banyak jenis pesan teks, panjang karakter, dan berbagai bentuk layanan tambahan seperti gambar dan kode-kode komunikasi di dalamnya. Hasil penemuan inovatif yang paling menonjol adalah layanan pesan yang dimodifikasi dari segi konten (media) atau metode. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Dari segi konten, kita disuguhi dengan pesan yang tidak saja berisi teks namun dapat disisipkan di dalamnya gambar dan suara, atau lebih dikenal dengan MMS (Multimedia Message Service). Sedangkan perkembangan pesan teks dari segi metode, kini ada layanan pesan e-mail SMS, layanan obrolan (Chat), dan layanan sejenis Walkie Talkie (<em>Push to Talk</em>). </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Tentu, tidak semua layanan SMS dalam ponsel yang beredar itu memuat kombinasi fitur pesan yang telah disempurnakan. Masing-masing produsen dengan cerdas memuatkan fitur yang variatif dan kombinatif berdasarkan seri produk. Semakin lengkap fitur sebuah produk makin mahal harga perangkat dan layanannya. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Namun, bagi sebagian kalangan, mahalnya harga untuk perangkat dan biaya berlangganan bukan hambatan demi sebuah kelancaran komunikasi. Layanan SMS yang dilengkapi buku alamat dan memuat puluhan hingga ratusan catatan (entry) serta kemampuan menangkap berita dan informasi, telah menjadi semacam fitur &#8220;pribadi&#8221; terbukti tetap digemari jutaan pengguna. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">SMS misalnya, dapat diaktifkan pada saat waktu tertentu. Seorang pengguna dapat memilih SMS agar tidak berbunyi sewaktu mengikuti kuliah, seorang ayah menjadi kian dekat dengan putranya yang duduk di sekolah dasar. Dengan fasilitas ini pula, anak-anak sekarang kian dimanjakan. Tak jarang, saking efektifnya ber-SMS, saat ujian sekolah berlangsung, mereka dengan mudah mengirim pesan tukar jawab soal-soal ujian kepada teman-temannya.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Sebagai media berita atau informasi, melalu SMS kita dapat memperoleh berita online, informasi saham, cuaca, hiburan dan sebagainya setiap saat. Dengan kata lain, SMS kini kian popular dalam komunikasi teks. Hampir dalam setiap bidang, ruang dan waktu, SMS menjadi media efektif dan praktis. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Tidak heran jika salah satu perkembangan melek baca di era modern-sebagaimana yang terjadi di Eropa semenjak 20 tahun lalu-disebabkan oleh komunikasi teks, terutama komputer dan SMS. Bahkan gejala yang akhir-akhir nampak terlihat adalan kecenderungan anak-anak yang lebih menyukai komunikasi melalui pesan teks daripada berbicara lewat telepon. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Saking mulai terbiasanya masyarakat dunia menggunakan SMS, hasil survei lain yang dilakukan MDA menyebutkan bahwa 95% pesan teks dikirim dalam 10 detik. Selain itu disebutkan, sebanyak 55% pengguna ponsel di seluruh dunia yang menggunakan SMS lebih dari sekali dalam sehari, adalah kaum muda yang berusia sekitar 18 tahun atau lebih muda. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Tepat kiranya, jika layanan SMS ini disebuat sebagai media publik yang populis. Sebab, SMS tidak hanya merambah dalam komunikasi ruang pribadi melainkan untuk sarana bisnis dan komunikasi yang sifatnya sosial. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Berbagai acara kuis dengan tarif yang mahal misalnya, ternyata mampu menyedot para peserta. Dari sini pula para penyelenggara kuis mendapat keuntungan besar. Demikian juga dalam kegiatan sosial, suatu lembaga amal bisa bekerja sama dengan operator selular untuk mengumpulkan dana dengan pesan SMS. </font><font size="3" color="#ff9900"><strong> </strong></font></p>
<p align="justify"><font size="3" color="#ff9900"><strong>Gairah konsumen dan tarif murah</strong></font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Melihat gairah konsumen yang begitu tinggi dalam menggunakan jasa SMS, berbagai operator seluler pun terus melakukan inovasi pelayanan. Cara yang paling ampuh menggaet konsumen adalah dengan memberikan diskon tertentu, atau mempermurah tarif setiap pengiriman pesan. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Ada operator yang memberikan layanan gratis SMS sebanyak 10X jika si pengguna membeli pulsa seharga Rp50.000. Ada juga yang memberikan gratis 10-15 persen dari nilai total pembelian pulsa.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Cara yang lain adalah memberikan kemurahan tarif SMS bagi pengguna jika berlangganan layanan kartu seluler sejenis. Dengan cara ini operator berharap pelanggan bisa beralih dari kartu seluler lain ke seluler sejenis yang digunakan para pelanggan. </font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Namun dari sekian macam bentuk layanan kemurahan tarif tersebut, yang paling gila-gilaan memberikan diskon adalah operator Pro XL dengan jenis kartu Bebas-nya. Seorang pelanggan yang mengisi pulsa elektrik jenis Extra akan mendapat keuntungan ber-SMS seratus kali selama sehari sesama pengguna XL.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Penulis merasakan betapa murahnya berkomunikasi memakai layanan kartu Bebas isi ulang Extra ini. Sampai-sampai, beberapa teman rela beralih memakai layanan ini karena kemurahan ber-SMS tanpa beban tarif selama sebulan hanya dengan isi ulang Rp100.000 untuk selama sebulan dan Rp50.000 dengan masa aktif seminggu.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Ke depan, saluran komunikasi semakin kompetitif dan beragam jenis. Layanan SMS dengan berbagai inovasi dan kemurahan akan menjadi perhatian para pelanggan, terutama calon pelanggan baru. Layanan SMS yang tepat waktu baik saat mengirim maupun menerima, serta tarif murah akan menjadi primadona pelanggan. </font></p>
<p><font size="2" face="Trebuchet MS"><a name="OLE_LINK4"></a><a name="OLE_LINK3"></a><i>Oleh Siti Nur Aryani</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Dipublikasikan di Tabloid Trendigital</i></p>
<p class="MsoNormal"><i></i><font size="2" face="Trebuchet MS"><strong><a href="http://www.trendigital.com/03012006/Techno/Techno.htm">http://www.trendigital.com/03012006/Techno/Techno.htm</a></strong></font></p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=12&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2006/01/03/sms-dan-dinamika-komunikasi-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.trendigital.com/03012006/Image/Techno1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Seluler yang Sarat Inovasi</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/10/06/seluler-yang-sarat-inovasi/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/10/06/seluler-yang-sarat-inovasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2005 13:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2005/10/06/seluler-yang-sarat-inovasi/</guid>
		<description><![CDATA[Jumlah pengguna ponsel GSM di Indonesia saat ini baru sekitar 30 juta orang dari jumlah 220 juta penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekira 5,2 persen didominasi PT Telkomsel. Adapun pengguna telefon tetap tanpa kabel (nirkabel) yang menggunakan teknologi CDMA baru menguasai 20 persen. Para operator tampaknya semakin optimistis menggaet pelanggan baru. Hal ini disebabkan penduduk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=35&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"><strong>Jumlah</strong> pengguna ponsel GSM di Indonesia saat ini baru sekitar 30 juta orang dari jumlah 220 juta penduduk<br />
Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekira 5,2 persen didominasi PT Telkomsel. Adapun pengguna telefon tetap tanpa kabel (nirkabel) yang menggunakan teknologi CDMA baru menguasai 20 persen.<br />
Para operator tampaknya semakin optimistis menggaet pelanggan baru. Hal ini disebabkan penduduk<br />
Indonesia masih banyak belum menggunakan telekomunikasi seluler. </font></p>
<p><b><font face="Times New Roman">Berbasis inovasi</font></b></p>
<p><font face="Times New Roman">Seiring dengan makin banyaknya pengguna telekomunikasi bergerak, terlihat berbagai perkembangan layanan yang semakin inovatif. Kita lihat akhir-akhir ini, CDMA maupun GSM telah memberikan layanan data dan internet. Layanan seperti ini tentu akan membuka peluang bagi bisnis telekomunikasi tersendiri. Masyarakat butuh komunikasi yang serba baru dan serba canggih. Semakin canggih sarana komunikasi diciptakan, semakin bosan seseorang memakai layanan yang lama. </font><font face="Times New Roman">Maka, inovasi paduan antara internet dan seluler sebagai sesuatu yang baru di Indonesia jelas mempunyai prospek tersendiri. <span id="more-35"></span></font></p>
<p><font face="Times New Roman">Sayangnya, sampai hari ini, tarif yang diberikan oleh operator masih mahal. Operator CDMA Telkom Flexi yang konon paling murah misalnya, masih teramat tinggi dalam mematok tarif, yakni Rp 5,00 per 1 kilobyte. Dengan tarif ini, orang tidak akan bebas mengunduh (<i>download</i>) informasi. Bayangkan, berapa biaya jika pelanggan mengunduh 50 ribu kilobyte dalam sehari saja?</font><font face="Times New Roman">Terlebih jika operator GSM mulai memainkan perannya di generasi ketiga (3G) dan berinovasi melalui ragam layanan berbasis data. Kita ketahui bersama bahwa perkembangan telekomunikasi dipicu oleh pertumbuhan layanan berbasis protokol internet (IP). </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Boleh dibilang, proyeksi ke depan, inovasi layanan baru akan tercipta berkat hasil konvergensi antara teknologi bergerak dengan jaringan nirkabel pita lebar (<i>mobile broadband</i>) atau teknologi berbasis IP.</font><font face="Times New Roman">Dari sini kita bisa memprediksi, pelanggan perseorangan yang saat ini berusia di bawah 19 tahun akan berpeluang 4 kali lebih besar untuk menggunakan telefon 3G daripada 2G, sedangkan kategori usia 25 hingga 29 berpeluang 2 kali. Pengguna 3G ini pada umumnya adalah mereka yang terbiasa bermain dan bekerja dengan internet. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Oleh karena itu, pengguna 3G tentu lebih intensif dan banyak memanfaatkan layanan internet bergerak untuk mengirim dan menerima <i>e-mail</i>, memainkan <i>game</i>, atau sekadar<i> surfing </i>dibandingkan pengguna 2G.</font><font face="Times New Roman">Kemajuan lainnya yang bisa dicapai berkat konvergensi 3G adalah peningkatan kecepatan daya unduh (<i>download</i>) dan <i>streaming</i> data. Penerapan konvergensi ini antara lain pada teknologi berbasis <i>geographic positioning system</i> (GPS) yang dapat diintegrasikan dalam perangkat rumah atau kendaraan. Atau pada aplikasi B2C (<i>business to consumer</i>) yang melakukan pencatatan pesanan secara <i>online</i> dengan pengiriman otomatis tanpa harus dilakukan transkripsi, panggilan telefon, pengisian formulir, audit manual, dan lainnya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Dengan kata lain, komunikasi bergerak tidak lagi terbatas pada cara dua orang saling berbicara melalui telefon genggam, lebih dari itu termasuk pada perangkat bergerak yang dapat berkomunikasi dengan <i>server</i> perusahaan untuk mengambil lembar data, lembar pemesanan, catatan pengiriman, atau aplikasi sejenis lainnya. Informasi yang semula hanya tersedia melalui PC, kini tersedia bagi setiap orang melalui perangkat bergerak seperti telefon seluler, PDA, dan perangkat sejenis lainnya.</font><font face="Times New Roman">Dari segmen &#8220;kelembagaan&#8221;, pasar telekomunikasi bergerak sedemikian besar potensinya. Hingga saat ini di Indonesia diperkirakan jumlah perusahaan kecil dan menengah mencapai 42 juta unit, dengan tenaga kerja sebanyak lebih dari 79 juta orang atau 98 persen dari total pekerja. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Hal ini membuktikan bahwa Indonesia adalah pasar usaha yang sangat potensial bagi penetrasi telekomunikasi bergerak. Belum lagi kalau kita menghitung jumlah perusahaan besar. </font><font face="Times New Roman">Namun perlu diperhatikan, pasar pada segmen ini tidak semuanya memberikan peluang nyata dalam jangka pendek bagi operator karena pada umumnya hampir sebagian besar usaha kecil menengah memiliki kesulitan berinvestasi teknologi. Untuk alasan ini, maka diperlukan strategi khusus dari operator dalam mengidentifikasi pendekatan telekomunikasi bergerak pada segmen perusahaan. Langkah yang harus diambil di antaranya adalah melakukan identifikasi pengategorian orientasi; kira-kira kelompok mana yang bisa masuk dalam kategori ”pengadopsi” cepat, potensial jangka pendek, atau potensial jangka panjang?</font></p>
<p><b><font face="Times New Roman">Sisi konsumtif</font></b></p>
<p><font face="Times New Roman">Mungkin bisa dikatakan, penyelenggaraan telekomunikasi bergerak di Indonesia dari sisi perekonomian dan bisnis masih tidak terlalu jelas. Berbeda dengan para operator yang kini menguasai pasar, operator-operator ini memperoleh pendapatan tetap dari biaya berlangganan pengguna setiap bulannya. Khusus operator seluler, tampaknya lebih digerakkan oleh kebutuhan untuk pasar saham daripada refleksi keuntungan setiap saatnya. </font><font face="Times New Roman">Meski demikian, sistem tarif yang ditetapkan oleh operator-operator tersebut cukup memancing gairah konsumtif bagi para pelanggan. Kondisi ini hampir sama dengan di Eropa di mana tarif untuk <i>e-mail</i> mahal, namun SMS murah. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Sementara itu, di Jepang berlaku sebaliknya.</font><font face="Times New Roman">Pertumbuhan penyelenggaraan telekomunikasi baik oleh operator seluler maupun penyedia internet, bergantung pada sudut bisnis yang akan diambil. Jika berfokus pada hiburan, sejumlah porsi seperti nada dering, <i>game</i>, musik bergerak (<i>mobile music</i>), video bergerak (<i>mobile video</i>) yang banyak diminati kaum muda akan terus menampakkan pertumbuhan. Namun, bila dilihat dari belanja produk fisik, transaksi <i>online</i>, aplikasi perusahaan, dan perdagangan <i>online</i>, bisa jadi pertumbuhannya sangat spesifik dan sepertinya masih sangat lamban sebab sampai saat ini akses internet masih mahal tarifnya.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Lain dari itu, yang menentukan kelancaran penyelenggaraan telekomunikasi adalah peran konkret dari regulator telekomunikasi. Peran regulator sangat menentukan bagi kemajuan bisnis telekomunikasi bergerak. Setidaknya, Departemen Komunikasi dan Informasi RI sudah menetapkan standardisasi teknologi, produk, dan arah pengembangan telekomunikasi bergerak bagi perusahaan penyelenggara telekomunikasi. Lain dari itu, kebebasan pasar yang teratur juga diperlukan, termasuk memberikan perlindungan melalui undang-undang bagi konsumen.*** </font></p>
<p><font size="3" face="Times New Roman"><em></p>
<p class="MsoNormal"><i>Oleh Siti Nur Aryani</i></p>
<p class="MsoNormal"><i></i><i>Dipublikasikan di </i><font size="2" color="#008000">www.pikiran-rakyat.com/cetak/ 2005/1005/06/cakrawala/lain03.htm</font></p>
<p></em></font><font face="Times New Roman"> </font><font size="3" face="Times New Roman"> </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=35&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/10/06/seluler-yang-sarat-inovasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ponsel dan Konsumerisme</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/09/30/ponsel-dan-konsumerisme/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/09/30/ponsel-dan-konsumerisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2005 12:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2005/09/30/ponsel-dan-konsumerisme/</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat kini terus menerus dijejali berbagai keluaran produk terminal-terminal canggih terbaru ponsel biasa seperti PDA dan Smartphone, baik itu lewat iklan-iklan terbuka yang ditayangkan di televisi, internet dan media massa maupun melalui arus deras informasi yang menyisipkan iklan secara terselubung. Akibatnya, sebagian masyarakat memang terpacu untuk memiliki ponsel-ponsel itu terlepas dari apakah mereka memahami betul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=7&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Masyarakat </strong>kini terus menerus dijejali berbagai keluaran produk terminal-terminal canggih terbaru ponsel biasa seperti PDA dan Smartphone, baik itu lewat iklan-iklan terbuka yang ditayangkan di televisi, internet dan media massa maupun melalui arus deras informasi yang menyisipkan iklan secara terselubung.</p>
<p>Akibatnya, sebagian masyarakat memang terpacu untuk memiliki ponsel-ponsel itu terlepas dari apakah mereka memahami betul fungsi dan manfaatnya atau (yang disayangkan) hanya termakan pecutan para trendsetter dan tergiur mengikuti pola gaya hidup mereka yang senang bergonta-ganti terminal.</p>
<p>Memang, logika industri apa pun umumnya selalu menciptakan produk atau jasa yang baru dan berbeda dari yang pernah diciptakan sebelumnya. Demikian pula dengan perangkat komunikasi seperti ponsel. Pada awalnya, pertama kali ponsel diciptakan sebagai alat komunikasi hasil dari perkembangan evolusi teknologi pager.<span id="more-7"></span></p>
<p>Tetapi kini yang namanya ponsel terus diciptakan salah satunya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup atau nafsu konsumen (atau produsen) yang tak pernah terpuaskan. Sebuah ponsel bisa jadi ditenteng-tenteng bukan karena fungsinya sebagai alat komunikasi, namun sebagai simbol gaya hidup yang dicitrakan lewat asesoris yang menempel di tubuh. Sebagian orang menjadikan ponsel yang dibawa harus disenadakan dengan gaun, sepatu, jam tangan dan tas.</p>
<p>Sebagai contoh, di sebuah plaza di Jakarta dibuka sebuah butik yang menyediakan ponsel mewah hingga diberi istilah khusus luxury phone. Bagaimana tidak mewah, cangkang ponselnya saja terbuat dari semacam baja anti karat, platinum atau emas 18 karat. Layarnya terbuat dari kristal safir. Dan dibungkus dengan bahan kulit. Harga ponsel ini berkisar 34,6 hingga 51 juta rupiah. Konon, dari penjualan ponsel mewah ini di Singapura 50 peresennya adalah pembeli orang Indonesia.</p>
<p>Kenyataan ini menjadi lucu ketika ternyata sebagian masyarakat yang menggunakan baik itu ponsel mewah maupun ponsel berteknologi canggih hanya untuk komunikasi suara dan sms saja. Meski demikian tetap ada kelompok masyarakat kota besar khususnya mereka yang terbiasa mengakses internet memanfaatkan ponselnya justru lebih banyak untuk e-mail daripada komunika</p>
<p><strong>Makin Beragam</strong><br />
Ponsel yang kini terus muncul memang makin canggih. Sepotong ponsel misalnya, kini tak cuma dimanfaatkan untuk berhai-hai. Fiturnya sudah makin beragam. Ponsel sudah memiliki kamera digital untuk memotret dan merekam gambar bergerak, organizer untuk mengelola jadwal kegiatan sehari-hari, program berbasis Java untuk berbagai aplikasi bisnis, bahkan sarana hiburan seperti games, radio, dan pemutar mp3.</p>
<p>Canggihnya lagi, ponsel dengan beragam fitur itu jadi punya fungsi komunikasi lebih, yaitu komunikasi data dan belakangan video on demand. Foto dan klip video hasil rekaman ponsel berkamera bisa dikirim via MMS (multimedia messaging services) ke ponsel lain. Atau lewat koneksi internet foto juga bisa dikirim ke alamat e-mail.</p>
<p>Ditambah berbagai dukungan teknologi seperti 3G; GPRS(general packet radio services) dan EDGE (enhanced data rates for GSM evolution) yang berkecepatan 170 kbps pengguna ponsel bisa leluasa menjelajah internet, mengirim dan menerima email, dari mana saja. Karena kecepatan transfer data yang makin cepat, lewat ponsel pengguna bisa men-download berbagai bentuk informasi, baik teks, gambar, foto, audio, bahkan streaming video secara realtime.</p>
<p>Untuk ponsel biasa, kecepatan 3G memang belum benar-benar diperlukan. Kecuali bila pengguna ingin menonton TV via ponsel misalnya. Tapi jangan salah, produk jenis ini belum muncul bahkan di luar negeri sendiri masih dalam proses sosialisasi. Mengutip Business Week No.49/II/19 Mei 2004, para ahli luar negeri itu memperkirakan kebutuhan ponsel jenis ini baru benar-benar dibutuhkan pada tahun 2005-2006. Maka menurut Hasnul Suhaimi Direktur Pemasaran Seluler PT Indosat, Indonesia paling membutuhkan lima tahun sesudahnya, sekitar 2009.</p>
<p>Dari data 20 ribu pelanggan yang mengakses layanan komunikasi data telkomsel perbulan misalnya, baru sekitar 1 persen pengguna yang memanfaatkan komunikasi data. Data ini menggambarkan kepada kita jika pengguna ponsel di Indonesia kebanyakan masih konsumen yang belum mengenal dengan benar fungsi dan manfaat produk yang dilemparkan ke pasar. Atau kemungkinan lain sebagian masyarakat kita suka menonjolkan kemewahan. ***</p>
<p class="MsoNormal"><a name="OLE_LINK6"></a><a name="OLE_LINK5"></a><i>Oleh Siti Nur Aryani</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Dipublikasikan di koran </i><a href="http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/Telekomunikasi/2004/0824/tele2.html"><strong>Sinar Harapan</strong></a></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://els.co.id/archives/2005/09/ponsel_dan_kons.html">http://els.co.id/archives/2005/09/ponsel_dan_kons.html</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=7&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/09/30/ponsel-dan-konsumerisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Peradaban Uang</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/09/07/menuju-peradaban-uang/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/09/07/menuju-peradaban-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2005 12:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Business and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2005/09/07/menuju-peradaban-uang/</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Sejarah Uang Penulis Buku: Jack Weatherford Penerbit: Bentang Pustaka Cetakan: I, Juli 2005 Tebal: 464 Pada dasarnya, uang hanyalah benda biasa, bisa berbentuk koin, lempengan biasa, atau kertas. Tapi di dalam uang, hakikat guna, nilai, bahkan maknanya sangat luar biasa. Uang tergolong benda unik, khas, dan menawan sepanjang sejarah peradaban manusia. Semenjak muncul 3.000 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=8&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><br />
</font><font size="1" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><b>Judul:</b> <a href="http://www.ekuator.com/katalog.see.p?id=6255">Sejarah Uang</a><br />
<b>Penulis Buku:</b> Jack Weatherford<br />
<b>Penerbit:</b> Bentang Pustaka<br />
<b>Cetakan:</b> I, Juli 2005<br />
<b>Tebal:</b> 464</font></p>
<p><font size="2" face="Verdana"><strong>Pada dasarnya</strong>, uang hanyalah benda biasa, bisa berbentuk koin, lempengan biasa, atau kertas. Tapi di dalam uang, hakikat guna, nilai, bahkan maknanya sangat luar biasa. Uang tergolong benda unik, khas, dan menawan sepanjang sejarah peradaban manusia. Semenjak muncul 3.000 tahun lalu di Libia pada masa pra-kerajaan Yunani hingga kini, persoalan kehidupan manusia tiada lepas dari uang.</font><font size="2" face="Verdana"><img border="0" vspace="5" align="left" width="120" src="http://www.ekuator.com/cover/bp-sejarah_uang.jpg" hspace="5" height="194" />Dalam rentang panjang sejarah peradaban, manusia bertikai memperebutkan dan berusaha keras mendapatkannya sebanyak mungkin dalam bentuk apa saja uang hadir; batangan emas, keping perak, koin tembaga, uang kertas, atau kulit kerang cowrie. Selama berabad-abad mitologi dan sastra Barat meriwayatkan kebahagiaan dan penderitaan manusia dalam proses perolehan dan kehilangan uang dalam jumlah besar (halaman 391). <span id="more-8"></span></font></p>
<p><font size="2" face="Verdana">Melalui paradigma antropologi inilah Jack Weantherford memperlihatkan fenomena uang atas kehidupan umat manusia sepanjang sejarah.</font><font size="2" face="Verdana">Setelah hampir lima ratus tahun mengalami perubahan sosial yang pesat, seluruh kekuatan itu berhimpun dalam kebangkitan sebuah imperium model baru yang berpusat di Roma. Kekaisaran unik ini adalah perluasan terbesar peradaban klasik yang diciptakan uang, tetapi juga merupakan awal berakhirnya uang sebagai sebuah sistem yang disandarkan pada koin logam. Roma menjadi klimaks dunia klasik sekaligus penghancurnya (halaman 52).</font><font size="2" face="Verdana"> </font><font size="2" face="Verdana">Di era modern, uang bukan sekadar berguna sebagai alat tukar. Karena di dalamnya terkandung nilai yang sedemikian penting bagi perekonomian masyarakat, uang juga bisa dijadikan barang komoditas. Hadirnya teknologi baru benar-benar mengubah cara manusia mendapatkan dan menggunakan uang, dan itu akan menciptakan sistem kelas kaya dan miskin yang baru.</font><font size="2" face="Verdana">Sistem uang baru itu akan mengubah cara manusia mendistribusikan barang dan cara manusia membiayai kehidupan bermasyarakat. Bahkan, sistem ini akan menata ulang peta politik dunia dan menciptakan entitas global dan lokal baru yang susah dibayangkan saat ini. &#8221;Benar-benar akan mengubah makna uang&#8221; (halaman xi).</p>
<p>Kehadiran teknologi sangat berperan mentransformasikan gerak uang. Produksi pertanian di pelosok Afrika bisa dianalisis oleh pedagang di New York dalam waktu yang relatif singkat. Sebagian orang menjual sayur-mayur, sebagian lain menjual layanan telekomunikasi, sebagian menjual ikan asin, dan sebagian menjual harga saham perusahaan.</p>
<p>Komunikasi elektronik dengan efisien menghubungkan semua pasar itu menjadi sebuah pasar internasional tunggal, menyatukan semua bumi, dan yang tak kalah pentingnya, semua bagian pasar (halaman 410). Orang-orang itu disatukan oleh satu hal; uang, entah apa bentuk dan nama mata uang itu.</p>
<p>Uang bukan hanya menjadi alat tukar sederhana di pasar-pasar becek. Uang menyusup dalam panggung politik kenegaraan, sebab ternyata negara juga bergantung pada uang. Para pengelola negara memakai uang dalam merebut jabatan. Fitrahnya, berpolitik memang bukan urusan uang, melainkan urusan &#8216;sosial&#8217; membuat kebijakan yang bijak.</p>
<p>Tapi kenyataannya, urusan politik tidak semulia digambarkan buku-buku pedoman pendidikan. Urusan politik juga urusan transaksi para pemulung uang. Bukan hanya itu, urusan politik antarnegara juga bergerak dalam soal uang. Perang-perang modern yang terus berlangsung tiada lepas dari urusan ekonomi di mana uang sangat dominan berperan.</p>
<p>Karena unsur fungsi dan nilai itulah uang menjadi bagian penting dari kehidupan. Membicarakan uang dalam perspektif ilmiah seperti dalam buku ini sangat menarik. Kita sadar bahwa uang ternyata bukan sekadar alat tukar, bukan pula satu-satunya benda yang menentukan kehidupan seseorang. Tapi, kesalahan memahami apa itu uang bisa jadi langkah hidup seseorang fatal. Orang bijak tidak akan lupa sejarah, apalagi sejarah uang. Selamat membaca, dan menikmati uang dengan cara yang lain.</p>
<p><strong><font size="1">Peresensi: Siti Nur Aryani </font></strong></p>
<p></font><font size="1"><strong>Dipublikasikan di koran</strong> Media Indonesia, 7 September 2005</font></p>
<p><font size="2"><a href="http://www.ekuator.com/index.p?see=fullresensi&amp;id=310">http://www.ekuator.com/index.p?see=fullresensi&amp;id=310</a></font></p>
<p><a href="http://www.mediaindo.co.id/resensi/details.asp?id=182">http://www.mediaindo.co.id/resensi/details.asp?id=182</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=8&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/09/07/menuju-peradaban-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ekuator.com/cover/bp-sejarah_uang.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Komersialisasi Pendidikan</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/05/17/komersialisasi-pendidikan/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/05/17/komersialisasi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2005 10:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Business and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2005/05/17/komersialisasi-pendidikan/</guid>
		<description><![CDATA[Masalah pendidikan kembali marak dibicarakan. Berbagai media massa mengangkat seputar rencana privatisasi pendidikan yang dilontarkan Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, baru-baru ini. Sebagaimana diketahui, beberapa lalu Mendiknas telah menyampaikan rancangan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dari sekian rancangan yang disampaikan, Pasal 53 (1) UU N0 20/2003 yang dibuat dua tahun lalu kembali menuai kontroversi. Disebutkan pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=24&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2"><strong>Masalah </strong>pendidikan kembali marak dibicarakan. Berbagai media massa mengangkat seputar rencana privatisasi pendidikan yang dilontarkan Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, baru-baru ini. Sebagaimana diketahui, beberapa lalu Mendiknas telah menyampaikan rancangan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dari sekian rancangan yang disampaikan, Pasal 53 (1) UU N0 20/2003 yang dibuat dua tahun lalu kembali menuai kontroversi.</font><span id="more-24"></span></p>
<p><font size="2">Disebutkan pada pasal itu, penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan. Selain itu, badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud berprinsip nirlaba dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan pendidikan. Perincian pada pasal itu sampai sekarang diturunkan dalam RUU Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang masih dalam penggodokan. (Kompas, 11/05) </font></p>
<p><font size="2">Kontroversi tak terelakkan lagi ketika rancangan itu dicium oleh banyak pengamat sebagai bentuk lepas tanggung jawab pemerintah terhadap dunia pendidikan. Pengamat pendidikan, Darmaningtyas (Kompas, 11/05), misalnya, menganggap jiwa dari rancangan tersebut, antara lain mendirikan sekolah, terutama terkait dalam pembiayaan pendidikan. Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. </font></p>
<p><font size="2"><strong>Komersialisasi Menuju Korupsi</strong></font></p>
<p><font size="2">Melihat hal itu, kita banyak mengkhawatirkan bahwa komersialisasi pendidikan akan semakin menguat, sementara hak mendapatkan ilmu pengetahuan bagi rakyat kalangan bawah akan semakin sulit dicapai. Pengalaman masa lampau, ketika pemerintahan Orde Baru berkuasa, pendidikan kita cenderung dimarginalkan. Pemerintah waktu itu lebih suka memberikan subsidi berjumlah besar kepada institusi militer ketimbang institusi pendidikan. Kini, pemerintahan di era reformasi justru semakin terjebak pada lingkaran setan komersialisasi dan korupsi. Belum lagi masa krisis ekonomi terlewati, masyarakat masih dibebani oleh biaya pendidikan yang semakin melangit. Sekolah-sekolah semakin mahal biayanya. </font></p>
<p><font size="2">Pasca munculnya UU Otonomi Daerah yang di dalamnya memuat kebijakan otonomi kampus, berbagai perguruan tinggi kemudian tidak lagi disubsidi oleh pemerintah. Ada empat perguruan tinggi, yakni UI, ITB, UGM, dan IPB yang terkena kebijakan itu. Dengan model pengelolaan Badan Hukum Milik Negara (BHMN), keempat perguruan tinggi itu tidak lagi memperoleh subsidi. Dan, karenanya, para rektor dituntut untuk mencari biaya sendiri dengan caranya masing-masing. </font></p>
<p><font size="2">Dari konteks inilah, kemudian, otak para pengelola pendidikan dituntut kreatif untuk menghasilkan sumber-sumber dana. Beberapa kreativitas itu adalah menjual beberapa aset, menodong para alumni &#8211; terutama para alumni yang pernah mendapat beasiswa dari perguruan tinggi dalam menimba ilmu. Hal yang paling menarik untuk dibicarakan bahwa dalam rangka menghasilkan biaya tersebut, pihak rektorat tak segan-segan menawarkan bangku kuliahnya dengan tarif yang tinggi. </font></p>
<p><font size="2">Komersialisasi bangku kuliah dengan tarif antara Rp 15 hingga Rp 250 juta sebagai syarat untuk bisa masuk sebagai mahasiswa, sudah terang-terangan. Sekalipun beberapa rektor menepis anggapan adanya komersialisasi, namun fakta telah menunjukkan banyak kasus. Calon mahasiswa yang berani mengisi formulir dengan biaya sumbangan uang gedung di atas rata-rata, dipastikan diterima menjadi mahasiswa. Dan, mereka yang mencantumkan sumbangan di bawah perhitungan finansial perguruan tinggi, tak akan bisa masuk kuliah. </font></p>
<p><font size="2">Persoalannya, bukan soal privatisasi atau nasionalisasi pendidikan. </font><font size="2">Di negara yang menganut ideologi kapitalis ataupun sosialis, dunia pendidikan tetap mendapatkan perhatian serius pemerintah dengan dukungan finansial dan sistem pengelolaan yang terjamin kualitasnya. Menjadi aneh jika hanya karena alasan era globalisasi, pasar bebas, dunia pendidikan lalu dicampakkan dalam ketidakpastian. Bagaimana pun Indonesia telah memiliki sejarah yang memalukan dalam hal pengelolaan pendidikan. </font></p>
<p><font size="2">Dibandingkan dengan Vietnam, misalnya, Indonesia sudah tertinggal, apalagi dengan bekas &#8220;muridnya,&#8221; Malaysia. Untuk alokasi anggaran pendidikan pada tahun 1980, 1,2% dari PDB, turun menjadi 1,0% pada 1990, dan pada 2000 turun lagi menjadi 0,8%. Pada 2003, pengeluaran pemerintah untuk pendidikan tinggi sebesar Rp 13 triliun, hanya sekitar 7% dari APBN atau 0,8% dari PDB. Pada kurun waktu yang sama, negara jiran Malaysia justru menyediakan anggaran yang lebih besar 5,2% dari PDB pada 1980, kemudian meningkat menjadi 5,5% pada 1990, dan 5,8% pada 2000. </font></p>
<p><font size="2">Kenyataan pendidikan kita mahal, bukan tanpa alasan, sekalipun berbagai pihak, terutama kalangan rektorat dan Mendiknas terus membangun alasan-alasan yang dirasionalkan. Jika pemerintah tidak pernah merealisasikan pendidikan murah dan berkualitas, jangan salahkan jika slogan kapitalisasi maupun komersialisasi pendidikan menjadi isu yang siap digulirkan kalangan kritikus untuk menyalahkan pemerintah. </font></p>
<p><font size="2">Persoalan terkait yang tak kalah peliknya dalam dunia pendidikan, akhir-akhir ini adalah munculnya isu dugaan korupsi di lingkungan Depdiknas. Dalam beberapa hari ini wacana korupsi dalam dunia pendidikan bahkan terus mengemuka di sejumlah media massa. The Jakarta Post, misalnya, tanggal 1 Oktober 2004, memberitakan temuan Indonesia Corruption Watch atas korupsi di sejumlah sekolah, di Jakarta. </font></p>
<p><font size="2">Pihak sekolah memungut biaya pendidikan yang mahal dari calon siswa atau siswanya dengan alasan untuk biaya seragam, penggandaan buku yang harus dibeli di sekolah, uang &#8220;ini-itu&#8221;, dan sebagainya. Bank Dunia (World Bank) juga menduga kuat adanya korupsi senilai 43 juta dolar dalam proyek penggandaan buku. Dalam berita itu dituliskan, pihak Depdiknas berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan (penerbitan) buku dalam mark up penerbitan buku. </font></p>
<p><font size="2"><strong>Ilmu Pengetahuan Kunci</strong></font></p>
<p><font size="2">Persoalan di atas sebenarnya merupakan masalah klasik namun faktanya terus menjadi beban bangsa ini. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono mau tak mau harus bersikeras untuk melawan kejahatan-kejahatan, baik komersialisasi maupun tantangan peningkatan kualitas pendidikan kita di masa depan. Di masa-masa kampanye pemilihan presiden 2004 lalu, Susilo Bambang Yudhoyono sudah melontarkan isu pendidikan sebagai salah satu prioritas utama untuk ditangani. </font></p>
<p><font size="2">Sayangnya, dalam membenahi dunia pendidikan Yudhoyono dan Yusuf Kalla tampaknya belum menunjukkan komitmennya yang mengarah pada isu konkret, seperti peningkatan mutu dan perbaikan nasib guru. </font></p>
<p><font size="2">Bagaimana pun dunia pendidikan harus benar-benar diperhatikan secara serius. Pemerintah tidak bisa serampangan memutuskan kebijakan tanpa menimbang bahaya-bahaya akibat praktik komersialisasi di dunia pendidikan. Sebab, ilmu pengetahuan yang diperoleh lewat dunia pendidikan adalah kunci dasar pembangunan umat manusia dalam setiap bangsa. Rasanya tak perlu terus-menerus ditegaskan mengapa masyarakat modern harus menjalani kehidupan bermartabat dengan pilar dasar ilmu pengetahuan yang berkualitas. Berbicara mengenai masalah pendidikan, institusi pendidikan, sekolah dan perguruan tinggi menjadi wacana sentral. </font></p>
<p><font size="2">Jika masyarakat ingin memperoleh ilmu pengetahuan yang berkualitas, bermutu dan bisa dijadikan bekal kompetisi dalam berbagai persaingan, maka pengelolaan institusi pendidikan harus menjadi prioritas utama. Selain wajib memberikan biaya dan fasilitas yang menunjang bagi pengembangan mutu pendidikan, pemerintah juga wajib mengarahkan transformasi kemajuan pengelolaan pendidikan secara evaluatif dan konstruktif. *** </font></p>
<p class="MsoNormal"><em>Oleh Siti Nur Aryani</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Dipublikasikan di harian Suara Karya</em><br />
www.suarakarya-online.com/news.html?id=109046
</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=24&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/05/17/komersialisasi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>XML dan Peluang Bisnis</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/05/07/xml-dan-peluang-bisnis/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/05/07/xml-dan-peluang-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2005 17:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Software Technology and Entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2005/05/07/xml-dan-peluang-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah XML bisa dikembangkan menjadi lahan bisnis dalam bidang teknologi-informasi? Extensible Markup Language atau yang biasa disingkat XML adalah bahasa pemrograman berbasis Web. Jangkauan jenis datanya mendukung teks, grafik dan audio yang disimpan dalam bentuk file. Sifatnya standar dan terbuka dalam menentukan elemen data pada halaman web dan dokumen bisnis. Ini memungkinkan pengiriman data dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=17&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><font size="2" face="Arial"><strong>Apakah</strong> XML bisa dikembangkan menjadi lahan bisnis dalam bidang teknologi-informasi?<br />
Extensible Markup Language atau yang biasa disingkat XML adalah bahasa pemrograman berbasis Web. Jangkauan jenis datanya mendukung teks, grafik dan audio yang disimpan dalam bentuk file. Sifatnya standar dan terbuka dalam menentukan elemen data pada halaman web dan dokumen bisnis. Ini memungkinkan pengiriman data dan dokumen antarsistem internal maupun antarmitra bisnis.</font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Sedikit sejarah mengenai XML, kemunculannya didorong oleh kesuksesan HTML pada November 1996. Adalah Jon Bosak dari Sun Microsistems yang menjadi motivator utama dalam mencetuskan XML. Berikutnya, muncul Fishmonger.com, sistem perdagangan berbasis Internet. Selain itu ada Aventail yang memainkan XML dari ruang infrastruktur dan CISCO yang pintar memadukan teknologi komunikasi IP dan XML menjadi produk telekomunikasi yang inovatif.</font><font size="2" face="Arial"> <span id="more-17"></span></font><font size="2" face="Arial">Di Cisco, lebih dari 50 perusahaan pengembang perangkat lunak independen terlibat dalam menciptakan aplikasi bisnis berbasis XML. Selain untuk Cisco, perusahaan-perusahaan kecil ini menciptakan produk untuk industri tertentu atau mengembangkan program tertentu untuk bisnis individual.</font><font size="2" face="Arial">Sekitar Lima tahunan yang lalu penggunaan XML masih terbatas pada perangkat e-mail. Saat itu belum cukup populer untuk mengkomunikasikan dokumen invoice, proyeksi penjualan dan bisnis penting lainnya. XML masih dalam &#8220;proses meminta persetujuan&#8221; dari semua kalangan sebagai bahasa standar.</p>
<p>Kini dalam penggunaan secara umum XML mulai dipadukan dengan protokol internet (IP). Perkawinan Teknologi XML dengan IP telah melahirkan fitur-fitur yang menyokong kebutuhan aplikasi berbasis internet termasuk konvergensi jaringan. XML telah menjadi bahasa aplikasi yang memainkan peran penting dalam sistem berbasis IP. Aplikasi komunikasi IP dibantu oleh XML sehingga memungkinkan tampilan interface (antarmuka) menjadi lebih baik. Pada tombol layar perangkat handset telepon misalnya, XML membantu menampilkan direktori perusahaan, termasuk men-display akses untuk pengelolaan data karyawan mana saja yang telah melakukan panggilan jarak-jauh. Lebih dari itu, aplikasi komunikasi IP mampu menyediakan display informasi laporan rincian penghitungan.</p>
<p>Standar terbuka XML memungkinkan setiap bisnis dan perusahaan menggunakannya dengan cara yang baru dan inovatif. Sekalipun sebuah perusahaan tidak memiliki sumber daya berbasis XML, sejumlah vendor baru kini sudah berhasil membuat aplikasi yang menyediakan fungsionalitas di luar XML standar. Fungsi-fungsi turunan XML yang ditawarkan mengikuti para pendahulunya, yakni bisa ditanamkan (embedded) pada aplikasi lain yang berbasis bahasa selain XML. Tentu saja fungsi-fungsi tersebut dapat dikustomisasi sesuai yang dikehendaki. Salah satu contoh fungsi turunan XML yang dapat ditanam adalah xmlConnect. Fungsi ini memungkinkan ribuan pengguna mengakses informasi dalam mainframe melalui browser Web.</p>
<p>Sebagai platform pengembang layanan Web yang canggih, xmlConnect menyediakan pengguna akses yang diperluas ke sistem aplikasi terukur melalui interface-SOAP/XML. Banyak aplikasi, platform dan teknologi, termasuk .NET, Delphi dan lainnya mendukung Web Service dan interface-SOAP/XML.</p>
<p>Penggunaan XML secara luas di Amerika dan Eropa seperti dijelaskan di atas melahirkan kompetisi Java versus XML dan RDBMS versus XML. Jika diperhatikan, secara mendasar ada dua kubu, satu yang menggunakan XML untuk menyimpan content -meskipun secara prinsip content ini akan tetap tersimpan di dalam sebuah database relasional- dan satu lagi menggunakan Java untuk menyimpan content ini dalam sebuah database seperti Oracle atau SQL Server. Ada yang menarik dari perdebatan di kalangan vendor. Di satu sisi ada yang mengatakan karena data objek portable maka lebih kompatibel bila menggunakan XML. Sementara yang lain menganggap lebih bagus bila disimpan dalam data relasional, karena kemampuannya menyimpan store procedure dan lain sebagainya. Dari sini kita melihat, ada kecenderungan masing-masing vendor punya keinginan kuat untuk saling mendominasi sehingga berakibat menutup diri sekat bahasa.***</p>
<p class="MsoNormal"><a name="OLE_LINK6"></a><a name="OLE_LINK5"></a><i>Oleh Siti Nur Aryani</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Dipublikasikan di harian Sinar Harapan</i></p>
<p class="MsoNormal"><i></i><a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/14/ipt02.html">http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/14/ipt02.html</a></p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=17&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/05/07/xml-dan-peluang-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menpan, Contohlah India dan Kanada</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/04/26/menpan-contohlah-india-dan-kanada/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/04/26/menpan-contohlah-india-dan-kanada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2005 18:54:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2005/04/26/menpan-contohlah-india-dan-kanada/</guid>
		<description><![CDATA[Harian Umum Sinar Harapan, Selasa (19/4) menurunkan tulisan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), Taufik Efendi berjudul ”Sistem Birokrasi Berbasis Teknologi.” Tulisan itu berangkat dari keprihatinan mendalam Menpan atas buruknya pelayanan birokrasi pemerintahan terhadap warga. Melihat kenyataan itu, ia menaruh minat yang besar untuk memajukan sektor pelayanan publik yang berbasis teknologi. Sayangnya, tulisan itu belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=22&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial"><br />
<strong>Harian</strong> Umum Sinar Harapan, Selasa (19/4) menurunkan tulisan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), Taufik Efendi berjudul ”Sistem Birokrasi Berbasis Teknologi.” Tulisan itu berangkat dari keprihatinan mendalam Menpan atas buruknya pelayanan birokrasi pemerintahan terhadap warga. Melihat kenyataan itu, ia menaruh minat yang besar untuk memajukan sektor pelayanan publik yang berbasis teknologi. </font><font face="Arial">Sayangnya, tulisan itu belum menukik pada visi konkret realisasi pemanfaatan teknologi informasi (TI) dan komunikasi yang diharapkan mampu membenahi kinerja birokasi. Tulisan ini tidak bermasuk mengritik pendapat Taufik Efendi, melainkan menambahkan sisi lain dari wacana hubungan birokrasi dengan teknologi informasi dan komunikasi.<span id="more-22"></span></font></p>
<p><font face="Arial">Di zaman serba teknologi, siapapun yang tertinggal dalam akses pemanfaatan akan tersungkur dari percaturan sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan dunia. Ini bukan suatu ancaman, melainkan realita yang sudah terjadi. Ironisnya, Indonesia adalah negara yang tertimpa ”musibah” serba ketinggalan dari pemanfaatan teknologi global yang serba canggih.</font><font face="Arial">Teknologi informasi dan komunikasi kita sangat lamban penetrasinya bagi 200 juta penduduk Indonesia. Pengguna telepon rumah masih berada di bawah 10 juta pelanggan. Untungnya, jaringan telepon selular yang semakin murah mampu mendorong cepat pemanfaatan alat komunikasi ini. </font><font face="Arial">Yang aneh, sampai kini PT Telkom sendiri belum banyak berubah dari sikap buruk dalam melayani konsumen.</font><font face="Arial"> </font><font face="Arial">Pengguna internet di Indonesia belum beranjak dari angka 12 juta. Para pengamat teknologi informasi sering mengatakan peningkatan pertahun yang mencapai 3–4 jutaan adalah angka cukup lumayan. Namun kalau kita ukur dengan pengguna internet di negara lain, angka itu sangat memprihatinkan. Di Malaysia, India, Singapura, Korea, pengguna internet hampir merata di setiap masyarakat.</font><font face="Arial"><strong>Contohlah India</strong><br />
Akibat dari kelambanan penetrasi jaringan teknologi komunikasi dan informasi yang kini sudah terkonvergensi itu, masyarakat kita belum banyak yang bisa mengakses internet. Ini disebabkan oleh ketidakjelasan pemerintah dalam menentukan visi dan kebijakan secara konkret bagi upaya memajukan teknologi modern. Lembaga riset, Nathan Associates Inc. tahun 2002 menyebutkan, negara-negara yang pertumbuhan sektor TI-nya lebih cepat akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat pula.</p>
<p>Setiap kenaikan 10 persen dalam tingkatan pertumbuhan seluruh pengeluaran untuk TI diasosiasikan dengan suatu kenaikan sebesar 13 persen dalam tingkat pertumbuhan GDP. Ini membuktikan sektor teknologi – yang konon dikabarkan akan mengurangi kebutuhan tenaga kerja karena faktor efisiensinya— justru menciptakan peluang pekerjaan baru bagi masyarakat.</p>
<p>Alhasil, kehadiran teknologi serba canggih justru berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru dengan kebutuhan teknologi baru pula. Sektor bisnis yang tidak terjangkau oleh perangkat teknologi lama, kini sudah banyak diatasi oleh teknologi canggih. India membuktikan hal ini. Sekalipun masuk kategori negara dunia ketiga, negeri itu mampu ‘mengekspor’ tenaga kerja yang kompeten ke negara-negara maju. Perhatian pemerintah India memajukan TI bagi para pelajar membuktikan bidang TI mampu mengurangi pengangguran. Ini kontras dengan Indonesia yang hanya mampu ”mengekspor” pembantu rumah tangga alias babu.</p>
<p>Sumber daya manusia (SDM) kita masih sangat minim (sedikit) dalam penguasaan TI. Masalahnya bukan karena kebodohan masyarakat, melainkan karena pemerintah sendiri sampai sekarang belum punya visi yang jelas memaksimalkan penetrasi jaringan internet, telekomunikasi dan lain sebagainya. Saya sepenuhnya mendukung niat Menpan mengupayakan kinerja birokrasi, demi good governance, melalui pemanfaatan teknologi canggih.</p>
<p>Oleh karena sasaran utama dari penerapan TI di lingkungan birokrasi pemerintah adalah untuk memberikan layanan publik, maka kita perlu menerapkan e-service. Karena itu e-service,- sebagai implikasi dari e-government harus mampu mewujudkan perubahan pelayanan secara signifikan dalam penyediaan dan akses informasi baik ke dalam maupun ke luar.</p>
<p><strong>Ala Kanada<br />
</strong>Ke luar, yang dimaksudkan adalah pelayanan akses informasi bagi warga masyarakat. Sedangkan ke dalam, artinya pelayanan di wilayah internal kantor pemerintahan itu sendiri. Contohnya integrasi proses kerja dan penyebaran informasi antardepartemen.</p>
<p>Keberhasilan mewujudkan perubahan pelayanan ke dalam ini bisa kita lihat di antaranya pada pengurangan ongkos internal dalam operasional fungsi-fungsi kerja termasuk di dalamnya keuntungan di sisi administratif, pelayanan jasa dan keuangan atau pajak, gaji, serta procurement strategis.</p>
<p>Untuk mewujudkan e-government pemerintah harus bekerja keras mengintegrasikan berbagai proses pada setiap departemen sehingga bisa saling berbagi informasi secara lebih baik serta memberikan pelayanan lebih efektif bagi masyarakat. Masyarakat yang menerapkan e-government diuntungkan dengan pelayanan e-service yang serba cepat dan akurat. Provinsi Ontario di Kanada yang memiliki 60 ribu pegawai cukup berhasil memberikan pelayanan bagi 12 juta warganya.</p>
<p>Dengan website Ontario, kini warga provinsi tersebut bisa memperoleh berbagai keuntungan dari fasilitas seperti: Ontario Business Connects, yang menyederhanakan proses registrasi, renewal, dan laporan bisnis. Mayoritas bisnis baru terdaftar secara elektronis.</p>
<p>Berikutnya ada Life Event, yaitu fasilitas dalam website Ontario agar warganya bisa mengakses dan melengkapi formulir isian untuk urusan perkawinan, kematian dan bahkan kehilangan dompet secara online. Ada pula fasilitas Smart Systems for Health yang menghubungkan lebih dari 150 ribu klinik kesehatan profesional di 24 ribu lokasi dilengkapi dengan videoconference untuk media konseling sehingga warga bisa melakukan konsultasi kepada rumah sakit, dokter, laboratorium, apoteker dan pihak lainnya secara realtime.</p>
<p>Dalam suatu survei tercatat 70 persen warga biasa maupun pebisnis di Ontario tersebut merasakan kepuasan dengan pelayanan model baru atau e-service seperti itu. Mencermati hal ini keberhasilan mewujudkan e-government sebagai cikal bakal e-service rupanya tidak terlepas dari penyebaran dan pemerataan infrastruktur.<br />
Selain tuntutan akses murah teknologi informasi dan komunikasi, terutama internet, kita harapkan pemerintah segera merealisasikan program peningkatan SDM dalam mengelola tekonologi canggih bagi para pejabat pemerintah, terutama pemerintahan daerah.</p>
<p><i></p>
<p class="MsoNormal"><a name="OLE_LINK6"></a><a name="OLE_LINK5"></a><i>Oleh Siti Nur Aryani</i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Dipublikasikan di harian Sinar Harapan</i></p>
<p class="MsoNormal"><i></i><a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0504/26/opi01.html">http://www.sinarharapan.co.id/berita/0504/26/opi01.html</a></p>
<p></i></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=22&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/04/26/menpan-contohlah-india-dan-kanada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Politik Windows vs Linux</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/03/17/fenomena-politik-windows-vs-linux/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/03/17/fenomena-politik-windows-vs-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2005 10:44:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2006/05/21/fenomena-politik-windows-vs-linux/</guid>
		<description><![CDATA[Masalah perangkat lunak komputer bukan sekadar soal teknis atau soal variabel dan parameter. Di era serba-komputer sekarang ini bisa jadi masalah itu mengarah pada soal politik, bahkan ideologi. Di Prancis hal itu terjadi. 

Alkisah, Pemerintahan Kota Paris melalui Departemen Teknologi Informasi-nya melakukan studi kelayakan berkaitan dengan rencana penerapan sistem perangkat lunak berbasis Linux. Asumsi prastudi, jika hasil riset membuktikan Linux lebih murah dan efektif, maka pemerintah akan mengalihkan 17.000 perangkat PC yang selama ini menggunakan Windows.
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=3&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><strong>Masalah</strong> perangkat lunak komputer bukan sekadar soal teknis atau soal variabel dan parameter. Di era serba-komputer sekarang ini bisa jadi masalah itu mengarah pada soal politik, bahkan ideologi. Di Perancis hal itu terjadi.</p>
<p align="left">Alkisah, Pemerintahan Kota Paris melalui Departemen Teknologi Informasi-nya melakukan studi kelayakan berkaitan dengan rencana penerapan sistem perangkat lunak berbasis Linux. Asumsi prastudi, jika hasil riset membuktikan Linux lebih murah dan efektif, maka pemerintah akan mengalihkan 17.000 perangkat PC yang selama ini menggunakan Windows.<span id="more-3"></span></p>
<p align="left">Studi yang berlangsung selama tiga bulan lebih pada tahun lalu itu akhirnya mengambil kesimpulan. Pemerintahan Kota Paris merekomendasikan agar tetap mempertahankan Windows untuk 17.000 desktop-nya. Sebab, sekalipun Linux lebih murah, tanpa lisensi dan bisa menghindari monopoli Microsoft, tapi menurut studi kelayakan itu akan membutuhkan banyak biaya untuk mengimplementasikannya.</p>
<blockquote>
<p align="left">Kami harus mengeluarkan banyak uang untuk mewujudkan implementasi Linux, kata Carsten Urban, kepala departemen TI kota Paris, kepada majalah Bussines Weeks.</p>
</blockquote>
<p align="left">Menurutnya, jika pemerintahan kota Paris benar-benar menerapkan Linux, akan menambah biaya pemrograman ulang program komputer dan biaya pelatihan ribuan pegawai. Carsten menambahkan, hasil studi bandingnya di Jerman, bahwa pemerintahan kota Heidenheim Jerman juga tidak mengadopsi Linux karena alasan biaya. Akibat keputusan itu, banyak penggemar Linux yang kecewa atas keputusan itu. Pasalnya, kalangan masyarakat pengguna komputer di Paris sudah banyak yang memilih Linux.</p>
<p align="left">Di tengah-tengah gencarnya promosi perangkat lunak PC dan server oleh Microsoft yang cenderung memonopoli pasar, banyak warga Eropa yang semakin terbuka melakukan resistansi. Perdebatan sengit pun sering masuk dalam parlemen di kota-kota seperti Paris, Wina, Munchen, London, dan Roma. Perdebatan itu sering mengarah pada persaingan visi masa depan komputasi. Kelompok masyarakat yang pro-Linux seringkali mengolok-olok konvensi Microsoft yang menjual perangkat lunak dengan harga murah sebagai sogokan. Sementara para marketing Microsoft tak mau kehilangan pasar dengan terus merayu konsumen dengan berbagai cara.</p>
<p align="left">Di Eropa, Linux dalam lima tahun terakhir ini bukan lagi perangkat lunak yang hanya berada di tangan pemrogram idealis guna membantu mengembangkan sebuah alternatif standar terbuka atas sistem operasi dari Microsoft. Linux sudah menjadi ikon perlawanan atas dominasi Microsoft. Secara makro, penguasaan Linux di pasar komputer Eropa sampai tahun 2004 mencapai 23 persen , nomor dua setelah Microsoft. Kenapa orang Eropa cukup simpatik pada Linux?</p>
<p align="left">Alasannya, selain tidak suka dengan model monopoli yang dilakukan Microsoft, sikap pro-Linux juga dipengaruhi oleh &#8220;sentimen&#8221; budaya. Orang Eropa berempati pada Linux karena perangkat lunak itu diciptakan oleh seorang warga Finlandia, Linus Torvalds. Dan budaya komunitarian dari gerakan standar terbuka sejalan dengan aspirasi politik kiri. Bahkan model bisnis Linux yang serba murah dan memberikan layanan kepada masyarakat bawah ini dianggap sejalan dengan prinsip sosialisme utopis.</p>
<p align="left"><b>Fenomena Peralihan</b></p>
<p align="left">Kegandrungan orang Eropa pada Linux bukanlah sekadar kabar berita yang dibesar-besarkan media untuk memanas-manasi Microsoft. Sebagaimana diberitakan Business Weeks (No.25-26/III/1-8/04), Kota Wina Austria sudah mengubah ratusan PC dari 16.000 PC yang dimilikinya ke Linux. Bergen, kota terbesar kedua di Norwegia, sudah memutuskan untuk mengubah sejumlah server database yang beroperasi dengan sistem operasi UNIX ke Linux, bukan ke Windows, dan konon sewaktu-waktu akan mengubah 32.000 PC yang digunakan di sekolah-sekolah Bergen ke Linux.</p>
<p align="left">Lebih fenomenal lagi terjadi di Pemerintahan Kota Munich Jerman, yang bermaksud mengganti 14.000 PC-nya ke Linux pada tahun 2008 nanti. Meskipun ada tawaran rabat 35 persen dari Microsoft, tapi Pemerintah Kota Munich tetap berusaha melanjutkan program pindah ke Linux itu.</p>
<p align="left">Kontan, fenomena peralihan massal ini membuat gerah Microsoft. Tak heran jika sekarang perusahaan Microsoft di Eropa gencar mencari simpati agar masyarakat Eropa, terutama pemerintahan tidak beralih ke Linux. Di Kota Newhan, London, ketika banyak pejabat di pemerintahan itu santer mengeluarkan isu pindah ke Linux, Microsoft menyatakan dukungan akan memberikan harga lebih murah, yakni sebesar AS$ 600.000 kepada pemakai Windows dalam setiap tahun. Terdengar pula banyak kabar beredar di beberapa kota di Eropa, Microsoft gencar mengampa<i>ny</i>ekan tentang cacat dan mahalnya biaya Linux. Kegagalan penerapan Linux di Kota Muchen atas 50.000 server-nya yang tidak bisa mengakses internet, sering dijadikan propaganda hitam oleh Microsoft dalam menjatuhkan Linux.</p>
<p align="left">Tapi sekali pun demikian, kalangan penggemar Linux sampai saat ini tidak pernah kehilangan akal dan terus melawan propaganda hitam Microsoft. Penjualan perangkat lunak Linux dengan harga murah terus berjalan. Perusahaan komputer berbasis Linux, Gartner Inc, mengatakan, perdagangan Linux akan terus meningkat dari 4,4 persen tahun 2004 menjadi 5,7 persen pada 2005.</p>
<p align="left">Fenomena di atas tentu sangat menarik untuk terus diamati. Pergeseran dalam bisnis perangkat Lunak dua kubu yang semakin keras bertarung di pasar komputer global ini ke depan tidak mustahil akan merembet ke negara-negara lain. Eropa kita ketahui paling progresif mengalami kemajuan dalam bidang penggunaan komputer dibanding benua lain, termasuk Negara Adidaya Amerika Serikat.</p>
<p align="left">Seperti sentimen-sentimen konsumen terhadap produk-produk lain, sentimen penggemar Linux bukan tanpa alasan. Fenomena yang bisa diterima dari alasan perang antara Linux versus Windows bukan sekadar mahal-murahnya biaya, atau karena sentimen budaya masyarakat Eropa. Kedua alasan ini bukanlah alasan utama untuk menguak segi positifnya pertarungan itu.</p>
<p align="left"><b>Di Indonesia</b></p>
<p align="left">Selama ini hanya Microsoft yang menjadi raja terkuat di pasar global komputer. Linux hadir untuk menawarkan diri menjadi alternatif. Kalau alasan monopoli yang dipakai, barangkali kelak di negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia, akan ada &#8220;kreativitas&#8221; perlawanan terhadap dominasi produk Microsoft. Kontroversi Windows versus Linux belum terjadi di Indonesia, sebab pengguna teknologi komputer kita belum sebanyak di Eropa. Kalau pun ada usaha ke arah sana, tampaknya masih terbatas di kalangan tertentu. Sampai sekarang pengguna Linux masih bisa dihitung dengan jari, dibanding pengguna Microsoft.</p>
<p align="left">Dengan adanya persaingan, pasar semakin kondusif menciptakan produk yang lebih berkualitas dan murah. Lebih dari itu, persaingan perangkat lunak, sebagaimana di Eropa, akan mendinamiskan iklim politik. Kita tunggu suasana persaingan itu terjadi di negeri kita. Sekali lagi, agar pasar komputer tidak monolitik.</p>
<p align="left"><i><u>Sumber</u> : <a target="_top" href="http://www.sinarharapan.co.id/">Sinar Harapan (17 Maret 2005)</a></i></p>
<p align="left"><a href="http://www.komputasi.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&amp;1113016149&amp;2">http://www.komputasi.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&amp;1113016149&amp;2</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=3&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/03/17/fenomena-politik-windows-vs-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengamankan bisnis dari ancaman penyusup jaringan</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/02/21/mengamankan-bisnis-dari-ancaman-penyusup-jaringan/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/02/21/mengamankan-bisnis-dari-ancaman-penyusup-jaringan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2005 12:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2005/02/21/mengamankan-bisnis-dari-ancaman-penyusup-jaringan/</guid>
		<description><![CDATA[Please refer to: http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/swadigital/manajementi/details.php?cid=2&#38;id=128<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=5&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Please refer to:</p>
<p><a href="http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/swadigital/manajementi/details.php?cid=2&amp;id=128">http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/swadigital/manajementi/details.php?cid=2&amp;id=128</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=5&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/02/21/mengamankan-bisnis-dari-ancaman-penyusup-jaringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ponsel Mewah Menebar Pesona</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/02/13/ponsel-mewah-menebar-pesona-2/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/02/13/ponsel-mewah-menebar-pesona-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2005 16:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2005/02/13/ponsel-mewah-menebar-pesona-2/</guid>
		<description><![CDATA[KONSUMEN kini terus menerus dijejali berbagai keluaran produk terminal-terminal canggih terbaru ponsel biasa seperti PDA dan Smartphone, baik itu lewat iklan-iklan terbuka yang ditayangkan di televisi, internet dan media massa maupun melalui arus deras informasi yang menyisipkan iklan secara terselubung. Akibatnya, sebagian masyarakat memang terpacu untuk memiliki ponsel-ponsel itu terlepas dari apakah mereka memahami betul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=16&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KONSUMEN</strong> kini terus menerus dijejali berbagai keluaran produk terminal-terminal canggih terbaru ponsel biasa seperti PDA dan <i>Smartphone</i>, baik itu lewat iklan-iklan terbuka yang ditayangkan di televisi, internet dan media massa maupun melalui arus deras informasi yang menyisipkan iklan secara terselubung.</p>
<p>Akibatnya, sebagian masyarakat memang terpacu untuk memiliki ponsel-ponsel itu terlepas dari apakah mereka memahami betul fungsi dan manfaatnya atau (yang disayangkan) hanya termakan pecutan para <i>trendsetter</i> dan tergiur mengikuti pola gaya hidup mereka yang senang bergonta-ganti terminal.Pada awalnya, pertama kali ponsel diciptakan sebagai alat komunikasi hasil dari perkembangan evolusi teknologi pager.<span id="more-16"></span></p>
<p>Tetapi kini yang namanya ponsel terus diciptakan salah satunya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup atau nafsu konsumen (atau produsen) yang tak pernah terpuaskan.</p>
<p>Siti Nur Aryani, praktisi TI Fokus Usaha Solusi Jakarta dan Staf Pengajar Program Teknologi Sistem Informasi FE UI mengatakan, sebuah ponsel bisa jadi ditenteng-tenteng bukan karena fungsinya sebagai alat komunikasi, namun sebagai simbol gaya hidup yang dicitrakan lewat asesoris yang menempel di tubuh. Sebagian orang menjadikan ponsel yang dibawa harus disenadakan dengan gaun, sepatu, jam tangan dan tas.</p>
<p>Sebagai contoh, di sebuah plaza di Jakarta dibuka sebuah butik yang menyediakan ponsel mewah hingga diberi istilah khusus <i>luxury phone.</i> Bagaimana tidak mewah, cangkang ponselnya saja terbuat dari semacam baja anti karat, platinum atau emas 18 karat.</p>
<p>Layarnya terbuat dari kristal safir. Dan dibungkus dengan bahan kulit. Harga ponsel ini berkisar 34,6 hingga 51 juta rupiah. Konon, dari penjualan ponsel mewah ini di Singapura 50 persennya adalah pembeli orang Indonesia.</p>
<p>Ponsel sudah memiliki kamera digital untuk memotret dan merekam gambar bergerak, organizer untuk mengelola jadwal kegiatan sehari-hari, program berbasis Java untuk berbagai aplikasi bisnis, bahkan sarana hiburan seperti <i>games</i>, radio, dan pemutar MP3.</p>
<p>Canggihnya lagi, ponsel dengan beragam fitur itu jadi punya fungsi komunikasi lebih, yaitu komunikasi data dan belakangan <i>video on demand. </i>Foto dan klip video hasil rekaman ponsel berkamera bisa dikirim via MMS (multimedia messaging services) ke ponsel lain. Atau lewat koneksi internet foto juga bisa dikirim ke alamat e-mail.</p>
<p>Ditambah berbagai dukungan teknologi seperti 3G. GPRS(general packet radio services) dan EDGE (enhanced data rates for GSM evolution) yang berkecepatan 170 kbps, pengguna ponsel bisa leluasa menjelajah internet, mengirim dan menerima email, dari mana saja. Karena kecepatan transfer data yang makin cepat, lewat ponsel pengguna bisa men-<i>download</i> berbagai bentuk informasi, baik teks, gambar, foto, audio, bahkan streaming video secara <i>realtime</i>.</p>
<p>Di sisi lain, perolehan pangsa pasar ini tidak bisa dilepaskan dari daya jual ponsel. Teknologi dan desain berpadu sebagai daya tarik utama penjualan ponsel. Siapa yang berhasil mengemas teknologi dengan desain yang paling menarik tentu bakal merebut hati konsumen dari beragam segmen pasar.</p>
<p>Samsung membaca fenomena tersebut dan menyikapinya dengan sedikit berbeda dengan vendor lain. Perusahaan ponsel asal Korea ini hanya memperlihatkan keseriusannya dalam menggarap segmen pasar kelas menengah atas.</p>
<p>&#8220;Samsung akan tetap bertahan di segmen middle end,&#8221; ujar Direktur PT Samsung Electronics Indonesia, Lee Kang Hyun, pada peluncuran Samsung SGH-E800 belum lama ini. Untuk itu, di tahun 2005 mendatang, Samsung lebih banyak menyiapkan smartphone ketimbang ponsel untuk pengguna pemula. PDA phone dan ponsel cerdas lainnya siap diperkenalkan ke pasar menengah atas.</p>
<p>Keseriusan itu makin terlihat dengan dijalinnya kerja sama antara Samsung dengan Verizon Wireless. Kerja sama itu telah menghasilkan sebuah ponsel global pertama di dunia. Ponsel yang sementara waktu hanya akan memanjakan publik Amerika Serikat (AS) ini diberi nama SCG-a790. SCH-a790 merupakan ponsel sensasional.</p>
<p>Sedangkan perusahaan ponsel mewah pertama di dunia yang diluncurkan oleh Nokia menawarkan ponsel &#8220;buatan tangan&#8221; yang berharga lebih dari 20.000 dollar AS atau lebih dari 200 juta rupiah per buah, dilengkapi layar dari kristal safir, dibungkus dengan platina, emas putih dan kuning 18 karat, serta stainless steel.</p>
<p>Hal yang membedakan produk Vertu dengan produk lainnya —Nokia, lewat Vertu, bukan yang pertama membuat ponsel mewah— adalah bahwa Vertu tidak hanya mendesain <i>casing</i> ponsel mewahnya, namun juga melengkapi dengan &#8220;teknologi yang disesuaikan&#8221;.</p>
<p>Seperti diketahui jauh hari sebelumnya Motorola pernah mengeluarkan ponsel berlapis emas dan bertahtakan berlian, sedangkan Ericsson pernah memproduksi ponsel emas secara terbatas. Produk-produk itu dibuat untuk memenuhi pesanan para raja minyak di Timur Tengah.</p>
<p>Ponsel mewah menurut Mely, <em>Customer Sevice</em> Samsung di sini, dikalangan orang-orang penting yang ada di Banjarmasin belum begitu nampak. Mereka cenderung masih terpaku pada tipe dan seri merek handphone yang bersangkutan. Kesan elegant, kesan gagah, dan kesan mewah yang biasanya mereka kedepankan, bukan dari segi mewahnya, namun hanya sekedar kesannya.</p>
<p>Dari pengematannya sampai saat ini, tidak pernah ia menemui pejabat atau pengusaha yang memiliki ponsel di sapu emas atau permata misalnya. Sehingga kemewahan tidak terletak pada ponsel itu sendiri tapi pada asesoris yang melengkapinya.</p>
<blockquote><p>&#8220;Dulu memang ada ponsel Samsung yang kesannya memang elegan dan tampak seperti dikelilingi berlian pada casingnya, yaitu seri SGH-T500, namun tipe ini hanya bertahan sebentar seiring keluarnya produk-produk dengan tipe dan teknologi terbaru,&#8221; terang Mely.</p></blockquote>
<p>Untuk kalangan ibu-ibu menurutnya, tipe SGH-E700 dan SGH-V200 yang sering di cari mereka sedangkan kaum lelakinya condong ke posel seri SGH- D410. <b>m5/net</b></p>
<p><a href="http://www.indomedia.com/bpost/022005/13/ragam/ragam4.htm">http://www.indomedia.com/bpost/022005/13/ragam/ragam4.htm</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=16&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/02/13/ponsel-mewah-menebar-pesona-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejauh Mana Relasi Mikrobanking dengan TI?</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/02/02/sejauh-mana-relasi-mikrobanking-dengan-ti/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/02/02/sejauh-mana-relasi-mikrobanking-dengan-ti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2005 11:02:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2005/02/02/sejauh-mana-relasi-mikrobanking-dengan-ti/</guid>
		<description><![CDATA[Minimal ada dua hal yang menarik dalam membahas hubungan antara perbankan mikrobanking dengan penerapan teknologi-informasi (TI). Pertama, adanya perbedaan yang cukup kontras pada mikrobanking dari konsep bank komersial standar lainnya. Mulai dari produk, penentuan harga, manajemen, staf, pelatihan, pengawasan, pembukuan, laporan, sistem informasi dan sebagainya harus dirancang secara khusus agar institusi bersangkutan mampu memberikan keuntungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=25&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><font size="2"><strong>Minimal</strong> ada dua hal yang menarik</font><font size="2"> dalam membahas hubungan antara perbankan mikrobanking dengan penerapan teknologi-informasi (TI). Pertama, adanya perbedaan yang cukup kontras pada mikrobanking dari konsep bank komersial standar lainnya. Mulai dari produk, penentuan harga, manajemen, staf, pelatihan, pengawasan, pembukuan, laporan, sistem informasi dan sebagainya harus dirancang secara khusus agar institusi bersangkutan mampu memberikan keuntungan bagi para nasabah, khususnya mereka yang tergolong berekonomi rendah.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Kedua, adanya kondisi (makro) yang lebih stabil dari mikrobanking ketimbang bank standar umumnya. Kita tahu, likuidasi secara massal terhadap industri bank-bank besar pernah terjadi di negeri ini karena alasan tidak memenuhi persyaratan sebagai bank sehat. Namun, hal itu justru tidak berlaku bagi bank kecil. Bank kecil yang bermodal tidak sebesar bank besar tersebut malah tetap berdiri hingga hari ini dan menjadi penyokong usaha kecil dan koperasi, bahkan semakin menampakkan kemajuannya dalam menerapkan TI untuk kebutuhan operasional internal mikrobanking. <span id="more-25"></span></font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Sementara, bank dengan konsep standar umum, lebih cenderung mengoptimalkan layanan TI kepada pelanggan. Secara umum, kemajuan penerapan TI di lingkungan perbankan bisa kita rasakan dari semakin mudahnya interaksi antara pihak perbankan dengan para nasabahnya. Sebut saja fasilitas online banking yang sangat berharga bagi masyarakat khususnya pelanggan. Layanan semacam ini diharapkan juga diterapkan untuk institusi keuangan lainnya bahkan bank-bank cabang yang masih menggunakan sistem tradisional. </font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Lalu, apakah penerapan TI dalam mikrobanking mempunyai perbedaan dari bank standar umum? Pada prinsipnya penerapan TI bagi perusahaan apapun, perbankan mikro atau konvensional menganut prinsip yang sama. Kebutuhan penerapan TI dipicu bukan hanya karena secara umum dunia modern menuntut interaksi yang modern pula. Lain dari itu, dengan penerapan TI, kemudahan, efektivitas dan pemaksimalan pelayanan lebih terjamin ketimbang dengan tanpa TI.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Karena itu, -Mikrobanking atau perbankan standar umum lainnya,- dituntut untuk memperbarui layanan setiap kantor cabang guna memastikan pengintegrasian menyeluruh, menciptakan pengalaman mengesankan bagi para pelanggan tanpa menghiraukan dari kantor cabang mana pelayanan diberikan. </font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Perubahan yang terjadi untuk mencapai tujuan ini melibatkan aspek operasional dan teknologi. Aspek teknologi secara mendasar menyangkut infrastruktur jaringan. Model lama infrastruktur jaringan yang diterapkan perbankan tentu belum dilengkapi fitur protokol Internet (IP) yang mendukung konvergensi data, suara dan aplikasi video.  Padahal proses dalam online banking mensyaratkan lalu lintas komunikasi ketiga aspek tersebut. Karena itu, yang menjadi agenda pertama sebuah bank untuk mencapainya yakni dengan melakukan upgrade (peningkatan) jaringan. Peningkatan ini sudah tentu sekaligus juga memungkinkan terjadinya penggantian sistem telekomunikasi PBX dengan sistem tunggal telepon IP. </font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Jaringan tersebut pada intinya akan menangani komunikasi suara dan data serta mengurangi kebutuhan pemeliharaan dan pengelolaan dua atau lebih jaringan yang saling terpisah. Sistem telepon yang didukung melalui protokol Internet juga berfungsi untuk memusatkan pemrosesan panggilan, Sehingga menurunkan kebutuhan perangkat keras di setiap kantor cabang serta mengurangi pengelolaan sistem PBX yang bertahap banyak.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Lebih jauh penerapan sistem jaringan berbasis IP yang dilakukan institusi bank dengan kantor cabangnya selain menurunkan ongkos manajemen jaringan dan telekomunikasi, yang terpenting adalah meningkatkan manajemen pelayanan pelanggan dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya, seperti fasilitas pengaktifan pusat panggilan, di mana para staf kantor cabang dapat mengakses data riwayat respon pelanggan terhadap bank.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">BRI dengan unit desanya yang memfokuskan pada layanan keuangan mikro dan kecil terbukti mampu bertahan dari badai krisis secara lebih baik dibanding institusi keuangan yang menitikberatkan pada minimalisasi risiko kliennya.Dengan tanggung jawabnya dalam tugas manajemen di Divisi Mikrobanking, BRI menjadi bank pertama di dunia yang menjangkau jutaan pelanggan miskin. Di bawah petunjuk Sugianto, para staf Divisi Mikrobanking tidak melatih para kliennya, justru mereka yang belajar dari para kliennya itu. Hal ini yang menjadikan BRI memberikan layanan kredit dan tabungan yang sesuai denga tuntutan para klien berpendapatan rendah.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2"><strong>Solusi untuk sistem mikrobanking</strong></font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Bank, institusi keuangan, biro perkreditan, biro pegadaian dengan kata lain mikrobanking yang banyak tersebar di pinggiran kota dan pedesaan harus diberikan aplikasi computer yang murah dan sangat terjangkau misal dengan aplikasi yang berbasis sistem operasi open source Linux, namun mampu menyediakan akses Internet dan e-mail dalam bahasa local setempat bahkan kalau perlu dengan fitur dan fungsi yang sangat mudah digunakan. </font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Bahkan mengingat di pedesaan dan pelosok, masih sangat banyak penduduk baik para petani, peternak atau pelayang yang buta huruf maka ke depan aplikasi perangkat lunak yang memberikan fitur semacam pengenal ucapan dan pengkonversi teks ke ucapan.</font></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Persoalan mikrobanking memang tidak lepas dari kondisi secara umum di mana masyarakat masih tertinggal dari kemajuan TI yang terus-menerus bergerak tiada henti. Di atas kondisi obyektif ini, penerapan TI di kalangan mikrobanking bisa memuat rekomendari umum, yakni, penerapan TI yang lebih berorientasi pada hubungan internal. Hal ini bukan lantas mengabaikan sisi TI bagi pelayanan nasabah, melainkan lebih mengedepankan aspeks praktis. Sebab bagaimana pun juga nasabah bank tidak semuanya sudah bisa beradaptasi dengan TI. </font></p>
<p><font size="2">Di luar itu, kita harapkan agar pihak pemerintah memberikan perhatiannya terhadap sistem mikrobanking sebagai pendukung bagi kelancaran proses transaksi dan pemberian kredit. Sistem mikrobanking akan lebih berdaya guna apabila didukung infrastruktur jaringan Internet tanpa kabel sehingga pengaksesan Internet pada sistem ini tidak perlu menggunakan modem dan saluran kabel yang akan ongkosnya mahal. Mikrobanking silahkan memanfaatkan layanan TI semaksimal mungkin. Tapi sisi praktis kegunaan lebih utama ketimbang orientasi <i>life style</i>.</font><font size="2"></p>
<p class="MsoNormal"><em><font size="2">Siti Nur Aryani, </font><font size="2">Konsultan TI pada Fokus Usaha Solusi Jakarta </font><font size="2">dan Pengajar Jurusan Akutansi FE UI</font></em></p>
<p class="MsoNormal"><font size="2">Sumber: <a href="http://www.lintasarta.net/NEWSROOM/Publikasi/Edisi3/Hal17/tabid/214/Default.aspx">http://www.lintasarta.net/NEWSROOM/Publikasi/Edisi3/Hal17/tabid/214/Default.aspx</a></font></p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=25&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/02/02/sejauh-mana-relasi-mikrobanking-dengan-ti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Praktisi TI Kritisi Nokia 9500</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2005/01/28/bila-praktisi-ti-kritisi-nokia-9500/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2005/01/28/bila-praktisi-ti-kritisi-nokia-9500/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2005 11:20:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2005/01/28/bila-praktisi-ti-kritisi-nokia-9500/</guid>
		<description><![CDATA[Jika Kehadiran Nokia 9500 sempat membuat histeris para maniak ponsel. Namun, di mata para praktisi teknologi informasi (TI), Nokia 9500 justru dinilai mempunyai beberapa kelemahan. Apa saja kelemahan itu? Simak ulasan salah satu praktisi TI ini.Penghujung kuartal keempat tahun lalu, Nokia meluncurkan generasi Communicator terbarunya, yaitu seri 9500. Nokia 9500 yang sering juga diberi predikat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=28&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><strong>Jika</strong> Kehadiran Nokia 9500 sempat membuat histeris para maniak ponsel. Namun, di mata para praktisi teknologi informasi (TI), Nokia 9500 justru dinilai mempunyai beberapa kelemahan. Apa saja kelemahan itu? Simak ulasan salah satu praktisi TI ini.</span><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Penghujung kuartal keempat tahun lalu, Nokia meluncurkan generasi Communicator terbarunya, yaitu seri 9500. Nokia 9500 yang sering juga diberi predikat sebagai telepon pintar (smartphone) ini sebenarnya lebih tepat sebagai mitra kerja. Sementara, untuk fitur hiburan rasanya masih kurang.<span id="more-28"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Untuk memenuhi kebutuhan hiburan, rasanya tidak terlalu banyak yang menonjol dari Nokia 9500. Hanya ada RealPlayer untuk memutar lagu dan hanya ada 16 melodi polifonik. Jadi Communicator saya rasa memang tidak cukup puas untuk pemenuhan hiburan, melainkan cukup menyenangkan dijadikan asisten kerja saja.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Penekanan pada peningkatan kebutuhan kerja tersebut tampak menonjol dengan diterapkannya virtual private network (VPN) yang rasanya belum pernah diterapkan pada ponsel manapun. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Melalui VPN, ponsel ini dapat membuat sambungan terenkripsi untuk informasi yang diperlukan saat berada di luar kantor. Sesibuk-sibuknya urusan bisnis, hal itu nasih dapat teratasi dengan tetap terhubung dan terkendali ke jaringan kantor untuk mengakses e-mail, aplikasi database, dan intranet. Bahkan, Nokia 9500 ini memungkinkan kita untuk melakukan video conference dengan para mitra bisnis.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Ponsel berukuran 148 x 57 x 24 mm ini, dilengkapi Nokia PC suite sehingga terkesan memberikan kenyamanan bagi pemakai yang ingin privasi-nya terjaga. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Dengan mengandalkan peranti lunak berbasis sistem operasi Windows 2000 atau Windows XP, ponsel ini cukup fungsional karena memungkinkan sambungan ke komputer.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Meski ponsel pintar ini dilengkapi perangkat tambahan Nokia PC Suite, kinerjanya masih kalah jauh dibanding perangkat lunak Windows seutuhnya. Aplikasi pengolah kata dan gambar mudah diperoleh. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Hanya saja untuk aplikasi lebih jauh, peranti lunak ini hanya dapat menjalankan fungsi yang diprogram untuk ponsel ini saja. Bahkan hanya terbatas pada sinkronisasi daftar kontak, kalender, e-mail, dan agenda terhadap Microsoft Outlook, Lotus Notes dan Lotus Organizer.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;color:#0000ff;font-size:x-small;"><strong>Rak MMC &#8216;ngumpet&#8217;</strong></span><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><br />
Penambahan fitur lainnya yang dapat menunjang kerja adalah peningkatan memori terpasang sebesar 80 megabyte (MB). Dengan demikian, persoalan kecepatan dan penyimpanan hasil men-download Internet kini sedikit terbantu.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Sementara itu, perluasan fungsi ponsel dalam bentuk perangkat tambahan kartu memori multimedia card (MMC), menyediakan ruang memori tambahan untuk musik, data dan aplikasi. Fungsi ini memang sangat membantu mengingat ponsel kini tidak lagi sekadar menyimpan data berisi daftar kontak belaka. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Dengan leluasa kita dapat menyimpan dan mem-backup berita seperti pada e-mail dan pesan teks yang panjang, foto, gambar diam, film, klip video, dan lain lain. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Namun, yang jadi pertanyaan mengapa perangkat memori ini tidak terpasang secara built-in saja? Karena posisi kartu yang dikumpulkan dalam lokasi yang sama dengan kartu SIM dan baterei cukup merepotkan pengguna untuk membongkarpasangnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Dari sisi desain, Nokia Communicator ini tampil cukup menawan. Dalam keadaan normal, sebagaimana ponsel Nokia pada umumnya, NOKIA 9500 cukup ramah bagi pemakai saat menekan tombol-tombolnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Nokia 9500 cukup cerdik menempatkan papan ketik lengkap dan layar aplikasi di bagian dalam. Persis seperti membuka tempat pensil, maka akan tampak layar dan papan ketiknya. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Ukuran antara papan ketik dengan layar cukup seimbang. Begitu pun dengan jarak antar tombol satu dengan yang lain, sehingga tidak perlu khawatir jari-jari dan jempol kita ikut menekan tombol lain saat kita menekan salah satu tombol yang diinginkan. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;color:#0000ff;font-size:x-small;"><strong>Setengah hati</strong></span><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"><br />
Nokia 9500 tampak mungil dibandingkan dengan produk Nokia lain seperti N-Gage. Tapi, tidak berarti Nokia 9500 banyak tersedia tempat untuk koneksi eksternal. Ada satu rongga untuk USB, rongga Bluetooth dan inframerah.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Harga resmi ponsel ini setara dengan harga satu buah laptop merek terkenal yang ber-prosesor Pentium 4. Namun jika kita membelinya melalui jaringan pasar yang bertumpuk harganya bisa menyamai sebuah laptop ber-prosesor Pentium 4 Centrino yang sudah dilengkapi Bluetooth. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Menurut saya, julukan Communicator rasanya masing tanggung untuk ponsel ini. Meski dilengkapi perangkat lunak eksternal tambahan berbasis Windows, tampaknya masih setengah hati dalam penerapannya. Anehnya, ponsel ini justru seperti barang langka yang diburu orang.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Pernah beberapa pekan lalu stok produk ini langka di pasaran, sehingga tidak sedikit orang memburu produk ini bahkan rela mengeluarkan Rp4 &#8211; Rp5 juta lebih mahal dari harga resminya. Padahal tidak hanya Nokia 9500 yang dikeluarkan. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Dalam setahun ini Nokia mengeluarkan kurang lebih 30 jenis produk ponsel termasuk di dalamnya beberapa smartphone seperti Nokia 9300. Dan masih dalam ingatan kita rata-rata harga ponsel tersebut naik.</span></p>
<table border="0" width="383" align="center">
<tbody>
<tr bgcolor="#3366ff">
<td colspan="2" height="20"><span style="color:#ffffff;"><strong>Beberapa kelemahan Nokia 9500 yang cukup mengganggu</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="9">•</td>
<td width="364">Fitur hiburan minim</td>
</tr>
<tr>
<td>•</td>
<td>Letak rak MMC cukup merepotkan, karena menyatu dengan kartu SIM dan baterei</td>
</tr>
<tr>
<td>•</td>
<td>VPN memungkinkan Nokia 9500 terhubung ke jaringan komputer kantor secara aman, sehingga penggunanya dapat mengakses jaringan e-mail, database, serta intranet kantor</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>VPN Jadi Andalan</strong></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Istilah virtual private network (VPN) mungkin masih terdengar asing bagi sebagian komunitas pengguna ponsel. VPN merupakan suatu jaringan komunikasi lokal yang terhubung melalui media jaringan publik. Infrastruktur publik yang paling banyak digunakan adalah Internet. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Yang banyak mengaplikasikan VPN adalah perusahaan yang memiliki banyak kantor cabang. Jadi, komunikasi antara kantor pusat dan cabang maupun antar kantor cabang, semuanya, bisa dilakukan melalui Internet. </span><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Nah, berbagai teknologi atau terminal client bisa diikutsertakan ke dalam jaringan VPN tersebut. Yang paling sering digunakan adalah komputer. </span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Kehadiran Nokia 9500 boleh dibilang revolusioner, karena bisa difungsikan sebagai terminal client pada jaringan VPN. Tentu saja, agar dapat tergabung dalam jaringan VPN, Nokia 9500 itu harus diinstalasi dengan software atau program VPN terlebih dahulu.</span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Proses instalasinya sama seperti bila menginstalasi peranti lunak lainnya. VPN di sisi client dapat diinstalasi, baik pada kartu memori atau memori telepon. Penginstalasian VPN client ini untuk sementara akan membuat ukuran pemakaian memori telepon berlipat menjadi dua kali ukuran semula. VPN biasanya membutuhkan 1-16 K memori telepon. <strong><span style="font-size:small;">Siti Nuraryani ( Praktisi TI</span><span style="font-family:Verdana;"> )</span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;">Sumber: <a href="http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=477&amp;_dad=portal30&amp;_schema=PORTAL30&amp;pared_id=341806&amp;patop_id=W02">http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=477&amp;_dad=portal30&amp;_schema=PORTAL30&amp;pared_id=341806&amp;patop_id=W02</a></span></p>
<p><span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:x-small;"> <a href="http://www.trendigital.com/30012005/Ponsel/bila.htm">http://www.trendigital.com/30012005/Ponsel/bila.htm</a></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=28&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2005/01/28/bila-praktisi-ti-kritisi-nokia-9500/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Belanja Iklan, tapi Maksimalkan PR</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2004/10/30/bukan-belanja-iklan-tapi-maksimalkan-pr/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2004/10/30/bukan-belanja-iklan-tapi-maksimalkan-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2004 18:20:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Business and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2004/10/30/bukan-belanja-iklan-tapi-maksimalkan-pr/</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Public Relations: Kajian, Program dan Implementasi Penulis: Kustadi Suhandang Editor: Mathori Al-Elwa Penerbit: Nuansa Cendekia Bandung, Mei 2004 Tebal: 248 Halaman PERTENGAHAN tahun 2003 lalu, Philip Kotler pernah melontarkan gagasan kepada para bisnisman, agar mulai memindahkan lebih banyak anggaran iklan untuk mendanai operasional Public Relations (selanjutnya baca: PR). Menurutnya, belanja iklan di tengah maraknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=21&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img vspace="6" align="right" width="153" src="http://www.suarapembaruan.com/News/2004/10/29/Buku/1022covb.gif" hspace="9" height="232" /></p>
<p><i>Judul: </i><i><b>Public Relations: Kajian, Program dan Implementasi </b></i></p>
<p><i></i><i>Penulis: </i><i><b>Kustadi Suhandang </b></i></p>
<p><i>Editor: </i><i><b>Mathori Al-Elwa </b></i></p>
<p><i></i><i></i><i>Penerbit: </i><b>Nuansa Cendekia Bandung, Mei 2004 </b></p>
<p><i></i><i>Tebal: </i><i><b>248 Halaman</b></i><i> </i><i><strong>P</strong><img align="left" width="17" src="https://aufklarung.wordpress.com/initials/p.gif" alt="P" height="23" /><strong>ERTENGAHAN</strong> tahun 2003 lalu, Philip Kotler pernah melontarkan gagasan kepada para bisnisman, agar mulai memindahkan lebih banyak anggaran iklan untuk mendanai operasional </i><i>Public Relations</i> (selanjutnya baca: PR).</p>
<p>Menurutnya, belanja iklan di tengah maraknya saluran informasi, televisi, koran, dan radio, sudah tidak lagi efektif sebagaimana lima tahun sebelumnya. Sebab, pemirsa dengan mudahnya memindahkan <i>chanel</i> saat iklan diputar. Lain dari itu, Kotler juga mengatakan, ada sembilan dari sepuluh konsultan PR besar di dunia sekarang ini ternyata dimiliki oleh biro-biro iklan.<span id="more-21"></span></p>
<p>Dengan kata lain, gagasan Kotler itu ingin mengatakan bahwa hubungan antara perusahaan dengan pihak luar, &#8211; baik menyangkut produk maupun citra perusahaan, sangat ditentukan oleh peranan PR yang dikelola suatu perusahaan dengan peranan PR-nya.</p>
<p>Rasanya, gagasan Kotler tersebut akan terjawab meyakinkan melalui buku ini. Melalui keseriusan riset dan pengalamannya bertahun-tahun sebagai akademisi dan praktisi PR, Kusnadi Suhandang ingin menekankan pentingnya paradigma baru memandang seluk beluk PR mulai dari konsep dasar, visi, dan implementasinya.</p>
<p>Sebagai bagian dari manajemen perusahaan/organisasi, PR berorientasi pada aktivitas yang dilakukan oleh industri, perusahaan, perserikatan, organisasi sosial, atau jawatan pemerintah, untuk menciptakan dan memelihara hubungan yang sehat dan bermanfaat dengan maksud menyesuaikan dirinya pada keadaan sekeliling dan memperkenalkan diri pada masyarakat. (halaman 46).</p>
<p>Minimal ada dua fungsi utama PR yang utama dalam perusahaan. <i>Pertama</i>, PR bertujuan mendapatkan dan menambahkan penilaian serta jasa bagi perusahaan. <i>Kedua</i>, secara defensif berusaha menjadi sarana pembelaan diri terhadap pendapat negatif tatkala menerima penyerangan yang tidak wajar dari pihak luar. (Sementara perusahaan tersebut tidak melakukan kesalahan)</p>
<p>Pada tataran praksisnya, implementasi PR mengarah pada tiga bidang kerja, yakni <i>marketing, publishing </i>dan dokumentasi. Pada dua bidang marketing dan publishing mungkin memang demikian fungsi PR. Tapi, kenapa dokumentasi dimasukkan sebagai salah satu komponen dari fungsi PR?</p>
<p>Dari sini, Kustadi ingin mempertegas bahwa posisi PR yang notabene adalah penyambung lidah perusahaan tidak hanya bertugas sebagai <i>chanel of information</i> (saluran informasi), melainkan juga merupakan jembatan yang menghubungkan saluran informasi dari publik ke dalam perusahaan.</p>
<p>Adapun kewajiban PR adalah melaksanakan kebijakan manajer perusahaan dalam memperkenalkan produk barunya dan mempengaruhi masyarakat yang akan memakai barang atau jasa (produksi) yang baru tersebut.</p>
<p>Sedangkan terhadap pihak internal perusahaan, PR mempunyai kewajiban memberikan penjelasan tujuan dari setiap kebijakan agar semua pihak merasa terpanggil dan mau menyukseskan program perusahaan sesuai dengan visi manajer (halaman 62).</p>
<p>Dari sini terlihat, PR mempunyai dua arah komunikasi. Dari dua arah ini, tugas terberat PR adalah keberhasilannya mewujudkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan publik melalui sarana yang positif berupa, <i>public understanding</i> (pengertian publik), <i>publik confidence</i> (kepercayaan publik), <i>public support</i> (dukungan publik) dan <i>public cooperation</i> (kerja sama publik) (halaman 180)</p>
<p>Lekatnya bidang PR dengan dunia komunikasi, secara otomatis mengarahkan proses komunikasi PR berhadapan dengan dua bentuk hubungan yang berbeda strateginya, yakni hubungan secara psikologis dan hubungan sosiologis dengan publik. Yang pertama, kegiatan PR dihadapkan pada masalah-masalah yang berhubungan dengan opini publik dan proses persuasi. Sementara yang kedua dihadapkan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan komunikasi massa, <i>human relations</i> dan <i>group relation</i>.</p>
<p>Kompetisi dalam pasar bebas sekarang sangat erat kaitannya dengan maraknya media massa, koran, radio, televisi dan internet. Media massa bagi PR bukanlah sekadar mitra kerja yang sifatnya sementara, melainkan bersifat permanen.</p>
<p>Saking pentingnya media massa, penggelola PR dituntut untuk mengenal dunia pers sebagaimana para wartawan bekerja. Mulai dari soal penyampaian materi konferensi pers, editor bahasa teks <i>realese</i>, materi hingga <i>style</i> siaran radio/televisi, semuanya menjadi bagian keseharian dalam dunia PR.</p>
<p>Kustadi memberikan paparan mengenai fungsi media massa sebagai medium penghubung antara perusahaan dan pihak luar dengan mengedepankan asas profesionalitas dan etika media massa.</p>
<p>Maka, jelaslah siapa pun orangnya yang bekerja dalam PR bukan hanya berfungsi menjalankan tugasnya sebagai bawahan direktur atau manager, melainkan juga harus bisa menjalankan pekerjaan sebagai jurnalis bahkan biro iklan yang handal. Uraian mengenai seluk beluk media massa serta cara kerjanya, secara panjang lebar akan kita dapatkan dalam buku ini.</p>
<p>Wacana PR dalam dunia bisnis sekarang ini tampaknya harus terus dikembangkan secara dinamis baik dalam tataran akademis maupun praksis di perusahaan dan organisasi manapun. Fungsi PR sekarang ini bukanlah sekadar formalitas untuk menampung pengangguran di sebuah perusahaan.</p>
<p>Sebab, berhasil atau tidaknya suatu perusahaan terutama dalam berkomunikasi dengan berbagai pihak sangat bergantung dari misi PR yang dijadikan aparatnya.</p>
<p>Maraknya media massa sebagai medium penghubung menuntut berbagai perusahaan-perusahaan skala menengah dan skala atas di Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa saat ini melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan produktivitasnya dengan memaksimalkan PR, ketimbang sekadar memanfaatkan iklan di berbagai media massa.</p>
<p>Di Indonesia, wacana PR mungkin masih kurang semarak ketimbang negara-negara di atas. Salah satu sebabnya karena PR (sebagai ilmu pengetahuan; sistematis/ilmiah) masih sangat muda usianya. Sebelumnya istilah PR masih terbatas dalam diskursus terbatas dan tidak tersistematisasi.</p>
<p>Bisa dimaklumi jika kemudian banyak orang kita masih menganggap PR tidak terlalu penting dibicarakan secara komprehensif dan mendetail. Wajar pula PR selama ini wacana PR ditempatkan pada posisi yang tidak semestinya, sehingga sering kita dengar banyak para pengusaha di Indonesia pun masih banyak mementingkan sarjana lain ketimbang sarjana PR untuk mengisi lowongan Kepala Humas atau PRO (<i>Public Relations Officer</i>) di perusahaanya.</p>
<p>Akhirnya, tidak sia-sia usaha Kustadi menulis panjang lebar wacana, visi dan arahan praktis bidang <i>Public Relations</i> ini. Sekalipun penulisan Kustadi mengambil gaya penulisan era 80-an yang kurang efektif karena di sana-sini banyak pengulangan pokok bahasan, namun buku ini tetap enak dibaca sebagai konsumsi pengetahuan.</p>
<p>Bukan sekadar pengetahuan normatif yang abstrak, tapi di dalamnya memuat inspirasi-inspirasi yang menyegarkan. Bagi pengelola perusahaan atau organisasi sosial tentu amat penting dijadikan salah satu bacaan. <em>Siti Nur Aryani</em></p>
<hr /><i>Last modified: 29/10/04 </i><a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2004/10/29/Buku/buku03.htm">http://www.suarapembaruan.com/News/2004/10/29/Buku/buku03.htm</a><!--HexWeb XT 2.0 --><!-- License for Suara Pembaruan--></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=21&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2004/10/30/bukan-belanja-iklan-tapi-maksimalkan-pr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suarapembaruan.com/News/2004/10/29/Buku/1022covb.gif" medium="image" />

		<media:content url="https://aufklarung.wordpress.com/initials/p.gif" medium="image">
			<media:title type="html">P</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Internet dan Kabel Pita Lebar</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2004/10/22/internet-dan-kabel-pita-lebar/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2004/10/22/internet-dan-kabel-pita-lebar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2004 18:02:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2004/10/22/internet-dan-kabel-pita-lebar/</guid>
		<description><![CDATA[  SINAR HARAPAN 22 Oktober 2004Ketika sistem kabel TV pertama kali muncul di era 1940-an televisi memasuki wilayah yang belum pernah diakses sebelumnya. Tiba-tiba para penonton di area perbukitan, di gedung-gedung tinggi, atau mereka yang terlalu jauh untuk menerima sinyal dari tower stasiun ? dapat menonton apapun mulai dari permainan bola liga utama hingga pertunjukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=20&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" width="100%" cellPadding="2" cellSpacing="2">
<tr>
<td width="100%"></td>
</tr>
<tr>
<td width="100%"><i></i></td>
</tr>
<tr>
<td width="100%"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="100%">SINAR HARAPAN 22 Oktober 2004<strong>Ketika </strong>sistem kabel TV pertama kali muncul di era 1940-an televisi memasuki wilayah yang belum pernah diakses sebelumnya. Tiba-tiba para penonton di area perbukitan, di gedung-gedung tinggi, atau mereka yang terlalu jauh untuk menerima sinyal dari tower stasiun ? dapat menonton apapun mulai dari permainan bola liga utama hingga pertunjukan gosip selebritis dengan gambar yang jelas.</p>
<p>Saat ini, lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia berlangganan TV Kabel, seperti di tulis majalah IQ, Desember 2003. Dengan menyebarnya internet, para operator kabel ini memanfaatkan jaringan masif ini untuk mengirimkan akses internet berkecepatan tinggi ke perumahan dan lingkungan bisnis.<span id="more-20"></span></p>
<p>Karena itu beberapa industri kabel melakukan perubahan dramatis. Banyak penyedia kabel untuk sekadar video programming kini beralih ke suara dan data juga. Industri teknologi kabel ini seakan berlomba untuk menyediakan kebutuhan komunikasi rumahan, bisnis, pemerintahan, dan pendidikan.</p>
<p>Pesaing utama kabel adalah teknologi digital-subscriber-line (DSL) yang menggunakan kawat copper telepon konvensional untuk mentransportasikan data berkecepatan tinggi. DSL lebih menjadi pilihan populer di banyak dunia khususnya di Asia. Tidak seperti kabel, kecepatan DSL akan turun jika jarak ditingkatkan dari kantor pusat telepon.</p>
<p>Jangan dikira di tengah persaingan ketat atas kemunculan teknologi nirkabel akan mematikan begitu saja teknologi kabel. Para penyedia kabel ini telah mengeluarkan biaya di atas 70 miliar dolar AS untuk mengembangkan jaringan mereka sehingga mendukung pengiriman video digital, data berkecepatan tinggi, suara, dan pelayanan canggih lainnya.</p>
<p><b>Cara Kerja</b><br />
Hal inilah yang menjadikan perlengkapan pelanggan seperti kabel modem, PC, dan Web Browser dapat terhubung ke Internet 20 hingga 50 kali lebih cepat daripada koneksi dial-up konvensional.</p>
<p>Cara kerja kabel internet melibatkan sebuah operator kabel yang menghubungkan ke backbone Internet berkecepatan tinggi menggunakan peralatan headend. Headend ini yang mengatur bandwidth bagi para pelanggan.</p>
<p>Sebuah kabel modem di lokasi pelanggan mengubah sinyal ke dalam format yang bisa dikenali, termasuk halaman Web. Kabel modem pada dasarnya terhubung dengan kabel coaxial yang berada di dinding, dan modem yang terletak pada meja pelanggan terhubung ke sebuah PC. Pada waktu yang sama, sebuah kotak melakukan decoding program televisi menjadi channel lain dan menampilkannya di televisi dalam bangunan atau rumah yang sama.</p>
<p>Hingga akhir 1990-an kebanyakan kabel hanya mengatasi satu jalur lalu lintas ? mentransmisikan sinyal-sinyal televisi dari headend ke televisi para pelanggan. Kehadiran infrastruktur kabel two-way tidak hanya mendukung internet berkecepatan tinggi akan tetapi menawarkan pelayanan digital yang beragam meliputi video on demand, telephone shopping, games, dan pelayanan informasi.</p>
<p>Memang, kelebihan dari kabel adalah kemampuannya yang menyebar luas dan sangat compatible. Di beberapa daerah khususnya di kota besar, di pemukiman-pemukiman yang baru dibangun dan tempat-tempat bisnis disediakan pelayanan kabel ini. Kecepatan yang tinggi dan mudahnya instalasi membuat kabel mudah dikenal dan popular. Bagi banyak orang baik secara individu maupun kelompok dunia usaha khususnya usaha kecil menengah menggunakan akses kabel internet telah memberi dampak berarti; Jaringan menjadi kian cepat dan handal.</p>
<p>Oleh : Siti Nur Aryani<br />
*Praktisi TI Fokus Usaha Solusi Jakarta dan Staf Pengajar FEUI Program Teknologi Sistem Informasi</td>
</tr>
</table>
<p><a href="http://www.fokus.co.id/index1.php?aid=5">http://www.fokus.co.id/index1.php?aid=5</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=20&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2004/10/22/internet-dan-kabel-pita-lebar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TI dan Produktivitas UKM</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2004/07/08/ti-dan-produktivitas-ukm-2/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2004/07/08/ti-dan-produktivitas-ukm-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2004 20:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital & Business Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2004/07/08/ti-dan-produktivitas-ukm-2/</guid>
		<description><![CDATA[TI dan Produktivitas UKM Kamis, 08 Juli 2004 Oleh : Siti Nur Aryani Krisis ekonomi 1997 menghancurkan perusahaan-perusahaan besar. Namun, geliat ekonomi tak surut ketika perusahaan skala kecil-menengah &#8212; disebut Usaha Kecil-Menengah (UKM) &#8212; merayap bangkit. Kehadiran UKM dalam lima tahun terakhir terbukti banyak memberikan kontribusi bagi devisa negara. Akan tetapi, eksistensi UKM berhadapan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=23&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" align="center" width="95%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td width="180" align="left" vAlign="middle"><a target="_blank" href="https://aufklarung.wordpress.com/wp-admin/"></a></td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"><img width="1" src="https://aufklarung.wordpress.com/wp-admin/images/jarak.gif" height="20" /></td>
</tr>
<tr>
<td><!---- START HERE ---></p>
<table border="0" width="100%" cellPadding="1" cellSpacing="0">
<tr>
<td><!-- Generated with ENM v3.0 (Erick News Manager) - © 2004 Erick Wellem (me at erickwellem dot com) --><!--  var win=null; function NewWindow(mypage,myname,w,h,scroll,pos) { if(pos=="random"){ LeftPosition=(screen.width)?Math.floor(Math.random()*(screen.width-w)):100;TopPosition=(screen.height)?Math.floor(Math.random()*((screen.height-h)-75)):100;} if(pos=="center"){LeftPosition=(screen.width)?(screen.width-w)/2:100;TopPosition=(screen.height)?(screen.height-h)/2:100;} else if((pos!="center" &amp;&amp; pos!="random") || pos==null){LeftPosition=0;TopPosition=20} settings='width='+w+',height='+h+',top='+TopPosition+',left='+LeftPosition+',scrollbars='+scroll+',location=no,directories=no,status=no,menubar=no,toolbar=no,resizable=yes'; win=window.open(mypage,myname,settings);} // --><!--{itemcontent}--><br />
TI dan Produktivitas UKM<br />
Kamis, 08 Juli 2004<br />
Oleh : Siti Nur Aryani</p>
<p><i><strong>Krisis</strong> ekonomi 1997 menghancurkan perusahaan-perusahaan besar. Namun, geliat ekonomi tak surut ketika perusahaan skala kecil-menengah &#8212; disebut Usaha Kecil-Menengah (UKM) &#8212; merayap bangkit. Kehadiran UKM dalam lima tahun terakhir terbukti banyak memberikan kontribusi bagi devisa negara. Akan tetapi, eksistensi UKM berhadapan dengan pasar bebas belum sepenuhnya mampu beradaptasi dengan infrastruktur modern bernama teknologi informasi (TI).</i></p>
<p class="MsoNormal"><i></i></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Sekalipun UKM di Indonesia sekarang punya keinginan kuat memanfaatkan TI untuk mengefektifkan produktivitasnya, kebanyakan masih menghadapi kendala, baik menyangkut infrastruktur maupun tenaga TI-nya. </font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> <span id="more-23"></span></font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Kenyataannya, sering perusahaan tidak dapat mengenali dengan sebenarnya titik persoalan produktivitas yang dikaitkan dengan TI. Persoalan yang menyangkut produktivitas itu, di antaranya peningkatan efisiensi <i>e-mail</i>, pencegahan waktu terbuang sia-sia (<i>downtime</i>), manajemen alih daya (<i>outsourcing)</i> teknologi, penyediaan akses informasi untuk karyawan, serta bantuan konsultasi. Memang hal-hal seperti ini sering dianggap persoalan kecil. Namun, jika tidak diperhatikan, bisa berakumulasi menjadi persoalan besar.</font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Di masa kini efisiensi dan produktivitas harus didukung kemampuan komunikasi secara cepat tanpa tergantung pada waktu atau jarak. Itulah mengapa <i>e-mail </i>menjadi peranti produktivitas yang utama. Karakteristik <i>e-mail </i>yang cepat dan ekonomis memang sangat bernilai bagi perusahaan, tapi sekaligus rentan terhadap serangan <i>spam</i> (surat-surat sampah). Siapa pun yang memanfaatkan teknologi <i>e-mail </i>tahu, begitu menjengkelkannya mendapati <i>spam</i> yang selalu muncul &#8212; bahkan lebih buruk dari <i>junk e-mail</i> yang hanya muncul sekali dalam sehari.</font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Seperti diungkap Majalah <i>Internet Quotion </i>kuartal I/2004, penelitian yang dilakukan Mi2g Limited, perusahaan konsultan manajemen risiko di AS, menunjukkan, <i>spam</i> di seluruh dunia telah mengakibatkan kehilangkan produktivitas sebesar US$ 10,4 miliar pada Oktober 2003. Masih menurut konsultan tersebut, kerusakan yang disebabkan <i>spam</i> lebih tinggi daripada yang dialami dunia dikarenakan virus dan <i>worm </i>(US$ 8,5 miliar) dan kerusakan akibat <i>hacker</i> (US$ 1 miliar). </font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Untuk memerangi <i>spam</i>, yang direkomendasikan Mi2g adalah melakukan penyamaran (pengaliasan) pada alamat <i>e-mail </i>yang akan di-<i>posting</i>. Juga, meningkatkan kesadaran karyawan bagaimana menanggulangi <i>spam</i>, misalnya tidak perlu me-<i>reply</i> pesan <i>spam </i>untuk mencoba <i>unsubscribe</i> atau bahkan membukanya sekalipun (karena <i>spam </i>memiliki peranti lunak <i>embedded</i> yang menandai validitas alamat <i>e-mail </i>ketika pesan dibuka).</font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Salah satu hal yang paling merontokkan produktivitas adalah ketika sistem komputer mati karena virus yang dibawa <i>spam</i>. Dan, jangan dikira penyebab terjadinya <i>downtime</i> oleh <i>spam </i>lebih kecil daripada ketika karyawan duduk diam tak mengerjakan apa pun. Bahkan, bisa lebih buruk lagi karena sistem harus dibuat ulang lantaran virus telah menyusup dalam jaringan. </font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Sayangnya, acap UKM kurang memiliki teknisi khusus yang menangani persoalan keamanan. Teknisi yang ada hanya berkonsentrasi kepada aktivitas <i>upgrade</i> dan <i>patch </i>misalnya. Memang, sulit bagi teknisi memiliki seluruh keahlian untuk menjangkau seluruh persoalan secara efektif.</font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Masalah keamanan sistem komputer sangat penting bagi operasional perusahaan, terlebih jika sistem yang ada telah terintegrasi seluruhnya. Karena itu, solusi alternatif yang dapat diandalkan untuk membuat sistem dan data menjadi aman adalah dengan menerapkan sistem <i>outsourcing</i>. Keterbatasan tenaga yang ada bisa dipecahkan dengan menyewa tenaga <i>outsource</i> yang bisa diandalkan dan dipercaya daripada memaksa untuk diserahkan kepada SDM yang ada. Jika perusahaan menerapkan <i>outsourcing,</i> harus ada pengaturan yang tepat. Karena, bisa saja sudah mengeluarkan anggaran begitu banyak<i>,</i> produktivitas malah tak kunjung membaik.</font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Teknologi yang diterapkan dalam perusahaan akan berjalan secara optimal jika dikelola oleh ahlinya. Seseorang yang ahli di bidang penjualan tidak lantas ahli dalam menangani peranti lunak <i>customer relationship management </i>(CRM), misalnya. Hal ini yang menimbulkan lahirnya konsep penyedia layanan aplikasi (ASP). Para ASP umumnya menawarkan <i>support</i> dan pelatihan, khususnya untuk kebutuhan kalangan UKM ini. Selain itu, mereka pun menyediakan layanan <i>upgrade</i> dan <i>back-up</i> data. Karena itu, hal serupa bisa dilakukan untuk kebutuhan tenaga yang andal di bidang sistem keamanan. Perusahaan bisa melakukan permintaan <i>outsource</i> khusus untuk penanganan layanan ini.</font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Hal berikutnya yang terkait masalah produktivitas UKM adalah ketersediaan akses informasi bagi karyawan. Jika karyawan tidak dapat secara cepat dan mudah memperoleh informasi dan sumber daya lainnya untuk kebutuhan pekerjaan mereka, keberadaan intranet dan situs web internal dalam perusahaan, dapat membantu. </font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Intranet menyediakan sentralisasi informasi, berlawanan dengan seseorang yang harus mencari <i>file</i> tertentu dalam server atau mesin komputer rekan kerjanya. Intranet menjadi lebih bermanfaat jika disertai fasilitas seperti untuk pengecekan jadwal kerja karyawan. Intranet akan menjadi semacam <i>hub</i> untuk aktivitas karyawan, menyediakan informasi semacam berita perusahaan terbaru, informasi proses bisnis, prediksi perusahaan, material baru, informasi vendor dan data harga secara terpusat. Bagi UKM, intranet adalah platform yang tepat untuk diterapkan. </font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Lantas, masih perlukah UKM menyewa jasa konsultan TI untuk dikontrak permanen? Sering ada anggapan, mendatangkan jasa konsultan hanya membuang-buang ongkos. Perlu diingat, secara individu ataupun tim, tidaklah ada yang patut merasa ahli dalam segala hal. Nah, para ahli dalam bidangnya, baik itu tenaga <i>outsource</i> maupun konsultan, harus mampu membimbing perusahaan (secara teknis atau bukan) dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang. </font><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"> </font></p>
<p><font size="2" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif">Dalam lingkungan UKM, seseorang dengan kepribadian kuat tidak jarang memenangkan argumennya untuk membeli suatu teknologi. Hal ini tidak tepat, karena bagaimanapun diperlukan seseorang yang mengetahui prosesnya secara objektif.</font></p>
<p><i></i>.color: #000000 }<br />
<b>URL : </b><a target="_blank" href="http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&amp;id=647" class="links">http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&amp;id=647</a><font size="2"><br />
</font></td>
</tr>
</table>
<p><!---- END HERE ---></td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td align="center" vAlign="top"><strong><font size="2"><img width="15" src="https://aufklarung.wordpress.com/wp-admin/images/icon_01.gif" height="13" /></font> <a href="window.print();" class="textmenu">Print</a> | <a href="window.close();" class="textmenu">Tutup Window</a></strong></td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=23&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2004/07/08/ti-dan-produktivitas-ukm-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://aufklarung.wordpress.com/wp-admin/images/jarak.gif" medium="image" />

		<media:content url="https://aufklarung.wordpress.com/wp-admin/images/icon_01.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lepaskan Desktop, Beralih ke Wireless</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2004/06/01/lepaskan-desktop-beralih-ke-wireless/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2004/06/01/lepaskan-desktop-beralih-ke-wireless/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2004 07:46:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2004/06/01/lepaskan-desktop-beralih-ke-wireless/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tidak seperti teknologi lainnya, semisal Voice over Internet Protocol (VOIP), storage, atau content networking, wireless LANs merupakan teknologi yang menjadi tuntutan kebutuhan para praktisi non-IT di akar rumput.&#8221; (Chris Kozup). Beberapa tahun lalu, ketika kebetulan kita berada jauh dari rumah atau kantor dan ingin melakukan sambungan telepon, maka kita mencari warung telepon (wartel). Namun, kelemahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=31&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Tidak seperti teknologi lainnya, semisal Voice over Internet Protocol (VOIP), storage, atau content networking, wireless LANs merupakan teknologi yang menjadi tuntutan kebutuhan para praktisi non-IT di akar rumput.&#8221; (Chris Kozup).</p></blockquote>
<p><strong>Beberapa</strong> tahun lalu, ketika kebetulan kita berada jauh dari rumah atau kantor dan ingin melakukan sambungan telepon, maka kita mencari warung telepon (wartel). Namun, kelemahan fasilitas tersebut, kita mengalami kesulitan jika hendak menerima telepon. Akan tetapi, kini dengan adanya telepon mobile masalah seperti itu menjadi tertangani. Karena itu, bisa jadi, wartel-wartel tersebut lama-lama hanya tinggal sejarah. <span id="more-31"></span></p>
<p>Diawali telepon mobile, proses evolusi yang sama terjadi pada sistem jaringan komputer. Dua tahun lalu, jika kita hendak mengakses data pada sebuah corporate network, maka kita perlu sebuah komputer yang secara fisik terhubung pada corporate network tadi. Adanya teknologi wireless ibarat sebuah badai yang menghempas apa pun yang ada di sekitarnya. Wireless telah mengubah dunia bisnis, yang paling sederhana, teknologi tersebut menjauhkan orang-orang dari meja kerjanya dan melepaskan dari ikatan dekstop yang terkadang merepotkan karena keterbatasan jangkauannya.</p>
<p>Pada umumnya ada beberapa alasan mengapa sebuah perusahaan membangun jaringan wireless. Alasannya, di antaranya; untuk meningkatkan pelayanan bagi para pelanggannya, meningkatkan konektivitas sehingga menjangkau setiap tempat, memfasilitasi perpindahan kantor, dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan besar di Amerika dalam perbandingan 1:3 telah mengimplementasikan sistem jaringan wireless ini. (IQ, edisi September//Oktober 2003).</p>
<p>Dan, penggunaan teknologi tersebut makin meningkat setiap harinya. Sebuah perusahaan konsultan di Amerika, META Group, memperkirakan 41.3 juta paket chip jaringan wireless pada tahun 2003 akan terjual, jumlah ini hampir berlipat ganda dari 22.5 juta paket yang telah tersebar pada tahun 2002. Chip-chip ini berfungsi sebagai akses point dan network interface card (peripheral yang terpasang pada komputer).</p>
<p>Jika mencermati kecenderungan pasar teknologi komunikasi informasi selama ini, serta memperhatikan siklus perkembangan teknologi, fenomena teknologi wireless ini akan booming sama halnya dengan teknologi-teknologi lain yang muncul secara fenomenal pula seperti internet, misalnya. Kompleksitas dunia usaha di era pasar bebas ini kiranya akan mempercepat penetrasi teknologi wireless terhadap berbagai industri terutama industri skala besar.</p>
<p>Teknologi wireless memberi keuntungan untuk aplikasi sistem yang dibangun berdasarkan teknologi ini. Di Amerika, misalnya, aplikasi-aplikasi sistem seperti sistem monitoring pasien dan fasilitas medis, alat kontrol otomatis, manufaktur monitoring system, aplikasi manajemen laboratorium, dan lain-lain dibangun dengan dukungan wireless.</p>
<p>Teknologi wireless juga berguna untuk aplikasi-aplikasi perkantoran termasuk di dalamnya akses Internet dan e-mail. Penerapan teknologi wireless local area network (LANs) sangat membantu bagi perusahaan atau industri yang memiliki berbagai kendala infrastruktur seperti bangunan yang sudah tua sehingga sulit untuk instalasi infrastruktur, lokasi usaha yang masih sementara, atau lingkungan karyawan yang mobilitasnya tinggi.</p>
<p>Dalam suatu instalasi di sebuah perusahaan tradisional, jaringan wireless biasanya dibangun hanya sebagai tambahan pada fixed LAN. Yang berfungsi, untuk menunjang aktivitas yang mobilitasnya tinggi, seperti untuk di ruang konferensi dan ruang akses jaringan bagi pengunjung.</p>
<p>Meskipun wireless lebih bagus jika digunakan oleh perusahaan raksasa karena jangkauan penggunaannya yang sangat luas, akan tetapi tidak lantas kurang memberikan keuntungan jika diterapkan di perusahaan skala lebih kecil atau menengah. Sebagai contoh, di Amerika, sebuah coffee shop menerapkan wireless ini untuk menarik perhatian dan minat pengunjungnya. Fasilitas itu dinamai hot spot wireless.</p>
<p>Bisa kita perkirakan, coffee shop tersebut hanya memiliki sebuah kantor kecil saja. Di kantor tersebut di-install wireless LAN pada jaringan komputer mereka sehingga setiap pengunjung bisa mengakses internet sambil menikmati secangkir kopi. Contoh lainnya, sebuah usaha retail setempat menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan proses operasi mereka.</p>
<p>Dari segi user, pada dasarnya jaringan wireless berbeda dari jaringan dengan teknologi lainnya. Mengutip majalah IQ, hal 67; Chris Kozup, direktur program infrastructure strategies di META Group mengatakan. &#8220;Tidak seperti teknologi lainnya seperti Voice over IP (VoIP), storage, atau content networking, wireless LANs merupakan teknologi yang menjadi tuntutan kebutuhan para praktisi non-IT di akar rumput.&#8221;</p>
<p>Organisasi tersebut pun memperkirakan pada tahun 2005 nanti 95 persen corporate laptop akan berlayar dengan menggunakan wireless networking. Wireless memang menyediakan fleksibilitas bagi apa, bagaimana dan di mana sebuah pekerjaan dilakukan?</p>
<p>(Oleh Siti Nur Aryani Penulis adalah praktisi TI, PT Fokus Usaha Solusi Jakarta)</p>
<p>Sumber : Suara Karya</p>
<p>http://72.14.203.104/search?q=cache:XDTfMHqN-0wJ:dnet.net.id/teknologi/tekinformasi/detail.php%3Fid%3D179+lepaskan+desktop,+beralih&#038;hl=en&#038;ct=clnk&#038;cd=1</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=31&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2004/06/01/lepaskan-desktop-beralih-ke-wireless/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bermultimedia Ria dengan Komputer Linux</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2003/12/21/bermultimedia-ria-dengan-komputer-linux/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2003/12/21/bermultimedia-ria-dengan-komputer-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2003 12:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2003/12/21/bermultimedia-ria-dengan-komputer-linux/</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini pengguna komputer terlanjur dimanjakan—atau dikuasai—oleh sistem operasi berbasis Windows dari Microsoft berikut paket aplikasinya. Padahal, tidaklah rugi jika kita pun membiasakan diri memanfaatkan produk open source dan bahkan ada yang gratis.Salah satu software open source yang saat ini sedang naik daun adalah Linux. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengajak untuk menikmati lagu di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=13&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><font size="2" face="Trebuchet MS"><strong>Selama </strong>ini pengguna komputer terlanjur dimanjakan—atau dikuasai—oleh sistem operasi berbasis Windows dari Microsoft berikut paket aplikasinya. Padahal, tidaklah rugi jika kita pun membiasakan diri memanfaatkan produk open source dan bahkan ada yang gratis.</font></em><font size="2" face="Trebuchet MS">Salah satu software open source yang saat ini sedang naik daun adalah Linux. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengajak untuk menikmati lagu di PC kita yang sistem operasinya memakai Linux.</font></p>
<p><font size="2" face="Trebuchet MS">Dalam tulisan ini akan dibahas terlebih dulu pengenalan seputar perangkat pendukungnya. Adapun mengenai pilihan distro Linux, penulis serahkan sepenuhnya kepada pembaca. Karena setiap orang punya preferensi sendiri-sendiri.<span id="more-13"></span></font></p>
<table border="0" width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td><img width="220" src="http://www.trendigital.com/21122003/image/BermultimediaRia.jpg" height="150" /></td>
<td>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Orang yang sudah terbiasa dengan RedHat ada kalanya merasa gengsi untuk mencoba distro lainnya, semisal Debian, SuSe, dan Knopix.</font></p>
<p align="justify"><font size="2" face="Trebuchet MS">Nah, setelah menetapkan distro Linuxnya, barulah melakukan istalasi audio video ke dalam komputer Linux Anda.</font></p>
</td>
</tr>
</table>
<p><font size="2" face="Trebuchet MS">Kenali sebelumnya fitur-fitur digital audio dalam Linux, bagaimana konfigurasi sebuah sound card dalam Linux, fitur-fitur apa saja yang terdapat dalam sound application di Linux, bagaimana langkah untuk memainkan DVD di Linux.<br />
Digital Audio di Linux.</font></p>
<p><font size="2" face="Trebuchet MS">Digital audio dalam Linux mengacu kepada reproduksi dan transmisi suara yang tersimpan dalam format digital yang tersimpan pada sebuah komputer. Ia didukung oleh sebuah sound card. Komponen sound card ini berfungsi mengeluarkan suara melalui speaker, menyimpan suara melalui microphone, dan merekayasa suara yang tersimpan dalam disk.</font></p>
<p><font size="2" face="Trebuchet MS">Sebuah sound card juga menghasilkan musik dan efek suara serta menyimpan suara yang tersimpan dalam file digital. Sound card juga dibutuhkan untuk mengontrol Musical Instrument Digital Interface (MIDI) serta menyediakan sebuah antarmuka untuk CD-ROM dan storage device lain pada jenis komputer, seperti Small Computer System Interface (SCSI).</font></p>
<p><font size="2" face="Trebuchet MS">Pada dasarnya komputer memiliki format digital yang terdiri dari nilai-nilai yang terukur dalam interval diskrit. Karena itu sound card dipakai untuk mengubah suara analog menjadi suara digital sehingga kompatibel dengan sistem komputer tersebut.</font></p>
<p><a href="http://www.trendigital.com/21122003/Komputer/BermultimediaRia.htm">http://www.trendigital.com/21122003/Komputer/BermultimediaRia.htm</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=13&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2003/12/21/bermultimedia-ria-dengan-komputer-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.trendigital.com/21122003/image/BermultimediaRia.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Wireless&#8221; untuk Jalan Raya</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2003/12/17/wireless-untuk-jalan-raya/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2003/12/17/wireless-untuk-jalan-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2003 12:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2003/12/17/wireless-untuk-jalan-raya/</guid>
		<description><![CDATA[KOMPLEKSITAS perangkat dan komponen instalasi suatu jaringan Internet biasa kini secara drastis tereliminasi. Hal ini disebabkan munculnya teknologi tandingan jaringan Internet nirkabel (wireless). Jaringan (networking) nirkabel memberikan dampak konvergensi bagi teknologi-teknologi digital yang mengelilingi kehidupan kita. Bentuk yang paling banyak dan paling dekat dengan kita adalah ponsel. Kini, ponsel adalah teknologi yang paling banyak memanfaatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=9&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOMPLEKSITAS</strong> perangkat dan komponen instalasi suatu jaringan Internet biasa kini secara drastis tereliminasi. Hal ini disebabkan munculnya teknologi tandingan jaringan Internet nirkabel (wireless). Jaringan (networking) nirkabel memberikan dampak konvergensi bagi teknologi-teknologi digital yang mengelilingi kehidupan kita. Bentuk yang paling banyak dan paling dekat dengan kita adalah ponsel. Kini, ponsel adalah teknologi yang paling banyak memanfaatkan jaringan nirkabel dalam proses evolusinya yang kian hari bergerak menuju bentuk yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sebuah ponsel, misalnya, kini tidak hanya sebagai alat komunikasi verbal belaka melainkan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti fungsi kamera, games, dan Internet. (Kompas, 20/10/2003).<span id="more-9"></span></p>
<p>Sejauh ini, jaringan wireless jenis standar 802.11b yang juga dikenal dengan istilah Wi-Fi ideal untuk komputer PC sayangnya tidak mendukung bandwidth yang dibutuhkan untuk sebuah jaringan yang terintegrasi dengan audio dan video. Generasi protokol wireless berikutnya, seperti 802.11a dan 802.11g, lebih fisibel bagi suatu jaringan. Protokol 802.11a beroperasi pada 5 gigahertz. Ini artinya kemungkinan terjadinya interferensi jika diterapkan pada telepon seluler serta perangkat lainnya sangat kecil. Protokol 802.11a memiliki bandwidth lima kali lebih cepat dibandingkan dengan protokol 802.11b, begitu pula dengan jenis 802.11g. Protokol 802.11g memiliki range dari 40 hingga 170 kaki dengan spektrum 2.4 gigahertz, namun cenderung mengalami interferensi jika diterapkan pada jaringan.</p>
<p>Inovasi teknologi pada jaringan wireless sangat dipengaruhi teknologi Wi-Fi dan Internet Protocol (IP). Wi-Fi dan IP menstabilkan koneksi jaringan. Di pasar Amerika, harga Wi-Fi dan IP Mobile mulai masuk pada kategori mudah dijangkau oleh konsumennya sehingga dampaknya perusahaan-perusahaan skala kecil, seperti home industry atau sejenis software house, mampu menikmati kemudahan ini. Lain halnya dengan di Indonesia, anggapan bahwa teknologi nirkabel adalah sesuatu yang terlalu ambisius dan terlalu mahal untuk diterapkan di perusahaan-perusahaan kecil dan masyarakat luas adalah keliru. Kebenarannya adalah hambatan yang terjadi justru bukan pada perangkat dan harganya melainkan kebijakan pemerintah untuk penerapan jaringan wireless, seperti yang dijelaskan Onno W Purbo di harian ini.</p>
<p>Sebagai contoh, kasus pembebasan wireless Internet. Sejalan dengan harapan peningkatan akses dan pemanfaatan Internet untuk masyarakat luas gagasan pembebasan wireless Internet yang kini sedang diperjuangkan Onno W Purbo dan kawan-kawannya patut kita dukung secara penuh dan ditanggapi serius oleh pemerintah, baik daerah maupun pusat.</p>
<p>Teknologi wireless, khususnya wireless Internet, memberikan seribu satu manfaat bagi masyarakat luas dan memberikan gagasan untuk terciptanya berbagai sistem dan perangkat pendukung setiap aspek kehidupan. Mengambil pelajaran dari tragedi bus maut Situbondo yang menewaskan 54 orang siswa-siswi sebuah SMK di Sleman, Yogyakarta, termasuk di dalamnya guru dan pemandu wisata. Berbagai perdebatan kemudian bermunculan menanggapi terjadinya musibah tersebut. Mulai dari sistem kontrol lalu lintas, baik di level aparat maupun level perangkat pendukung, mental disiplin dan tertib setiap pengguna lalu lintas, hingga asuransi kecelakaan pengguna lalu lintas. Terlepas dari perdebatan siapa yang layak disalahkan dalam musibah tersebut, dan terlepas pula mulai dari mana pembenahan harus dilakukan berdasarkan skala prioritas, tidak rugi rasanya jika kita melihat teknologi wireless ini kaitannya dengan kemungkinan pembangunan sebuah sistem kontrol lalu lintas dan transportasi untuk Indonesia.</p>
<p>Mengambil contoh California State Highway System, California Department of Transportation (Caltrans) bertanggung jawab untuk memastikan seorang pengemudi di mana harus mengemudikan kendaraannya secara cepat dan aman. Untuk tujuan itu Caltrans meng-update Intelligent Transportation System (ITS)-nya yang didesain untuk mengontrol lalu lintas jalan raya, meningkatkan keamanan lalu lintas, dan mengurangi waktu terbuang percuma di jalan raya.</p>
<p>Caltrans meningkatkan kualitas gambar yang ditampilkan dalam video dan komponen lainnya supaya dapat memonitor lalu lintas, cuaca, dan kecelakaan. Tiga elemen yang menjadi kunci penting Caltrans untuk tujuan itu meliputi: rambu lalu lintas (changeable message signs), sistem meteran jalur (ramp-metering systems), dan sistem video pengawas (video surveillance). Setiap elemen sistem berjalan melalui IP pada jaringan yang mengombinasikan suara dan komunikasi data. Konvergensi jaringan menyangkut sistem video pengawas, telemetri lalu lintas, data, dan komunikasi suara. Caltrans melakukan konsolidasi solusi ini dengan memanfaatkan teknologi wireless dan IP Telephony (Internet Quotation, October 2003). Kecanggihan sistem pengawasan lalu lintas dan sistem sinyal kontrol menjadikan sistem manajemen lalu lintas mampu mengurangi kasus tabrakan hingga 50 persen.</p>
<p>Siti Nur Aryani <em>Praktisi Teknologi Informasi Fokus Usaha Solusi Jakarta</em></p>
<p><a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0312/17/telkom/750424.htm">http://www.kompas.com/kompas-cetak/0312/17/telkom/750424.htm</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=9&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2003/12/17/wireless-untuk-jalan-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan dan Teknologi Informasi</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2003/10/20/perempuan-dan-teknologi-informasi/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2003/10/20/perempuan-dan-teknologi-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2003 12:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Business and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2003/10/20/perempuan-dan-teknologi-informasi/</guid>
		<description><![CDATA[KONDISI global perkembangan teknologi informasi secara makro menuntut para pekerja teknologi informasi untuk menciptakan, menerapkan, dan menggunakan teknologi informasi secara maksimal.SAYANGNYA, kaum perempuan kurang tampil apalagi menduduki posisi strategis dalam bidang-bidang teknik, termasuk bidang teknologi informasi (TI) ini. Sebagai gambaran, perempuan Asia yang memanfaatkan Internet sekitar 22 persen, Amerika Serikat sekitar 41 persen, Amerika Latin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=10&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em></em></p>
<p><strong>KONDISI </strong>global perkembangan teknologi informasi secara makro menuntut para pekerja teknologi informasi untuk menciptakan, menerapkan, dan menggunakan teknologi informasi secara maksimal.SAYANGNYA, kaum perempuan kurang tampil apalagi menduduki posisi strategis dalam bidang-bidang teknik, termasuk bidang teknologi informasi (TI) ini. Sebagai gambaran, perempuan Asia yang memanfaatkan Internet sekitar 22 persen, Amerika Serikat sekitar 41 persen, Amerika Latin sekitar 38 persen, dan Timur Tengah sekitar 6 persen.<span id="more-10"></span></p>
<p>Di Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi memperkirakan kaum perempuan yang memanfaatkan teknologi Internet pada tahun 2002 hanya 24,14 persen.</p>
<p>Peran perempuan dalam ketenagakerjaan TI lebih banyak pada posisi administratif, seperti menangani surat elektronik, memasukkan data, atau operator komputer. Masih sedikit perempuan pada posisi tenaga ahli dan profesional, apalagi dalam struktur pengambilan keputusan dalam industri TI.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman, tidak banyak perempuan berperan sebagai ilmuwan komputer dan programmer. Penyebab keadaan ini adalah karena kesenjangan jender di dunia industri. Meskipun, di sisi lain hal ini mendorong perempuan lebih tampil di bidang penelitian dan pengembangan sistem.</p>
<p><strong>Kendala untuk perempuan</strong></p>
<p>Kendala yang dihadapi perempuan dalam memasuki dunia kerja bidang ini ada beberapa faktor. Pertama, asumsi keliru menyangkut profesi. Ada persepsi yang dimitoskan bahwa bidang TI sulit ditembus. Sering perempuan memiliki anggapan bahwa untuk memasuki dunia TI harus memiliki pendidikan tinggi dan kemampuan teknik khusus.</p>
<p>Kedua, kurangnya motivasi. Individu perempuan memiliki motivasi lemah untuk studi dan memiliki karier di keteknikan. Penyebabnya bisa jadi karena kurang memiliki peran contoh dalam profesi teknik. Para guru pun bisa jadi masih memberi penerangan yang bias jender seakan kaum laki-laki harus lebih menguasai ilmu matematika daripada perempuan.</p>
<p>Kelompok perempuan sering menerima perlakuan model pengajaran berbeda dari kelompok laki-laki yang menyebabkan mereka kurang meminati matematika, misalnya.</p>
<p>Hal ini masih ditambah dengan kurangnya dorongan dari orang-orang di rumah. Latar belakang basis pekerjaan anggota keluarga dan aspirasi orangtua terhadap anak perempuannya tidak mempertimbangkan karier di dunia teknik sebagai suatu pilihan.</p>
<p>Ketiga, kurangnya kesempatan dan akses. Dalam kelompok masyarakat ekonomi minim, penyebaran komputer sangat kurang, terutama ketika harus berebut dengan kebutuhan sehari-hari. Hal ini terjadi di sekolah maupun di rumah. Perlengkapan komputer di sekolah kurang atau bahkan tidak ada, begitu pula tenaga gurunya.</p>
<p>Keempat, keahlian yang tidak memadai. Pencapaian keahlian yang memadai menjadi permasalahan bagi semua tanpa kecuali. Perusahaan sering merekrut tenaga kerja dengan kualifikasi kemampuan tinggi dalam beberapa keahlian sekaligus, seperti bahasa pemrograman dan aplikasi.</p>
<p>Pendidik di bidang teknik yang sering secara halus membuat perlakuan bias terhadap perempuan juga menjadi penyebab rendahnya minat perempuan dalam bidang TI.</p>
<p>Perempuan pun memiliki jaringan pengembangan potensi lebih kecil daripada laki-laki, baik di sekolah maupun di komunitas bisnis yang bisa menyebabkan sulitnya perempuan menembus posisi senior di perusahaan. Bagaimanapun, industri TI tumbuh dalam dominasi budaya kaum laki-laki.</p>
<p>Beberapa peneliti memberi catatan khusus tentang bentuk halus diskriminasi dalam lingkungan TI. Beberapa perusahaan TI memiliki persepsi bahwa calon pekerja perempuan kurang memiliki potensi lebih untuk mendedikasikan diri pada pekerjaan karena kecenderungan perempuan terhadap anak dan keluarga.</p>
<p>Sama halnya ketika ada persepsi bahwa perempuan kurang layak bekerja lembur, malam hari, dan pada akhir minggu.</p>
<p><strong>Upaya membantu</strong></p>
<p>Diperlukan mitra kerja dan organisasi nirlaba yang membantu perempuan secara khusus untuk mengatasi persoalan kesenjangan akses terhadap pendidikan dan ketenagakerjaan di bidang TI.</p>
<p>Sebagai contoh, Amerika Serikat memiliki lembaga yang khusus menjadi mediator dan fasilitator untuk mengatasi masalah ini. Lembaga itu di antaranya National Science Foundation Program for Women and Girls in Science, Engineering, and Mathematics. Lembaga ini memfokuskan pada motivasi dan aktivitas inovatif meningkatkan perekrutan dan keterlibatan perempuan dan remaja putri dalam pendidikan dan keilmuan, teknik, dan matematika.</p>
<p>MentorNet adalah program penasihat nasional industri elektronik untuk perempuan, baik untuk yang telah menyelesaikan maupun tidak menyelesaikan pendidikan mereka dalam ilmu dan teknik. Lembaga ini membuat suatu hubungan antara siswa dan mentor sukarela dari industri serta perusahaan tertentu via surat elektronik.</p>
<p>Proses yang diperoleh dari pengalaman profesional para sukarelawan industri ini membantu siswa dalam memiliki kesempatan karier, bimbingan belajar, dan nasihat yang didasarkan pada pengalaman, dukungan, semangat, dan akses terhadap jaringan profesional (www.advancingwomen.com/wk_mentornet.html).</p>
<p>Program lembaga tersebut berjalan melalui kelembagaan, seperti Women in Engineering Programs &amp; Advocates Network (WEPAN), kolaborasi antara Association for Women in Science (AWIS), Society of Women Engineers (SWE), University of California Berkeley, Carnegie-Mellon University, Dartmouth College, dan San Jose State University.</p>
<p>Lembaga bantuan bagi kaum perempuan itu memiliki program yang jelas. Setiap program dikemas dalam proyek seperti Project Edge yang menargetkan generasi muda perempuan dalam masa transisi pendidikan.</p>
<p>Lembaga lain yang memiliki tujuan serupa dalam meningkatkan peran dan keterlibatan serta menghapus kesenjangan kaum perempuan dalam ilmu dan teknik, khususnya teknologi informasi bisa dilihat di situs seperti www.wall2.rit.edu/edge, www.edc.org/CCT/telementoring, www.cra.org/Activities/craw, www.womenswork.org/girls, www.ehr.nsf.gov/EHR/HRD/women, dan www.awis.org.</p>
<p>Untuk merespons perkembangan TI yang cepat, keterlibatan perempuan adalah keharusan alamiah. Oleh karena itu, pendidikan dan karier keteknikan harus dimulai sejak dini.</p>
<p>Matematika dan program keilmuan harus didesain untuk mengakomodasi gaya pembelajaran untuk anak-anak dan remaja perempuan. Pembenahan yang perlu dilakukan menyangkut kurikulum dan pendidikan tambahan semacam kursus aljabar, geometri, kimia, dan fisika. Selain itu, diperlukan peningkatan kemampuan kognitif di bidang TI.</p>
<p>Para guru dan mentor harus memberi informasi yang baik dalam membantu menyalurkan pendidikan dan karier TI perempuan. Industri yang ada membentuk perkembangan ekonomi dengan mitra kerja untuk pelatihan dan program asistensi.</p>
<p>Pemerintah harus terlibat penuh dan terus waspada, melakukan aksi yang tepat ketika fakta menunjukkan adanya diskriminasi dalam program keteknikan, baik di pendidikan tinggi maupun di dunia kerja.</p>
<p>Siti Nur Aryani <em>Praktisi Teknologi Informasi Fokus Usaha Solusi Jakarta</em></p>
<p><a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0310/20/swara/629094.htm">http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0310/20/swara/629094.htm</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=10&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2003/10/20/perempuan-dan-teknologi-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>E-Home dan Masa Depan Kita</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2003/08/05/e-home-dan-masa-depan-kita/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2003/08/05/e-home-dan-masa-depan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2003 12:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2003/08/05/e-home-dan-masa-depan-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Majalah BusinessWeek No.3/IV/29 Juni lalu mengangkat tema “Masa Depan Teknologi.” Tema ini buat saya sangat menarik, sebab pada cover depan dituliskan secara provokatif “Miliaran penguna internet bakal mengguncang bisnis Anda.”Kedahsyatan berbagai penemuan baru, inovasi dan efek positif bagi dunia bisnis, ekonomi bahkan politik tidak bisa diabaikan begitu saja. Perkembangan teknologi di tahun 2004 lalu cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=11&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2" face="Arial"><strong>Majalah</strong> BusinessWeek No.3/IV/29 Juni lalu mengangkat tema “Masa Depan Teknologi.” Tema ini buat saya sangat menarik, sebab pada cover depan dituliskan secara provokatif “Miliaran penguna internet bakal mengguncang bisnis Anda.”</font><font size="2" face="Arial">Kedahsyatan berbagai penemuan baru, inovasi dan efek positif bagi dunia bisnis, ekonomi bahkan politik tidak bisa diabaikan begitu saja. Perkembangan teknologi di tahun 2004 lalu cukup menakjubkan, belum lagi kita akan melihat perkembangan di akhir tahun ini, sampai kelak 2007.</font><font size="2" face="Arial"> </font><font size="2" face="Arial">Dari berbagai lini TI, ada banyak hal. Saya hanya ingin sedikit mengulas tentang masa depan bisnis rumahan. Kita tahu, TI memberikan banyak cara bagi orang bukan hanya untuk berkomunikasi atau mencari informasi di internet. Ibarat sebuah pasar bebas, internet telah menjadi arena transaksi bisnis yang sanggup melibatkan jutaan manusia.<span id="more-11"></span></p>
<p>Di negara-negara maju, banyak orang yang kini berani keluar bekerja dari perusahaan untuk berwirausaha di rumah dengan memanfaatkan komputer/internet rumah. Berbekal modal langganan layanan internet, dari yang murah sampai yang mahal, banyak orang sukses mengembangkan bisnisnya.<br />
Di Amerika, berbagai peralatan yang digunakan untuk rumah tangga kini terhubung ke koneksi jaringan, terutama perumahan-perumahan baru. Meskipun kini terlalu awal untuk memprediksi bagaimana teknologi digital akan mengubah cara orang untuk hidup dan bekerja, tetapi satu hal yang jelas adalah jaringan di rumah adalah suatu bentuk revolusi dalam sistem network. Sistem jaringan tersebut menyediakan setiap anggota dalam rumah tangga untuk saling berbagi kecepatan internet yang tinggi dalam saling tukar file mereka.</p>
<p>Di akhir tahun 2002, sekitar 9.9 juta rumah di Amerika telah terhubung dalam local area network (LAN) data ini berdasarkan riset pasar Firm Parks Associates. Jumlah tersebut meningkat dari 4.5 juta pada tahun 2000. Jumlah itu lebih sedikit lagi di luar Amerika Utara karena di sana lebih sedikit rumah yang memiliki PC lebih dari satu.<br />
Industri manufaktur mengenali gejala ini dan menjadikannya tren serta memperkenalkan atribut produk network lainnya yang siap pakai – seperti alat-alat elektronik bagi konsumen, sistem keamanan, home-automation solution, dan lainnya – yang tentu saja alat-alat dan sistem tersebut lebih powerful dan mudah diatur bagi pengguna yang memiliki keterbatasan ilmu teknik. Tidak mengherankan jika produk-produk itu memiliki bermacam keuntungan dan kelebihan yang pada dekade lalu tidak pernah terbayangkan. Misalnya, entertainment server memberikan konsumen untuk mendengarkan file-file MP3 melalui rumah atau menontonnya di video di televisi yang terhubung ke jaringan. Atau sistem keamanan yang memiliki remote video monitoring.</p>
<p>Kini, kebanyakan jaringan komputer rumah menghubungkan PC-PC dan peralatan lainnya menggunakan kabel Ethernet tradisional yang ditempelkan ke dinding dan diakses secara plug dalam ruang berbeda atau melalui LAN nirkabel/wireless. Teknologi wireless adalah teknologi yang kuat, mudah instalasinya dan mengurangi biaya.</p>
<p>Sisi lain yang tak kalah menarik adalah, mengenai perusahan-perusahaan mini yang kini menjamur di Eropa dan Amerika serikat. Perusahaan-perusahaan “rumahan” berbasis TI ini kini didukung oleh Voice over Internet Protokol (VoIP). Teknologi ini mendigitalisasikan suara (seperti musik pada sebuah CD), membagi-bagi suara tersebut ke dalam sebuah paket informasi, dan mentransmisikan paket tersebut melalui jaringan IP. ( pesan email dan jenis data lainnya juga dilalulintaskan lewat paket melalui jaringan) produk VoIP kini membutuhkan dua bagian dalam sebuah percakapan pada sebuah computer dan pada umumnya dikarakteristikan melalui sebuah perangkat yang memiliki kualitas suara yang kurang bagus. Keuntungan dari VoIP lebih besar dari segala keterbatasannya.</p>
<p>Dunia bisnis memang selalu mengharapkan biaya yang murah fleksibilitas; mereka pun selalu perlu untuk melakukan komunikasi dengan situs lainnya yang non VoIP. Jadi, VoIP merupakan evolved pada IP telephony, substansinya mengirimkan paket ke dalam desktop melalui telepon IP.</p>
<p>Pemanfaatan TI di rumah memang bisa membuat orang lebih produktif dalam berwirausaha. Tapi bukan berarti kita mengabaikan sisi lain dari efek ini. Bagi mereka para karyawan yang bekerja dengan memanfaatkan TI serba canggih justru terkena imbas negatif. Begitu para karyawan dibekali dengan perangkat TI baik yang diterapkan melalui notebook maupun ponsel, karyawan menjadi bekerja 24 jam. Sang bos dengan mudah mengirim instrukti, bahkan menyuruh mengerjakan banyak hal di luar jam kerja.<br />
Jadinya, fenomena ini bisa dapat dipandang dari berbagai sudut pandang. Ada yang menyebutnya terobosan menyangkut produktivitas. Yang lain menilainya sebagai bentuk baru perbudakan bergaji. Namun yang pasti, kerja telah menjadi 24 jam. “perlahan-lahan, di dunia yang bergerak sangat cepat ini, kerja masuk ke wilayah kehidupan pribadi. Sebaliknya, kehidupan pribadi juga masuk ke wilayah kerja,” kata Tim Woods, direktur lembaga riset internet Home Alliance. (BusinessWeks, Hlm 40)</p>
<p><i>SITI NUR ARYANI. Konsultan TI PT Fokus Usaha Solusi, Jakarta;<br />
Staf Pengajar Teknologi Sistem Informasi FE UI.</i></p>
<p><a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0508/18/ipt01.html">http://www.sinarharapan.co.id/berita/0508/18/ipt01.html</a></p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=11&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2003/08/05/e-home-dan-masa-depan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>”Push to Talk”: Walky Talky-nya GSM</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2003/06/05/%e2%80%9dpush-to-talk%e2%80%9d-walky-talky-nya-gsm/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2003/06/05/%e2%80%9dpush-to-talk%e2%80%9d-walky-talky-nya-gsm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2003 05:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aufklarung.wordpress.com/2003/06/05/%e2%80%9dpush-to-talk%e2%80%9d-walky-talky-nya-gsm/</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan serba cepat dalam bidang teknologi komunikasi sekarang ini tidak lagi dihitung secara tahunan, apalagi periode lima tahunan. Berbagai inovasi dan terobosan muncul kapan pun, bahkan dalam hitungan hari. Salah satu terobosan yang kini gencar disosialisasikan para vendor adalah fasilitas Push to Talk (PTT), atau yang kadang disebut Push at Talk (PaT). PTT dipandang sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=55&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2" face="Arial"><strong>Perkembangan</strong> serba cepat dalam bidang teknologi komunikasi sekarang ini tidak lagi dihitung secara tahunan, apalagi periode lima tahunan. Berbagai inovasi dan terobosan muncul kapan pun, bahkan dalam hitungan hari. Salah satu terobosan yang kini gencar disosialisasikan para vendor adalah fasilitas Push to Talk (PTT), atau yang kadang disebut Push at Talk (PaT). <span id="more-55"></span></font></p>
<p><font size="2" face="Arial">PTT dipandang sebagai teknologi komunikasi terbaru yang dapat memposisikan diri sebagai ”killer application” di pasar nirkabel. Banyak para vendor dan operator yang merasa optimis PTT menjadi sarana komunikasi yang baik. Berbagai hasil riset menunjukkan, PTT terbukti sebagai alat bantu yang cukup mengesankan.</font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Serempak di awal tahun 2005 ini para Operator Selular seperti Nokia, Sony Ericsson, Siemens memopulerkan fasilitas komunikasi berbasis Protokol Internet ini. Direncanakan, pada pertengahan bulan Juni 2005 mendatang, akan diselenggarakan Forum Push to Talk di Beijing, Cina. Forum ini akan menghadirkan para operator selular, operator jaringan, dan pengembang software di seluruh dunia. Sebelumnya, pada awal bulan Februari lalu, Institute For International Research (IIR) menyelenggarakan forum serupa dengan tema berbeda di San Diego, Argentina, dan Kalifornia, Amerika Serikat.</font><font size="2" face="Arial"><strong>Cikal Bakal Push to Talk<br />
</strong>Sebelum para vendor dan operator di atas mengadopsi PTT, sebuah perusahaan bernama Thuraya di Prancis telah merilis telepon satelit yang ukurannya tidak lebih besar dari telepon GSM. Telepon satelit itu memiliki fungsi interkom antarpenerima (seperti walky-talky) yang dilengkapi dengan mesin pemindai (scanner) otomatis untuk memindai gelombang dan fitur-fitur mengesankan lainnya. Saat itu telepon satelit yang dilengkapi fungsi walky talky sangat mahal dan hanya dipakai segelintir orang saja.</p>
<p></font><font size="2" face="Arial">Baru pada sebuah kongres dunia 3GSM yang diselenggarakan di Cannes pada 28 Februari 2003, operator selular seperti Nokia, Ericsson dan Siemens mengumumkan bahwa masing-masing operator ini menerapkan kemampuan standar walky talky yang bisa ditambahkan ke dalam produk GSM. Disusul beberapa bulan kemudian tepatnya 24 Juni 2003, Nextel Communications bersama dengan mitra kerjanya, meningkatkan layanan telepon selularnya melalui fitur walky talky dengan memakai istilah ”Push To Talk”. </font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Rupanya gagasan itu menarik perhatian para CEO besar, sehingga pada dua bulan kemudian terjadi ajang kompetisi antara Nextel dan Verizon untuk teknologi Push to Talk. Dengan segera, Nextel memutuskan untuk mengambil tindakan hukum terhadap Verizon atas tindakannya mengintervensi merek dagang mereka. Sejak itu, seperti halnya operator lain Verizon harus mencari nama lain untuk layanan sejenis. </font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Saking ramainya persaingan di pasar, sebulan kemudian para perakit yang berada di Amerika Serikat terdorong untuk meresmikan peluncuran aplikasi pertama yang menjadikan GSM bisa berfungsi seperti walky talky. Disusul dua bulan kemudian Nokia menjadi penyedia PTT pertama untuk GSM yang diterapkan pertama kalinya untuk produk 5140. Sejak saat itu layanan ini berada di posisi ke dua setelah fungsionalitas pengolah gambar. </font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Seakan tidak ingin kalah, pada Februari 2004 Sonim bekerja sama dengan Sony Ericsson langsung membuat model GSM lanjutan yang mengusung fungsionalitas serupa, yaitu ”obrolan instan” atau ”SMS verbal”, yang dikembangkan dari teknologi berbasis ”Push-to-talk over Cellular” (PoC) standar. Demikian halnya dengan Motorola, perusahaan yang pernah menjadi raja untuk produk pager ini mengenalkan tiga model baru GSM mereka yang dilengkapi fitur seperti walky-talky untuk pasar AS, termasuk satu model serupa yang dikembangkan untuk pasar Eropa. </font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Sejak saat itu, beberapa vendor dua di antaranya Kyocera dan Siemens beralih mengadopsi layanan PTT karena dianggap sebagai upaya meningkatkan fungsionalitas terbesar untuk telepon selular setelah layanan nirkabel menjadi popular sebelumnya. Sayangnya, meski mengadopsi layanan ini, melihat perkembangan terakhir rupanya Siemens masih tidak cukup kuat bersaing dengan para vendor lainnya bahkan terancam bangkrut. </font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Jika pada tahun awal tahun 2004 lalu layanan PTT pada GSM mulai aktif di pasar Eropa, yang sebelumnya telah merambah pasar Inggris dan Amerika Serikat, di tahun 2005 ini pasar Indonesia pun mulai merasakan promosi besar-besaran fasilitas PTT pada ponsel GSM. </font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Kalau ponsel-ponsel GSM kita yang bekerja pada pita 900, 1.800 dan 1.900 MHz hingga kini hanya dipakai untuk mengirim pesan (suara, teks atau gambar). Kali ini sejumlah model dilengkapi dengan sambungan PTT yang memungkinkan dipakai sebagai walky-talky. </font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Dengan PTT, komunikasi suara ditransmisikan secara langsung ke grup pengguna yang telah ditentukan sebelumnya (biasanya ditentukan oleh operator jaringan). PTT umumnya difungsikan melalui penekanan salah satu tombol pada papan tombol ponsel. Ada vendor yang memadukan PTT dengan daftar kontak yang tersimpan di ponsel atau di kartu memori tambahannya. Ada pula yang memadukannya dengan headphone sehingga dalam praktiknya obrolan tidak mesti menempelkan perangkat ponsel ke telinga tapi cukup menggenggamnya di hadapan kita. </font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Untuk pengaktifan layanan PTT hampir seragam pada setiap ponsel merek apa pun, pengguna akan diminta untuk mendaftarkan sendiri sekaligus berlangganan ke operator selular atau operator jaringan. Sekalipun beragam layanan PTT pada ponsel yang dipadukan dengan berbagai layanan tambahan lain yang sifatnya sekunder, namun dengan cara kerja yang sama. PTT tetaplah walky talky. Artinya, saat kita hendak berbicara harus tetap menunggu giliran dari lawan bicara dalam satu grup. </font></p>
<p><font size="2" face="Arial">Kelebihan walky talky ponsel di antaranya adalah kemampuan ”memblokir” dan ”menendang” peserta yang tidak diterima oleh peserta bicara dalam satu grup. Kelebihan lain, PTT bisa menyembunyikan nama dan status kehadiran pengguna dari peserta atau grup obrolan lainnya seperti kita temui pada Messenger Yahoo misalnya.*** Siti Nur Aryani</font><br />
<a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0506/02/ipt02.html">http://www.sinarharapan.co.id/berita/0506/02/ipt02.html</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=55&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2003/06/05/%e2%80%9dpush-to-talk%e2%80%9d-walky-talky-nya-gsm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kombinasi antivirus, benteng pertahanan kokoh e-mail</title>
		<link>http://aufklarung.wordpress.com/2003/03/05/kombinasi-antivirus-benteng-pertahanan-kokoh-e-mail/</link>
		<comments>http://aufklarung.wordpress.com/2003/03/05/kombinasi-antivirus-benteng-pertahanan-kokoh-e-mail/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2003 03:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Software Localization and Translation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://aufklarung.wordpress.com/2003/03/05/kombinasi-antivirus-benteng-pertahanan-kokoh-e-mail/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada satupun mesin antivirus yang dapat menahan seluruh kemungkinan serangan masing-masing virus. Contoh ketika virus SirCam hits pada beberapa waktu lalu, sejumlah vendor peranti lunak antivirus saling berlomba untuk merilis hak paten atas penangkal serangan baru tersebut. Ukuran persaingan antarpenyerang dan penangkal itu adalah dalam jam; maka semakin banyak penangkal serangan besar-besaran ini, cukup dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=34&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tidak</strong> ada satupun mesin antivirus yang dapat menahan seluruh kemungkinan serangan masing-masing virus. Contoh ketika virus SirCam hits pada beberapa waktu lalu, sejumlah vendor peranti lunak antivirus saling berlomba untuk merilis hak paten atas penangkal serangan baru tersebut.</p>
<p>Ukuran persaingan antarpenyerang dan penangkal itu adalah dalam jam; maka semakin banyak penangkal serangan besar-besaran ini, cukup dapat membuat sistem jaringan terinfeksi.Ketidakmampuan mesin antivirus secara individu untuk menyediakan penangkal berkemampuan penuh atas seluruh serangan e-mail melahirkan logika solusi dengan cara mengkombinasikan berbagai mesin berbeda.<span id="more-34"></span></p>
<p>Dalam kasus sederhana, jika antivirus memproduksi X dan Y dengan masing-masing lebih kuat di satu area tertentu tetapi lemah pada area lainnya. Maka jika kedua program tersebut digunakan secara bersamaan, mampu mengatasi area pengamanan yang lebih luas. Dan cara tersebut dapat mengimbangi kelemahan yang ada.</p>
<p>Penggunaan mesin antivirus secara beragam juga menjadikan seorang administrator keamanana jaringan berperan sebagai vendor independen ketika melakukan pemindaian virus. Artinya, mereka harus mencari dan menggunakan mesin antivirus terbaik yang tersedia di pasar.</p>
<p><strong>Proses Pemindaian</strong></p>
<p>Meskipun Anda bisa mengatakan pada orang lain untuk tidak membuka lampiran yang meragukan, para hacker sering menggunakan teknik rekayasa sosial untuk meyakinkan bahwa setidaknya satu orang dalam sistem jaringan membukanya (hal ini cukup memicu masukknya virus!) Misalnya kasus virus LoveLetter. Untuk mencegah ini Anda harus mampu mengkarantina file-file yang sifatnya dapat dieksekusi yang masuk ke jaringan melalui e-mail.</p>
<p>Beberapa peranti lunak antivirus kini dilengkapi kemampuan untuk mengkarantina tipe file tertentu. Namun, alat bantu yang melakukan hal ini biasanya memakai cara kasar dan metode yang digunakan pun sering hanya bersifat mengabaikan permasalahan saja,misal, dengan mengganti nama file atau menggunakan Class ID (CSLID).</p>
<p>Bagaimanapun, untuk memblokir serangan virus sebelum mereka dapat menjangkau para pengguna adalah dengan melakukan pengecekan terhadap e-mail di tingkat server, dengan cara ini seluruh isi e-mail yang potensi membahayakan dapat dikarantina untuk bahan evaluasi para administrator.</p>
<p><strong>Pelindung pembuka e-mail </strong></p>
<p>Pembuka e-mail melibatkan komponen komponen yang rentan (mudah terkena serangan) yang dikenal dalam aplikasi atau sistem operasi untuk mengeksekusi sebuah program atau kode. Pembuka e-mail mengekplorasi fitur dari program atau OS untuk penggunaan sendiri seperti untuk mengeksekusi kode-kode bahasa mesin tertentu, membaca/menulis file pada harddisk, atau menjangkau akses penting dan terlarang pada sistem.</p>
<p>Sebuah pembuka e-mail adalah sebuah fasilitas untuk mengeksplorasi lampiran (ditanamkan) pada e-mail dan dapat dieksekusi pada mesin penerima tertentu ketika pengguna membuka/menerima e-mail. Hal ini memudahkan para hacker untuk melewati firewall dan produk antivirus.Peranti lunak antivirus dirancang untuk mendeteksi kode-kode perusak yang dikenal. Sebuah mesin pembuka e-mail mengambil pendekatan berbeda. Ia bekerja seperti sebuah Instrusion Detection System (IDS) pada e-mail dan menganalisis kode untuk kemudian dieksploitasi.</p>
<p>Ini artinya ia dapat memproteksi serangan virus-virus baru tetapi yang terpenting adalah menangkal virus tak dikenal dan/atau kode-kode perusak.Sebagai contoh kasus; Virus Nimda, BadTransB dan Klez seluruhnya menggunakan pembuka e-mail yang sama untuk menyebarluaskan.Bahkan ketika virus BadTransB muncul, mereka yang memiliki proteksi antivirus penangkal Nimda kurang mampu menahan serangan dari BadTransB ini.</p>
<p>Sehingga diperlukan pendefinisian ulang file untuk bisa menangkalnya, dan ketika Klez muncul, para vendor lagi-lagi harus mengeluarkan penangkal yang telah diperbarui untuk melindungi serangan tersebut.Sebaliknya, sebuah mesin pendeteksi pembuka e-mail dapat mengenali pembuka yang digunakan sehingga dapat memblokir seluruh tiga penyakit tadi secara bersamaan dan otomatis tanpa harus memperbarui file.Kini seluruh pengguna e-mail dapat menerima maupun mengirim surat HTML.<br />
Surat HTML  dapat menyisipkan skrip dan Active Content. Misalnya JavaScript dan ActiveX control yang menjadikan program atau kode dapat dieksekusi pada mesin klien.Outlook dan produk lainnya menggunakan komponen-komponen Internet Explorer untuk menampilkan e-mail HTML, ini artinya mereka dapat merinci kerapuhan pertahanan yang ditemukan dalam IE.</p>
<p>Kerapuhan tersebut dapat disebabkan oleh e-mail yang menyusup ke dalam sistem jaringan, menyebarkan wabah berbahaya dan mengaktifkan pengeksekusian  fungsi-fungsi sistem seperti pembacaan, penulisan dan penghapusan file.Virus-virus yang berdasarkan pada skrip HTML memiliki bahaya tambahan lainnya, yaitu akan aktif secara otomatis ketika e-mail dibuka terlepas apakah lampiran terbuka atau tidak.</p>
<p>Selain itu, penyaring lampiran yang ditemukan pada perangkat lunak antivirus tidak berguna  untuk menahan serangan dari virus. Misalnya, BadTransB menggabungkan pembuka e-mail dengan HTML untuk menyebarkan sekaligus menggunakan HTML untuk meluncurkan lampiran secara otomatis ketika e-mail diterima.</p>
<p><strong>Kapan Anda membutuhkan pengamanan e-mail?</strong></p>
<p>Keamanan e–mail merupakan bagian terpenting dari strategi perlindungan jaringan komputer. untuk memperoleh keamanan e-mail, diperlukan paket yang lengkap yang melindungi sistem dari berbagai serangan e-mail.Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan kombinasi teknologi antivirus yang berlainan. Yang jadi pertanyaan adalah kapan sistem pengamanan e-mail harus diinstalasi. Coba jawab<br />
lima butir pertanyaan berikut sesuai dengan pengalaman Anda.</p>
<p>Gunakan daftar periksa ini untuk menentukan apakah diperlukan Pengamanan E-mail untuk Exchange/SMTP atau tidak.</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Apakah Anda betul-betul aman dari serangan e-mail terbaru maupun yang akan datang baik dalam bentuk ancaman ataupun serangan?</li>
<li class="MsoNormal">Apakah Anda menggunakan lebih dari satu mesin antivirus untuk melindungi sistem?</li>
<li class="MsoNormal">Apakah Anda memiliki fasilitas pemeriksaan konten e-mail berikut lampirannya pada level server?</li>
<li class="MsoNormal">Apakah Anda telah menginstal peranti lunak yang dapat mendeteksi pembuka e-mail?</li>
<li class="MsoNormal">Apakah Anda memiliki perlindungan atas serangan skrip HTML dalam e-mail?</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">Jika jawaban Anda TIDAK untuk salah satu atau lebih dari pertanyaan di atas atau Anda tidak yakin untuk menjawab YA atau TIDAK, maka Anda memerlukan pengamanan e-mail. (Siti Nur Aryani)</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p><strong>Sumber: TrenDigital, Maret 2003</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aufklarung.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aufklarung.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aufklarung.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aufklarung.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aufklarung.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aufklarung.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aufklarung.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aufklarung.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aufklarung.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aufklarung.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aufklarung.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aufklarung.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aufklarung.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aufklarung.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aufklarung.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aufklarung.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aufklarung.wordpress.com&amp;blog=232888&amp;post=34&amp;subd=aufklarung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aufklarung.wordpress.com/2003/03/05/kombinasi-antivirus-benteng-pertahanan-kokoh-e-mail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">administrator</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
