”Push to Talk”: Walky Talky-nya GSM


Perkembangan serba cepat dalam bidang teknologi komunikasi sekarang ini tidak lagi dihitung secara tahunan, apalagi periode lima tahunan. Berbagai inovasi dan terobosan muncul kapan pun, bahkan dalam hitungan hari. Salah satu terobosan yang kini gencar disosialisasikan para vendor adalah fasilitas Push to Talk (PTT), atau yang kadang disebut Push at Talk (PaT).

PTT dipandang sebagai teknologi komunikasi terbaru yang dapat memposisikan diri sebagai ”killer application” di pasar nirkabel. Banyak para vendor dan operator yang merasa optimis PTT menjadi sarana komunikasi yang baik. Berbagai hasil riset menunjukkan, PTT terbukti sebagai alat bantu yang cukup mengesankan.

Serempak di awal tahun 2005 ini para Operator Selular seperti Nokia, Sony Ericsson, Siemens memopulerkan fasilitas komunikasi berbasis Protokol Internet ini. Direncanakan, pada pertengahan bulan Juni 2005 mendatang, akan diselenggarakan Forum Push to Talk di Beijing, Cina. Forum ini akan menghadirkan para operator selular, operator jaringan, dan pengembang software di seluruh dunia. Sebelumnya, pada awal bulan Februari lalu, Institute For International Research (IIR) menyelenggarakan forum serupa dengan tema berbeda di San Diego, Argentina, dan Kalifornia, Amerika Serikat.Cikal Bakal Push to Talk
Sebelum para vendor dan operator di atas mengadopsi PTT, sebuah perusahaan bernama Thuraya di Prancis telah merilis telepon satelit yang ukurannya tidak lebih besar dari telepon GSM. Telepon satelit itu memiliki fungsi interkom antarpenerima (seperti walky-talky) yang dilengkapi dengan mesin pemindai (scanner) otomatis untuk memindai gelombang dan fitur-fitur mengesankan lainnya. Saat itu telepon satelit yang dilengkapi fungsi walky talky sangat mahal dan hanya dipakai segelintir orang saja.

Baru pada sebuah kongres dunia 3GSM yang diselenggarakan di Cannes pada 28 Februari 2003, operator selular seperti Nokia, Ericsson dan Siemens mengumumkan bahwa masing-masing operator ini menerapkan kemampuan standar walky talky yang bisa ditambahkan ke dalam produk GSM. Disusul beberapa bulan kemudian tepatnya 24 Juni 2003, Nextel Communications bersama dengan mitra kerjanya, meningkatkan layanan telepon selularnya melalui fitur walky talky dengan memakai istilah ”Push To Talk”.

Rupanya gagasan itu menarik perhatian para CEO besar, sehingga pada dua bulan kemudian terjadi ajang kompetisi antara Nextel dan Verizon untuk teknologi Push to Talk. Dengan segera, Nextel memutuskan untuk mengambil tindakan hukum terhadap Verizon atas tindakannya mengintervensi merek dagang mereka. Sejak itu, seperti halnya operator lain Verizon harus mencari nama lain untuk layanan sejenis.

Saking ramainya persaingan di pasar, sebulan kemudian para perakit yang berada di Amerika Serikat terdorong untuk meresmikan peluncuran aplikasi pertama yang menjadikan GSM bisa berfungsi seperti walky talky. Disusul dua bulan kemudian Nokia menjadi penyedia PTT pertama untuk GSM yang diterapkan pertama kalinya untuk produk 5140. Sejak saat itu layanan ini berada di posisi ke dua setelah fungsionalitas pengolah gambar.

Seakan tidak ingin kalah, pada Februari 2004 Sonim bekerja sama dengan Sony Ericsson langsung membuat model GSM lanjutan yang mengusung fungsionalitas serupa, yaitu ”obrolan instan” atau ”SMS verbal”, yang dikembangkan dari teknologi berbasis ”Push-to-talk over Cellular” (PoC) standar. Demikian halnya dengan Motorola, perusahaan yang pernah menjadi raja untuk produk pager ini mengenalkan tiga model baru GSM mereka yang dilengkapi fitur seperti walky-talky untuk pasar AS, termasuk satu model serupa yang dikembangkan untuk pasar Eropa.

Sejak saat itu, beberapa vendor dua di antaranya Kyocera dan Siemens beralih mengadopsi layanan PTT karena dianggap sebagai upaya meningkatkan fungsionalitas terbesar untuk telepon selular setelah layanan nirkabel menjadi popular sebelumnya. Sayangnya, meski mengadopsi layanan ini, melihat perkembangan terakhir rupanya Siemens masih tidak cukup kuat bersaing dengan para vendor lainnya bahkan terancam bangkrut.

Jika pada tahun awal tahun 2004 lalu layanan PTT pada GSM mulai aktif di pasar Eropa, yang sebelumnya telah merambah pasar Inggris dan Amerika Serikat, di tahun 2005 ini pasar Indonesia pun mulai merasakan promosi besar-besaran fasilitas PTT pada ponsel GSM.

Kalau ponsel-ponsel GSM kita yang bekerja pada pita 900, 1.800 dan 1.900 MHz hingga kini hanya dipakai untuk mengirim pesan (suara, teks atau gambar). Kali ini sejumlah model dilengkapi dengan sambungan PTT yang memungkinkan dipakai sebagai walky-talky.

Dengan PTT, komunikasi suara ditransmisikan secara langsung ke grup pengguna yang telah ditentukan sebelumnya (biasanya ditentukan oleh operator jaringan). PTT umumnya difungsikan melalui penekanan salah satu tombol pada papan tombol ponsel. Ada vendor yang memadukan PTT dengan daftar kontak yang tersimpan di ponsel atau di kartu memori tambahannya. Ada pula yang memadukannya dengan headphone sehingga dalam praktiknya obrolan tidak mesti menempelkan perangkat ponsel ke telinga tapi cukup menggenggamnya di hadapan kita.

Untuk pengaktifan layanan PTT hampir seragam pada setiap ponsel merek apa pun, pengguna akan diminta untuk mendaftarkan sendiri sekaligus berlangganan ke operator selular atau operator jaringan. Sekalipun beragam layanan PTT pada ponsel yang dipadukan dengan berbagai layanan tambahan lain yang sifatnya sekunder, namun dengan cara kerja yang sama. PTT tetaplah walky talky. Artinya, saat kita hendak berbicara harus tetap menunggu giliran dari lawan bicara dalam satu grup.

Kelebihan walky talky ponsel di antaranya adalah kemampuan ”memblokir” dan ”menendang” peserta yang tidak diterima oleh peserta bicara dalam satu grup. Kelebihan lain, PTT bisa menyembunyikan nama dan status kehadiran pengguna dari peserta atau grup obrolan lainnya seperti kita temui pada Messenger Yahoo misalnya.*** Siti Nur Aryani
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0506/02/ipt02.html

3 thoughts on “”Push to Talk”: Walky Talky-nya GSM

  1. knp ptt di hp aq ga aktive2 sich? padahal saya dah coba beberapa kali tapi tetap aja ngak mau……
    itu dimananya yang kurang seting ya??
    tolong penjelasanya ya………

  2. mau tanya.. kenapa yua kok hape aku gak bisa smsan,,,
    gara2 ada PTT jadi gak bisa buka sms dan gak bisa ngirim sms…

    setiap kali ngirim sms itu.. dia minta aktifkan PTT
    gimana solusinya.. makasih

    Mohon bantuannya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s