Internet dan Kabel Pita Lebar


 
SINAR HARAPAN 22 Oktober 2004Ketika sistem kabel TV pertama kali muncul di era 1940-an televisi memasuki wilayah yang belum pernah diakses sebelumnya. Tiba-tiba para penonton di area perbukitan, di gedung-gedung tinggi, atau mereka yang terlalu jauh untuk menerima sinyal dari tower stasiun ? dapat menonton apapun mulai dari permainan bola liga utama hingga pertunjukan gosip selebritis dengan gambar yang jelas.

Saat ini, lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia berlangganan TV Kabel, seperti di tulis majalah IQ, Desember 2003. Dengan menyebarnya internet, para operator kabel ini memanfaatkan jaringan masif ini untuk mengirimkan akses internet berkecepatan tinggi ke perumahan dan lingkungan bisnis.

Karena itu beberapa industri kabel melakukan perubahan dramatis. Banyak penyedia kabel untuk sekadar video programming kini beralih ke suara dan data juga. Industri teknologi kabel ini seakan berlomba untuk menyediakan kebutuhan komunikasi rumahan, bisnis, pemerintahan, dan pendidikan.

Pesaing utama kabel adalah teknologi digital-subscriber-line (DSL) yang menggunakan kawat copper telepon konvensional untuk mentransportasikan data berkecepatan tinggi. DSL lebih menjadi pilihan populer di banyak dunia khususnya di Asia. Tidak seperti kabel, kecepatan DSL akan turun jika jarak ditingkatkan dari kantor pusat telepon.

Jangan dikira di tengah persaingan ketat atas kemunculan teknologi nirkabel akan mematikan begitu saja teknologi kabel. Para penyedia kabel ini telah mengeluarkan biaya di atas 70 miliar dolar AS untuk mengembangkan jaringan mereka sehingga mendukung pengiriman video digital, data berkecepatan tinggi, suara, dan pelayanan canggih lainnya.

Cara Kerja
Hal inilah yang menjadikan perlengkapan pelanggan seperti kabel modem, PC, dan Web Browser dapat terhubung ke Internet 20 hingga 50 kali lebih cepat daripada koneksi dial-up konvensional.

Cara kerja kabel internet melibatkan sebuah operator kabel yang menghubungkan ke backbone Internet berkecepatan tinggi menggunakan peralatan headend. Headend ini yang mengatur bandwidth bagi para pelanggan.

Sebuah kabel modem di lokasi pelanggan mengubah sinyal ke dalam format yang bisa dikenali, termasuk halaman Web. Kabel modem pada dasarnya terhubung dengan kabel coaxial yang berada di dinding, dan modem yang terletak pada meja pelanggan terhubung ke sebuah PC. Pada waktu yang sama, sebuah kotak melakukan decoding program televisi menjadi channel lain dan menampilkannya di televisi dalam bangunan atau rumah yang sama.

Hingga akhir 1990-an kebanyakan kabel hanya mengatasi satu jalur lalu lintas ? mentransmisikan sinyal-sinyal televisi dari headend ke televisi para pelanggan. Kehadiran infrastruktur kabel two-way tidak hanya mendukung internet berkecepatan tinggi akan tetapi menawarkan pelayanan digital yang beragam meliputi video on demand, telephone shopping, games, dan pelayanan informasi.

Memang, kelebihan dari kabel adalah kemampuannya yang menyebar luas dan sangat compatible. Di beberapa daerah khususnya di kota besar, di pemukiman-pemukiman yang baru dibangun dan tempat-tempat bisnis disediakan pelayanan kabel ini. Kecepatan yang tinggi dan mudahnya instalasi membuat kabel mudah dikenal dan popular. Bagi banyak orang baik secara individu maupun kelompok dunia usaha khususnya usaha kecil menengah menggunakan akses kabel internet telah memberi dampak berarti; Jaringan menjadi kian cepat dan handal.

Oleh : Siti Nur Aryani
*Praktisi TI Fokus Usaha Solusi Jakarta dan Staf Pengajar FEUI Program Teknologi Sistem Informasi

http://www.fokus.co.id/index1.php?aid=5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s