XML dan Peluang Bisnis


Apakah XML bisa dikembangkan menjadi lahan bisnis dalam bidang teknologi-informasi?
Extensible Markup Language atau yang biasa disingkat XML adalah bahasa pemrograman berbasis Web. Jangkauan jenis datanya mendukung teks, grafik dan audio yang disimpan dalam bentuk file. Sifatnya standar dan terbuka dalam menentukan elemen data pada halaman web dan dokumen bisnis. Ini memungkinkan pengiriman data dan dokumen antarsistem internal maupun antarmitra bisnis.

Sedikit sejarah mengenai XML, kemunculannya didorong oleh kesuksesan HTML pada November 1996. Adalah Jon Bosak dari Sun Microsistems yang menjadi motivator utama dalam mencetuskan XML. Berikutnya, muncul Fishmonger.com, sistem perdagangan berbasis Internet. Selain itu ada Aventail yang memainkan XML dari ruang infrastruktur dan CISCO yang pintar memadukan teknologi komunikasi IP dan XML menjadi produk telekomunikasi yang inovatif. Di Cisco, lebih dari 50 perusahaan pengembang perangkat lunak independen terlibat dalam menciptakan aplikasi bisnis berbasis XML. Selain untuk Cisco, perusahaan-perusahaan kecil ini menciptakan produk untuk industri tertentu atau mengembangkan program tertentu untuk bisnis individual.Sekitar Lima tahunan yang lalu penggunaan XML masih terbatas pada perangkat e-mail. Saat itu belum cukup populer untuk mengkomunikasikan dokumen invoice, proyeksi penjualan dan bisnis penting lainnya. XML masih dalam “proses meminta persetujuan” dari semua kalangan sebagai bahasa standar.

Kini dalam penggunaan secara umum XML mulai dipadukan dengan protokol internet (IP). Perkawinan Teknologi XML dengan IP telah melahirkan fitur-fitur yang menyokong kebutuhan aplikasi berbasis internet termasuk konvergensi jaringan. XML telah menjadi bahasa aplikasi yang memainkan peran penting dalam sistem berbasis IP. Aplikasi komunikasi IP dibantu oleh XML sehingga memungkinkan tampilan interface (antarmuka) menjadi lebih baik. Pada tombol layar perangkat handset telepon misalnya, XML membantu menampilkan direktori perusahaan, termasuk men-display akses untuk pengelolaan data karyawan mana saja yang telah melakukan panggilan jarak-jauh. Lebih dari itu, aplikasi komunikasi IP mampu menyediakan display informasi laporan rincian penghitungan.

Standar terbuka XML memungkinkan setiap bisnis dan perusahaan menggunakannya dengan cara yang baru dan inovatif. Sekalipun sebuah perusahaan tidak memiliki sumber daya berbasis XML, sejumlah vendor baru kini sudah berhasil membuat aplikasi yang menyediakan fungsionalitas di luar XML standar. Fungsi-fungsi turunan XML yang ditawarkan mengikuti para pendahulunya, yakni bisa ditanamkan (embedded) pada aplikasi lain yang berbasis bahasa selain XML. Tentu saja fungsi-fungsi tersebut dapat dikustomisasi sesuai yang dikehendaki. Salah satu contoh fungsi turunan XML yang dapat ditanam adalah xmlConnect. Fungsi ini memungkinkan ribuan pengguna mengakses informasi dalam mainframe melalui browser Web.

Sebagai platform pengembang layanan Web yang canggih, xmlConnect menyediakan pengguna akses yang diperluas ke sistem aplikasi terukur melalui interface-SOAP/XML. Banyak aplikasi, platform dan teknologi, termasuk .NET, Delphi dan lainnya mendukung Web Service dan interface-SOAP/XML.

Penggunaan XML secara luas di Amerika dan Eropa seperti dijelaskan di atas melahirkan kompetisi Java versus XML dan RDBMS versus XML. Jika diperhatikan, secara mendasar ada dua kubu, satu yang menggunakan XML untuk menyimpan content -meskipun secara prinsip content ini akan tetap tersimpan di dalam sebuah database relasional- dan satu lagi menggunakan Java untuk menyimpan content ini dalam sebuah database seperti Oracle atau SQL Server. Ada yang menarik dari perdebatan di kalangan vendor. Di satu sisi ada yang mengatakan karena data objek portable maka lebih kompatibel bila menggunakan XML. Sementara yang lain menganggap lebih bagus bila disimpan dalam data relasional, karena kemampuannya menyimpan store procedure dan lain sebagainya. Dari sini kita melihat, ada kecenderungan masing-masing vendor punya keinginan kuat untuk saling mendominasi sehingga berakibat menutup diri sekat bahasa.***

Oleh Siti Nur Aryani

Dipublikasikan di harian Sinar Harapan

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/14/ipt02.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s