SMS dan Dinamika Komunikasi Massa


Layanan pesan singkat atau SMS (Short Message Service) boleh dibilang sudah menjadi kebutuhan dasar pengguna telepon seluler (ponsel), bahkan mampu mengalahkan layanan voice atau komunika suara.

SMS (Short Message Service) adalah pesan pendek dalam bentuk teks yang hidup berkembang dalam dunia telekomunikasi seluler. Sekilas fasilitas ini tidak jauh beda dengan layanan pesan teks dari perangkat sebelumnya, yaitu pager yang kini sudah menjadi baranglangka, bahkan sudah mendekati kepunahan.

Sejarah SMS muncul pada Desember 1992. Pesan itu dikirim dari sebuah komputer ke sebuah telepon seluler dalam jaringan GSM milik operator seluler Vodafone di Inggris. Menjelang umurnya yang ke 13 tahun, SMS semakin banyak digunakan oleh pelanggan.

Pengguna telpon seluler, bahkan kini mereka yang menggunakan layanan berbasis CDMA, tak akan pernah lupa menanyakan layanan SMS sebelum membeli suatu jenis layanan telpon seluler. Jika di dunia ini ada sekitar 1,4 milliar manusia menggunakan layanan telpon selular, maka sekitar 85% dari jumlah itulah manusia yang setiap hari menggunakan SMS.

Di tahun-tahun mendatang pengguna SMS tentu akan semakin meningkat pesat. Ini bisa kita prediksi berdasarkan data dari sebuah situs survai lembaga Strategy Analitics yang mengatakan bahwa tahun 2005 ini, akan terjual ponsel sekitar 735 juta unit. (www.ipipi.com,20/08)

Di Indonesia, sekarang ada sekitar 40-an juta pengguna layanan jaringan komunikasi seluler. Kesemuanya berkomunikasi melalui SMS. Mengacu perkiraan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), SMS akan menyumbangkan pendapatan kepada operator sekitar Rp10 triliun tahun ini.

Dengan asumsi tarif antara Rp250-Rp350 per pesan, maka akan terkirim setidaknya 28 miliar pesan dalam satu tahun. Jadi, rata-rata, terkirim setidaknya 75 juta pesan setiap hari dari sekitar 40 juta pelanggan seluler di Indonesia.

Sebagai komunikasi populis

Selama tiga belas tahun SMS menjadi sarana komunikasi teks, semakin cepat inovasi yang berkembang. Ada banyak jenis pesan teks, panjang karakter, dan berbagai bentuk layanan tambahan seperti gambar dan kode-kode komunikasi di dalamnya. Hasil penemuan inovatif yang paling menonjol adalah layanan pesan yang dimodifikasi dari segi konten (media) atau metode.

Dari segi konten, kita disuguhi dengan pesan yang tidak saja berisi teks namun dapat disisipkan di dalamnya gambar dan suara, atau lebih dikenal dengan MMS (Multimedia Message Service). Sedangkan perkembangan pesan teks dari segi metode, kini ada layanan pesan e-mail SMS, layanan obrolan (Chat), dan layanan sejenis Walkie Talkie (Push to Talk).

Tentu, tidak semua layanan SMS dalam ponsel yang beredar itu memuat kombinasi fitur pesan yang telah disempurnakan. Masing-masing produsen dengan cerdas memuatkan fitur yang variatif dan kombinatif berdasarkan seri produk. Semakin lengkap fitur sebuah produk makin mahal harga perangkat dan layanannya.

Namun, bagi sebagian kalangan, mahalnya harga untuk perangkat dan biaya berlangganan bukan hambatan demi sebuah kelancaran komunikasi. Layanan SMS yang dilengkapi buku alamat dan memuat puluhan hingga ratusan catatan (entry) serta kemampuan menangkap berita dan informasi, telah menjadi semacam fitur “pribadi” terbukti tetap digemari jutaan pengguna.

SMS misalnya, dapat diaktifkan pada saat waktu tertentu. Seorang pengguna dapat memilih SMS agar tidak berbunyi sewaktu mengikuti kuliah, seorang ayah menjadi kian dekat dengan putranya yang duduk di sekolah dasar. Dengan fasilitas ini pula, anak-anak sekarang kian dimanjakan. Tak jarang, saking efektifnya ber-SMS, saat ujian sekolah berlangsung, mereka dengan mudah mengirim pesan tukar jawab soal-soal ujian kepada teman-temannya.

Sebagai media berita atau informasi, melalu SMS kita dapat memperoleh berita online, informasi saham, cuaca, hiburan dan sebagainya setiap saat. Dengan kata lain, SMS kini kian popular dalam komunikasi teks. Hampir dalam setiap bidang, ruang dan waktu, SMS menjadi media efektif dan praktis.

Tidak heran jika salah satu perkembangan melek baca di era modern-sebagaimana yang terjadi di Eropa semenjak 20 tahun lalu-disebabkan oleh komunikasi teks, terutama komputer dan SMS. Bahkan gejala yang akhir-akhir nampak terlihat adalan kecenderungan anak-anak yang lebih menyukai komunikasi melalui pesan teks daripada berbicara lewat telepon.

Saking mulai terbiasanya masyarakat dunia menggunakan SMS, hasil survei lain yang dilakukan MDA menyebutkan bahwa 95% pesan teks dikirim dalam 10 detik. Selain itu disebutkan, sebanyak 55% pengguna ponsel di seluruh dunia yang menggunakan SMS lebih dari sekali dalam sehari, adalah kaum muda yang berusia sekitar 18 tahun atau lebih muda.

Tepat kiranya, jika layanan SMS ini disebuat sebagai media publik yang populis. Sebab, SMS tidak hanya merambah dalam komunikasi ruang pribadi melainkan untuk sarana bisnis dan komunikasi yang sifatnya sosial.

Berbagai acara kuis dengan tarif yang mahal misalnya, ternyata mampu menyedot para peserta. Dari sini pula para penyelenggara kuis mendapat keuntungan besar. Demikian juga dalam kegiatan sosial, suatu lembaga amal bisa bekerja sama dengan operator selular untuk mengumpulkan dana dengan pesan SMS.  

Gairah konsumen dan tarif murah

Melihat gairah konsumen yang begitu tinggi dalam menggunakan jasa SMS, berbagai operator seluler pun terus melakukan inovasi pelayanan. Cara yang paling ampuh menggaet konsumen adalah dengan memberikan diskon tertentu, atau mempermurah tarif setiap pengiriman pesan.

Ada operator yang memberikan layanan gratis SMS sebanyak 10X jika si pengguna membeli pulsa seharga Rp50.000. Ada juga yang memberikan gratis 10-15 persen dari nilai total pembelian pulsa.

Cara yang lain adalah memberikan kemurahan tarif SMS bagi pengguna jika berlangganan layanan kartu seluler sejenis. Dengan cara ini operator berharap pelanggan bisa beralih dari kartu seluler lain ke seluler sejenis yang digunakan para pelanggan.

Namun dari sekian macam bentuk layanan kemurahan tarif tersebut, yang paling gila-gilaan memberikan diskon adalah operator Pro XL dengan jenis kartu Bebas-nya. Seorang pelanggan yang mengisi pulsa elektrik jenis Extra akan mendapat keuntungan ber-SMS seratus kali selama sehari sesama pengguna XL.

Penulis merasakan betapa murahnya berkomunikasi memakai layanan kartu Bebas isi ulang Extra ini. Sampai-sampai, beberapa teman rela beralih memakai layanan ini karena kemurahan ber-SMS tanpa beban tarif selama sebulan hanya dengan isi ulang Rp100.000 untuk selama sebulan dan Rp50.000 dengan masa aktif seminggu.

Ke depan, saluran komunikasi semakin kompetitif dan beragam jenis. Layanan SMS dengan berbagai inovasi dan kemurahan akan menjadi perhatian para pelanggan, terutama calon pelanggan baru. Layanan SMS yang tepat waktu baik saat mengirim maupun menerima, serta tarif murah akan menjadi primadona pelanggan.

Oleh Siti Nur Aryani

Dipublikasikan di Tabloid Trendigital

http://www.trendigital.com/03012006/Techno/Techno.htm

10 thoughts on “SMS dan Dinamika Komunikasi Massa

  1. Terima kasih.

    ARtikelnya bagus. Sebagai salah satu untuk ngajari anak tentang teknologi informasi. Gimana sejarah dari SMs dan perkembangannya. Kali lagi ma kasih.

  2. gw lagi buat contoh skripsi tentang promo sms gratis nih..
    thanks banyak buat penulis karna udah ngurangin beban gw..
    heheheheheh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s