Prospek Pekerja TI di Indonesia


Ada anggapan, memilih studi dalam bidang teknologi informasi (TI) memiliki nilai lebih ketimbang bidang lainnya. Terutama untuk mencari pekerjaan dan meraih gaji tinggi setelah kelulusan. Memang, asumsi ini ada benarnya, karena pada dasarnya perusahaan di masa kini sangat membutuhkan tenaga TI. Hal ini juga tidak lepas dari keahlian teknis dan tanggung jawab tenaga TI untuk menunjang operasional bisnis perusahaan, bahkan tak jarang terlibat secara penuh 

Akan tetapi, untuk urusan gaji, sebenarnya agak berlebihan jika profesi ini disebut-sebut bergaji lebih tinggi ketimbang profesi di bidang lain. Tahun 1994-1999-an seorang lulusan baru sebagai pekerja penuh waktu (full-time) dengan profesi setaraf programmer, analis sistem, administrator sistem, administrator jaringan, administrator database, dan sebagainya, memperoleh kisaran penghasilan bersih rata-rata antara Rp. 2,2 – 2,8 juta per bulan. Sementara bagi pekerja paruh waktu (part-time) upah yang diperoleh di kisaran Rp.100-250 ribu per jam. Upah ini biasanya akan bertambah di tahun berikutnya atau pada perpanjangan kontrak selanjutnya.

Untuk ukuran Indonesia, nilai gaji lulusan baru untuk profesi TI di atas memang cukup tinggi dibanding dengan pekerja lulusan baru dari profesi lain. Namun demikian, nilai upah tersebut tetap saja masih tergolong rendah dibanding upah di negeri-negeri maju. Yang jelas, anggapan profesi TI dengan gaji tinggi sempat ramai dan diyakini masyarakat, bahkan memperoleh perhatian serius dari kalangan pengusaha bisnis pendidikan.

Tak heran sejak 1999 marak bermunculan lembaga pendidikan dan sekolah tinggi komputer untuk program D-1, D-3, dan S-1. Bahkan sejak Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia ditetapkan menjadi BHMN, perguruan tinggi ini pun seolah tidak ingin kalah berbisnis dengan cara mendirikan program-program serupa.

Sesuai hukum pasar, semakin banyak ketersediaan sumber daya manusia maka nilai jualnya kian turun. Seorang programmer lulusan baru bahkan kini rata-rata hanya dihargai Rp. 1,2-1,8 juta per bulan. Perkembangan sistem object oriented dan embeded modul sekarang memang memudahkan kerja seorang programmer. Akan tetapi, programmer dan profesi TI lainnya akan tetap bekerja melebihi jam kerja normal, tanpa diperhitungkan sebagai jam lembur. Anehnya, dengan gaji senilai itu sebagian besar dari mereka pernah membayar biaya pembangunan gedung kuliah Rp. 25-50 juta lebih. Jika memandangnya sebagai investasi, bukankah hal ini dapat dikatakan “besar pasak daripada tiang?”

Selain faktor kompetisi, perusahaan memang memperketat formula relasi antara keahlian dengan gaji. Kendati hampir di setiap iklan di media cetak maupun media online lowongan untuk profesi ini menduduki posisi terbanyak, permintaan dan penawaran untuk SDM-nya masih di bawah standar. Masih banyak lulusan bidang ini yang menjadi pengangguran.

Mengapa? Hal ini disebabkan keahlian teknis individual yang dimiliki tidak berbanding lurus dengan kebutuhan pasar. Terutama di perkotaan, saat ini penguasaan teknologi bukan lagi sebagai keunggulan kompetitif antarindividu atau antarperusahaan. Hampir setiap pelajar, mahasiswa, dan pekerja mengenal serta menggunakan komputer. Dua faktor yang krusial adalah menyangkut soal SDM dan perusahaan.

SDM di bidang TI sangat berlimpah, tetapi secara umum mutu SDM-nya masih rendah, bahkan di bawah standar. Artinya, para praktisi  kurang memiliki keahlian yang sekarang ini sangat diperlukan, yakni keahlian teknis; kemampuan mengadopsi perkembangan teknologi; kemampuan nalar yang baik dan terlatih; serta kemampuan melakukan kerja sama tim (team work) secara baik di era globalisasi kini.

Untuk soal ini saya perlu mengangkat kasus kecil. Lazimnya, pekerja TI selalu berhubungan dengan perangkat komputer. Namun jika seseorang yang sedang bekerja dengan laptopnya masih refleks mencari pensil dan kertas saat hendak mencatat pesan dari percakapan telepon,  hal ini mencerminkan kebiasaan teknisnya dalam berinteraksi dengan komputer.

Kejadian tersebut memang sering ditemui saat kita berada di rumah, kantor maupun dalam kegiatan belajar-mengajar. Kegagapan dalam penggunaan komputer bagi orang yang jarang menggunakannya adalah hal lumrah. Namun tidak semestinya bagi pekerja TI yang umumnya berinteraksi 12-20 jam dalam sehari dengan komputer dan aplikasinya.Hal sederhana ini akan membawa pada kesadaran profesi, yakni jika ingin bertahan di profesi TI, seorang programmer atau engineer mutlak menghayati aktivitas mereka dengan cara berinteraksi secara intens dan terus menerus dengan dunia komputer dan cyber.

Kualitas SDM seperti yang dicontohkan pada ilustrasi di atas memang tidak terlepas dari latar belakang pendidikan. Sangat disayangkan jika sampai kini mayoritas penyelenggara pendidikan TI masih menggunakan kurikulum usang. Misalnya, sebuah kurikulum masih berisi paket mata kuliah yang mengajarkan bagaimana cara menggunakan Winword atau cara membuat lembar presentasi menggunakan aplikasi PowerPoint. Terus terang mayoritas kurikulum di perguruan tinggi BHMN terkemuka pun menurut saya sangat jauh dari ideal. Inilah yang mengakibatkan banyak mahasiswa tidak kreatif.

Faktor kedua, menyangkut industri dan perusahaan. Seperti disinggung di atas, teknologi itu sendiri kini juga bukan lagi keunggulan kompetitif antarperusahaan. Yang menjadi sarana efektif dalam persaingan di zaman sekarang adalah kemampuan mengadopsi teknologi terbaru secara seketika. Dengan demikian, ada dua catatan utama yang harus diperhatikan perusahaan. Pertama, apakah SDM (baik internal maupun alih daya) yang tersedia memiliki kekuatan dalam berkompetisi di era globalisasi? Kedua, adakah SDM yang memiliki komitmen bersaing di pasar internasional?

Jika kedua faktor tersebut bersinergi, secara alami sistem tawar-menawar nilai SDM TI  pun akan berjalan sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran pasar. Kita bisa ambil sistem yang pernah berjalan di Kanada atau Amerika Serikat. Nilai gaji pekerja TI baik penuh waktu ataupun kontrak, tergantung tidak hanya pada pengalaman dan keahlian, melainkan pula lokasi (kota, provinsi), tunjangan (asuransi jiwa, asuransi gigi, medis, obat-obatan, pilihan saham), bonus, ukuran perusahaan, dan faktor lainnya.

Penentuan nilai gaji antara pekerja lulusan baru, pekerja lama, dan level manajer sangat bergantung pada ukuran perusahaan, serta tingkat manajemen dalam hierarki perusahaan. Eugene Pik, Spesialis Senior Teknik Bank Montreal, Kanada menuturkan pada saya bahwa pasaran gaji setaraf manajer TI di Kanada dan AS kini rata-rata berkisar antara US$60-100 ribu per tahunnya untuk posisi selain wakil direktur. Nah, jika kemampuan individu dan kebutuhan industri sudah sinergis, tak ada lagi yang perlu dicemaskan.  

Siti Nur Aryani, Dipublikasikan di majalah SWA NO. 18/XXII/7-20 SEPTEMBER 2006

26 thoughts on “Prospek Pekerja TI di Indonesia

  1. Dik/bung Sarwo terima kasih untuk komentarnya.
    Sebenarnya D3 dan S1 bukan pokok bahasan utama, melainkan hanya sampel saja. Sementara untuk D4, kebetulan pada saat tulisan itu dibuat saya belum memperoleh data detilnya. Saya kira kondisi antara D3 D4 dan S1 tidak akan jauh beda, belum ada perbedaan berarti di antara masing-masing jenjang pendidikan tersebut. Tapi kabar gembiranya, secara global saya melihat para lulusan D4 terdahulu (kira-kira hingga lulusan terakhir tahun 1999-an) justru lebih berhasil di pasar. Berhasil dalam pengertian, lebih terbekali dalam hal keahlian dan keterampilan teknis. Untuk periode lulusan 2000-kini, saya sama sekali tidak memiliki cukup data.

  2. saya berkuliah di sebuah universitas swasta di bandung di jurusan Sistem Infromasi, untuk prospek kerja kedepannya, pekerjaan yang berhubungan dengan jurusan yang saya ambil apa aja dan bagaimana dengan gaji nya? Saya juga ingin mendapatkan sertifikasi supaya mempunyai nilai lebih apabila ingin bekerja di sebuah perusahaan yang bonafit. terimakasih sebelumnya.

  3. Beberapa pekerjaan yang cocok tentu saja yang berhubungan langsung dengan dunia akademik yaitu Perusahaan IT dan Telekomunikasi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan Anda bisa bekerja di perusahaan-perusahaan yang mempunyai divisi IT.

    Gaji, soal gaji sampai sekarang di Indonesia belum ada Standar yang pasti. Setiap perusahaan menetapkan nominal yang berbeda. Memang kadang dunia kita ini, IT agak aneh; nampak keren dari sisi profesi namun tak jarang sangat kontradiktif dengan kondisi gajinya. Di Jakarta, saya sering mendengar langsung dari pekerja IT freshgraduated yang (maaf, sangat minim gajinya). di perusahaan “biasa”, biasanya, mula-mula dibayar 600ribu, baru 3 bulan kemudian naik menjadi 750ribu, kalau bisa bertahan lama, naik ke 1,2 juta. Tahun kedua biasanya naik 1,5 juta. 3 tahun kemudian 2,5 juta.Kalau sudah lumayan senior, punya pengalaman 5 tahun lebih bisa mencapai 4 jutaan.
    Tapi ini bukan standar. Saya hanya mendapat data ini sifatnya informatif saja.

    Kalau untuk perusahaan besar lumayan. Mula-mula, 2,5juta, selanjutnya naik…..naik….naik, kadang sampai 7 juta. Kalau senior bisa mencapai antara 10-25juta.

    Untuk mendapat sertifikasi biasanya ikut training selanjutnya ikut ujian. Kedua, belajar sendiri dan langsung ikut ujian. Mendapat sertifikasi Cisco (CCNA) harus mengikuti training berbiaya sekitar 5 juta. Sedangkan biaya ujian 1.750ribu.
    Tentu kelak Anda beruntung jika sudah bekerja di Perusahaan dan mendapat kepercayaan dari perusahaan dibiayai mengikuti training. Dengan begitu Anda dapat ilmu secara”gratis”. Semoga nanti Anda mendapatkannya…..

    Ini saja dulu ya.
    nanti bisa kita sambung
    terimakasih

  4. tolong donk bahas juga tentang lulusan smk yang ngambil teknik komputer dan jaringan
    apa masadepannya masih keliatan,,,,,,,,,,,,,?????????

  5. ooo iya,, apa mungkin perusahaan-perusahaan bonafit dapat menerima kita yang jenjang pendidikannya hanya sampai smk,,,jurusan Teknik Komputer dan Jaringan?

  6. Lulusan SMK tentu saja punya masa depan, bahkan lebih cerah dari lulusan sebuah universitas terkemuka.
    Memang kalau sekadar berharap pada masa depan “bekerja di sebuah perusahaan” barangkali lulusan SMK agak pesimis. Bagaimana tidak? yang kuliah s2 saja susah bekerja di sektor IT. Bahkan banyak tenaga teknisi yang sudah berpengalaman berpuluh-puluh tahun, kemudian mengawali kerja di kantor baru gajinya malah anjlok. Maklum, banyak perusahaan yang sekarang ini justru lebih memilih tenaga baru.
    Sekalipun kurang berpengalaman tapi kalau mampu menunjukkan keuletan dan ketangguhan dalam kerja harian ia akan lebih menjanjikan hasil ketimbang tenaga berpengalaman tapi miskin kreativitas dan malas-malasan.
    Barangkali ijazah memang tetap penting, termasuk sertifikasi. Tapi usahakan pikiran kita tidak sempit dalam memandang masa depan.
    Ardy, masa depan itu tidak ada hubungannya dengan ijazah. Banyak tenaga kerja yang ijzahnya cuma SMU sederajat namun kehidupannya lebih baik daripada lulusan S2.
    Untuk hidup di era sekarang ini sebenarnya ijazah jangan terlalu dijadikan pegangan. Skill dan kreativitas menurut saya justru lebih menjanjikan. Saya sendiri termasuk orang yang berijazah lumayan, dari sebuah institut yang terkemuka di indonesia. Namun demikian saya tidak pernah merasa bahwa ijazahlah yang menentukan pekerjaan dan periuk saya.
    Selama kita masih berpikir bahwa ijazah adalah jaminan, selama itu pula nasib kita sempit, sesempit lembar ijazah yang kita miliki. Di Eropa, Amerika, Jepang dll ijazah tetap saja perlu, namun kreativitas wirausaha justru dijadikan idaman oleh anak-anak muda. Sementara di Indonesia ini kebanyakan orang masih berpikir bahwa bekerja di kantoran dengan mengandalkan ijazah adalah cara terbaik. Bagi saya, ini adalah cara berpikir yang sesat dan cenderung menyempitkan masa depan kita. Seolah-olah kerja kantoran selesai dengan urusan ijazah. Padahal kalau kita tahu, perusahaan manapun sekarang lebih cenderung memilih tenaga kerja yang fungsional dan bisa beradaptasi dengan budaya perusahaan yang mereka bangun.

    Jadi, menurut saya, lulusan SMK, D3, S1 bahkan S2 bukan pada soal ijazah, melainkan sejauh mana mereka bisa menunjukkan individualitas yang baik.

    itu saja, kalau ada yang kurang nanti bisa dilanjut.

    salam
    Aryani

  7. Punten…. mau nanya nih ^_^ mohon jawabannya yach
    Sebelumnya saya akan bercerita mengenai latar belakang saya,
    saat ini saya baru aja lulus kuliah D3 jurusan manajemen informatika di salah satu universitas swasta dibandung(udah lama jg sih Wisudanya februari 2007 kemaren ^^)dan saat ini saya bekerja menjadi operator warnet di kota cimahi dengan gaji Total Rp.625.000,- dgn fasilitas
    tempat tinggal & BERAS(masak sendiri) disediakan ^^.

    Perlu di ketahui saya di Bandung merantau sendirian (sejak SMP udah ngkost) dan kemaren saya sempat pulang ke kampung halaman di kota P dan sempat menganggur selama 3 bulan disana, saya menganggur dikota P bukannya tidak bisa mendapat pekerjaan,tp lebih karena saya merasa tidak pernah betah berada dirumah bersama keluarga karena sy merasa batin sy tidak pernah tenang berada bersama keluarga karena adanya masalah internal yg selalu memakan pikiran saya(sebagai anak tertua dalam keluarga).

    Sehingga saya tidak pernah sepenuh hati untuk melamar pekerjaan di kota p, walaupun cukup banyak panggilan yg saya terima. yang terlintas dalam pikiran saya “Percuma Gaji Saya di Kota P ini Besar tapi saya tidak pernah memperoleh ketenangan Batin” Jadi lah saat ini saya merasa benar2 berjuang sendirian diBandung,dengan tuntutan dan tanggung jawab saya sebagai anak tertua di dalam keluarga&saya berada di bandung lg skrg dengan tanpa persetujuan dr ibu saya, karena ibu saya keukeuh ingin sy mencari pekerjaan di kota P saja, sedangkan kalo di kota P sy tidak pernah betah dan merasa selalu dalam tekanan. Keputusan yg sangat berat ketika saya meninggalkan keluarga karena saya sbg anak tertua harusnya bertanggung jawab dgn membantu orang tua yg lg kesulitan masalah perekonomian. tapi inilah jalan yg saya ambil dengan pikiran “batin saya bisa tenang dengan berada jauh dgn keluarga dan tanggung jawab terhadap keluarga adalah dengan mengirimkan uang kepada mereka untuk dpt membantu, walaupun sedikit sehingga saya dapat bekerja dengan tenang tanpa merasa saat pulang dari bekerja saya harus menghadapi masalah yg selalu ada dirumah)hihihi…Maaaaap jadi Melenceng Jauh Mbak….(Curhat Sedikit ^^)

    Yang saya ingin tanyakan apakah saya harus melamar pekerjaan yg lain dengan bekal ijazah yg saya punya(terus terang saat ini saya susah untuk pergi kemana2 karena tidak adanya kendaraan tapi bisa minjem sih ehheehhe…@_@) untuk kondisi pekerjaan sekarang sy sudah cukup merasa nyaman(suasana kerjanya,teman kerja yg udah cocok,karena teman lama+udah dekat semua) dan pekerjaan disini memang di bidang saya dalam dunia komputer/informasi. dan transparansi dari managemen di tempat kerja sekarang misalnya tentang kemungkinan akan membuka warnet lain untuk tahun ke depan (Perlu di ketahui tempat kerja saya sekarang baru berjalan 3 bulan ^^) dan dari hal itu(Pembuatan warnet baru) yg saya pikirkan saya dapat belajar/menambah ilmu spt ilmu jaringan dan managemen nya. dan saya sudah jadi operator warnet sejak
    april 2006 atau sekitar 1 tahun(sejak saya masih kuliah)

    TAPI dari Hal itu semua yang saya ragukan adalah dapatkah saya melangkah lebih jauh lagi dengan tetap berada di tempat sekarang karena terus terang saya merasa prospek ke depannya yang belum tentu dari tempat kerja saya yg sekarang. Saya merasa ragu sekali saat ini, sedangkan untuk melamar pekerjaan lain lg kondisi saya masih belum terlalu bagus dengan berbagai alasan spt saya merasa belum cukup ilmu dalam dunia IT dan masih perlu banyak belajar tentang hardware dan software, tapi di sisi lain saya merasa ragu dengan masa depan saya tetap berada disini, atau apa yang saya bisa lakukan agar dapat menambah uang lebih selain gaji saya di sini yg berhubungan dengan keahlian saya dalam bidang IT. (tanpa mengeluarkan modal loh)

    Mohon sekali petunjuk dari rekan semua yang sudah berpengalam dalam
    menjalani hidup ^^ saya perlu sekali bimbingan dari rekan semua agar saya dapat melangkah dengan benar dan pasti, mungkin dari pengalaman rekan semua saya dapat belajar banyak, terima kasih sebelumnya.

    Someone Who Always Learning For Life

  8. Vic, terimakasih surat panjangnya.

    Saya ikut merasakan apa yang sedang Anda alami.
    Sebagai orang yang pernah mengalamai masa-masa awal kerja tentu apa yang Anda alami itu adalah bagian dari pada proses, atau ujian karir seseorang.
    Anda baru lulus SMK, jalan masih panjang untuk memapankan kerja di perusahaan atau usaha sendiri. Umur Anda juga masih cukup untuk memproses pengalaman hidup yang lebih baik.

    Lika-liku pekerjaan plus problem keluarga saya kira dialami setiap orang. Ada yang punya problem keluarga tapi tanpa problem di pekerjaan, ada pula yang sebaliknya. Bahkan ada juga yang memiliki problem kedua-keduanya.

    Pengalaman kerja dan pengalaman hidup saya kira adalah guru terbaik bagi kita semua. Kelak jika Anda sudah berhasil melewati masa-masa sulit itu Anda hanya akan menertawakan dengan kesulitan dan kepedihan hidup yang sekarang Anda alami.
    Bukan maksud saya meremehkan problem Anda, tapi percayalah, setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan. Ini hukum dialektika hidup.
    Kalau Anda melihat ada orang yang sulit mendapatkan impian atau kesuksesan, barangkali mungkin faktor terbesarnya adalah kekurangseriusan mereka dalam mengatasi masalahnya, atau bisa jadi karena asa mereka kurang kuat dan gampang patah karena problem-problem berat.

    Soal pindah kerja saya kira itu juga hal yang biasa. Dulu di masa awal kerja, saya pun sering berpindah-pindah berharap mendapat tempat yang cocok, baik dari segi lingkungan, kondisi perusahaan maupun pergaulan.

    Saya kira Anda sudah cukup pandai melihat persoalan yang Anda hadapi. Anda tidak butuh keyakinan dalam setiap tindakan (mengambil keputusan). Asalkan setiap pertimbangan selalu berdasarkan perhitungan yang matang saya kira Anda tidak akan salah langkah.

    Soal keragu-raguan dalam mengambil tindakan itu tak lain karena Anda belum melihat masalahnya secara pasti. Pastikan bahwa setiap yang Anda lihat adalah karena perhitungan lapangan, riil dan bukan sekadar gambaran atau asumsi, apalagi hanya karena “kata si A, kata Si B”.

    Keraguan ketakukan selalu dimiliki setiap orang. Tinggal bagaimana kita menghilangkan itu. Hilangkan keraguan itu dengan fakta dan data.

    Sekian dulu
    Aryani

  9. Duh Makasih Banget Mbak Aryani Atas Saran dan Masukannya….

    Terus terang ‘tuk Saat ini saya masih merasa ragu dan bimbang tentang masa depan saya apabila saya terus berada di pekerjaan saya yg sekarang.
    Yang Selalu saya pikirkan adalah orang tua saya telah banyak berkorban untuk kuliah saya hingga sampai saya sekarang bisa lulus kuliah. tapi untuk saat ini saya belum bisa memberi mereka apa2 sebagai balasannya. (itu menjadi beban tersendiri bagi saya sbagai anak tertua)dan saya malah pergi menjauh dari mereka seakan2 saya ingin lari dari tanggung jawab😦.
    Saat Ini walaupun saya merasa senang dan nyaman dengan pekerjaan saya yg sekarang sbagai operator warnet. tapi entah kenapa pikiran yang terkadang muncul adalah saya mempunyai ijazah D3 dan harus nya bisa lebih mendapat pekerjaan yg lebih baik dari yang saya kerjakan sekarang. (pikiran yg kadang terlintas sewaktu2)
    Tapi saya sadar banget semuanya hanya masalah waktu dan semuanya butuh proses, semoga langkah yang saya lakukan sekarang sudah benar. untuk sekarang saya coba untuk jalani saja pekerjaan saya, bersyukur dan juga sambil berharap dapat pekerjaan yg lebih baik dari yg saya lakukan sekarang. (karena di luar sana masih banyak yg blum mendapat pekerjaan).

  10. Mba, saya mo nanya nich.
    Sekarang saya kelas 3 sma, masih bingung mo ngelanjutin kuliah dimana. Saya punya keahlian di bidang komputer, menurut mba di bidang mana saya bisa melanjutkan prndidikan?
    Trus mba saya mo nanya, punya kenalan yang bisa ngasih beasiswa gak? soalnya saya pengen mandiri

  11. Fadhil,
    kamu masih kelas 3 sma dan punya keahlian di bidang komputer itu bagus. tapi Fadhil, yang dimaksud dengan keahlian komputer itu sangat luas. saya tidak tahu yang dimaksud keahlian komputer menurut Fadhil itu seperti apa. sebagai contoh, sekira 8-15 tahun belakangan ini, pengajaran penggunaan teknologi komputer saja sudah mulai diterapkan bahkan untuk anak usia 2 tahun. saya melihat, penggunaan teknologi komputer yang diterapkan sejak usia dini kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup metropolitan. tidak heran dalam usia pendidikan Tk nol kecil saja mereka sudah cakap dan terampil menggunakan komputer dan aplikasi umum.

    Namun jika yang dimaksud oleh Fadhil tentang keahlian komputer, misal adalah penguasaan konsep atau bahasa pemrograman tertentu, jadikanlah keahlian tersebut sebagai salah satu bekal. jangan persempit kesempatan dalam memilih pendidikan hanya karena kita sudah merasa menguasai satu bidang tertentu. akan lebih menguntungkan buatmu ke depannya jika keahlianmu dalam bidang komputer ditunjang oleh keahlian bidang lainnya yang benar-benar kamu nikmati dan kuasai.

    jangan hubungkan antara keahlian di bidang komputer dengan pilihan pendidikan, kecuali Fadhil memang mencintai bidang komputer tersebut dan cukup matang dalam merencanakan masa depan karir dan aktivitas hidup Fadhil.

    Ok. Fadhil, selamat berjuang!

  12. Salam kenal mba,
    Maaf,saya mo curhat nech. Sekarang saya lagi bingung, saya sekarang adalah mahasiswa semester akhir, di salah satu universitas negeri di Jogja. Nah, saat ini saya sedang mengalami kesulitan biaya buat nyelesein kuliah, pasalnya ortu dah gak bisa ngasih uang biaya lagi. Saya memang lagi kuliah di jurusan Kimia, tapi kalo masalah komputer dan software (maintenance) dah gape lah. Tyus yang jadi pertanyaan saya dan semoga mba bisa bantu, gimana sich nyari lowongan kerja di bidang IT? Biasanya kualifikasinya seperti apa? Mba punya info gak prospek di Jogja?
    Maaf sekali lagi dah ngrepotin, atas bantuannya, thank’s a lot.

  13. Sebenarnya tergantung dari perusahaan/boss nya memandang IT penting atau tidak. Bila dianggap penting maka gaji orang IT tinggi begitu pula sebaliknya terlepas dari besar/kecilnya perusahaan.
    Lebih baik ambil contoh dari perusahaan IT di Indonesia, ini lebih merepresentasikan bagaimana mereka menghargai pekerja IT karena mereka bergelut di bidang IT juga.

  14. mbak.. maaf kalo topik lama diangkat lagi.. cuman pengen tanya.. tapi sebelumnya cerita dulu latar belakang…

    saya cuman lulusan smu.. kebetulan waktu spmb gagal dan emang sebelumnya hobi di bidang komputer.. jadi iseng lamar kerja.. waktu itu diterima jadi admin gamecenter yg baru berdiri.. saya kerja sekitar 2 tahun, dari mulai itu berdiri ( 0 pc ) sampai terakhir keluar itu 234 pc… disana saya banyak belajar tentang jaringan, windows dll…
    sekarang juga saya jadi admin game center, dan kebetulan ada 3 cabang yg dipegang… dengan gaji yg mayan gede walau lom ada 1 tahun ( dari awal masuk dah 1,5 ) …
    kemampuan di bidang komputer saya kurang terspesialisasi dan rata2 basic saja, mungkin karena otodidak… programming saya kuasai dasar dari VB ( termasuk BASIC ), Delphi ( belajar dari jaman pascal ), C++… networking saya kuasai dasarnya sekedar untuk membuat sendiri 1 LAN saya bisa dimulai dari crimping utp sendiri ampe bikin domain server dengan windows 2000 ( windows 2003 lom pernah coba, tapi yakin kalo dikasih kesempatan pelajari 1-3 bulan bisa )… design graphic, saya kuasai dasar photoshop, corel, tapi kurang pengalaman dan juga kurang imajinasi.. mungkin hanya di pembuatan website saya sudah lumayan dibidang lain.. itupun terbatas di PHP, Mysql… sekedar cms sederhana masih bisa saya buat …

    di tempat kerja sekarang, ada orang-orang yg sudah lebih terspesialisasi dan advanced.. seperti networking ( sedang ambil CCNA skrg ), programming ( reversing, assembly, termasuk kalo mau crack software dia kuasai )…

    nah saya ingin lebih lanjut lagi belajar soal komputer terutama untuk masa depan ( sekarang umur 23tahun, mau ke 24 )… saya ada keinginan untuk ikut sertifikasi .. nah apa yang kira-kira cocok bagi saya dengan latar belakang seperti itu …

  15. Reshine, kamu sudah punya bekal yang bagus yaitu hobi. Menyenangi suatu aktivitas sangat membantu seseorang untuk menikmatinya, terlebih jika aktivitas itu jadi pekerjaanmu. Tidak mungkin juga kamu bisa mencapai 2 tahun bekerja mulai dari dasar jika tidak ada ketekunan dalam belajar dan praktik. Saya kira kamu telah membuktikannya.

    Dari ceritamu, cukup bervariasi hal yang kamu pelajari, tapi sepertinya kecenderunganmu pada pemrograman. Bila kecenderungan tersebut ternyata lebih kamu sukai dibandingkan bidang lain, peluang mencapai kemajuan yang lebih luas di bidang pengembangan software bisa kamu peroleh. Untuk menguasai pengembangan software, tugas utama yang harus kamu kuasai adalah rekayasa software. Rekayasa software tidak bisa kamu peroleh hanya dari kursus atau pelatihan, sebaiknya masuk ke pendidikan tinggi dan formal. Dengan penghasilan kamu, saya kira kamu sangat bisa meneruskan kuliah. Tentang jaringan dasar sudah kamu kuasai, tinggal kuasai sistem operasi standar terbuka, seperti Linux dll. Jangan terpaku hanya pada SO yang kamu pegang sekarang, sebaliknya mulai kuasai SO-SO dengan sumber terbuka tersebut, mengapa? karena kecenderungan sistem dan aplikasi dari mulai kelas rumahan hingga kelas industri akan terus menuju platform dengan sumber terbuka.

    Semoga bisa membantu.

  16. saya baru lulus tahun ini jurusan TI (Teknik Informatika) multimedia apabila ada lowongan pekerjaan hubungi no.HP 085224584365. trimakasih

  17. makasih y atas penjelasan teknik komputer mengenai prospek kerja krja kedepan. soalnya campe skrng aq ampe bingung prospek kerja dari teknik komputer pa si???//
    aq mw tnya ne yang lebih dibutuhkan perusahaan baik itu swasta di indonesia lulusan d4 atau s1 ???
    lulusan D4 tu da mebyebar gak di instansimaupun perusahaan di indonesia???
    kata2 ne y blum menyebar gitu para lulusan D4?? n perusahaan lum pala mengenal kali………
    tolona solusinya y…… GBU

  18. Misi mbak…
    saya pemula nih di bidang IT, kebetulan saya br masuk kuliah D3 jur TI. nah mumpung masih muda nih,,, apa aja yang saya harus pelajari? (selain maen game online ^^) mohon di balas

  19. saya anak kelas 2 smk dipurwokerto,saya mengambil jurusan multimedia yang kami pelajari desain grafis. pertanyaan saya apakah ada lowongan pekerjaan untuk tingkat smk di bidang desain grafis?klu ada tolong hubungi no.085291060032

  20. Binggung maw ngelanjutin kemana???saya punya minat dalam bidang TI, tapi setelah membaca artikel mba jadi ragu ngelanjutin ke pT DI bidang TI

  21. salam kenal mba. saya aldo lulusan sma ipa. mulai kelas 2 saya sudah ngikutin banyak kursus komputer, sampai skrg saya udh dapet 3 sertifkt dari kursus singkat saya itu.
    OS,editing,microsoft sedikit2 lumyan bisa lah. saya lulusan 09 dan udah mnganggur 1 tahun sekarang saya berencana kuliah. ke d3 teknik komputer. sekarang saya kerja disebuah waneT, saya bingung ternyata kampus dekat kerjaan saya itu tidak ada teknik komputernya, yg ada menegemen informatika n komp akuntansi, dll. nahh yang saya tau managemen informatika itu indentik dengan pemrograman padahal saya kurang minat lemah ke masalah logika2 gitu….dan juga habis d3 teknik komp ini saya mau lanjut ke S1 teknik. informtk….

    boleh kasih saran buat saya mba…Thx
    kalau bisa sekalian mampir ke blog saya mba.
    http://tipsbarudipercaya.blogspot.com/
    thx before

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s