Mendamba Lenovo, Tertambat Asus


HAMPIR semua pecinta notebook yang mobilitasnya tinggi dan cukup bergaul lama dengan komputer-komputer kelas notebook, cukup tahu pilihan produk yang harus dibeli ketika hendak mengganti dengan yang baru. Bila ada pilihan sejumlah nama, seperti IBM, Dell, dan HP, dipastikan mereka akan sulit menentukan pilihan, apalagi dengan anggaran belanja yang terbatas.

Demikian pula dengan saya. Sebelum membeli, saya sudah menetapkan fitur-fitur yang dibutuhkan. Layar 12 inci sudah bukan lagi pertimbangan, karena dengan bentuk notebook yang mini dan tipis memudahkan saya untuk menggendong notebook dalam ransel kecil. Faktor lainnya yang membuat saya jatuh cinta pada notebook adalah karena baterainya. Selama ini, saya cukup terpuaskan dengan notebook merek Dell, karena baterainya yang bisa tahan hingga 3 jam sebelum diisi ulang. Saya pun mempercayakan pekerjaan pada Thinkpad IBM karena kebandelan mesinnya. Keduanya berjasa besar dalam menunjang kesuksesan projek-projek saya.

Tapi, kini saya harus rela menceraikan nama Dell, karena terlanjur jatuh hati dengan Asus. Bahkan saya pun harus rela memalingkan muka dari IBM Thinkpad meski telah berganti nama dengan Lenovo. Memang dalam hal teknologi mesin, ketiganya–Lenovo, Asus, dan Dell–sama-sama telah mengadopsi kecanggihan revolusi mobilitas. Tapi, Asus W5F telah memikat saya dengan webcam 1,3 megapiksel lengkap dengan mikrofonnya. Dengan webcam itu saya bisa merekam ekspresi wajah dan celotehan sang keponakan yang berumur 1,5 tahun pada saat ia memainkan notebook.

Fasilitas multimedia

Asus W5F memiliki bobot 3,8 pon atau 1,6 kg. Resolusinya tinggi sehingga gambar yang dihasilkan baik dari foto, halaman web, kamera maupun film sangat jernih. Sayangnya, (seperti kebanyakan notebook lain), untuk memperoleh gambar yang jernih, posisi layar harus persis ditegakkan 90 derajat. Begitu juga dengan mikrofonnya yang hanya menghasilkan suara rata-rata sekelas notebook.

Fasilitas multimedia lainnya pada Asus W5F adalah DVD burner, 1 slot kartu memori 4 inci. Harga yang dipatok adalah 1.600 dolar AS. Desain bodi kotak dengan ujung melengkung sehingga terkesan tidak kaku. Di dalamnya telah terinstal sistem operasi Windows Edisi Home.

Sementara Lenovo, dengan harga yang kira-kira tidak jauh yaitu 1.646 dolar AS, menurut saya, terkesan terlalu serius seperti notebook-notebook saya terdahulu. Thinkpad Lenovo X60 memiliki spesifikasi nyaris sama dengan Asus W5F. Keduanya memakai teknologi prosesor Intel Centrino Duo Core 1,66-1,67 GHz. Lenovo juga memiliki layar 12,1 inci, namun berat mesin lebih ringan lagi, yakni hanya 1,45 kg. Bentuknya khas desain thinkpad IBM, berwarna hitam pekat namun elegan. Lenovo patut dipilih jika kita seorang fanatik mesin-mesin bandel yang tertarik akan desain yang inovatif.

Selain Asus dan Lenovo, saya pun menjajal notebook HP Pavilion dv6000t yang berharga sedikit lebih rendah dibanding Asus dan Lenovo, yaitu 1.570 dolar AS. HP, Asus dan Lenovo memang hampir sama dan bagus semuanya. Namun, HP Pavilion ini memiliki fitur berbeda dengan Asus dan Lenovo; bobotnya dua kali lipat bobot Asus, dan layarnya 15,4 inci. Kendati demikian, ada keunikan tersendiri dalam hal aplikasi. Di dalam notebook ini telah tertanam fitur QuickPlay yang berfungsi untuk membuka dan mengontrol file multimedia tanpa harus mem-booting sistem operasi. Tidak seperti Lenovo, notebook ini sama seperti Asus dilengkapi webcam dan mikrofon.

Bila diperhatikan, desain produk Lenovo, Dell, dan HP hampir sama. Konon, karena pasar asal terbesar produk-produk ini, yaitu AS adalah pasar korporat yang menginginkan desain hampir sama. Itulah mengapa saya kira desain produk-produk Asus meniru desainnya Dell. Dalam hal konektivitas, Asus, Lenovo, dan HP memberikan kita kebebasan dalam berkoneksi dengan menggunakan Wi-Fi 802.11a/b/g, Bluetooth, dan 10/100 Ethernet.

Namun, pilihan saya tetap pada Asus karena pertimbangan ukuran. Notebook Asus ini juga bisa diinstalkan sistem operasi Windows Vista. Syarat instalasi Windows Vista yang utama adalah jika teknologi prosesornya Intel Duo Core, memori mencapai gigabit, dan sistem grafik yang canggih. Saya sudah membuktikan kecanggihan sistem grafik (tertanam VGA Intel 945GM) di Asus dengan menginstal aplikasi GIS, GoogleEarth, dan Googlemap. Sedikit kelebihan lainnya dari notebook ini adalah touchpad-nya yang bertekstur. Keunikan tersebut berbeda dengan desain touchpad kebanyakan. Pergerakkan kursor yang kadang terhenti karena touchpad yang licin oleh keringat semoga tidak dijumpai lagi.

”Video security”

Selain aspek perangkat keras, seorang pembeli yang jeli tentu mempertimbangkan aspek aplikasi yang terinstal di dalamnya. Untuk mendukung fungsi webcam, notebook Asus dilengkapi dengan program Asus Video Security dan Windows Movie Maker. Dengan demikian, pemilik notebook boleh merasa lega karena tidak sembarang orang bisa dengan mudah merekam gambar/video.

Tapi, fungsi utama program Asus Video Security ini adalah untuk memantau suatu area dari lokasi tertentu. Misal, pada saat saya bekerja saya ingin sambil mengawasi keponakan yang sedang bermain. Fungsi tersebut dimungkinkan berkat teknologi sensor gerakan. Sedangkan program Windows Movie Maker, memungkinkan pengguna untuk mengedit dan merangkai video. Aplikasi pendukung lainnya yang tak kalah penting adalah Symantec Norton Internet Security 2005 dan Nero 6.0.

Di antara merek notebook yang ada di pasar, hampir hanya Lenovo saja yang memberikan garansi 3 tahun, yang lainnya hanya 1 tahun termasuk Asus. Sekali lagi, produk yang pernah dikuasai IBM dengan nama yang berbeda ini memang dikenal ketangguhannya dalam hal mesin dan kecerdasan desain keyboard. Dukungan komponen, garansi dan layanan pelanggan yang terbaik memang diwariskan IBM pada Lenovo. *** Siti Nur Aryani

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/112006/02/cakrawala/lain04.htm

4 thoughts on “Mendamba Lenovo, Tertambat Asus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s