Belum Ada Kejutan Dari 3G


TREN terbaru di jagat komunikasi dan informasi kita sudah memasuki “kawasan” 3G, alias generasi ketiga. Iklan-iklan layanan produk seluler tiada henti menebarkan kecanggihan jaringan nirkabel 3G beserta fitur-fitur canggihnya. Media massa juga tak kalah antusias “membantu” para vendor handset menyemarakkan kehadiran teknologi ini melalui liputan-liputannya yang provokatif.

Saya jadi teringat saat munculnya bluetooth dan WiFi beberapa tahun lalu yang sarat muatan euforisme. Apakah 3G ini benar-benar jadi produk alternatif atau sekadar pamer kecanggihan? Apakah masyarakat pengguna 3G sebenarnya bisa maksimal dalam menggunakan layanan fitur yang sudah ada? Pertanyaan ini perlu dikemukakan.

Munculnya generasi 2,5 G dan WiFi beberapa tahun yang lalu misalnya, masih belum maksimal dimanfaatkan pengguna. Baik layanan MMS, push e-mail, atau web browsing, cenderung digunakan sebagai aksesori ketimbang fungsi komunikasi dan informasi.

Salah satu teknologi 3G yang banyak diadopsi oleh para operator selular adalah UMTS. Transmisi datanya hingga 2 mbit/detik, lebih maju ketimbang 2G dan 2,5G. Berbagai layanan bernilai tambah yang menunggangi jaringan 3G seperti, video call, video conferencing, video streaming, siaran televisi, video download, mobile game, dan alat bantu navigasi kendaraan mulai dijajaki oleh operator jaringan ini. Sebagian ada yang memprioritaskan peluncuran layanan music download, panggilan video, dan siaran televisi. Layanan-layanan semacam ini menjadi harapan para operator agar diminati masyarakat kota-kota besar.

Siaran televisi digelar agar dapat dijadikan alternatif cara untuk membunuh waktu ketika orang-orang terkena “bencana” macet selama perjalanan dari rumah menuju tempat kerja. Atau konferensi video disediakan untuk kebutuhan komunikasi yang lebih visual dan interaktif.

Kesiapan operator

Lembaga riset Asia Pacific Research Group (APRG) memprediksi, keberhasilan 3G tidak cukup hanya menggantungkan pada kemampuan operator jaringan dalam menjual konten. Sebaiknya operator jaringan harus mampu menggandeng penyedia game, penyedia layanan aplikasi, serta penyedia media dan konten.

Tampak pula operator-operator jaringan 3G berharap sukses meraih minat konsumen dari gaya baru industri musik, fashion, mobile gaming, serta sarana hiburan kaya-media lainnya. Dilihat dari ciri layanannya, kehadiran 3G lebih dimaksudkan untuk pemenuhan sarana hiburan. Benarkah konsumen antusias menyambut tawaran-tawaran entertain ketimbang layanan penunjang produktivitas?

Layanan 3G ini telah diluncurkan lebih dulu ke pasar oleh Telkomsel dan Exelcomindo, menyusul Indosat. Termasuk tengah diuji coba sejak setahun lalu oleh Indosat, Bakrie Telecom, dan Mobile-8. Tapi sebelum teknologi ini sempat digandrungi, diperkirakan akan tenggelam lebih dulu oleh hadirnya teknologi nirkabel generasi keempat (4G) semacam WiMAX dan sebagainya.

WiMAX dalam perkembangannya akan memiliki kemampuan transmisi hingga kira-kira 75 mbit/detik. Farpoint Group dalam ComputerWorld, 10 Agustus 2006 mendefinisikan WiMAX sebagai jaringan utuh-protokol internet (IP) atau layanan berkarakteristik nirkabel, bergerak, pita-lebar dengan dukungan lalu-lintas 4-dimensi. Kendati demikian, Telkomsel dan Exelcomindo mengaku telah memperoleh ratusan ribu pelanggan sejak diluncurkan beberapa bulan lalu.

Sekarang, khususnya Telkomsel, Exelcomindo, dan Indosat memang tengah berkonsentrasi meraih pelanggan baru untuk layanan 3G. Namun, faktor jangkauan dan belum solidnya infrastruktur jaringan, kebutuhan dan daya beli konsumen, kemampuan perangkat handset, daya tahan baterai, dan fungsionalitas aplikasi/software-nya akan menjadi faktor penentu keberhasilan daya serap pasar terhadap layanan ini.

Meskipun di masa mendatang ongkos berlangganan layanan 3G bisa jadi kian terjangkau, –seperti di Korea yang sejak tahun lalu sudah menerapkan ongkos murah menonton televisi tanpa batas (kira-kira 100 ribu per bulan)-, akankah pelanggan rela bermigrasi untuk layanan ini?

Layanan 2,5G

Jumlah pelanggan ponsel saat ini kurang lebih adalah 45 juta orang. Berdasarkan data APEC, September 2005, tingkat kepadatan penggunanya adalah 25 persen pelanggan di Jakarta, 11-20 persen adalah persentase gabungan jumlah pelanggan di kota Medan, Semarang, Bandung, dan Surabaya. Yang dibutuhkan masyarakat di kota-kota ini adalah perangkat yang mampu mengakomodasi kebutuhan komunikasi, komputasi untuk produktivitas kerja, sekaligus untuk hiburan.

Sebagian besar dari pengguna ini adalah karyawan eksekutif. Mereka cukup mengikuti perkembangan teknologi terbaru dan telah merasa mapan dengan ponsel atau ponsel pintar dari generasi jaringan sebelumnya. Perangkat mereka tersebut mampu pula berkomunikasi dengan komputer pribadi (laptop/desktop) atau PDA phone.

Kendati handset yang kini mulai marak di pasar mendukung dual mode untuk GSM 3G dan 2G sekaligus–orang yang merasa mapan dengan ponsel berjaringan GSM dan CDMA saja misalnya–bisa jadi tidak merasa perlu bermigrasi pada jaringan 3G. Apalagi keperluannya sebatas untuk mendapatkan fungsi yang juga dapat diperoleh dari perangkat berjaringan 2,5G.

Sekadar akses internet rasanya cukup melalui ponsel atau PDA phone berfitur mobile browsing. Selanjutnya Anda tinggal mengubah pengaturan GSM ke mode GPRS-nya XL. Bila menggunakan handset CDMA, Anda tinggal berlangganan MaxSurf-nya Fren dari Mobile-8 atau internet flat dari Starone. Cukup menghubungkan ponsel tersebut ke desktop, laptop, atau PDA melalui kabel link USB. Dengan layanan-layanan tersebut Anda sudah bisa mengelola email, browsing, dan downloading.

Memang, layanan akses internet tersebut belum menjamin untuk kemampuan download file yang berkapasitas besar seperti musik, film, atau video. Dengan frekuensi yang rendah tersebut, layanan streaming juga mustahil didapatkan. Selain itu, pengguna yang awam hal teknis pasti merasa kesulitan ketika hendak membuat koneksi antara ponsel dengan komputer pribadinya.

Menutup kekurangan-kekurangan inilah yang dijadikan garapan bisnis para penyelenggara jaringan 3G. Termasuk menyediakan perangkat handset, PDA phone, maupun laptop yang mendukung solusi 3G. Sudah seharusnya pula desain perangkat-perangkat tersebut tidak menyulitkan penggunanya. Jika segalanya dari sisi penyelenggara 3G telah siap, giliran masyarakat bebas memilih layanan yang benar-benar dibutuhkan dan secara finansial terjangkau.***

Sumber:

http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/012007/25/cakrawala/index.html

6 thoughts on “Belum Ada Kejutan Dari 3G

  1. wah Ka, sebenarnya meski numpang di blog WP, pada awalnya kumpulan tulisan ini bukan dimaksudkan sebagai blog yang interaktif. Tapi sebatas tempat arsip hehehe. Tetap update? wah juga Ka, jadi malu nih, sebab ini pun ngos-ngosan sama kerjaan & berkebun🙂

  2. akhirnya saya nyangkut di blog ini mas,
    dari jalan jalan di blog satirnya wadehel, dan mbaca komentar2 yg lugu, satir, marah n macem macem, akhire saya kok tertarik dg tulisan hati2 sampeyan yg walau “gak begitu suka” dg isi postingan yg satir dan cenderung menyerang sesuatu di blog dehel, anda santun dan cerdas mengkomentarinya…akhire nyantol ngisi koment disini…

    “biar terkenal di kampungmu, kencingilah sumur kampungmu”

    thx mas, atas blog nya,

  3. terima kasih berkunjung ke sini.
    ini sih bukan blog mas, tapi sekadar tempat arsip, saya pun tidak keberatan jika ada yang mau kasih komentar, syukur yang nyambung dengan tulisannya🙂
    tentang blog wadehel, tidak penting apakah saya suka, tidak suka, agak suka atau agak tidak suka dengan postingannya, saat ini saya hanya punya kesan postingan wadehel itu unik dan dalam beberapa hal justru patut didukung. ok, mas saya juga bukan mas tapi mbak🙂

  4. Saya sih sangat terbantu dengan layanan 3G untuk akses email di hp. Yahoo, Gmail, atau email kantor semua tergenggam di tangan.

    So far operator lebih menjual sisi entertainment saja. Padahal kalau dioptimalkan, benefit 3G itu sebenarnya cukup banyak.

  5. bisa minta tolong cariin bahan skripsi gak?tentang perencanaan desain jaringan wireless 3G dengan teknologi WCDMA,tolong ya.^_^.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s