Perbankan dan Proyek Alih Daya TI


Di era globalisasi sekarang ini, mobilitas, teknologi jaringan mutakhir, dan integrasi aplikasi teknologi informasi (TI) di seluruh unit kerja, telah menjadi kebutuhan industri perbankan. Lihat saja, dalam hal teknologi jaringan, pemilik bank sudah tidak ragu lagi menerapkan sistem jaringan nirkabel. Penerapan ini diyakini sebagai salah satu tindakan penting untuk meningkatkan efisiensi kerja internal dan pelayanan kepada nasabah.

            Siapa pun tak bisa menyangkal, TI sudah menjadi bagian terpenting dari transformasi bisnis perbankan. Akan tetapi, karena sistem TI bukanlah kompetensi inti bidang perbankan, pemilik perbankan menyadari bahwa proyek besar ini harus dikerjakan oleh perusahaan spesialis yang bergerak di bidang TI, alias dialihdayakan. Pengertian alih daya TI di sini adalah penyerahan pekerjaan yang menyangkut manajemen ataupun teknis sistem TI kepada perusahaan lain yang memiliki kapabilitas di bidangnya.

            Untuk melakukan transformasi alih daya TI, umumnya bank membentuk anak perusahaan/departemen TI. Pekerjaan standar yang dilakukan tim dari departemen tersebut umumnya mencakup empat tugas utama. Pertama, mempelajari alur kerja seluruh bagian/divisi. Kedua, bersama vendor yang ditunjuk membangun platform TI yang baru. Ketiga, melakukan desain ulang di seluruh proses bisnis. Dan keempat, menerapkan program.

            Keempat tugas tersebut biasanya dialihdayakan ke perusahaan-perusahaan yang dinilai punya kompetensi. Bank Indonesia (BI) misalnya, menggandeng IBM–yang memang punya spesialisasi di bidang transformasi bisnis–, sebagai mitra utama pengembangan sistem TI. Untuk menunjangnya, BI juga melibatkan vendor besar lain seperti Microsoft, Hewlett-Packard, dan lainnya termasuk vendor-vendor menengah dan kecil.

            Dengan mengalihdayakan sistem TI-nya, sebuah bank bisa lebih fokus pada agenda kerja penting lainnya. Agenda itu antara lain: program peningkatan kualitas keahlian dan kompetensi SDM; penambahan ATM; pembangunan cabang-cabang baru; dan sebagainya. Ketiga agenda yang dicontohkan ini saja cukup menyita energi perusahaan, sehingga untuk program peningkatan keahlian SDM pun, sebagian besar bank lebih memilih mengalihdayakannya ke perusahaan lain.

            Sebenarnya, selain program peningkatan kualitas SDM internal, pengembangan solusi TI di perbankan akan berjalan sempurna jika bank mempertimbangkan faktor konsumen/nasabah. Kecakapan konsumen sebagai pengguna aplikasi bank sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Karena itu, di luar solusi aplikasi, bank juga harus memiliki solusi pelatihan dan pembelajaran bagi konsumen.

            Porsi pekerjaan ini biasanya diserahkan juga kepada mitra alih daya. Sebagai contoh, program e-learning bagi nasabah yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri. Tahun 2004 bank ini mulai bermitra dengan IntraLearn Software Corporation, pemasok aplikasi perangkat lunak e-learning yang bekerja sama dengan The Boston Group.

            Lantas siapa saja penyedia solusi aplikasi peranti lunak yang biasanya menjadi mitra alih daya industri bank? Adakah pengembang peranti lunak lokal dilibatkan? Kenyataannya, sekitar 90% pelaku perbankan nasional memakai produk aplikasi perangkat lunak dari luar (vendor asal luar negeri). Sebagai contoh, BNI menggunakan produk dari Financial Network Services, Australia, untuk sistem aplikasi administrasi umum lainnya yang terintegrasi dari front office hingga back office.  Sementara itu, Bank Mandiri memilih bekerja sama dengan Silverlake untuk mengintegrasikan sistem eMAS (Enterprise Mandiri Advanced System).

            Adapun LippoBank memercayakan solusi aplikasi perangkat lunak penunjangnya pada Nucleus Software, sementara Bank NISP menyerahkannya pada Misys Plc.

Hingga kini, dan entah sampai kapan, pengembang peranti lunak lokal belum kebagian porsi utama jasa alih daya di industri perbankan. Keterlibatan perusahaan lokal cenderung lebih banyak menjadi lapis kesekian dari vendor utama, atau sebatas penyedia perangkat penunjang saja.

            Tidak layakkah pengembang peranti lunak lokal untuk dilirik? Barangkali, data dari Digital Review for Asia Pacific bisa memberi gambaran. Tahun ini kegiatan riset Indonesia untuk peranti lunak kurang dari 20 persen. Nilai ini tentu sangat kecil dibandingkan aktivitas riset untuk telekomunikasi dan komponen elektronik yang berada di angka 65 persen. Meski angka ini tidak bisa kita jadikan ukuran mutlak, kegiatan riset yang rendah cenderung menjadi cermin ketidakseriusan upaya pengembangan peranti lunak lokal.

            Yang pasti, bagi sebuah bank, proses alih daya yang maksimal akan berdampak positif pada manajemen dan penempatan kerja seluruh staf, manajer, dan petinggi bank. Proyek ini harus maksimal agar terwujud sistem TI yang selaras dengan tujuan bisnis bank. Sebuah bank dikatakan memiliki sistem TI yang paripurna, jika masing-masing unit kerja termasuk pusat data (data centre), pusat pemulihan bencana (disaster recovery centre), intelligent network, command centre, perangkat keras di kantor cabang, dan help-desk telah terintegrasi seluruhnya.

            Bank yang cerdas memang akan memfokuskan diri pada bisnis inti, seperti meningkatkan kualitas pelayanan untuk nasabahnya. Tinggal, percayakah kalangan perbankan bahwa alih daya mampu memberikan solusi total bagi mereka?

Siti Nur Aryani

Sumber: Majalah SWA No. 01/XXIII/4-17 Januari 2007

2 thoughts on “Perbankan dan Proyek Alih Daya TI

  1. Hi there- you put a comment on my blog asking for my favourite knd of yoga- it is poweryoga- a blend of hatha and vinyassa that flows continuously for the duration of the class.

    Meghan

  2. Sudah saatnya perusahaan-perusahaan besar menggunakan perusahaan lain yang lebih baik kompetensinya dalam bidang IT untuk mengelola kebutuhan IT mereka. Harapannya agar lebih efisien dan mengurangi biaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s