”Blog Marketing”, Sebuah Potensi?


Marketing melalui internet adalah sarana murah dan efektif untuk menemui calon konsumen. Namun demikian, untuk sukses berdagang di internet tidak semudah melempar promosi. Perusahaan harus jeli melihat pasar di jagat daring (online) yang sesungguhnya. Dalam hitungan tiga tahun, semenjak beredar awal 2003 hingga akhir 2006, terhitung ada lebih 120 juta pengguna blog (Alan Gwen 09/2006). Sedangkan The Blog Herald (05/2005), tanpa bermaksud memastikan, menyebutkan jumlah pengguna blog (blogger) tahun 2005 sudah mencapai 200-500 juta. Sebagian besar blog masih bertahan dalam “tabiat” aslinya, yakni untuk ajang narsistik seseorang, sebagian untuk apresiasi ilmu-pengetahuan, sebagian kegiatan sosial, dan sedikit untuk kegiatan bisnis. Namun untuk yang terakhir ini justru sekarang sedang diburu banyak pelaku bisnis. Majalah BusinessWeek Juli 2006 lalu memperkirakan blog bisnis mencapai 25 juta yang meliputi korporat, bisnis menengah, dan perseorangan. Umpan balik Memang, penemuan baru di internet…

Bisnis dan Kesadaran Pemanfaatan Teknologi


Ekonomi adalah bidang kehidupan paling fundamental dari kehidupan umat manusia. Hanya saja ekonomi tanpa “penyanding” hanya akan jadi bidang yang semu, tak menarik perhatian. Kita bisa melihat sisi yang jelas dalam dunia pertanian Indonesia. Di setiap kampung kegiatan ekonomi tani berjalan sejak jaman baheula. Tapi wajah pertanian tanpa sandingan teknologi tepat guna niscaya hanyalah fenomena…

Pendidikan Inklusif Terabaikan


Diskursus keprihatinan terhadap bidang pendidikan di Indonesia tak surut dibicarakan. Seolah-olah dunia pendidikan itu sarat problematika. Sekian puluh tahun, para pengamat, praktisi dan mereka yang prihatin terhadap bidang pendidikan tajam mengritik soal manajemen, kurikulum, komersialisasi buku, ujian nasional dan rendahnya kualitas guru. Harus diakui, persoalan-persoalan tersebut sampai kini belum dituntaskan, bahkan semakin memprihatinkan.  

Melindungi Anak dari Kekerasan


Resensi Buku: Kekerasan Terhadap Anak, Penulis: Abu Huraerah, M.Si., Penerbit: Nuansa, Cetakan I, Juli 2006  Kekerasan terhadap anak! Istilah itu sangat mengerikan kita dengar dan mungkin karena itu pula, kita lebih suka menutup mata. Namun, sejauh kita menghindar, sedekat itu pula kenyataan yang terus terjadi pada anak-anak di Indonesia. Ternyata, di zaman modern ini, kekerasan anak di Indonesia tidak semakin berkurang, tetapi meningkat dari tahun ke tahun. Seto Mulyadi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, misalnya, mencatat pada 2003 terdapat 481 kasus kekerasan. Jumlah itu meningkat menjadi 547 kasus pada 2004, dengan 221 kasus merupakan kekerasan seksual, 140 kekerasan fisik, 80 kekerasan psikis, dan 106 permasalahan lainnya. Sebelumnya, majalah Medika mencatat, pada 1992 lalu, dilaporkan terjadi tiga juta kasus perlakukan keji terhadap anak-anak di bawah umur 18 tahun, dan…

Perjalanan Mengenal Negeri Asing


Kehidupan negeri asing memang selalu menarik untuk dikenal. Dengan mengenal yang asing, kita bisa belajar tentang realitas dunia yang plural. Lebih dari itu, kita bisa menyerap hal-hal yang baik dari orang lain dan menyadari kekurangan yang ada pada diri kita.

Hadirnya buku ini nampaknya akan memberi banyak manfaat bagi kita dalam mengenal negeri orang lain melalui cara yang khas, pandangan seorang Indonesia. Latar belakang pemahaman Sigit tentang sejarah dan kebudayaan yang cukup baik membuat buku ini terasa padat oleh wacana keilmuan. Di dalamnya memuat 16 esai popular hasil reportase wisata Sigit dan Claudia, istrinya, ke berbagai negara selama sepuluh tahun terakhir ini.

Esai-esai yang ditulis Sigit memberikan kesaksian tentang seorang Indonesia yang kritis dalam menilai suatu kebudayaan masyarakat lepas dari jebakan isme-isme. Lebih dari itu, penulis juga mampu memberikan pemahaman yang objektif tentang masa lalu sebuah bangsa dan persoalan budaya masa kini.

Bagi kita yang hidup dalam kultur bangsa dunia ketiga, ada banyak hal yang asing tentang Eropa. Namun, yang asing tidak identik dengan kebencian, tidak juga membuat seorang Indonesia seperti penulis, terhipnotis oleh magnet modernisasi yang berkembang pesat di di sana.

Cara pandang Sigit yang objektif melihat kebudayaan asing membuat tulisan ini tidak sekadar bualan. Penulis tidak berangkat dari keterpesonaan, melainkan melihat sesuatu sebagai hal ‘yang perlu ia selidiki’. Jauh-jauh hari sebelum perjalanan dilakukan, Sigit sudah merencanakan proses kerja lazimnya seorang jurnalis.

Menuju Peradaban Uang


Judul: Sejarah Uang Penulis Buku: Jack Weatherford Penerbit: Bentang Pustaka Cetakan: I, Juli 2005 Tebal: 464 Pada dasarnya, uang hanyalah benda biasa, bisa berbentuk koin, lempengan biasa, atau kertas. Tapi di dalam uang, hakikat guna, nilai, bahkan maknanya sangat luar biasa. Uang tergolong benda unik, khas, dan menawan sepanjang sejarah peradaban manusia. Semenjak muncul 3.000…